Nimrod (Menara Babel)

KEJADIAN 11

Pada mulanya bahasa pergaulan setelah Adam keluar dari Taman Eden adalah sama satu bahasa satu petuturan, sehingga dimana saja orng pergi dan bertemu mereka bias saling mengerti karena memakai satu bahasa satu petuturan. Dan bahasa yang diberikan Allah kepada Adam dan keturunannya walaupun terpencar dimana saja. Ini merupakan suatu perbuatan Tuhan guna mempersatukan keturunan Adam supaya mereka saling mengerti satu dengan yang lain. Tetapi sesudah memasuki zaman Nimrod keturunan ke 13 maka satu bahasa satu petuturan yang diberikan Allah kepada mereka telah salah digunakan, karena bukan lagi untuk Allah tetapi kusus untuk satu kelompok. Dalam memiliki satu bahasa satu petuturan bukan saja diberikan untuk manusia dengan manusia tetapi juga untuk memuji Allah dan bukan pula hanya untuk satu kelompok. Hal ini akan dijumpai dalam Kej. 11 sehingga satu bahasa satu petuturan dikacaukan oleh Allah dan muncul berbagai-bagai bahasa.

Dalam ayat 1 nyata bahwa diseluruh bumi hanya ada satu bahasa dan satu petuturan. Bahasa ini dikaruniakan Tuhan kepada Adam dan Hawa baik di Taman Eden maupun setelah mereka dikeluarkan dari Taman Eden. Supaya turunan adam dan Hawa dimanapun mereka itu pergi dan apabila kembali bertemu seorang dengan yang lain tidak akan mengalami kesulitan berkomunikasi karena menggunakan bahasa dan petuturan yang sama. Satu bahasa dan satu petuturn itupun dipakai untuk menyembah Allah sehingga ada saling pengertian satu dengan yang lain karena menggunakan satu bahasa satu petuturan.

Ayat 2 : Maka sekali peristiwa tatkala mereka berjalan disebelah Timur didapatinya suatu padang yang luas ditanah Sinear lalu diamlah mereka disana.

Mereka dipimpin oleh Nimrod keturunan ke 13 dengan memperhatikan Kej. 10:8-10. Disana ada 4 buah Kerajaan yakni :

  1. Babel
  2. Erekh
  3. Akad
  4. Asyur

Yang dibicarakan dalam Kej. 11:1-10 adalah kota Babel yang kemudian disebutkan Kerajaan babel ditanah Sinear. Disana Nimrod membangun sebuah menara disamping membangun kota Babel, yang dibenci oleh Allah bukan pembangunan kota Babel tetapi menara Babel. Karena menara Babel itu dibuat bukan sekedar penghias kota tetapi dibuat untuk melawan Allah. Yang sebenarnya tujuannya pabila ada air Bah lagi dari Tuhan maka mereka dapat menyelamatkan diri melalui menara itu. Sebab tanah Sineara ini terdapat di Mesopotamia sekitar Taman Eden dahulu. Disana mereka itu membuat kota Babel dan menara Babel yang akan diterangkan nanti pada ayat 4.

Ayat 3 : Maka kata mereka itu seorang kepada seorang : Marilah kita membuat batu bata serta membakar akan dia baik-baik. Maka batu bata itu baginya akan ganti batu betul dan gala-gala akan ganti kapur.

Jadi pembuat rumah diakhir zaman ini memakai batu bata itu diciptakan oleh ahli-ahli dizaman Babel sebagai pengganti batu karena batu bta ringan. Dan kapur diganti dengan gala-gala. Gala-gala berbicara semen. Arti ohani batu menunjuk kepada Kristus atau Firman batu bata berbicara tentang akal-akal manusia. Kapur diganti dengan gala-gala berbicara tentang kesucian Allah diganti dengan kesucian manusia atau kebenaran Allah diganti dengan kebenaran manusia atau Roh Allah diganti dengan roh manusia.

Demikian juga gereja Tuhan diujung akhir zaman ini, kebenaran Allah diganti dengan kebenaran manusia. Jadi dalam pembangunan Kaabah rohani tidak dibangun menurut petunjuk-petunjuk Tuhan  dengan firman Nya tetapi dibangun dengan akal-akal manusia dan setan-setan Mat. 15:8-14; 1Tim. 4:1-3.

Ayat 4 : Lagi kta mereka itu : Marilah kita bangunkan sebuah negeri dan sebuah menara, yang kepuncaknya sampai kelangit, demikianlah kita mengadakan suatu nama bagi diri kita, supaya jangan tercerai berailah kita atas seluruh muka bumi.

Yang dimaksudkan ini dalah menara Babel dan kota babel akan dibangun kemuncaknya sampai kelangit  suatu pembangunan raksasa tetapi bagi diri mereka sendiri supaya jangan mereka tercerai berai diatas permukaan bumi. Disini Nampak untuk kepenting kelompok supaya mereka tidak tercerai berai dengan satu bahasa dan satu petuturan membangun kota Babel dan menara Babel puncaknya sampai kelangit, tetapi bukan untuk umum tetapi kelompok dan lebih jahat lagi adalah untuk melawan Allah. Maksud dari pada pembangunan ini bukan untuk kemuliaan nama Tuhan tetapi untuk nama kelompok supaya mereka tidak tercerai berai diseluruh muka bumi bertentangan dengan Firman Tuhan dalam Kej. 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka : Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan dilaut dan burung-burung diudara dan atas segala binatang yang merayap dibumi.

Ayat 5 : Maka turunlah Tuhan hendak melihat negeri dan menara yang diperbuat oleh segala anak Adam itu.

Tuhan melihat segala niat perbuatan mereka, tentu kalau untuk nama Tuhan, maka Tuhan perkenankan tetapi ternyata untuk kepentingan kelompok dan nama kelompok.

Ayat 6 : Maka Firman Tuhan : Bahwa segala manusia ini sama sebangsa adanya dan mereka itu sekalian sama bahasa jua maka inilah sahaja mualanya perbuatan mereka itu; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak dapat terlaksana.

Ayat ini mempertegas ayat satu. Akibat dari perbuatan Nimrod, Babel bukan lagi atas nama Tuhan atau untuk kemuliaan nama Tuhan tetapi untuk kemuliaan kelompok sendiri. Dan lebih para lagi yaitu pembangunan menara Babel itu tujuannya apabila datang air bah maka mereka akan luput dari kebinasaan ini pun bertentangan dengan kej. 9:11-17 bahwa tidak aka nada lagi air bah, maka Tuhan memberikan tanda pelangi. [ mereka membuat cara sendiri untuk menyelamatkan diri / tidak berpegang pada Firman Tuhan ]. Tanda pelangi dilangit itu menunjuk bahwa Tuhan tidak menurunkan lagi air bah. Tetapi Allah menghukum suatu bangsa  dengan caranya sendiri seperti Nampak dalam Kej. 19 yaitu menurunkan api dari sorga bukan lagi air bah, karena pehukuman itu adalah pehukuman keseluruhan yang seringkali hanya kesalahan sesuatu bangsa dan segala bangsa dibinasakan. Dalam ayat 6 ini karena pembangunan itu bukan untuk Tuhan maka Tuhan menghentikannya.

Ayat 7 : Mari, baiklah kita turun serta mengacaukan bahasanya disana, supaya seorangpun tidak mengerti akan bahasa kawannya.

Jadi satu bahasa satu petuturan tidak lagi dipergunakan karena Allah telah mengacaukan bahasa itu sehingga mereka itu berbahasa berlain-lainan  dan tidak dapat mengerti lagi satu dengan yang lain  karena masing-masing sudah berbicara bahasa yang lain.

Ayat 8 : Demikianlah mereka diserakkan Tuhan dari situ keseluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu.

Mereka tidak dapat lagi berkomunikasi satu dengan yang lain alhinya terhentilah pembangunan itu dan mereka terserak ke seluuh bumi.

Ayat 9 : Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena disitulah dikacau balaukan Tuhan bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan Tuhan keseluruh bumi.

Babel artinya kekacauan dan dengan cara ini Allah menggenapi FirmanNya dalam Kej. 1:28 dan Kej. 9:7. Dengan kejadian tersebut berlakulah Kisah 17:26 terbentuknya berbagai-bagai bangsa dengan batas-batas wilayahnya. Dengan memakai bahasa nasionalnya sebagai bahasa persatuan. Karena dalam tiap-tip suku yang bersatu dalam bangsa itu adalah berlainan bahasanya tetapi Tuhan memberikan hikmat sehingga satu bahasa yang ada didalam lingkungan bangsa itu dijadikan bahasa nasional merupakan bahasa persatuan. Dan untuk memperkaya bahasa itu disempurnakan melalui bahasa-bahasa dalam tiap-tiap suku yang cocok untuk menjadi bahasa nasional dan diujung akhir zaman ini diambil bahasa-bahasa internasional.

Kisah 17 : 26 diuraikan tersendiri karena menyangkut kemerdekaan tiap-tiap bangsa yang batas-batas tanahnya ditetapkan terlebih dahulu dan ditetapkan oleh dunia internasional. Sebab apabila dilanggar terjadi perang. Apabila kita mempehatikan Kej. 11 pada mulanya bahwa manusia adalah sebangsa dan sebahasa jua adanya, sehingga tidak mengalami kesulitan dalam pergaulan sehari-hari. Akan tetapi Nimrod telah membuat suatu kesalahan yang besar saat membangun kota dan menara Babel, menggunakan satu bahasa dan satu petuturan melawan Allah. Seperti kita ketahui bahwa Nimrod adalah keturunan ke 13 tetapi telah berbuat suatu kesalahan karena perbuatannya dengan menara Babel itu dengan maksud apabila masih ada air bah yang akan dating meliputi bumi  mereka akan luput seperti Nuh tapi dalam jumlah yang besar. Nimrod mempunyai roh Lusyefer dan rencananya dibatalkan oleh Tuhan dengan satu cara yaitu mengacaukan bahasa mereka sehingga tidak lagi mengerti satu dengan yang lain karena masing-masing telah mempunyai bahasa sendiri dan terjadilah kekacauan dan terhentilah pembangunan menara babel. Demikian juga pembangunan rohani diakhir zaman ini, Allah tidak ingin melihat caranya Nimrod membangun kota Babel dan menara Babel.

Batu diganti dengan batu bata. Batu menunjukkan kristus. Batu bata dari tanah liat berbicara manusia. Jadi Kaabah rohani tidak lagi dibangun berdasarkan batu adalah Kristus tetapi dengan batu bata / tanah berbicara hukum akal-akal manusia. Mat. 15:8-14 bandingkan dengan Gal. 1:11-12.

Kapur diganti dengan gala-gala / semen berbicara Roh suci diganti dengan roh manusia. Jadi membangun Kaabah rohani tidak lagi berdiri atas Firman Allah yang benar dan Roh suci tetapi dengan akal-akal manusia / hukum manusia dan roh daging / manusia.  Dalam pembangunan Kaabah rohani ini kembali mereka menggunakan satu bahasa Roh sedangkan dalam Kisah 2 : 1-13 terdiri dari begitu banyak bahasa sebagaimana diilhamkan oleh Roh kudus untuk bertutur. Dalam hari Pentakosta dicatat ada sekitar 17 bahasa. Satu bahasa Roh membentuk kelompok sendiri sebagai bahasa persatuan yang sudah dihapuskan oleh Tuhan oleh karena satu bahasa satu petuturan itu digunakan untuk membentuk suatu wadah atau kelompok yang akhirnya bukan Allah yang dipermuliakan tetapi kelompok itu. Sebab itu pemberitaan mereka tidak lagi menggunakan karunia-karunia Roh yang sempurna. Sebab itu diakhir zaman ini apabila kembali memakai satu bahasa Roh sangat berbahaya karena mengikuti tatacaranya Nimrod. Apalagi kita berada pada hari yang ke 13 yang diambil dari minggu Kejadian dan minggu ketebusan yaitu 7 hari minggu Kejadian dan ditambah dengan 6 hari dimana kita sudah berada pada hari ke 6 minggu ketebusan [ 2 hari zaman Bapa + 2 hari zaman Anak + 2 hari zaman Roh kudus = 6 hari ] kita sekarang sudah berada diujung zaman Roh kudus atau diujung hari ke 6 minggu ketebusan atau diujung hari ke 13 dari minggu Kejadian dan minggu Ketebusan. Jadi kita sekarang sudah berada pada hari yang ke 13 dimana roh Nimrod sedang bekerja keras. Sebab itu jangan kembali pada satu bahasa satu petuturan. Dan kita berpegang pada Kisah 2. Karena dengan menggunakan satu bahasa Roh pasti membentuk suatu kelompok dimana bukan Allah lagi yang dimuliakan tetapi kelompok [ organisasi ] yang Nampak sekarang dengan sombong membangun rumah-rumah ibadat dengan menara-menara disertai dengan rumah yang mewah-mewah. Tetapi rohaninya kacau karena menggunakan satu bahasa dan satu petuturan berlawanan dengan rencana Allah dan ketetapan Allah dalam Kisah 2:1-13. Yaitu dizaman Roh kudus ini dalam pembangunan Kaabah rohani dimana kita menjadi rumah Allah yang kudus 1Kor. 3:16 dipergunakan berbagai-bagai bahasa Roh dan mengembang kepada berbagai-bagai karunia Roh kudus berbagai-bagai jawatan Tuhan dan berbagai-bagai buah Roh kudus. Untuk berbagai-bagai gereja untuk berbagai-bagai bahasa dan berbagai-bagai bangsa dan bukan hanya untuk satu kelompok. Perhatikan Kisah 2:16, 18; Kisah 2:1-15; 1Kor. 12:8-11; 1Kor. 12:28-30; Epes. 4:11-12; Gal. 5:22-23; 1Kor. 13:1-13. Sebab itu organisasi gereja yang mengunakan satu bahasa satu petuturan dalam bahasa Roh akan terjadi kekacauan sehingga akan terpecah belah dan meeka tidak akan disempurnakan. Berlainan dengan Kisah 20:24-31 terutama pada ayat 28-31  yaitu mereka yang menyusup kedalam siding seperti srigala yang ganas yang mengajarkan salah yang digambarkan dalam Kid.Ag. 2:15 rubah dan rubah kecil yang merusakkan anggur yang berbungah dengan limpah. Jadi hamba-hamba Tuhan dan anak-anak Tuhan yang merusak karunia-karunia Roh kudus yang bekerja ditengah-tengah siudang yang sedang dipertunangkan dengan Tuhan. Tetapi mereka tidak akan berhasil karena gereja Tuhan dilindungi oleh Tuhan, Roh Tuhan ada pada mereka dan rencana Tuhan pasti berhasil tidak pernah gagal. Mereka coba memotong rencana Allah akan tetapi mereka tidak berhasil karena apa yang ada pada gereja penganten atau persekutuan ini adalah lebih besar dari apa yang ada didunia 1Yoh. 4:4-5; 1Yoh. 5:4-5. Sebab itu mereka yang mengunakan satu petuturan dalam bahasa Roh dalam penyembahan mempergunakan karunia mereka hanya memilih mana yang baik dalam pandangan mereka seperti karunia kesembuhan dan mujizat tetapi karunia nubuatan karunia lidah mereka tolak. Sehingga dalam penyembahan mereka tidak mengalami persekutuan yang manis dengan Tuhan 1Kor. 14:26-33. Demikian pula dalam karunia jawatan Tuhan mereka hanya percaya pada lantikan penginjil, gembala dan guru agama. Mereka menolak rasul dan nabi. Bahkan apabila ada diantara mereka itu yang menamakan diri rasul dan nabi mereka laporkan kepada pemerintah. Didalam buah Roh kudus mereka utamakan kasih. Buah Roh yang lain kurang diperhatikan. Sedang buah Roh itu hanya dapat bekerja apabila karunia Roh kudus berjalan sempurna. Jadi kasih yang mereka utamakan adalah kasih amal yaitu berkorban itu yang paling utama itulah kasih yang mereka maksudkan. Sedangkan buah Roh kasih itu harus dihubungkan dengan 1Kor. 13 yakni : Tiada dengki dan seterusnya. Inilah akibatnya dari pada satu bahasa satu petuturan mereka tidak akan disempurnakan sebab memotong-motong Firman. Mereka menyerang gereja yang tidak dibaptis tetapi mereka tidak sadar mulai dari baptisan Roh kudus mereka memotong-motongnya dan juga buah Roh kudus. Mereka tidak sadar telah memotong 7 tingkat iman. Seperti Nampak ibadat mereka dalam Kisah 2:1-13 baptisan Roh itu ada berbagai bagai bahasa yang diilhamkan oleh Roh kudus untuk bertutur dan pada hari Pentakosta ada 120 orang murid Kisah 1:15. Tetapi mereka satu atau banyak orang tetap satu bahasa satu petuturan dalam berbahasa Roh, sudah bertentangan dengan Firman Allah. Demikian juga denganm karunia Roh kudus mereka lebih mementingkan karunia Kelompok B [ karunia kuasa ] sedangkan karunia Kelompok C [ karunia penyembahan ] mereka tidak perhatikan bahkan diremehkan dan ada yang menentangnya. Hal ini tidak heran karena sudah salah dari permulaan yaitu baptisan Roh dengan satu bahasa satu petuturan. Demikian juga buah-buah Roh kudus mereka hanya menekankan kasih dalam pengertian yang sempit mengasihi pekerjaan Allah dengan jalan berkorban. Mereka lupa bahwa kasih ini dihubungkan dengan 1Kor. 13:1-13. Mereka hanya memlih karunia-karunia Roh kudus dan buah-buah Roh kudus yang mereka inginkan sebab itu mereka tidak menjadi dewasa rohani bahkan timbul pertengkaran dan perceraian dan itu Tuhan izinkan supaya mereka mgerti kehendak Tuhan. Tuhan tidak menghendaki kembali pada Kej. 11:1-10 sebab itu Tuhan kacaukan mereka akhirnya apabila mereka mendengar kabar penganten Kristus yang membuka rahasia mereka yang salah, hamba-hamba Tuhan yang menggunakan  satu bahasa satu petuturan ini menjadi ahli Torat dan Parisi modern. Perh. Ams. 30:5-6; Yoh. 8:44; Mat. 15:8-14 dan Wah. 22:18-19. Mereka memperalat firman Allah Yoh. 3:3-7 bahwa merekaitu telah lahir baru dari air dan Rohm aka menjadi anak-anak Allah dan mereka menganggap sudah selamat berdasarkan Roma 8:1-2. Tapi kalau baptisan Roh itu satu petuturan berarti mereka telah mengurangi Firman dan dianggap belum lahir baru dari air dan Roh. Karena persyaratan baptisan Roh kudus salah dipergunakan yang aneh  bagi mereka ialah mereka menganggap sudah menjadi rumah Allah berpegang pada 1Kor. 3:16. Kendatipun menjadi rumah Allah itu yang bertitik tolak dari baptisan Roh kudus tidak boleh satu bahasa satu petuturan yang sama tetapi berbagai-bagai bahasa sebagaimana diilhamkan oleh Roh untuk bertutur, dan disitulah kita dibentuk menjadi rumah Allah. Sedangkan Rumah Allah yang sempurna yang sempuna perhatikan pelajaran Tabernakel bahwa alat-alat yang ada dalam Tabernakel harus ada sehingga sempurna, setuju dengan apa yang ditunjukkan Allah kepada Musa. Kemudian dizaman Roh kudus ini untuk menjadi rumah Allah yang sempurna harus memiliki rahasia-rahasia rohani sesuai dengan susunan Tabernakel. Bukan hanya dibaptis dengan Roh kudus karena baptisan Roh kudus itu masih berada dipintu kemah, berarti belum menjadi Tabernakel yang sempurna. Karena pintu kemah berbicara tentang baptisan Roh kudus. Dan kalau baptisan Roh kudusnya bertentangan dengan Kisah 1:2; 10 & 19 bearti belum menjadi rumah Allah. Karena berdasarkan Yes. 28:10-13 bahwa kej. 11 itu ada pada zaman Bapa. Dan hubungkan dengan Ibr. 8:7-13 berarti yang lama hamper habis dan berdasarkan Gal. 2:18 berarti pelanggar hukum. Kalau dihubungkan dengan 1Tim. 1:13 kita berada dizaman Roh kudus harus berpegang pada Kisah 2:37-38 dan ini menyangkut perjanjian lama dan perjanjian baru keseluruhan. Kalau memakai satu bahasa satu petuturan jangan harap bertunangan dan menikah dengan Tuhan. Jangan harap 1Kor. 14:26-33 akan Nampak dalam kebaktian. Semua ini karena salah menerima pelajaran. Perhatikan Pil. 1:6 permulaan yang baik dan disudahkan sampai hari Tuhan. Contoh tentang tanaman : Kalau ditanam beni yang unggul pasti hasilnya baik. Benih Firman Allah yang benar pasti akan menghasilkan yang baik Luk. 8:11. Untuk menerima Kristus sesungguhnya harus berdiri pada 4 Injil sepenuh itulah benih yang unggul. Karena 4 Injil adalah dasar pekabaran lalu dilambangkan pada zaman roh kudus perh. 1Kor. 3:11. Ini berbicara tentang 4 Injil merupakan dasar pekabaran gereja Tuhan sebab itu dalam 1Kor. 3:12-15 berbicara kita membangun diatas alasan itu dan semua akan diuji dengan api. Sebab itu jangan sampai apa yang kita bangun itu terbakar hangus oleh api. Perhatikan ancaman dalam Yehz. 34. Sebab itu kita harus berdiri atas 4 Injil sepenuh dan kalau belum mengerti rahasianya pakai Yer. 33:3; Mat. 7:7-8 yang akhirnya oleh karena kesungguhan kita maka Tuhan akan membukakan rahasia Firman Allah oleh karunia Roh kudus berdasarkan 1Kor. 12:8-11; 1Yoh. 2:27 dan kalau Allah berkenan karena kerinduan kita yang besar maka akan berlaku Gal. 1:11-12; 2Kor. 12:8-11 dan kita pasti tidak akan meraba-raba Firman Allah. Amen

One response to this post.

  1. Posted by Raymond on Januari 6, 2012 at 12:52 pm

    Mantap…., tapi kalau boleh kasih masukan tolong lebih di perhatikan pengkalimatannya, supaya mereka yang belum mengerti PKP lebih mudah memahami isi beritanya…, tks GJBU

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: