PEMBASUHAN KAKI

PEMBASUHAN KAKI
YOH. 13 : 1-20

Masalah pembasuhan kaki para rasul Tuhan, adalah salah satu pelajaran yang penting diakhir zaman ini, oleh karena itu maka kami bertanyakan kepada Tuhan yang empunya Firman, dan Tuhan telah mengungkapkan rahasia pembasuhan kaki para rasul, melalui wahyu pengajaran, diungkapkan di Rantepao pada tg. 27 juli 1969. Dalam kalimat ini kami memakai Aku adalah berbicara Tuhan, karena ini adalah pengwahyuan dari Tuhan.
Pembasuhan kaki Aku lakukan dahulu dari hari raya Paskah, sesudah Aku mengetahui sudah waktunya Aku keluar dari dunia ini ayat i. perayaan Paskah ini sudah dimulai pada th. 1513 sebelum masehi, tatkala umat Ku Israel hendak meninggalkan Mesir, tanah dimana mereka diperhambakan. Kel. 12 domba yang dibantai pada perayaan Pasah [ Anak Domba Pasah ], adalah membayangi Aku sendiri, perh. 1Kor. 5:7 :
Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi segumpal yang baharu, sebab kamu tidak bercampur ragi, karena sudah tersembelih Pasah kita, yaitu Kristus.

Oleh karena itu untuk dapat mengerti tentang perjamuan Pasah ini, supaya bacalah dan pelajarilah Firman Ku dalam kitab Kel. 12. Anak domba jantan yang tidak bercacat cela, ditangkap pada 10 hari bulan Nisan dan baru dibantai pada tg. 14 hari bulan Nisan, jadi lamanya 4 hari Anak domba pasha itu adalah bayangan Aku sendiri, dan satu hari bagi Aku adalah 1000 th bagi manusia Maz. 90:4; 2Pet. 3:8. Sebagaimana Anak domba pasha sudah disediakan 4 hari barulah dibantai. Begitupun Aku sudah disediakan 4000 th, semenjak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, dikeluarkan dari taman Eden, dimana domba yang disembelih, kulitnya diambil dijadikan sarung lalu dikenakan pada Adam dan Hawa Kej. 3:21 hubungkan dengan Wah. 13:8.

Genap 4000 th sesudah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, barulah Aku dikorbankan diatas bukit golgota, sebagai Anak domba pasah, dan untuk mengangkut dosa isi dunia dan membawa hukum anugerah dan kebenaran. Perhatikan Yes. 53; Yoh. 1:29; 1Pet. 2:24; Mark. 15:20-41; Mat. 27:31-56; Luk. 23:26-49.

Peristiwa pembasuhan kaki, terjadi pada th. 33 masehi yaitu pada malam terakhir dimana Aku bersama-sama dengan rasul-rasul Ku yang Aku kasihi, kecuali anak kebinasaan itu yakni rasul Ku Yudas Iskariot perh. Yoh. 17;12.  Peristiwa ini begitu penting / serius, karena pembasuhan kaki ini terjadi pada malam perpisahan, dimana diadakan 2 perjamuan yakni :
1.    Perjamuan Pasah
2.    Perjamuan Suci

Ingatlah hamba Ku, bahwa pembasuhan kaki ini mempunyai arti rohani yang istimewa, bukan sekedar membasuh kaki saja, karena adat basuhan adalah hukum lahiriah saja yang ditanggungkan atas orang, seperti apa yang dimaksud dengan Ibr. 9:10 yang berbunyi :
Sedang perkara itu beserta dengan mkanan dan minuman dan berbagai-bagai basuhan itu hanya hukum-hukum cara lahir saja, yang ditanggungkan atas orang hingga pada msa segala sesuatu akan disempurnakan kelak. Lalu bandingkan dengan 1Kor. 2:12-16.

Perhatikan dalam Firman Ku ada yang dilakukan menurut kata itu ada pula yang pengertiannya dirohanikan. Dalam Firman Ku dalam Injil Mat. 16:24, bukan berarti menanggung salib, lalu membuat salib lalu kamu pikul setiap hari, akan tetapi maksudnya adalah rela diolok, dinista, disengsarakan, dianiaya karena nama Ku, Roma 8:17; Kisah 14:22 inilah yang dimaksud memikul salib.

Perjamuan Pasah, makan daging domba yang dipanggang pada api, dan lagi apam fatir dan hendaklah dimakannya dengan gulai yang pahit, dan harus dimakan habis, Kel. 12:8-11.

Perjamuan suci, makan roti yang sudah diberkati dan air anggur, dengan memperhatikan Firman Ku dalam Mat. 26:26-28 adalah pengganti dari perjamuan Pasah. Perhatikan bahwa pada waktu Aku membasuh kaki para rasul Ku terjadi 2 perkara yakni :

1.    Aku menamatkan Pasah Yahudi. Pasah Yahudi sudah dimulai pada th 1513 sebelum masehi, dan penggenapan Pasah itu adalah Aku sendiri, dimana Aku Pasah itu, tatkala Aku mati dipuncak Golgota tersalib, seperti Anak domba Pasah disembelih. Itu sebabnya Aku adakan perayaan Pasah terakhir bersama-sama dengan rasul Ku dan Aku menutup Pasah untuk selama-lamanya.

2.    Aku memulaikan perjanjian baru, dimana Aku mengadakan perjamuan suci, pengganti Pasah, seperti apa yang Aku lakukan bersama-sama dengan rasul-rasul Ku, perhatikan Mat. 26:26-30.

Untuk mensahkan suatu perjanjian diperlukan darah. Itu sebabnya untuk mensahkan perjanjian lama diperlukan darah binatang, dengan memperhatikan Ibr. 9:18-22. Pengorbanan Ku di puncak Golgota, adalah penggenapan Pasah dalam Kel. 12 dan upacara Pasah berakhir dan diganti dengan perjamuan suci, yang dilakukan sampai Aku datang menjemput gereja Ku, perh. 1Kor. 11:23-26. Oleh karena itu perjanjian baru disahkan / dimeteraikan dengan darah Ku yang mulia, Mat. 26:28; 1Pet. 2:24.

Banyak hamba-hamba Ku yang tidak teliti membaca Firman Ku, sehingga mereka tidak dapat membedakan mana Pasah Yahudi dan mana perjamuan suci. Karena mereka tidak menyerah kepada Roh Ku, sehingga mereka tidak mengerti mana perkara-perkara bayangan dan mana wujud yang sebenarnya. Roh Ku sebenarnya akan membuka rahasia-rahasia kebenaran Firman Ku, melalui karunia-karunia Roh Ku, seperti apa yang dimaksud dengan Yoh. 16:13 dan 1Yoh. 2:27; 1Kor. 2:12-13.

Yang lebih geli lagi ialah hamba-hamba Ku membasuh kaki anggota sidang jemaat, beserta temannya pelayan, sebelum makan perjamuan suci, bahkan ada juga hamba-hamba Ku yang menyuruh mebasuh kaki para anggota sidang jemaat [ saling membasuh ] kaki sebelum makan perjamuan suci, hal ini nampak di Amerika serikat dan juga dinegara-negara lain, tidak terkecuali di Indonesia [ tidak semua hamba-hamba Ku, tetapi nampak pada gereja aliran ].

Soal pembasuhan kaki adalah adat yang lazim dalam kitab Talmut orang Yahudi, dimana Nampak dengan jelas peraturan-peraturan, tentang mencuci tangan / membasuh tangan dan membasuh kaki. Dalam pelajaran Tabernakel, apabila seorang imam memasuki kamar suci, dia harus membasuh kaki dan tangan, jika tidak akan mati dibunuh. Kel. 30:18-20.

Kolam pembasuhan adalah arti rohaninya Baptisan air. Keselamatan kamu, harus berpegang pada Yoh. 3:5 dan Kisah 2:37-38. Bagi mereka yang sudah lahir baru dari air dan Roh, baru boleh masuk kedalam kerajaan Allah. Ingatlah bahwa perayaan Pasah yang didahului dengan pembasuhan kaki oleh Aku adalah termasuk pada ibadat yang lama, yang Aku sudah genapkan / sudahkan oleh kematian Ku diatas bukit Golgota. Karena Akulah penyudah Torat, Roma 10:4; Epes. 2:15. Berarti Torat dengan segala syariatnya sudah berakhir, termasuk pembasuhan kaki, dengan memperhatikan Roma 7:6 :Tetapi kita sudah terlepas dari pada hukum Torat itu sedang kita sudah mati lepas dari hukum itu, yang didalamnya kita berpegang, sehingga kita berbuat ibadat baharu yang rohani, bukannya ibadat lama yang menurut sebagaimana rukun saja. Hubungkan dengan Ibr. 9:10.

Perhatikan bahwa pembasuhan kaki itu, merupakan pengertian rohani yang istemewa yang harus dimengerti oleh setiap orang yang percaya kepada Ku dengan sungguh-sungguh, termasuk hamba-hamba Ku yang tolol diakhir zaman ini. Perhatikan Firman Ku dengan seksama dalam Mat. 26:17-30 dan Yoh. 13:21-35. Yudas Iskariot dalam ayat ini, hanya mengambil bahagian dalam perayaan Pasah, dan setelah Aku menyatakan dengan terus terang orang yang menyerahkan Aku, maka Yudas Iskariot segera meninggalkan Aku dan rasul-rasul Ku yang lain.

Sepeninggal Yudas Iskariot, barulah Aku mengadakan perjamuan suci pada malam itu dengan ke 11 rasul Ku Yoh. 13:26-30. Karena Pasah berakhir jam 6 sore waktu setempat, sesudah itu barulah Aku mengadakan perjamuan suci, atau perjamuan malam, perhatikan Yudas Iskariot tidak mengambil bahagian dalam perjamuan malam atau perjamuan suci, perhatikan ayat 30 : Setelah diambil Yudas sesuap itu, keluarlah ia dengan segeranya; maka haripun malamlah. Setelah Yudas Iskariot itu keluar, barulah Aku mengadakan perjamuan suci atau perjamuan malam dengan kesebelas rasul Ku.

Sekarang perhatikan Firman Ku dalam Yoh. 13:4-16. Kenapa Aku hanya membasuh kaki para rasul Ku ? Karena kaki adalah suatu anggota gerak dari pada tubuh manusia. Tanpa kaki manusia tidak dapat berjalan, karena kaki itu memikul seluruh tubuh. Jadi kaki adalah menunjukkan kepada Pendirian manusia dan Perjalanan manusia. Apakah sebabnya Aku membasuh kaki para rasul ? Supaya mereka :

a.    Berdiri dalam kesucian Ku
b.    Berjalan dalam kesucian Ku
Atau berdiri dan berjalan dalam kebenaran Ku.

Ayat 4 : Sementara makan Pasah, Aku bangun berdiri, serta melakukan 2 perkara yakni :

a.    Menanggalkan jubah, jubah menunjuk kepada :  Pakaian kemuliaan / pakaian Imam besar

b.    Ibadat yang lama / Torat dan syariat Torat

Aku mengambil sehelai kain dan mengikat pinggang Ku. Ikat pinggang menunjuk kepada ikat pinggang kebenaran Epes. 6:14 : sebab itu hendaklah kamu berdiri tetap dengan pinggang mu berikatkan perihal yang benar, dan zirah kebenaran.

Ingatlah hamba Ku, bahwa perjamuan suci yang Aku adakan itu menamatkan Pasah Yahudi. Perjamuan suci adalah perjanjian baharu adalah kegenapan dari Pasah Yahudi, oleh karena itu Pasah Yahudi ditiadakan serta pembasuhan kakinya, dan diganti dengan perjamuan suci, dan perjamuan suci ini adalah sakramen gereja / kamu dan ini harus dilakukan sampai Aku datang kembali 1Kor. 11:23-26. Karena perjamuan suci ini adalah mengingatkan pengorbanan Ku dipuncak Golgota, untuk menebus isi dunia [ untuk segala bangsa, bukan bangsa Yahudi saja ]. Sampai Aku kembali menjemput gereja Ku yakni kamu. Sebab itu perhatikan baik-baik.

Itu sebabnya kenapa Aku menanggalkan jubah Ku. Sekali lagi jubah ini adalah membayangi ibadat yang lama, yakni ibadat secara Torat yang menurut rukun-rukun saja. Ibadat ini dengan kematian Ku dipuncak Gogota, diakhiri dan diganti dengan ibadat yang baru, dengan memperhatikan kembali Roma 7:6. Dengan kematian Ku dipuncak Golgota, maka Aku mengakhiri hukum Torat perh. Luk. 16:16; Roma 10:4; Epes. 2:14-16, lalu dibandingkan dengan Yoh. 1:17 yang berbunyi : Karena Torat sudah diberi oleh Musa, tetapi anugerah dan kebenaran sudah didatangkan oleh Yesus Kristus. Juga dengan kematian Ku dipuncak Golgota, Aku menanggalkan jubah kemuliaan Ku dan mati secara hina dina, Pil. 2:5-11. Itulah maksudnya menanggalkan jubah Ku, dalam 2 pengertian rohani.

Ayat 5 : Setelah itu Ia menuang air, kedalam sebuah bokor, lalu mulai membasuh kaki murid-muridnya dan menyapu dengan kain yang terikat dipinggangnya itu.

Waktu membasuh murid-murid Ku maka Aku berlutut. Bokor itu menunjukkan kepada kehidupan manusia. Bokor itu dibuat dari tanah liat. Manusia waktu Aku jadikan, Aku jadikan dari tanah liat Kej. 2:7. Air itu menunjukkan / membayangi 2 hal yakni :

a.    Firman Ku yang benar, Wah. 21:6; Yes. 55:1
b.    Roh Ku Yoh. 4:13-14; 7:38-39

Sebab itu baik Firman Ku, maupun Roh Ku mempunyai kuasa untuk menyucikan manusia yang percaya kepada Ku dengan sungguh, dengan memperhatikan Firman Ku dalam Epes. 5:26; Tit. 3:5; Roma 15:16; Yoh. 15:13. Bokor itu diisi penuh dengan air, baru dapat dipakai untuk mencuci kaki para rasul, demikian juga sebelum kamu dipenuhi dengan Firman Ku dan Roh Ku, maka tidak layak untuk mencuci kaki orang lain, dengan kebenaran Firman Ku dan Roh Ku.

Dalam pelajaran kaki Dian dimana kelopak kuntum dan bunga yang terdiri dari 66 yang berbicara 66 kitab dari Kejadian sampai Wahyu harus kamu miliki, kaki Dian itu harus diisi dengan minyak Zait, supaya ke 7 Pelita itu menyala, berbicara harus penuh dengan Roh kudus barulah kamu jadi terang. Perhatikan Kol. 3:16; Epes. 5:18 dan 1Kor. 14:12.

Sebab itu jangan sekali-kali membawa kabar pertobatan kalau kamu sendiri belum bertobat, jangan kamu membawa kabar baptisan, kalau kamu belum dibaptis. Jangan kamu membawa kabar baptisan Roh kudus, kalau kamu sendiri belum dibaptis dengan Roh kudus dst. Jangan sekali-kali kamu membersihkan orang lain melalui kebenaran Firman Ku, kalau kamu sendiri belum memiliki Firman Ku yang benar dan Roh Ku.

Kehidupan seorang hamba Ku yang melayani Aku, menjadi terang Ku ditengah dunia, bagaikan kaki dian atau pelita, harus diisi penuh dengan Firman Ku dan Roh Ku dan kerja Roh Ku bukan separoh-separoh. Sebelum Aku mencuci kaki para rasul, Aku berlutut, ini menunjukkan kepada kerendahan, kerendahan yang bukan dibuat-buat, tetapi dengan sungguh-sungguh. Demikianlah juga dalam kamu melayani Aku atau pekerjaan Ku, hendaklah kamu datang merendahkan diri dihadapan Ku menyembah Aku dahulu lalu dalam kamu melayani pekerjaan Ku, hendaklah kamu merendahkan diri, supaya Aku memakai kehidupan kamu dalam melayani pekerjaan Ku, lebih hari lebih heran, perhatikan Firman Ku dalam Mat. 5:3 lalu perhatikan Yohanes pembaptis dalam Yoh. 3:30, Mat. 3:11 dan rasul Ku Paulus dalam Gal. 2:20. Sebab itu dalam Injil Markus Aku disebut hamba yang melayani.

Apa sebabnya Aku mencuci kaki para rasul Ku ?

a.Supaya rasul-rasul Ku berjalan dalam kesucian, kesucian dalam pelayananan dan kesucian dalam kehidupan.
b.Supoaya rasul-rasul Ku mempunyai pendirian yang stabil dalam melayani pekerjaan Ku. Dan kestabilan itu datang dari Firman dan Roh Ku.

Ingatlah bahwa kaki itu memikul tubuh manusia. Kaki yang kuat sangat diperlukan untuk memikul tubuh itu. Kaki yang lemah tidak sanggup memikul tubuh manusia. Demikian juga dalam melayani pekerjaan Ku, harus berjalan dalam kesucian dan kehidupan rohani yang stabil dan kuat, harus berjalan dalam kesucian dan kehidupan rohani yang stabil dan kuat, dan itu kalau kamu limpah dengan Firman dan Roh Ku. Sebab itu pendirian percaya yang stabil dan kuat akan sangat berguna sekali bagi kehidupan para hamba-hamba Ku dan siding jemaat, apalagi memasuki kesempurnaan gereja Ku diakhir zaman ini.

Perhatikan :

Kaki manusia mudah kena debu tanah, sehingga mudah kotor. Kaki ini pula membayangi hati manusia. Hati manusia adalah pusat dari pada kehidupan rohani, itu sebabnya Firman Ku dalam Ams. 4:23 : Peliharakanlah hati mu terlebih dari pada segala yng patut dipeliharakan, karena dari dalamnya terpancarlah segala mata air hidup. Demikianlah peliharakanlah perjalanan kehidupan rohani mu, sama dengan memeliharakan hati mu, perhatikan juga Pengk. 4:17 : Ingat-ingatlah oleh mu akan kaki mu apabila engkau masuk kedalam bait Allah, karena sedia akan mendengar itu baik dari pada segala korban, yang dipersembahkan oleh orang bodoh, karena sesungguhnya dibuatnya jahat dengan tiada diketahuinya sendiri. Demikian juga hati dipeliharakan, seperti yang dimaksud dengan Ams. 4:23 tersebut diatas.

Hati manusia mudah kena dosa, seperti dengki, cemburu dsb. Seperti kaki yang mudah kena debu. Sebab itu kaki membayangi hati. Perhatikan Firman Ku dalam Mat. 15:18-20 : Tetapi barang yang keluar dari mulut, itulah datang dari hati; maka itulah yang menajiskan orang. Karena dalam hati itupun keluar pikiran yang jahat, bunuhan, zinah, persundalan, pencurian, saksi dusta, hujat. Segala hal itulah menajiskan orang, tetapi makan dengan tiada berbasuh, tiada menajiskan orang.

Demikian juga, makan perjamuan suci tanpa basuh kaki secara lahiriah, tidak menajiskan, tetapi sebelum makan perjamuan suci harus ada pembersihan kehidupan rohani melalui Firman dan Roh Ku, karena kalau kamu dibersihkan dengan Firman dan Roh Ku, sebelum kamu makan perjamuan suci, barulah kamu berlayak, perh. 1Kor. 11: 23-32.

Jadi perjalanan rohanilah yang diutamakan seperti kaki manusia dibersihkan dengan air, demikianpun hati manusia dibersihkan melalui Firman Ku dan Roh Ku, perhatikan kembali Epes. 5:26; Roma 15:16. Sebab itu orang Kristen yang tidak pernah membiarkan hatinya dicuci atau dibersihkan dengan Firman Ku dan Roh Ku tidak punya pendirian kehidupan rohani yang stabil. Perjalanan hidupnya selalu kotor, tidak ada pertobatan yang sungguh-sungguh, sehingga sukar mengeluarkan buah-buah.

Dalam Alkitab ada 3 macam buah yakni :

1.    Buah-buah pertobatan > kehidupan yang lama ditinggalkan dan menempuh hidup yang baru dalam Kristus, perh. Mat. 3:8; 2Kor. 5:17
2.    Buah-buah pelayanan > membawa-jiwa-jiwa datang kepada Tuhan Yoh. 15:16 sebab kalau tidak berbuah diancam dengan Yoh. 15:2. Buah-buah pelayanan lihat rasul Petrus dalam Kisah 2:37-40 bandingkan dengan perempuan Samaria dalam Yoh. 4, karena kesaksiannya maka gemparlah Samaria, sehingga mereka datang mendapatkan Aku, sehingga berlaku Firman Ku dalam Yoh. 4:34-42.
3.    Buah Roh > dalam Gal.5:22-23 hubungkan dengan 1Kor. 13:1-13

Sebab itu hati manusia adalah alat yang paling vital, sebab itu hati manusia, selalu dicuci / dibersihkan dengan Firman dan Roh Ku, dan hati itu harus dipeliharakan lebih dari segala perkara, supaya terhindar dari Mat. 15:18-20. Jadi jangan kamu keliru mengartikan Firman Ku, sehingga kamu mencuci kaki sebelum kamu makan perjamuan suci, karena itu Aku lakukan mengakhiri Pasah Yahudi. Yang penting hati mullah yang dicuci / dibasuh , dibersihkan oleh Firman dan Roh Ku, bukan kaki jasmani, tetapi perjalanan hidup kerohanian mu dalam mengiring Aku, dan melayani Aku. Walaupun kaki mu engkau basuh, kemudian kemudian kaki mu dipasangkan sepatu emas sekalipun, tetapi kalau kaki mu kotor, tak ada gunanya sama sekali.

Disinilah rahasianya perjamuan suci, yaitu sebelum seorang mengambil bahagian dalam perjamuan suci, harus membiarkan hatinya dicuci oleh Aku sendiri melalui Firman Ku dan Roh Ku. Sekarang mengertikah kamu, bahwa Aku mencuci / membasuh kaki para murid Ku, mempunyai pengertian rohani yang Istimewa ? Sebab itu sangat menggelikan, kalau ada hamba-hamba Ku yang tak mengerti soal ini. Mereka sibuk dengan perkara lahiriah, dan tidak memperhatikan perkara-perkara rohani.

Ayat 6 & 7 : Tatkala Aku tiba pada rasul Ku Petrus, hendak membasuh kakinya, rasul Ku ini menolak, karena masakan Aku ini Tuhan dan gurunya, membasuh kakinya.

Memang menurut kebiasaan, seharusnya terbalik, dimana rasul Ku Simon Petruslah yang harus membasuh kaki Ku. Tetapi Aku berkata kepada rasul Ku ini, bahwa barang apa yang Aku perbuat mencuci kaki, belum dapat dia mengerti sekarang, tetapi akhirnya kelak dia akan mengerti. Kenapa rasul Petrus tak mengerti, tatkala Aku lakukan ini ? Sebab-sebabnya adalah : Karena pada waktu itu rasul Ku Petrus belum dipenuhi oleh Roh Ku, karena Roh Ku belum ada karena Aku belum dipermuliakan Yoh. 7:38-39. Sehingga apa yang dia pikirkan, bukan perkara-perkara rohani, tetapi perkara-perkara jasmani belaka. Rasul Ku Petrus, sama sekali tolol dengan perkara-perkara rohani. Rasul Ku Petrus tidak tahu bahwa apa yang Aku lakukan adalah bayangan penyucian hati, Roma 8:5 : Karena orang yang menurut tabiat duniawi memikirkan hal dunia itu, tetapi orang yang menurut Roh itu, memikirkan hal rohani itu.

Keadaan rasul Ku Petrus tak jauh berbeda dengan hamba-hamba Ku diakhir zaman ini, karena mereka tidak dipimpin oleh Roh Ku, maka mereka tolol terhadap perkara-perkara rohani. Firman Ku adalah kebenaran, perh. Yoh. 17:17 : Kuduskanlah mereka itu dalam kebenaran, Firman Mu itulah kebenaran. Untuk menyelidiki Firman Ku [ rahasia Firman Ku ] kamu memerlukan pimpinan Roh Ku, karena perkara-perkara rohani hanya dapat diselidiki dengan Roh, perh. 1Kor. 2:12-16 hubungkan dengan 1Yoh. 2:27 dimana karunia Roh Ku itu mengajar kamu segala perkara, dan sunggulah karunia itu bukannya palsu, seperti kamu diajarkannya, maka tinggallah kamu didalam Dia. Sebab perlu kamu hamba-hamba Ku memiliki karunia-karunia Roh Ku 1Kor. 12:4, 8-11.

Sebab itu sampaikan kepada hamba-hamba Ku yang sekarang membasuh kaki sidang jemaatnya atau saling membasuh kaki, supaya hentikan pembasuhan kaki jasmani, utamakan perkara-perkara rohani, yang perlu dibasuh adalah hati bukan kaki jasmani. Dalam ayat 11 nampak disini sesudah Aku membasuh kaki murid-murid Ku, maka rasul Ku Yudas Iskariot berkianat pada Ku. Jadi Nampak disini pembasuhan kaki, tidak membawa manfaat kepada rasul Ku ini, dan perhatikan ayat 18.

Ayat 8 : Dalam ayat ini, bila Aku tidak membasuh kaki rasul Ku Petrus ini maka tiadalah boleh engkau mendapatkan bahagian bersama-sama dengan Aku. Inilah yang ditekankan oleh banyak hamba-hamba Ku yang tidak mengerti rahasia rohani dari pembasuhan kaki, sehingga mereka memaksakan setiap hamba-hamba Ku dan siding jemaat, harus dibasuh kaki jasmani mereka, kalau tidak, tidak akan bersama-sama dengan Aku. Bagaimana dengan rasul Ku Yudas Iskariot, sesudah dibasuh kakinya, lalu dia mengkianati Aku, menjual Aku dengan 30 keping perak ? Lalu dia menggantung dirinya diatas pohon, lalu terburailah isi perutnya ! Dimanakah dia berada sekarang ? Perhatikan Kisah 1 : 16-20. Dalam doa Ku dalam Yoh. 17:2, kecuali anak kebinasaan itu, yang dimaksud ini adalah rasul Ku Yudas Iskariot.

Sebenarnya dalam pengertian rohani, kepada setiap orang / manusia, sudah Aku bersihkan hatinya dengan Firman Ku dan Roh Ku, menerimanya seperti apa kehendak Ku, maka mereka itu menjadi milik Ku dan kelak akan bersama-sama dengan Aku. Tetapi tidak perlu membasuh kaki, karena itu adalah ibadat yang lama, ibadat menurut hukum Torat, yang Aku sudah akhiri, bersama perjamuan Pasah untuk selamanya.

Ayat 9 : Dalam ayat ini, rasul Ku tidak mengerti maksud dari pembasuhan kaki ini secara rohani minta kepada Ku supaya Aku tidak saja membasuh kakinya saja tetapi tangan dan kepalanya juga.

Pemintaan ini adalah permintaan yang tolol dari rasul Ku Petrus. Karena rasul Ku ini hanya memandang perkara-perkara lahiriah saja. Dalam pengertian rohaninya perhatikan permintaan rasul Ku ini adalah sbb : Kepalanya dibasuh, kepala menunjuk kepada pikiran, kehendak & kemauan. Tangan menunjukkan perbuatan, pekerjaan. Disini rasul Ku Petrus minta supaya segala pikiran, kehendak dan kemauan serta perbuatan dan pekerjaan disucikan oleh Aku. Rasul ini mau melebihi rasul-rasul Ku yang lain, dia mau menonjol didepan, mau diutamakan. Bandingkan permintaan ke 2 anak Sabdi yakni rasul Ku Yakub dan rasul Ku Yohanes Mat. 20:20-28. Inilah modelnya hmba-hamba Ku yang mementingkan perkara-perkara lahiriah, mau menonjol diri, suka dipuji, suka diistimewakan dsb.

Ayat 10 : > siapa yang sudah mandi itu tidak usah dibasuh lagi selain dari pada kakinya saja. Memang orang yang sudah mandi, maka seluruh tubuhnya bersih, kecuali kakinya saja. Yang Aku maksudkan disini, hanya kaki saja yang dibasuh dengan air, atau perjalanan pelayanan dari rasul Petrus ini, harus disucikan dahulu dengan Firman dan Roh Ku, sama dengan hati yang dibersihkan dengan Firman dan Roh Ku, perhatikan kembali Epes. 5:26; Roma 15:16; Yoh. 15:3. Firman Ku punya daya membersihkan dari segala kotoran dosa, karena Firman Ku hidup dan berkuasa, seperti apa yang dimaksud dengan Ibr. 4:12 : Karena Kalam Allah itu hidup dan berkuasa, dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua, dan makan dalam sehingga menceraikan nyawa dan Roh serta sendi dan sumsum, dan tau menyelidiki segala ingatan dan niat hati.

Ayat 11 : > Aku sudah lebih tahu akan siapa diantara rasul-rasul Ku yang akan menyerahkan Aku ialah rasul Ku Yudas Iskariot, yang baru selesai Aku basuh kakinya, itu sebabnya Aku berkata, kamu suci tetapi tidak semuanya suci, yang dimaksudkanNya adalah Yudas Iskariot. Sebab kalau ada yang menekankan harus basuh kaki badani, dan kalau tidak maka tidak akan bersama-sama dengan Aku, tetapi bagaimana dengan rasul Ku Yudas Iskariot ? Pembasuhan kaki ini Aku perbuat, sementara makan pada perjamuan Pasah, itu sebabnya Aku berkata : Siapa yang mencelupkan tangannya kedalam pinggan sekaligus dengan Aku, dia yang akan menyerahkan Aku perhatikan Mat. 26:23 kemudian ternyata adalah rasul Yudas Iskariot, sesudah itu iblispun masuk dalam hatinya, lalu dia keluar, sesudah itu barulah Aku mengadakan perjamuan suci perhatikan Mat. 26:26-30; Yoh. 13:18, 21-30. Nyata dalam ayat ini, sesudah Yudas mengambil sesuap nasi, keluarlah ia dengan segeranya maka hari pun malamlah, sehingga dia tidak makan perjamuan suci dengan Aku. Kalau perhatikan kejadian ini, dapatlah kita melihat bahwa sementara mereka makan perjamuan Pasah lalu Aku membasuh kaki para rasul sesudah itu terjadilah pengkianatan rasul Ku Yudas Iskariot Yoh. 13:1-20 dan bandingkan dengan Yoh. 13:21-30. Dalam Injil Yohanes ini, tidak lagi disuratkan masalah perjamuan suci, hanya di 3 Injil lain [ Matius, Markus dan Lukas ]. Dalam ayat 11 kamu Nampak Aku sudah tahu terlebih dahulu siapa yang akan menyerahkan Aku, karena Aku Allah yang Maha tahu, Aku juga sudah perbuat ini waktu Aku akan makan Pasah dengan rasul-rasul Ku, dimana tempat akan mengadakan perjamuan Pasah perhatikan Mat. 26:17-19.

Ayat 12 : > Selesai Aku mencuci kaki para rasul Ku, Aku kembali kenakan [ pakai ] jubah Ku. Jubah ini menunjukkan kepada kemuliaan Ku. Setelah Aku selesai melaksanakan tugas Bapa Ku di sorga, maka Aku kembali memakai jubah Ku atau kemuliaan Ku, seperti doa Ku didalam Yoh. 17:1-5. Sebab itu dalam melayani pekerjaan Ku, tanggalkan jubah kehormatan, dan sebagainya seperti Aku juga menyampaikan kepada hamba Ku Nabi Musa, tanggalkan kasut mu karena tanah engkau berdiri adalah tanah yang suci Kel. 3:1-5. Jadi dalam melayani Aku, harus hampakan diri, jadilah hamba yang melayani, yang mencontoi Aku dalam Pil. 2:6-8.

Ayat 13 : > Kamu ini memanggil Guru dan Tuhan, maka betullah kata mu itu, karena Akulah dia. Aku menyungguhkan bahwa benar Guru dan Tuhan. Sebagai Tuhan, Aku patut disembah kamu [ rasul-rasul ]. Dan Aku sebagai Tuhan sudah merendahkan diri dan menghampakan diri melayani manusia. Sebagai guru, Aku mengajar dan mereka / kamu sebagai murid, harus menurut tanpa berbantah-bantah. Juga sebagai guru, Aku mengajar mereka bagaimana mereka harus merendahkan diri agar menjadi contoh dan teladan bagi dunia ini. Sebab itu mereka / kamu yang menjadi hamba-hamba Ku, harus mengerti akan maksud rohani dari pembasuhan kaki ini, dimana kamu belajar merendahkan diri dan melayani Aku dengan kebenaran Firman Ku yang dipimpin oleh Roh Ku. Melayani Aku berarti melayani jiwa-jiwa.

Ayat 14 : > Jikalau Aku, Tuhan dan Guru, sudah membasuh kaki mu, patutlah juga kamu membasuh kaki sama mu sendiri. Disinilah banyak hamba-hamba Ku mengambil contoh dalam pembasuhan kaki, dimana masing-masing membasuh kaki temannya secara lahiriah, dimana yang sebenarnya adalah secara rohani.

Dalam pembasuhan kaki ini ada dua cara yang mereka pergunakan yakni :

1.    Hamba Tuhan / Gembala siding membasuh kaki dari siding jemaat, dan memang kalau dalam jumlah yang kecil, tidak menjadi masalah, tetapi bagaimana kalau dalam jumlah yang banyak sampai ribuan orang, sampai kapan selesai pembasuhan kaki itu.
2.    Sesame hamba Tuhan, dan ada juga sesame siding jemaat, karena cara seperti ini yang dianggap mereka saling melayani dengan penuh kerendahan.

Tetapi sebenarnya, kalau Aku sebagai Tuhan dan guru sudah merendahkn diri membasuh kaki para rasul, demikian juga kamu harus contoi caranya, dalam melayani pekerjaan dalam dalam membasuh kaki / hati dengan Firman dan Roh Ku, dengan kerendahan hati disertai kesucian hati. Karena orang yang rendah hati disertai kesucian akan memandang kemuliaan Ku. Mat. 5:3, 8 dan juga akan mewarisi kerajaan sorga.

Ayat 15 : > Karena Aku sudah member teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti Aku perbuat kepada mu. Dalam ayat 14 & 15 inilah yang menjadi pegangan bagi banyak hamba-hamba Ku untuk melakukan pembasuhan kaki secara lahiriah, dan tidak mau menerima apabila diartikan secara rohaniah. Apalagi diperkuat dengan ayat 8. Tetapi perhatikan, memasuki zaman Roh kudus pada zaman gereja, basuhan kaki tidak lagi dipraktekkanoleh para rasul-rasul Ku, karena itu mengandung rahasia rohani yang besar, itu sebabnya dalam ayat 7, Aku menyatakan kepada rasul Ku Petrus bahwa apa yang Aku perbuat sekarang ini, dia belum mengerti tetapi satu kali kelak, dia akan mengerti, dimana basuhan kaki lahiriah ini adalah ibadat yang lama, tetapi harus membasuh kaki dalam pengertian rohani, dimana perjalanan kehidupan rohani harus dibasuh / dicuci dengan Firman dan Roh Ku, bagaikan bokor yang diisi dengan air, mencuci kaki para rasul. Itu sebabnya dalam Ibr. 9:10 : Sedang perkara itu beserta dengan makanan dan minuman dan berbagai-bagai basuhan itu hanya hukum-hukum cara lahir saja, yang ditanggungkan atas orang hingga pada masa segala sesuatu akan disempurnakan kelak.

Jadi adat basuhan / termasuk basuhan kaki adalah hukum lahiriah saja, bukan hukum Roh, dan adat basuhan ini adalah ibadat lama, sehingga dalam zaman Roh kudus basuhan kaki tidak lagi dilakukan oleh para rasul, bahkan rasul Paulus, rasul yang utama, menyuratkan bahwa adat basuhan kaki adalah hukum cara lahir saja. Lalu bandingkan dengan 1Kor. 2:12-14 : Tetapi kita ini telah menerima bukannya roh dunia ini, melainkan Roh dari pada Allah supaya kita dapat mengetahui barang apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Maka barang yang kami katakana itu pun bukannya dengan pengajaran manusia melainkan dengan pengajaran Roh, sambil membandingkan barang rohani dengan barang rohani. Tetapi orang duniawi tidak menerima barang yang dari pada Roh Allah itu, karena perkara itu menjadi kebodohan kepadanya, dan tiada dapat mengenalnya, sebab perkara itu diselidik dengan peri rohani.

Sebab itu untuk mengetahui rahasia dari pada pembasuhan kaki, apakah dilakukan secara lahiriah, atau secara rohaniah, hendaklah kamu berisi Roh, dan memiliki karunia-karunia Roh Ku seperti apa yang disuratkan dalam 1Kor. 12:8-11; 1Yoh. 2:27. Apabila kamu memiliki karunia-karunia Roh Ku, maka karunia Roh Ku akan mengajar kamu, segala sesuatu rahasia Firman Ku. Teladan Aku berikan, yang kamu amalkan bukan basuh kaki secara lahiriah, tetapi basuhan rohani, bukan kaki, tetapi hati. Sebab itu sucikanlah hati kamu dengan Firman Ku dan Roh Ku. Supaya dimana saja kamu pergi, dibawah oleh kaki mu membawa tubuh mu, begitu pula hati mu yang merupakan pusat kahidupan rohani, membawa pelayanan mu dimana saja, maka perlu dibasuh dengan Firman Ku dan Roh Ku. Sebab itu pekabaran gereja pertama, pada hari Pentakosta, sesudah rasul Ku Petrus berkotbah, menjelaskan peristiwa ketuangan Roh kudus pada hari Pentakosta, maka orang yang mendengar mereka itu pedih hatinya, lalu bertanya apa yang harus kami perbuat, maka jawab Petrus dalam Kisah 2:37-38.

Jadi ditekankan oleh kebenaran Firman Ku, apa yang harus diperbuat adalah :

1.    Bertobat
2.    Berbaptis dalam nama Tuhan Yesus
3.    Beroleh anugerah Roh kudus.

Lalu apabila dihubungkan dengan Epes. 2:8 : Karena dengan anugerah kamu diselamatkan oleh iman, maka hal itu bukannya pekerjaan kamu, melainkan karunia Allah. Jadi pada zaman Roh kudus, pembasuhan kaki tidak penting lagi, dan tidak perlu diamalkan, karena termasuk pada hukum secara lahiriah saja, dan kalau pada zaman Anak / zaman Torat, pembasuhan kaki itu penting.

Ayat 16 ; >  Seorang hamba mustahil lebih besar dari tuannya. Dalam melayani pekerjaan Ku, kamu hamba-hamba Ku adalah merupakan hamba dari Aku. Aku adalah tuan mu. Kalau Aku sebagai tuan mu sudah member contoh kepada kamu sebagai hamba-hamba Ku, harus berbuat perkara-perkara yang sama, dan bedakan mana yang bersifat rohani, adalah perwujudan berkelanjutan, seperti baptisan air, dilakukan menurut pengertian kata itu, dimana kamu lakukan baptisan air, karena itu sangat penting, sebagai komando terakhir, sebelum Aku naik kesorga, Mat. 28:18-20; Mark. 16:15-20, lalu diperbuat dalam Kisah 1:5; Kisah 2:38; Kisah 8:37-40; Kisah 9:17-19; Kisah 10:44-48; Kisah 19:1-7; Kisah 22:12-16.

Barangsiapa yang mengikut Aku, hendaklah kamu menanggung salib lalu mengikut Aku, Mat. 16:24 dalam ayat ini kalau diartikan dan dilakukan menurut kata itu, maka buatlah kayu salib lalu ditanggungkan diatas bahu. Tetapi ini harus diartikan secara rohani, yakni memikul sengsara dan aniaya, olokan dan sebagainya. Itu arti pikul salib, dalam arti rohani. Demikian juga basuhan kaki, memasuki zaman gereja harus diartikan secara rohani, yaitu pembasuhan kaki dalam arti rohani, yakni perjalanan rohani harus dibersihkan selamanya dengan Firman dan Roh Ku.

Ayat 17 : > Jikalau kamu mengetahui segala perkara ini, berbahagialah kamu jikalau kamu melakukannya. Dalam ayat ini, berbahagialah orang yang mengeti rahasia pembasuhan kaki ini. Berbahagialah hamba-hamba Ku dan anak-anak Ku yang mempraktekkan pembasuhan kaki secara rohani. Yakni membiarkan dirinya atau hatinya disucikan oleh Firman dan Roh Ku. Tetapi wai bagi hamba-hamba Ku yang salah mengertikan Firman Ku tersebut diatas. Ingatlah tanpa kaki yang bersih dan suci, perjamuan suci Ku, tak punya manfaat bagi mu. Hanya membiarkan hati mu disucikan oleh Firman dan Roh Ku , barulah perjamuan suci member manfaat kepada mu, dan berlayak makan perjamuan suci, bersama dengan Aku, dan membawa berkat rohani baginya, seperti Firman Ku dalam Yoh. 6:48-56 dan bandingkan dengan 1Kor. 11:23-32

Ayat 18 : > Dalam ayat ini Aku berkata kepada rasul-rasul Ku, bahwa Aku tahu siapa piulihan Ku tetapi supaya isi Alkitab itu  sampai yaitu “ orang yang makan roti Ku itu mengangkat tumitnya lawan Aku. “ Ayat ini adalah berbicara tentang Yudas Iskariot seorang dari antara 12 rasul yang pada perjamuan Pasah, sesudah Aku membasuh kakinya, lalu memasukkan tangan kedalam pinggan bersama dengan Aku, telah berbuat kianat kepada Ku, sehingga dalam Firman Ku, meskipun dia seorang rasul yang telah Aku pilih dan tetapkan, akhirnya mengkianati Aku.

Ayat 19 : > Adalah menyungguhkan kembali kepada rasul-rasulNya sebelum terjadi maka Aku sudah tahu termasuk pengkianatan rasul Yudas Iskariot.

Ayat 20 : > Berbicara dengar-dengaran kepada Ku itulah yang terbaik dan melakukan apa yang Aku suruhkan, dan diperbuat, dengan memperhatikan mana bayangan, mana wujud yang sesungguhnya, mana yang bersifat lahiriah dan mana yang bersifat rohani.

Demikianlah penguraian maksud rohani dari peembasuhan kaki para rasul yang Aku lakukan pada perayaan perjamuan Pasah yang terakhir. Pelajaran pembasuhan kaki ini, kami sebagai penyusun dan penerima dari Tuhan, mempersembahkan kepada para hamba Tuhan dan sidang jemaat Tuhan, yang sejalan sepikir dalam menggali kebenaran Firman Tuhan, dan pelajaran ini dimasukkan dalam kurikulum pelajaran besar pada “ Sekolah Alkitab Persekutuan Kristen “ GESBA Tiranus Filadelfia Di Manado Teling Atas. Merupakan persamaan pelajaran untuk diajarkan / di kotbahkan dalam siding jemaat kususnya pada Persekutuan Kristen GESBA diseluruh Indonesia, dan diajarkan pada kursus Alkitab dalam lingkungan Persekutuan Krisrten GESBA dimana saja diseluruh Indonesia.

Segala kritikan dalam penyusunan pelajaran Pembasuhan Kaki ini kami terima dengan senang, dan segala kekurangannya atau kurang pengertian dalam penguraian ini kami akan bertanyakan Tuhan yang empunya Firman.

Oleh Pdt. J.H Waworuntu.

2 responses to this post.

  1. Trims artikelnya pak Pendeta, dan numpang copy illustrasinya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: