Apabila Aku Harus……….

Apabila Aku Harus………..

Adalah Ayub, seorang nabi yang diakui oleh tiga agama besar didunia Kristen, Yahudi & Islam dan terutama diakui oleh Tuhan, yang sering menjadi teladan bagi perjalanan iman kita dalam menghadapi berbagai pergumulan hidup. Keteladanan Ayub bertolak dari pemahaman dan pengalamannya bahwa sesungguhnya manusia harus mengalami pergumulan. Untuk sampai pada kesimpulan itu, tentu saja anugerah Tuhan telah berlaku atas dirinya. Pernyataan Ayub ini kita bisa lihat dalam Ayub 14:1 yang menyebutkan bahwa, “ setiap manusia yang dilahirkan oleh perempuan berpuas-puas dengan kesukaran “ [ T.L ]. Kemudian dalam Ayub 7:1 yang menyebutkan bahwa, “ bukankah manusia harus bergumul dibumi….”. hal ini berarti bahwa tidak  ada seorangpun didalam dunia ini yang tidak mengalami pergumulan. Itulah sebabnya setiap anak manusia yang baru lahir selalu ditandai dengan tangisan, kecuali Adam dan Hawa karena mereka tidak melalui proses dilahirkan oleh seorang perempuan, melainkan diciptakan oleh Allah langsung menjadi manusia yang sempurna dan ditempatkan di Taman Eden. Di Eden segala kebutuhan mereka telah disediakan oleh Allah. Mereka tidak mengenal apa yang disebut dengan pergumulan, karena mereka tidak pernah mengalaminya. Hingga pada suatu ketika mereka jatuh kedalam dosa, hawa diperdaya oleh ular / setan. Saat itulah mereka mulai mengenal apa arti pergumulan yang sebenarnya. Demikian selanjutnya hal ini dialami oleh keturunan mereka dari abad keabad, zaman berganti zaman.

Dengan bergulirnya waktu, hingga saat ini kita berada di zaman modern diabad 21 yang ditandai oleh kemajuan pesat dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi, ternyata manusia belum bebas atau lepas dari pergumulan. Bahkan, pergumulan manusia diabad ke 21 ini semakin rumit dan berat. Hal ini menimpa setiap umat manusia, tidak terkecuali umat Tuhan dan hamba Tuhan. Oleh sebab itulah kita kita harus memiliki kesadaran, bahwa pada saat kita dipanggil oleh Tuhan menjadi umat Nya atau hamba Nya tidak kita bebas dari pergumulan. Justru Allah tetap mengizinkan kita mengalami pergumulan untuk memurnikan kita, mendewasakan / menyempurnakan iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus 1Pet. 1:6-7; Ibr. 2:10.

Cobalah kita simak kehidupan Ayub dalam Ayub 1:8, “ Lalu bertanyalah Tuhan kepada iblis : Apakah engkau memperhatikan hamba Ku Ayub ? Sebab tiada seorangpun dibumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.” Disini kita perhatikan, bahwa Allah sendiri yang memberikan penilaian atas kesalehan hidup ayub. Saat itu iman Ayub belum teruji. Oleh karena itulah Allah mengizinkan pencobaan datang menghampiri kehidupan Ayub. Ia harus kehilangan semua anaknya, harta bendanya, kesehatannya, sahabat-sahabatnya, bahkan ia kehilangan dukungan dari isterinya. Disini Ayub mengalami pergumulan yang sangat berat. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, apakah ia akan tetap percaya kepada Tuhan yang diagungkannya sebagai Allah yang kuat, bijak dan adil ? Tidak mudah untuk tetap mempercayai Tuhan disaat sedang mengalami pergumulan seperti yang dialami Ayub. Apa lagi Ayub telah berusah hidup saleh, jujur dan takut akan Allah, mengapa Allah membiarkan dia. Bisa saja Ayub kehilangan percaya kepada Tuhan ?

Tetapi dengan apa yang semua dialami Ayub, dia kehilangan segala sesuatu tapi dia tidak pernah kehilangan iman. Perhatikan apa yang dikatan isteri Ayub dalam Ayub 2:9 demikian, “ Maka berkatalah isterinya kepadanya : “ Masih bertekunkah engkau dalam kesalehan mu ? Kutukilah Allah mu dan matilah. Dan mari kita perhatikan jawaban Ayub dalam Ayub 2:10 demikian, “ Tetapi jawab Ayub kepadanya : Engkau berbicara seperti perempuan gila ! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk ? Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.” Kemudian dalam Ayub 23:10 ia justru menegaskan, “ Karena Ia tahu jalan hidup ku. Seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.

Dalam menghadapi bergumulan yang sebegitu berat Ayub tetap bertekun kepada Tuhan, ia tetap setia, ia tetap percaya kepada Tuhan. Dan pada akhir hidupnya Tuhan menjadikannya begitu indah, dan ia diberkati dua kali ganda. Apa yang dahulu hilang Tuhan kembalikan kepadanya Ayub 42:12-17. Sebab, Ayub telah membuktikan kemurnian imannya, ia tetap teguh. Ia tetap setia kepada Tuhan nya dalam keadaan situasi kondisi apapun, baik masa senang maupun masa sulit.

Kita sebagai umat Tuhan pasti mempunyai pergumulan, tidak ada yang terkecuali. Kemurnian iman kita justru bisa dibuktikan dengan sikap kita yang senantiasa percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dalam situasi dan kondisi apapun.  Kita memahami bahwa kita harus diuji untuk dapat membuktikan kemurnian iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus. Perhatikan Daniel 12:10, “ Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.”

Film Mother India yang merupakan salah satu dari prestasi India paling artistik yang memenangkan pernghargaan Internasional, mungkin bisa mengajarkan kepada kita tentang bagaimana perjuangan hidup mati sebuah keluarga untuk membawa sedikit keagungan dan kehormatan demi eksistensi mereka diatas muka bumi ini. Syair nyanyian utama film ini secara tegas menunjukkan keteguhan sikap hidup mereka : “Karena aku datang kedalam dunia ini, aku harus hidup. Jika hidup berarti minum racun, aku harus meminumnya.”

Berangkat dari pengalaman Ayub dan perenungan terhadap eksistensi hidup yang digambarkan lewat film diatas kita diajarkan untuk menjadi bijak, berani, dan kuat dalam menjalani hidup yang penuh pergumulan. Hanya dengan jalan ini kita bisa berhasil. Oleh sebab itulah, kita perlu melengkapi hidup kita dengan kuasa Firman Allah, Roh Allah dan darah Tuhan Yesus Kristus Amsal 2:1-6; Roma 1:16; Kisah 1:8; 1Tim. 1:7; Epesus 6:10-13.

Iman Kristen mencakup  : Darah, keringat dan air mata.

Immanuel, Amen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: