GEREJA YANG KELUAR SEBAGAI PEMENANG

SYIRUL  ASYAR  SOLAIMAN  8 : 5-8

 

 Ayat 5  ”   Siapa gerangan Dia yang datang naik dari padang belantara sambil bersandar pada kekasihnya dengan manis lakunya ? dibawah pokok  limau telah kusadarkan kasihmu disanapun ibumu sudah bertunangkan dikau dengan Aku, Ia yang sudah memperanakkan dikaupun bertunangkan dikau dengan Aku

 

Akhir dari pada Kitab Syirul Asyar Solaiman (SAS) adalah berbicara tentang keangkatan setelah melalui beberapa proses dari pasal ke pasal sehingga tiba pada kesempurnaan.

Ayat tersebut di atas terbagi atas beberapa bagian yaitu :

a.     Siapa Gerangan Dia yang datang Naik dari Padang belantara

        Hal tersebut di atas adalah berbicara tentang dunia ini yang penuh dengan peperangan Iman/pergumulan karena Gereja Tuhan adalah bagaikan orang perang, Ayub 7 : 14 Epesus 6 : 10-18. Perhatikan perjalanan Solaiman dan Sulamit dari fasal kefasal dan hal itu juga merupakan pengalaman Gereja Tuhan, tetapi bagaimanapun juga pengalaman Sulamit yang bertunangan dengan Solaiman maka demikian juga pengalaman dari pada Gereja Penganten karena susah terpilih maka berlakulah Firman Allah dalam Rum 8 : 29-30. Dalam Perjanjian Baru Rasul Paulus yang terpanggil menjadi Gereja Penganten berhasil memperoleh kemenangan didalam padang belantara dunia ini 2Timotius 4:6-8 sesudah melalui berbagai proses yang dialaminya seperti yang disaksikannya dalam II Korintus 1:16-23.

Dalam Rum 8 : 21 dikatakan bahwa apapun yang terjadi maka tidak ada yang dapat menceraikan kita dari kasih Kristus karena sengsara yang dialami tidak sepadan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan dan diterima kelak (Rum 8 : 18).

b.     Sambil bersandar pada kekasihNya dengan manis lakunya

Gereja Tuhan yang disempurnakan tubuh jiwa dan roh berdasarkan                I Tesalonika 5 : 22-27 yang telah melalui proses dan mengamalkan pelajaran 7 tingkat Iman maka dipandang oleh Tuhan adalah manis lakunya dan berhak bersandar pada dada kekasihnya yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Contoh Rasul Yahya yang selalu bersandar didada Tuhan Yesus Kristus pada perjamuan malam Yahya 13 : 21 dan dia adalah seorang Rasul yang sangat dikasihi oleh Tuhan Yesus karena diapun sanggat mengasihi Tuhan, itu sebabnya dia di sebut Rasul kasih.

Oleh karena itu suratannya yaitu Injil Yahya 1Yahya, 2Yahya dan 3Yahya adalah berintikan  kasih dan itu sebabnya Ia dianugrahkan Kitab Wahyu yang disebut kitab penganten  yang berbicara tentang pernikahan antara Tuhan Yesus dan  GerejaNya.

Hal tersebut adalah merupakan contoh bagi Gereja Tuhan akhir zaman ini terlebih hamba-hamba Tuhan yang mengasihi Tuhan lebih dari segala perkara maka kepadanya akan dibukakan Wahyu pengajaran. Rasul Paulus mendapat Wahyu dari pada Tuhan karena Ia mengikuti teladan Kristus, 1 Korintus 11:1dan ia mengatakan  adapun hidupnya bukan dia lagi melainkan Kristus yang hidup dalamnya  Galatia 2:20 .

Bersandar pada kekasihnya dengan manis lakunya itu menunjukan pada Gereja penganten yang baik lakunya, baik pada teman-temannya atau terhadap sesama saudara seiman,baik pada orang luar sebab dia menjadi surat yang terbuka 2 Korintus 3:3-4.

Dalam pelajaran 1 Raja-Raja 6:7 adalah rahasia penyempurnaan Gereja Tuhan jangan sampai terdengar bunyi palu dan pahat (keributan) tetapi manis lakunya antara hamba Tuhan dengan Anak-Anak Tuhan, harus sejiwa, sepikir, tolong menolong, Rum.12:10

c.    Dibawah pokok limau telah kusadarkan kasihmu

Pokok limau adalah menunjuk  pada Tuhan Yesus Kristus yang merupakan pokok limau di padang belantara yang menjadi tempat berlindung dan buah pokok limau apabila dimakan akan menghilangkan haus dan lapar oleh karena itu selain diumpamakan seperti pokok limau bagi sulamit dan disitulah Ia menyatakan kasihnya kepada Sulamit.

d.    Disanapun ibumu bertunangakan dikau dengan Aku

Yang dimaksud dengan ibumu adalah Yerusalem Ibu kita yang di Sorga Galatia 4:26 karena dari situlah keluarnya Firman (4 Injil ) Yang mempertunangkan Gereja Tuhan dengan Tuhan Yesus Perhatikan 4 Zat yang hidup dalam Wahyu 4.

 

e.    Ia yang sudah memperanakkan dikaupun, bertunangkan dengan Aku

Memperanakkan engkau dengan aku artinya sudah diperanakkan dengan air dan Roh oleh Firman Allah Yahya 3: 5 dan Firman Allah yang membawa kita bertunangkan dengan Yesus Kristus  Ayat 6 tersebut diatas adalah terdiri dari beberapa bahagian  yaitu

1.   Tarulah Aku akan Dikau dalam Hatimu Bagaikan Materai

Meterai adalah tanda sah setelah seseorang lahir baru dari pada air dari roh maka itu adalah tanda meterai untuk menjadi anak-anak Allah yang kemudian ditingkatkan Rohaninya menjadi dewasa Rohani dan akhirnya bertunangan dengan Tuhan Yesus melalui Karunia-Karunia Rohul Kudus dan Buah-Buah Rohul Kudus 2 Korintus 11: 2 kalau sudah dimeterai berarti tidak dapat dicabut/dirobah lagi seperti apa yang  dimaksud dalam Rum 8:29-30 asalkan tidak terlihat dalam perkara-perkara  yang tidak berkenan kepada Tuhan penuh dengan kemurahan dan pengasihan perhatikan teguran Tuhan kepada 7 sidang dalam Wahyu 2 dan 3.

Sebagai contoh dalam Perjanjian  Lama adalah Raja Daud dan dalam Perjanjian Baru adalah Rasul Petrus materai adalah tanda Sah.  Ini menunjukan bahwa  Gereja  Pengantin Sudah Sah menjadi isteri anak Domba ALLAH, walaupun kita memperhatikan dalam pasal  sebelumnya  dinyatakan bahwa Sulamit pernah ditinggalkan oleh Soleman,  Syirul Asyar Solaiman  3:1-3.

2.   Bagaikan Materai pada Lenganmu

Ini adalah menunjukkan bahwa  segala pekerjaan  dan perbuatan itu dimateraikan oleh Tuhan Antikristus juga memberi meterai kepada orang-orangnya, Wahyu 13:16.

Oleh hamba-hambanya seperti apa yang disuratkan oleh Rasul  Paulus yaitu Injil yang ia beritakan itu dan itulah yang  memperanakkan sampai kita bertunangkan dengan Tuhan Yesus Kristus apalagi pada ahir Zaman ini bukan hanya sampai bertunangan tetapi akan sanpai menikah dengan Tuhan Yesus dan hal ini adalah tugas dari 12 Rasul hujan ahkir dan akan dibantu oleh Nabi-Nabi, Penginjil, Gembala dan Guru Agama Epesus 4:11-12 itu sebabnya dalam Wahyu 12:1 yaitu perempuan itu bersalut dengan matahari, bulan dibawah kakinya dan bermahkota 12 Bintang yang adalah berbicara tentang 12 Rasul Hujan Akhir yang akan membawah Gereja Tuhan keluar dari padang kelantara dunia ini dan bersandar pada kekasihnya yaitu Tuhan Yesus pada waktu keangkatan Gereja Tuhan yang rahasianya terdapat dalam Daniel 9:27 dan Wahyu 6 pada materai IV sampai dengan meterai  VI.

Kitab Syirul  Asyar Sulaiman adalah merupakan bayang-bayang sebagai jalan untuk bertunangan dengan Tuhan Yesus, tetapi perwujudannya akan di temui dalam kitab Wahyu, sebagaimana pengalaman Salaiman dan Sulamit itu akan menjadi pengalaman antara Gereja Tuhan dengan Tuhan Yesus Kristus.

 

Ayat 6.   Tarulah akan Daku dalam Hatimu bagaikan Materai pada lenganmu, karena kuat kasih itu seperti kuat maut, dan cemburuan itu hebat seperti nyala api seperti halilintar Tuhan.

Ayat tersebut di atas adalah permintaan Salaiman kepada Sulamit

a.     Kuat Kasih itu seperti kuat Maut

Hal tersebut diatas mempunyai hubungan dengan Rum 8:31-39.

Itu sebabnya dengan orang yang menjadi Penganten Kristus tidak ada yang dapat menceraikannya dari Tuhan, walaupun mengalami kematian contoh Rasul Paulus dan Rasul Petrus demikian juga pada abad pertengahan seperti Marthen Luter dan kawan-kawan.

b.     Cemburuan itu hebat seperti alam barzach

Hal ini mengingatkan kita kembali pada Keluaran 20 tentang Allah itu cemburuan adanya, di mana Allah yang menghendaki, bahwa hanya Dia yang patut disembah dan diagungkan dalam 2 Korintus 11: 2 Rasul Paulus berkata aku cemburu kepada kamu dengan suatu cenburuan ilahi artinya cemburu secara rohani, sebab sidangnya yang telah di menangkan jangan sampai berpaling kepada kuasa kegelapan 2 Korintus 11: 3. Oleh karena itu Rasul Paulus berkata bahwa hidup itulah Kristus dan mati itu adalah untung  Pilipi 1: 21.

c.     Nyalanya seperti nyala api seperti halilintar Tuhan.

        Ini menunjukan pada cintanya pada Tuhan itu tidak pernah padam karena Gereja Tuhan bukan bertunangan dengan manusia tetapi dengan Tuhan Yesus bahkan akan menikah dengan Tuhan Yesus sehingga cintanya tidak pernah padam dan luar biasa sehingga mengherankan orang banyak istimewa pada Gereja yang setipe dengan puteri-puteri Yerusalem.

Ayat 7 : Air banyakpun tiada dapat memadamkan  kasih ini dan segala sungaipun tiada dapat meliputi dia. Jikalau kiranya orang hendak memberikan segala harta benda yang dalam rumahnya karena kasih ini, niscaya dicelakan juga akan dia.

a.     Air banyakpun tiada dapat memadamkan Kasih ini dan segala sungaipun tiada dapat meliputi dia.

Ini menunjukkan bahwa kesusahan bagaimanapun juga yang menimpa Gereja Tuhan tidak akan dapat memadamkan cintanya pada Tuhan karena dia tahu bahwa apa yang ada padanya lebih besar daripada apa yang ada dalam Dunia I  Yahya 4:4 1Yahya 5:4-5.

b.     Jikalau kiranya orang hendak memberikan segala harta benda yang dalam rumahnya niscaya dicelakan akan dia

Ini adalah berbicara bahwa walaupun kemuliaan dunia ini diberikan kepadanya, supanya ia tolakkan cintanya pada Tuhan, maka ia akan mencela akan pemberian apapun. seperti godaan terhadap Tuhan Yesus dalam Matius 4:1-11 mengenai keindahan dunia, tetapi Tuhan menang atas pencobaan itu. Beginilah keadaan daripada Gereja Tuhan yang sudah terpanggil dan terpilih. Seperti apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus bahwa aku tidak mengindahkan/memuliaakan kehidupan ini asalkan dapat aku melaksanakan pekerjaan Allah  Kissah Rasul 20:24.

Ayat 8. Bahwa adalah pada kita seorang adik perempuan yang belum akil baliq kita pengapakan adik kita itu pada hari orang berkata-kata akan halnya ?.

 

a.     Bahwa adalah pada kita seorang adik perempuan yang belum akil baliq.

Ini adalah berbicara tentang Gereja kanak-kanak rohani dimana tidak akan disempurnakan dan tidak terangkat pada hari keangkatan Gereja Tuhan, hubungkan dengan Matius 24:19 dan Matius 25 tentang 5 Anak Darah yang Bodoh

b.     Kita pengapakan adik kita itu pada hari orang berkata-kata akan halnya.

        Hal tersebut adalah merupakan suatu peringatan yaitu kita pengapakan adik kita itu?.  Yang berbicara tentang kanak-kanak Rohani yang tidak  akan mungkin  menikah dengan Tuhan Yesus. Perhatikan dalam kehidupan  manusia sehari-hari bahwa anak-anak perempuan  yang belum dewasa / masih dibawa umur belum layak untuk bertunangan apalagi menikah. Demikian juga halnya dengan Gereja Tuhan yang masih kanak-kanak Rohani belum dapat bertunangan bahkan menikah dengan Tuhan Yesus. Oleh karena itu apabila Gereja penganten meninggalkan dunia ini dan bersandar pada Kristus, maka Gereja kanak-kanak Rohani ini akan tertinggal dan mengalami   siksaan Antikrist.

Oleh karena itu perhatikan Amos  5:4-5.

Amen.

Catatan :

  1. Kitab Syirul Asyar Solaiman adalah Kitab Kidung Agung.
  2. Rasul Yahya adalah Rasul Yohanes
  3. Alkitab terjemahan Lama [ Terjemahan Bode ]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: