RAHASIA KESELAMATAN DARI ZAMAN KE ZAMAN

HUKUM BERTAMBAH HUKUM SYARAT BERTAMBAH SYARAT
YESAYA 28:10-12

Rencana Allah untuk menyelamatkan manusia dari zaman datang kepada zaman. Hal ini sangat penting karena didalamnya terungkaplah rahasia keselamatan yang diungkapkan oleh Allah Tri Tunggal mulai dari Adam dikeluarkan dari taman Eden sampai akhir zaman antiKris. Rahasia itu nampak dalam ayat 11 : Maka sebab itu iapun akan berfirman kepada bangsa ini dengan lidah yang ajaib dan dengan bahasa yang lain yang diwujudkan kenyataannya pada hari Pentakosta dalam Kisah 2:1-13.

Dan dijelaskan oleh rasul Petrus dalam ayat 14-36. Dalam ayat 37-39 penerimaan atas penjelasan rasul Petrus sehingga 3000 orang bertobat dan dibaptis. Karena lidah yang ajaib itu berbicara berkata-kata dengan berbagai-bagai bahasa yang tiada dipelajari, dimana 120 murid Tuhan pada hari Pentakosta dibaptis dengan Roh kudus dengan menggunakan bahasa-bahasa yang ajaib karena bahasa yang mereka ucapkan itu adalah bahasa yang tidak pernah mereka pelajari. Apabila tidak ada ayat 11, sudah tentu Yes. 28:10-13 ini hanya berlaku di zaman Torat. Dan ini berlaku khusus kepada orang Israel yang pertama kali sesuai ayat 11 karena baptisan Roh kudus yang terjadi dalam Kisah 2 adalah khusus bangsa Israel. Tetapi kemudian dalam Kisah 10:44-48; Kisah 19:1-7 berlaku untuk orang-orang kafir adalah pengembangan dari rencana Allah untuk menyelamatkan segala bangsa.

Sebab itu Yes. 28:10-13 menyangkut keselamatan segala bangsa. Dan lidah yang ajaib itu berkembang perhatikan 1 Kor. 13:1. Kalau didalam Kisah 2 dimulainya zaman Roh kudus dengan tanda mereka dibaptis dengan Roh kudus dan berkata-kata dengan berbagai-bagai bahasa kurang lebih 17 bahasa saat itu, tetapi bahasa-bahasa dunia. Tetapi dalam 1 Kor. 13:1 ditambah lagi dengan bahasa malaekat. Ini harus diperhatikan karena sekali kelak kita akan kesorga dimana kita akan berbicara bahasa malaekat. Ini menunjukkan pada Ibr. 6:1-5. 1Kor. 13:1 bukan saja untuk umat Israel tetapi juga untuk orang kafir, karena siding jemaat Korintus adalah berasal dari orang kafir. Jadi bahasa yang ajaib adalah bahasa-bahasa dunia dan malaekat, yang dikaruniakan Tuhan untuk gerejanya dari segala bangsa. Untuk mengetahui rahasianya perhatikan kitab Kej. 1 yang disebutkan minggu kejadian dimana Tuhan menciptakan semua selama 7 hari dan memberkatinya, yang biasa disebut minggu kejadian. Berdasarkan Maz. 90:4 : Karena pada pemandanganMu 1000 th seperti hari kemarin juga yang telah lalu dan seperti satu waktu juga pada malam adanya. Hubungkan dengan 2Pet. 3:8 : Tetapi perkara yang satu ini jangan kamu lupakan hai kekasih ku bahwa satu hari pada Tuhan sama dengan 1000 th dan 1000 th sama seperti satu hari.

Sesudah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa maka berdasarkan Kej. 3:8-9 adalah permulaan dari Minggu Ketebusan sesudah Adam keluar dari taman Eden. Jadi Adam itu jatuh pada hari yang ke 8 dan pada saat itu sesudah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, Allah tidak menghukum mereka mati saat itu juga, tetapi mereka dikeluarkan dari taman Eden dan mulai saat itulah berlaku minggu ketebusan yaitu 7 hari bagi Tuhan 7000 th bagi manusia. Ini didukung oleh sejarah umum yang mengatakan bahwa 4000 th s.m ada suatu bangsa yang sudah tinggi kebudayaannya yaitu bangsa Mesir. Dan perkembangan manusia itu mulai dari Mesir sebab Kain lari kesana sesudah membunuh Habel. Isteri Kain adalah adiknya dan berkembang di Mesir karena pada masa itu adalah perkawinan keluarga. Nanti setelah bangsa Israel keluar dari Mesir, maka perkawinan keluarga dilarang berdasarkan Imamat 18, 19. Suatu contoh perkawinan keluarga adalah Abraham menyuruh Elieser mencari jodoh untuk Ishak dari keluarga Abraham perh. Kej. 24. Hanya perempuan dalam Alkitab tidak termasuk pada daftar keturunan [ warisan ] dan itu nampak kepada anak-anak Yakub yaitu Dina. Dina tidak termasuk pada 12 suku bangsa Israel, karena itu pengaruh dosa di taman Eden. Tetapi dizaman Roh kudus kedudukan wanita sama dengan pria tetapi ada batas-batas pelayanan yang tidak sama dengan pria 1 Kor. 16:13 dimana dikatakan lakukanlah diri mu seperti laki-laki, ini menunjuk pada pria dan wanita dan perhatikan 1 Kor. 12:12-31.

Jadi memperhatikan minggu kejadian dan minggu ketebusan masing-masing dengan 7 hari tetapi satu hari bagi Tuhan adalah 1000 th bagi manusia. Jadi minggu ketebusan terbagi atas 4 bagian :

  1. Zaman Bapa 2 hr atau 2000 th
  2. Zaman Anak 2 hr atau 2000 th
  3. Zaman Roh kudus 2 hr atau 2000 th
  4. 1 hr perhentian atau 1000 th masa damai

Jadi jelas disini bahwa : Zaman Bapa 2000 th, Zaman Anak 2000 th, Zaman Roh Kudus 2000 th dan 1000 th Masa Damai ini disebut MINGGU KETEBUSAN.

  1. Zaman Bapa : Mulai dari Adam keluar dari taman Eden sampai Abraham.
  2. Zaman Anak : Sesudah Abraham / Isak sampai Tuhan Yesus
  3. Zaman Roh kudus : Sesudah Tuhan Yesus / hari Pentakosta samapai kedatangan Tuhan kedua kali.
  4. 1000 th masa damai  sesudah kedatangan Tuhan yang kedua kali sampai pada akhir 1000 th masa damai.

Hal ini perlu diketahui tentang pembagian zaman karena ada hubungan yang erat sekali dengan rencana Allah menyelamatkan manusia dari zaman ke zaman.

1.  Zaman Bapa

Keselamatan hanya ditentukan oleh iman, dan tulus dihadapan Allah selamat. Tanpa melalui baptisan air dan Roh, karunia-karunia Roh. Dimasa transisi ditambah dengan sunat. Perhatikan Kej. 17:10-14 apabila tidak disunat akan ditumpas. Hukum yang diberikan adalah kitab Kejadian. Jadi hukum zaman Bapa adalah iman dan sunat. Jadi mereka yang hidup dizaman Bapa mereka selamat hanya dengan memakai hukum iman dan sunat. Dan kalau orang hidup dizaman Roh kudus, hanya melakukan hukum iman dan sunat tidak selamat, sebab itu dikatakan hukum bertambah hukum syarat bertambah syarat disini sedikit disana sedikit seperti Henokh dan Abraham di zaman Bapa.

2.  Zaman Anak

Keselamatan ditentukan oleh hukum Torat dengan segala syariatnya, tetapi memasuki masa transisi ditambah dengan Baptisan air. Hukum yang diberikan adalah Keluaran samapai Maleaki dan Injil pada masa transisi. Mereka yang hidup pada masa itu melakukan Torat dan syariatnya dengan sungguh-sungguh selamat dan masa transisi ditambah dengan baptisan air.

3.  Zaman Roh Kudus

Hukum keselamatan adalah Kisah 2:38. Mereka yang hidup dizaman Roh kudus tidak akan selamat kalau tidak melakukan Kisah 2:38. Hukum Firman yang dipakai adalah 4 Injil yang dipraktekkan dalam Kisah segala rasul dan surat Roma samapai Wahyu. Sebab itu didalam perjanjian lama berdasarkan Kol. 2:17 menjadi suatu baying segala perkara yang akan dating tetapi wujudnya itulah Kristus.

Dalam Ibr. 8:6-13 terutama ayat ke 13 dengan menyebutkan perjanjian baru berarti yang lama hampir lenyap. Jadi pada kesimpulannya :
1.    Zaman Bapa diselamatkan oleh iman dan sunat
2.    Zaman Anak diselamatkan oleh Torat dan segala syariatnya & baptisan air.
3.    Zaman Roh kudus diselamatkan melalui Kisah 2:38.

Dan setiap orang yang berada dizaman itu dibenarkan dengan hukum yang berlaku dimasa itu seperti apa yang disuratkan oleh rasul Paulus dalam Roma 15:18 menurut dengan perkataan dan perbuatan artinya melakukan hukum keselamatan itu dengan sungguh-sungguh. Seperti surat Paulus dalam 1Kor. 11:1 turutlah teladan ku sebagaimana aku telah menurut teladan Kristus. Suatu contoh dizaman Anak orang yang melanggar hukum Torat dan syariatnya berdasarkan kesalahannya ada yang harus membayar denda, ada yang harus dirajam sampai mati. Jadi mereka yang tidak melakukan hukum pada zaman itu tidak diselamatkan. Jadi jelas bahwa kita yang hidup diujung akhir zaman ini adalah hidup dizaman Roh kudus harus melakukan hukum keselamatan itu menurut Kisah 2:38 dan kalau kita hanya melakukan hukum dizaman Bapa atau dizaman Anak kita tidak akan diselamatkan. Jadi kita harus melakukan menurut pengembangan hukum. Memang berdasarkan Ams. 30:5-6; Wah. 22:18-19 kita tidak boleh menolak perjanjian lama, karena itu adalah gambaran dari rencana Allah untuk menyelamatkan manusia dari zaman datang kepada zaman. Jika kita memperhatikan Kisah 2:38 sbb :
1.    Bertobat : Menyangkut kitab Kejadian zaman Bapa juga menyangkut zaman Anak dan zaman Roh kudus.
2.    Berbaptis : Menyangkut zaman Anak dan zaman Roh kudus, Yoh. 1:17

Dunia mempunyai perkembangan hukum dari zaman batu menuju hukum adat lalu berkembang menjadi hukum Negara lalu internasional. Disusun menurut perkembangan begitu juga Alkitab, sebagai contoh di Indonesia :

  •  Hukum penjajahan
  •  Hukum revolusi
  •  Hukum kemerdekaan

Masing-masing punya hukum sesusai perkembangan yang ada dimana makin hari makin disempurnakan. Demikian juga hukum keselamatan, mengalami perkembangan sampai kita semua disempurnakan roh, jiwa & tubuh 1Tess. 5:23-24. Perhatikan dizaman Bapa Henokh hidup dengan Allah disebutkan kekasih Tuhan, umat Israel dikatak penganten Tuhan Yer. 2:2 dizaman Roh kudus gereja Tuhan bertunangan dan akan menikah dengan Tuhan berdasarkan Wah. 12:1-2; Wah. 19:7-10 untuk segala bangsa.

Jadi apabila kita yang hidup dizaman Roh kudus ini lalu kembali kepada zaman Bapa dan zaman Anak dikata oleh rasul Paulus pelanggar hukum Gal. 2:18. Kenapa ? karena Tuhan menginginkan kita menuju pada kesempurnaan Ibr. 6:1. Suatu contoh dalam Gal. 2:18 rasul Paulus menyuratkan dalam Roma 10:4 Kristus adalah penyudah Torat lalu dikatakan dalam Epes. 2:15 sesudah dilenyapkan Nya segala hukum Torat dan syariatnya supaya dijadikanNya didalam diri Nya kedua pihak itu satu manusia baru dengan mengadakan pendamaian.

Menilik ayat ini seakan-akan perjanjian lama tidak berlaku lagi seperti suatu bangunan yang sudah dihancurkan lalu dibangun kembali tentu ditertawakan orang. Dan itu didukung dengan Yoh. 1:17 bahwa hukum Torat Musa dikorbankan binatang tetapi anugerah dan kebenaran dikorbankan Tuhan Yesus Kristus. Itu sebabnya kalau kembali ke Torat akan menghina pengorbanan uhan yesus di golgota, itulah disebutkan pelanggar hukum. Sebab itu hukum keselamatan bukan lagi pada hukum zaman Bapa atau hukum zaman Anak akan tetapi hukum zaman Roh kudus yang bertitik tolak pada Kisah 2:37-38 dengan ringkasan : Mendengar Firman sampai pada buah-buah pertobatan termasuk pada zaman Bapa, mendengar Firman sampai pada baptisan air zaman Anak dan mendengar Firman sampai sempurna termasuk pada zaman Roh kudus. Perh. Pelajaran 7 tingkat iman.

Sebab itu kita yang ada pada zaman Roh kudus pekabarannya harus dibawah sampai pada kesempurnaan, sampai gereja Tuhan bertunangan dan menikah dengan Tuhan. Wah. 12:1-2; Epes. 5:22-33; Wah. 9:6-10 yang disebutkan isterinya sudah bersedia itu ialah gereja Tuhan yang sudah disempurnakan dimana dia sudah mengeluarkan buah-buah Roh kudus. Didalam 9 buah Roh kudus itu terdapat buah Roh setiawan. Dengan memperhatikan Mat. 24:13 kesetiaan itu sangat menentukan keselamatan. Dan buah Roh kasih itu harus dihubungkan dengan 1Kor. 13:1-13. Buah Roh kasih ini adalah akibat dari bertobat berbaptis dan beroleh anugerah Roh kudus. Karena anugerah Roh kudus mencakup : Baptisan Roh kudus dan baptisan Roh kudus adalah titik tolak dari anugerah Roh kudus dengan memperhatikan Kisah 10:44-48 dan berakhir pada mengeluarkan buah-buah Roh kudus. Itu sebabnya anugerah Roh kudus meliputi baptisan Roh kudus, karunia-karunia Roh kudus dan jawatan Tuhan dan buah Roh kudus dan mencakup seluruh Alkitab. Itu sebabnya pekabaran penganten harus berdiri atas kebenaran Firman Allah yang terdiri dari 66 kitab yang rahasianya itu perhatikan pelajaran kaki dian. Dimana kelopak, kuntum dan bunga yang terdiri dari 66 bagian berbicara tentang 66 kitab dank e 7 Pelita yang berisi minyak Zaitun menunjukkan pada pekerjaan Roh kudus yang sempurna. Itu sebabnya Maz. 43:3 mengatakan suruhkanlah terang dan kebenaran Mu dst. Terang berbicara Firman Allah dan Kebenaran berbicara Roh kudus. Jadi gereja penganten harus penuh dengan Firman Kol. 3:16 dan penuh dengan Roh kudus Epes. 5:18 dan limpah dengan karunia Roh kudus 1 Kor. 14:12.

Rasul Paulus berkata dalam 1Tim. 1:13 : Sungguhpun aku dahulu menjadi penghujat dan penganiaya dan pemaki, tetapi aku telah beroleh rahmat oleh sebab aku sudah melakukan perkara itu waktu yang jahil sebelum aku beriman.
Kemudian perhatikan ayat 12-16 apabila memperhatikan ayat ini bahwa rasul Paulus diwaktu ia melakukan hukum Torat dia menjadi penghujat dan penganiaya dan pemaki, hubungkan ini dengan Gal. 1:13-14 dalam ayat 14 dikatakan majulah aku didalam agama Yahudi lebih dari pada kebanyakan orang yang sebaya dengan aku bahkan didalam Pil. 3:4-6 terutama ayat 6 didalam syariat Torat aku tidak bercela.

Dalam ukuran zaman Torat pasti ia selamat tetapi setelah ia menerima anugerah dan kebenaran maka kehidupannya di zaman Torat itu disebutnya hidup dizaman jahilia dan tiada beriman. Sedangkan Ibr. 11:11 berbicara masalah iman tetapi dibatasi oleh Paulus dalam Ibr. 11:39 maka seorang itu walaupun sudah terpuji oleh sebab imannya tetapi barang yang dijanjikan itu mereka tiada dapat. Tetapi dalam ayat 40 dikatakan Allah sudah menyediakan barang yang terlebih baik bagi kita maksudnya supaya jangan mereka itu jadi sempurna dengan tiada kita. Sebab itu dalam surat Paulus dalam 2Tim. 4:6-8 aku sudah berusaha dengan sungguh-sungguh didalam peperangan iman, aku telah menyempurnakan usaha ku aku telah memelihara iman. Itulah akhir kehidupoan Paulus. Jadi kehidupan zaman Torat meskipun tiada bercela  tetapi dalam ukuran zaman Roh kudus, kehidupan Paulus dizaman Torat jika dibandingkan dengan dizaman anugerah termasuk orang yang jahil tiada beriman. Sehingga ditekankan dalam 1Tim. 1:7 hendak menjadi pendeta Torat walaupun mereka tiada mengerti barang yang dikatakannya atau yang disungguhkannya dengan yakin. Oleh karena itu jangan kembali kepada jalan semula dengan memperhatikan 1Raja 13 dimana azis muda Allah yang terpengaruh dengan nabi tua dan makn minum dirumahnya akhirnya ia diterkam oleh singa. Karena ia kembali pada jalan semula terpengaruh oleh nabi tua. Demikian juga rahasia 3 orang majus dilarang kembali kepada Herodes tetapi langsungkanlah perjalanan mereka jangan kembali pada perjalanan semula. Itu sebabnya kita yang sudah berada dizaman anugerah lalu kembali ke zaman Torat maka bisa dikatakan pelanggar hukum Gal. 2:18. Sama saja kita kita didalam pengembangun hukum yang sempurna lalu kembali kehukum revolusi tentu saja hukum yang baru menindaki kita sebab itu perhatikan Ibr. 6:1. Amen

2 responses to this post.

  1. Posted by Fendi on April 26, 2012 at 4:07 am

    syalom.. bagus sekali dengan skala keselamatan yang dituangkan dalam Web ini, namun alngkah baiknya jika ditambah konsep dasar dari iman kristen tentang kepercayaan manusia kepada Allah korelasinya secara empirik dan dampak-dampak pengajaran pengajaran yang bersifat Hedonis dan Antroposentris.! tx GBU

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: