DILEMA PEMUDA AKHIR ZAMAN

Untitled-2

Manusia diciptakan Allah pada hari yang ke enam,  setelah Allah menciptakan langit, bumi, laut dan sekalian isinya. Allah menempatkan manusia yaitu Adam dan Hawa di taman Eden dimana semua kebutuhan mereka telah disediakan.

Kemudian Allah berfirman kepada Adam : Adapun buah-buah segala pohon yang dalam Taman ini  boleh engkau makan sesuka mu. Tetapi buah pohon pengetahuan akan hal baik dan jahat itu jangan engkau makan, karena pada hari engkau makan dari padanya engkau akan mati Kej. 2:16-17.

Allah menciptakan manusia tas Peta dan Teladan Allah Kej. 2:26-27 dan memberikan kehendak bebas, sebab itu manusia ditempatkan di taman Eden dimana mereka diperhadapkan dengan pilihan, apakah mau taat kepada Allah atau tidak.

Tetapi sayang sekali, Hawa diperdaya oleh ular [ setan ] karena keinginannya dia jatuh dalam dosa. Hawa memilih lebih percaya kepada setan dari pada Allah dan Adam jatuh dalam dosa karena dia memilih mengikuti ajakan Hawa dari pada taat kepada Allah Kej. 3:1-6, 17; 2Kor. 11:3.

Setelah mereka jatuh dalam dosa, Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden. Akibat pilihan mereka yang salah, maka mereka kehilangan :

  • Taman Eden
  • Kekekalan
  • Kemuliaan Tuhan
  • Persekutuan dengan Tuhan
  • Kuasa atas semua binatang, unggas dan ikan
  • Damai sejahtera dll

Inilah tragedi manusia pertama yang sangat menyedihkan.

KEADAAN AKHIR ZAMAN

I.   Secara Umum :

1.  Luk , 17:26-39 seperti pada zaman Nuh dan zaman Lot.

  • Makan minum
  • Kawin dan mengawinkan
  • Membangun
  • Membeli menjual
  • Persinahan Yudas 1:7

2. Daniel 12:4 pengetahuan akan dipertambahkan

3.  2Tim. 3:1-5 akan ada masa yang sukar
4.  Wah. 22:11 orang jahat makin jahat
5.  Mat. 24:3-14; Wah. 6:1-17 penyesatan, perang, kelaparan, gempa bumi ……
6.  Lukas 21:34:35 bersenang-senang mengikuti hawa nafsu

II. Secara Khusus :

  1. 1Timotius 4:1-3 gugur iman
  2. Kisah 20:29-30 srigala yang ganas
  3. 2Kor. 11:13 Rasul-rasul palsu
  4. Mat. 24:24 Kristus palsu menyesatkan, kalau boleh orang pilihan juga
  5. 1Kor. 11:19 ada perceraian…………. supaya terbukti yang setia
  6. 2Tim. 3:12 akan ada aniaya

JALAN KEHIDUPAN

  1. Mat. 7:14 pintu sempit, jalan sempit, sedikit orang
  2. Lukas 9:23 sangkal diri dan pikul salib
  3. Galatia 5 : 24 menyalibkan hawa nafsu dan keinginan
  4. Galatia 5 : 22-23 buah Roh
  5. 1Timotius 4:16; Kisah 2:42; Amsal 4:13 bertekun dalam pengajaran yang benar
  6. Matius 24:13 bertekun sampai akhir
  7. Perhatikan pelajaran 7 Tingkat Iman

JALAN KEMATIAN

  1. Matius 7:13b pintu luas, jalan lebar, banyak orang
  2. Galatia 5:19-21 hidup dalam hawa nafsu daging
  3. Wahyu 22:8 penakut……
  4. Galatia 1:9-10 penyesat
  5. 1Timotius 4:1-3 ajaran setan
  6. Matius 15:8-9 ajaran manusia
  7. 2Timotius 3:2-5; 1Timotius 6:10 mengasihi diri sendiri, tamak akan uang

A.     PERTANYAAN

  1. Apakah anda punya tujuan hidup atau sekedar hidup ?
  2. Apakah hidup anda sekarang sudah sesuai dengan tujuan hidup anda ?
  3. Dimana posisi anda sekarang ?
  4. Anda sedang menuju kemana ?

B.     APAKAH TUJUAN HIDUP YANG SESUNGGUHNYA ?

  1. PETRUS : TUJUAN HIDUP ORANG PERCAYA ADALAH KESELAMATAN JIWA 1PETRUS 1:9
  2. PAULUS : TUJUAN ADALAH MEMENUHI PANGGILAN ALLAH PILIPI 3:14

C.      BAGAIMANA KITA MENCAPAI TUJUAN ?

  1. Kita harus punya petunjuk dasar / pegangan yaitu Firman Allah / pengajaran yang benar 2Timotius 3:16-17; Galatia 1:11-12.
  2. Yakin dengan sungguh bahwa itu akan membawa kita pada tujuan Roma 1:16-17
  3. Pegang teguh-teguh dan jangan lepaskan Amsal 4:13; Wahyu 3:11
  4. Setia sampai akhir Matius 24:13

 

KITA HARUS PUNYA PRINSIP HIDUP

‘’KESETIAAN KITA PADA SEBUAH PRINSIP DIUKUR DENGAN SEBERAPA RELA KITA MAU MENDERITA / BERKORBAN DEMI PRINSIP ITU.’’

 

K E S I M P U L A N

  1. KALAU KITA PUNYA TUJUAN HIDUP YANG JELAS, MUDAH BAGI KITA UNTUK MEMILIH.
  2. INGAT PILIHAN KITA MENENTUKAN DIMANA TEMPAT KEDIAMAN KITA DALAM KEKEKALAN.
  3. SORGA ATAU NERAKA ITU PILIHAN KITA
  4. JANGAN SALAHKAN SIAPAPUN ATAU APAPUN, APALAGI TUHAN KALAU ANDA TIDAK MENYENANGI TEMPAT KEDIAMAN ANDA DALAM KEKEKALAN, KARENA ITU ADALAH HASIL PILIHAN ANDA SENDIRI.
  5. JADI AMBILLAH KEPUTUSAN YANG BENAR, SEBELUM TERLAMBAT SESAL KEMUDIAN TAK ADA GUNANYA LUKAS 12:57.

 

Immanuel God Bless You, amen.

 

 

15 responses to this post.

  1. syalom , Pak Pdt

    hanya skedar mengingatkn

    bahwa ayat firman Tuhan
    pd awal” TULISAN DILEMA PEMUDA
    yg sblumnya
    KEJ 2:26-27
    mungkin it salah
    tapi
    yg sbnarnya
    KEJ 1:26-27
    dan
    ada lagi
    LUK 17:26-39
    Yg sebenarnya
    LUK 17 : 26-29

    ^_^

    IMANUEL
    TUHAN MEMBERKATI

    Balas

  2. mohon konfirmasi

    1. Ayat mana yg menyatakan Adam dan Hawa punya kehendak bebas?

    2. Anda menuliskan Adam BERDOSA karena ikut Hawa makan buah terlarang itu. Bagaimanamungkin Adam berdosa karena hukum Taurat belum diturunkan kpd manusia?

    3. Ayat mana yg menyatakan jika Adam dan Hawa tidak makan buah larangan tsb, mereka PASTI HIDUP KEKAL?

    mohon konfirmasinya.. Gbu

    Balas

    • Trimakasih untuk pertanyaannya,
      1. Yakobus 1:13-15 manusia diciptakan oleh Allah dimana didalamnya ada keinginan / nafsu [terjemahan bode ].
      setiap manusia diberikan kebebasan untuk menggunakan keinginannya / nafsu, tetapi setiap pilihan keinginan ada konsekwensinya.
      Kita bebas memilih apa yg ingin kita lakukan, tetapi tidak untuk konsekwensinya.
      2. 1Yoh. 3:4 mengatakan setiap pelanggaran hukum Allah adalah dosa. Kej. 2:16 Tuhan memberi perintah… dan Adam dan hawa melang-
      perintah Tuhan, itu berarti dosa.
      3. Kej. 2:16 dikatakan ………………jangan kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.
      Kalau Adam dan Hawa tidak melanggar perintah Tuhan berarti mereka tetap hidup.

      Balas

      • Salam Sejahtera Bapak Pendeta Berty Kelah,

        Mohon maaf sebesar-besarnya, bukan bermaksud membantah Firman Pengajaran yang murni, namun berniat saling berbagi dengan bapak Pendeta supaya kita menemukan kebenaran yang sejatidengan Alkitab menjadi STANDAR KEBENARAN umat Kristen.

        Saya akan memulai pembahasan tentang Manusia mempunyai kehendak bebas. Bapak menggunakan ayat dibawah ini untuk mendukung Doktrin tersebut.

        Yakobus 1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

        1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

        Bapak Pendeta menuliskan Adam dan Hawa mempunyai KEHENDAK BEBAS (berbuat baik maupun berbuat jahat) berdasarkan ayat diatas.

        Bapak Pendeta, bukankah zaman Adam berbeda dengan zaman Musa, berbeda pula dengan zaman Roh Kudus. Berbeda dalam hal aturan dan hukum yang berlaku.

        @Bapak mengatakan :
        setiap manusia diberikan kebebasan untuk menggunakan keinginannya / nafsu, tetapi setiap pilihan keinginan ada konsekwensinya.
        Kita bebas memilih apa yg ingin kita lakukan, tetapi tidak untuk konsekwensinya.

        Bukankah pernyataan bapak BERTENTANGAN dengan FAKTA Alkitab pada Zaman Musa, bahwa SEMUA bangsa Israel harus mentaati Hukum Taurat dan segala ketetapannya? Ayat dibawah ini mengatakan bahwa bangsa Israel tidak berkehendak BEBAS

        jika BERKEHENDAK BAIK
        Ulangan 28:1 “Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.

        Jika BERKEHENDAK JAHAT
        Ulangan 28:15 “Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau:

        Maaf bapak pendeta, bukankah ayat diatas menyatakan “pilihan” yang dikenakan kepada ISRAEL? kalau berbuat baik diberkati, kalau berbuat jahat dikutuk! Sesungguhnya sebuah pilihan TIDAK SAMA dengan KEHENDAK BEBAS yg mengandung konsekuensi.

        Dengan mecantumkan KONSEKUENSI dari PILIHAN SIKAP, bukankah berarti YHWH sedang MENGIKAT manusia dengan hukum Taurat? Jika dua ayat diatas dianggap sebagai pendukung Doktrin bahwa Manusia mempunyai Kehendak Bebas , maka kematian ratusan ribu orang Israel akibat melanggar Hukum Taurat sejatinya adalah JEBAKAN karena dari awal penciptaan manusia, kita semua tahu bahwa manusia dibentuk Tuhan Allah dari Debu dan Tanah yang MUSTAHIL berbuat kebaikan.

        Jika Manusia zaman Musa mempunyai kehendak bebas, MUSTAHIL Tuhan Allah menurunkan Hukum Taurat yang mengakibatkan kematian manusia, karena dengan menciptakan hukum Taurat, justru kematian dan kesengsaraan bagi orang yang BERKEHENDAK BEBAS dalam hal ini yaitu yang BERKEHENDAK BEBAS untuk berkehendak melanggarnya.

        mempercayai DOKTRIN bahwa manusia berkehendak bebas menentukan pilihan hidupnya, adalah sama dengan mempercayai bahwa TUHAN ALLAH menjebak MANUSIA untuk mati, meskipun ada yang BERKEHENDAK BEBAS untuk TIDAK MAU mati karena TAAT Taurat. (musa yang bergaul akrab dengan YHWH pun harus MATI karena melanggar Firman-Nya)

        dengan “menurunkan hukum” kepada manusia yang adalah debu tanah dan BERKEHENDAK BEBAS, sama saja memberikan PISAU kepada seorang REMAJA ABG. Apakah remaja yang belum dewasa secara moral mempunyai kehendak bebas? Tidak! Remaja tidak diberi kesempatan berkehendak bebas, sebab jika bersalah maka HUKUMAN dijatuhkan.

        Bapak pendeta memberi pisau kepada seorang Remaja Pria, kemudian remaja tersebut bertanya kepada bapak: “… untuk apa pisau ini Pak? ” . kemudian bapak berkata : ” …. terserah keinginanmu nak, namun jika pisau itu kamu pakai untuk membunuh orang, maka KAMU saya laporkan ke Polisi SUPAYA DIPENJARA, namun jika pisau itu kamu gunakan untuk membantu orantuamu memasak, maka kamu adalah anak BAIK dan TAAT.

        Contoh diatas apakah menyatakan Remaja itu mempunyai kehendak bebas? tidak! Bukankah SEJATINYA remaja itu TIDAK PUNYA PIILIHAN lagi selain berbuat yang baik?

        Dengan adanya “konsekuensi” maka MUSTAHIL manusia diberi kesempatan berkehendak bebas, dengan begitu sejatinya Tuhan Allah hanya memberi satu PILIHAN bagi manusia zaman Musa, yaitu Taat Taurat dan ketetapan-Nya.

        ayat-ayat dalam Yakobus 1:13 – 15 tidak mendukung DOKTRIN manusia berkehendak bebas, namun ayat tersebut menyatakan kepada manusia bahwa “manusia debu tanah tidak bisa berbuat baik karena semata-mata hanya ingin berbuat dosa”

        Jelas Tegas dan Gamblang bahwa TIDAK ada pilihan disitu.

        Jika manusia mempunyai KEHENDAK BEBAS untuk berbuat yang baik, maka ayat di bawah ini sebuah KEBOHONGAN PUBLIK.

        Efesus 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,

        2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

        2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

        Ayat diatas menyangkal doktrin bahwa MANUSIA mempunyai KEHENDAK BEBAS. Rasul Paulus mengajarkan bahwa sejatinya manusia darah daging tidak mempunyai KEHENDAK berbuat baik, semua yang dilakukannya adalah Jahat. MAka dari itu Rasul Paulus menegaskan bahwa Darah dan Daging TIDAK Kekal alias Fana

        1 Korintus 15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

        Rasul Paulus mengajarkan bahwa daging dan darah (sarx – yunani) tidak mendapat tempat di Sorga. Bukankah kalimat diatas menyatakan dengan kata lain bahwa “daging tidak mempunyai kehendak bebas yaitu berbuat kebaikan” ? Karena hanya SATU KEHENDAK yaitu berbuat Jahat.

        Kitab Kejadian sampai dengan Kitab Wahyu jelas tegas konsisten bahwa Alkitab menyatakan manusia darah daging selamanya tidak mempunyai keinginan berbuat baik, dengan begitu MUSTAHIL manusia berkehendak Bebas (dua kehendak yaitu bisa berbuat baik dan jahat), karena darah daging semata-mata hanya MELAKUKAN SATU KEHENDAKNYA yaitu berbuat yang Jahat di mata Allah!

        Daging yang berkehendak berbuat baik HANYA daging yang TERSALUT EMAS, seperti yang Bapak Pendeta ajarkan, bahwa “karakter emas = karakter Roh Kudus” Dan Roh Kudus itu bukan berasal dari Daging, karena DIA diutus oleh TUhan Yesus untuk Menginsafkan manusia daging.

        Roma 8:10 Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.

        8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

        Semua ayat PL dan PB konsisten menyatakan bahwa Daging tidak mempunyai kehendak bebas untuk BERBUAT BAIK, dengan begitu Doktrin KEHENDAK BEBAS MANUSIA adalah DOktrin yang tidak alkitabiah karena menentang pengajaran Alkitab.

        Daging hanya mempunyai SATU KEHENDAK, yaitu : Berbuat Jahat ! Jadi ayat yang Bapak pakai ( Yakobus 1:13 – 15) untuk mendukung doktrin manusia berkehendak bebas, justru menyangkal doktrin tersebut.

        Kehendak Bebas yang diberi KONSEKUENSI sejatinya adalah “kuk” atau “galah rangsang” untuk mengendalikan Sifat Liar Manusia yang hanya punya SATU KEHENDAK yaitu Berbuat YANG JAHAT di mata Allah.

        Maka Tuhan Yesus pun berkata saat di kayu Salib ….” Bapa ampunilah mereka (manusia) karena mereka TIDAK TAHU apa yang mereka perbuat”

        Tuhan Yesus tahu bahwa darah daging semata-mata berkehendak jahat, maka Roh Kudus pun dikaruniakan untuk “menyalut” daging supaya TIDAK BERKEHENDAK berbuat yang jahat dimata Allah. Daging yang tersalut Roh Kudus = Anak-anak Allah.

        Dengan menyatunya Roh Kudus dalam manusia daging, apakah daging masih tetap bisa berbuat dosa? Masih! Namun tidak diperhitungkan dosa, karena sumber dosa yaitu HUKUM TAURAT sudah dibatalkan oleh Tuhan Yesus Kristus.

        Bukankah Bapak juga mengajarkan bahwa Mezbah Korban Bakaran BERBICARA tentang Korban Kristus di Kayu Salib?

        Dengan mati-Nya Yesus sebagai anak manusia, menggantikan segala macam korban-korban binatang yang digunakan untuk RITUAL pada Tabernakel. Kitab Ibrani menyatakan bahwa Satu Kali saja DIA melakukan pekerjaan Imam Besar dengan menggunakan DARAHNYA SENDIRI.

        Dengan kematian-Nya dan kebangkitan-Nya naik ke Sorga, maka Roh Kudus yang adalah Roh Kebenaran turun “menghampiri daging” menyatu dengan manusia daging, dengan begitu manusia daging menjadi anak-anak Allah.

        Fakta Alkitab yang saya tuliskan diatas, menyangkal doktrin manusia daging MEMPUNYAI KEHENDAK BEBAS, bisa berbuat Baik dan Jahat dengan segala Konsekuensi ditanggung penumpang. He he he ….

        Jika Manusia punya kehendak bebas dan MAMPU memilih berkehendak melakukan yang baik, maka TIDAK PERLU Yesus mati di kayu SAlib, dan TIDAK PERLU Roh Kudus menyatu dengan manusia.

        2. ADAM MENYANTAP BUAH

        Mohon maaf beribu maaf bapak, ayat yang menyatakan bahwa “ADam mati karena memakan buah” adalah kesalahan penterjemahan.

        2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

        Kata “engkau” dalam Kejadian 2:17 sesungguhnya TIDAK ADA dalam teks bahasa Ibrani-nya. Kata “engkau” tersebut sengaja DITAMBAHKAN oleh para penterjemah Alkitab, entah apa motivasinya.

        silahkan cek terjemahan aslinya dalam bahasa Ibrani dalam link ini
        http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=1&chapter=2&verse=17

        terjemahan yang lebih baik:
        2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah mati.”

        setelah kata “engkau” kita hilangkan maka Bapak akan memahami Makna sesungguhnya bahwa pada hari Adam memakan Buah Pohon itu, yang mati adalah POHON itu sendiri.

        Beribu-ribu tahun orang Kristen memahami Kitab Kejadian dan selalu Memvonis bahwa akibat Adam menyantap buah terlarang, maka Manusia TIDAK HIDUP KEKAL. Namun Alkitab sesungguhnya menyatakan FAKTA yang lain.

        Jika bapak berkenan, silahkan membaca artikel pada Link dibawah ini untuk mempelajari tentang kisah penciptan manusia.

        http://asmaradanasth.wordpress.com/2013/02/14/jangan-salahkan-adam-hawa/

        Terimakasih bapak untuk tanggapannya, saya berharap terjalin komunikasi dan tali silaturahmi yang erat diantara kita, dengan tujuan menciptakan DISKUSI yang Sehat dalam rangka mencari Kebenaran Alkitab yang Sejati.

        Mohon maaf jika tulisan saya tidak sopan dan tidak berkenan, saya mengundang bapak untuk menguji tulisan saya diatas, supaya tercipta
        keseimbangan dan pemahaman yang baru tentang ALkitab.

        Salam Sejahtera
        Asmaradanasth.

      • Trimaksih atas masukannya,
        Allah tidak pernah menjebak manusia, karena Allah dengan jelas memberitahukan apa konsekwensi apabila kita taat kepada Firman Nya dan apa konsekwensinya
        kalau kita tidak mentaati Firma Nya. itu sangat jelas dalam Ulangan 28. perhatikan pula ulangan 30:11-20. Firman Tuhan itu baik adanya, Firman Tuhan itu
        jangan kita samakan dengan pisau yang ada sisi baik dan tidak baik.
        Tuhan memang menginginkan manusia untuk taat kepada Firman Nya, karena itu yang terbaik bagi manusia. Tetapi Tuhan juga tidak mau memaksa manusia untuk harus
        taat kepada firman Nya.Perhatikan 2Pet. 3:9; Yoh. 3:36; Yoh. 3:18-21.
        Iman itu adalah pilihan, perhatikan di zaman Musa ada banyak yang binasa yaitu yg tidak mau percaya dan taat kepada firman Nya, tetapi jangan lupa ada Yosua
        dan Kaleb dan yg lainnya yg selamat karena mereka memilih percaya dan taat kepada Firman Tuhan. Perhatikan Bilangan 14:1-38; 1Kor. 10:1-11; Ibrani 3:7-19.
        Epes. 2:8 dikatakan sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman……………perhatikan keselamatan itu dikaruniakan oleh IMAN . Kalau kita tidak percaya maka kita tidak mendapatkan anugerah keselamatan itu perhatikan Ibrani 11:6.
        perhatikan pula Kisah 2:14-40 [37-40 ] kemudian perhatikan Mark. 16:16.

        Masalah Adam mati itu kenyataan, umur Adam tidak sampai satu hari dalam pandangan Allah Maz. 90:4; 2Pet. 3:8. Umur Adam dan Hawa tidak sampai 1000 Th, dalam pandangan Allah tidak sampai satu hari.

        Masalah darah dan daging perhatikan 2Kor. 5:10 yg dilakukan tubuh [terjemahan bode ] apa yg kita lakukan dengan tubuh itu kita akan pertanggungjawabkan
        dihadapan Tuhan nanti. Dalam Wah. 14:13 :………. segala perbuatan mereka menyertai mereka.
        Perhatikan Galatia 5:16-25. jangan hidup dalam daging tetapi dalam pimpinan Roh perhatikan ayat 24 Barang siapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

        Mengenai pohon yang mati tidak ada ayat yang mendukungnya.

        Trimakasih Tuhan berkati mu.

  3. Terimakasih Bpk. Pdt. Berty Kelah atas kesediaannya berdiskusi.
    Saya akan menyambung diskusi ini sbb;

    1. @Pdt. Berty Kelah mengatakan:

    Allah tidak pernah menjebak manusia, karena Allah dengan jelas memberitahukan apa konsekwensi apabila kita taat kepada Firman Nya dan apa konsekwensinya
    kalau kita tidak mentaati Firma Nya. itu sangat jelas dalam Ulangan 28. perhatikan pula ulangan 30:11-20. Firman Tuhan itu baik adanya, Firman Tuhan itu
    jangan kita samakan dengan pisau yang ada sisi baik dan tidak baik.
    Tuhan memang menginginkan manusia untuk taat kepada Firman Nya, karena itu yang terbaik bagi manusia. Tetapi Tuhan juga tidak mau memaksa manusia untuk harus
    taat kepada firman Nya.Perhatikan 2Pet. 3:9; Yoh. 3:36; Yoh. 3:18-21.

    Asmaradana menanggapi:
    saya akan menulis ayat-ayat yang bapak sebutkan diatas yang mendukung doktrin ” Manusia Berkehendak Bebas”

    2 Petrus 3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

    Yohanes 3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”

    Yohanes 3:18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

    3:19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.

    3:20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;

    3:21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”
    Kesaksian Yohanes tentang Yesus

    Dengan segala hormat, saya mohon anda membaca lagi dengan teliti ayat-ayat diatas. Bukankah ayat-ayat yang anda sebutkan tersebut justru MENOLAK doktrin bahwa “manusia punya kehendak bebas” yaitu MAMPU berbuat baik dan Mampu juga berbuat jahat?

    Siapa yang mempunyai kehendak dalam 2 Pet 3:9? Tuhan! bukan anusia, karena selamanya darah daging hanya punya SATU KEHENDAK, yaitu berbuat jahat!

    Siapa yang mempunyai kehendak dalam Yohanes 3: 18 -21? Tuhan! Tuhan! bukan anusia, karena selamanya darah daging hanya punya SATU KEHENDAK, yaitu berbuat jahat!

    Jika manusia MAMPU mempunyai KEHENDAK BEBAS berbuat baik, maka Yesus TIDAK PERLU datang ke dunia. he he he …
    Kenapa Yesus datang ke dunia? Karena KEHENDAK manusia semata-mata berbuat JAHAT dimata ALLAH! Apakah manusia tidak mempunyai KEHENDAK untuk berbuat baik? Ayat dibawah ini akan menjelaskan kepada Bapak Pendeta Berty Kelah:

    Galatia 5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,

    5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,

    5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

    Kitab Galatia mencatata SIFAT ASLI manusia darah daging, kemudian Kitab Roma mencatat juga hal serupa

    Roma 3:12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.
    3:13 Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa.
    3:14 Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah,
    3:15 kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah.
    3:16 Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka,
    3:17 dan jalan damai tidak mereka kenal;
    3:18 rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu.”
    3:19 Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.
    3:20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.

    Masih banyak lagi ayat-ayat yang menuliskan bahwa MANUSIA hanya punya SATU KEHENDAK, yaitu hanya berbuat JAHAT dimata Allah. Jadi meyakini bahwa manusia darah daging mempunya DUA KEHENDAK, yaitu mampu berbuat baik dan mampu pula berbuat Jahat, berarti MENYANGKALI FAKTA yang tertulis dalam ayat-ayat diatas.

    Doktrin “Manusia mempunyai KEHENDAK BEBAS” adalah doktrin tidak alkitabiah, karena tidak sesuai dengan yang diajarkan Alkitab.

    Sesungguhnya Hukum Taurat dan ketetapan-ketetapanya diturunkan kepada manusia untuk MENYADARKAN manusia bahwa dia adalah seonggok daging yang HANYA mempunyai SATU kehendak saja, yaitu BERBUAT JAHAT dimata Allah.
    Silahkan baca ayat dibawah ini dengan teliti

    Roma 3:19 Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.

    3:20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.

    Berkehendak BAIK dengan menjalankan syariat Taurat justru tidak dianggap kebenaran oleh Allah. Kenapa demikian? Karena Taurat hal rohani, namun manusia adalah Darah Daging belaka.

    2. Bapak Pendeta mengatakan: IMAN itu adalah pilihan, perhatikan di zaman Musa ada banyak yang binasa yaitu yg tidak mau percaya dan taat kepada firman Nya, tetapi jangan lupa ada Yosua dan Kaleb dan yg lainnya yg selamat karena mereka memilih percaya dan taat kepada Firman Tuhan.
    Perhatikan Bilangan 14:1-38; 1Kor. 10:1-11; Ibrani 3:7-19.

    Asmaradanasth mengujinya:

    Bilangan 14: 1-38 mencatat FAKTA sbb:
    HANYA kaleb dan Yosua yang masuk ke negeri kanaan beserta manusia yang usianya 20th kebawah. Namun Kaleb dan Yosua itu sebenarnya juga TERKENA KUTUK Allah meski tidak bersalah melanggar Taurat. Bukankah Israel dikutuk untuk STOP 40 tahun sesuai jumlah hari saat mengintai Kanaan ? Dengan begitu Kaleb dan Yosua juga harus terhenti 40th sblm masuk kanaan.

    ingat ayat ini Roma 3:20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.

    Tuhan Allah menyuruh Musa melakukan SESUS Penduduk Israel, yang pertama di padang Gunung Sinai, dan kedua di dataran Moab dekat Yerikho. Total yang masuk ke negeri kanaan 601.730 orang (umur 20th kebawah), plus 2 orang yaitu Kaleb dan Yosua, bahkan MUSA pun yang menerima Hukum Taurat secara langsung face to face with YHWH, tidak masuk ke Kanaan karena pelanggarannya.

    anak-anak berusia 20th kebawah JUGA menanggung KUTUK Tuhan Allah, yaitu harus mengembara sebagai penggembala di padang gurun selama 40th, dan semua manusia israel berumur 20th ke atas MUSNAH dan bangkainya berhantaran di padang gurun. (Bilangan 14:31 – 33)

    semua Israel yang MENERIMA TAURAT justru TERKENA KUTUK dan hukuman bertubi-tubi dari Tuhan Allah. Itukah yang bapak Pendeta maksudkan bahwa MENURUTI Firman Allah (Taurat) akan selamat? Selamat seperti keluar dari api? Atau selamat sempurna dengan damai sejahtera?

    Semua orang ISRAEL berumur 20 th keatas saat itu adalah SAKSI HIDUP kebesaran Tuhan Allah dan Taurat-Nya yg diterima Musa di Gn. Sinai. Namun justru saksi hidup tersebut GAGAL menjalankan TAURAT tersebut.

    ingat ayat ini Roma 3:20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.

    Tegas dan Gamblang dan mustahil menyangkal Ajaran Alkitab bahwa manusia hanya debu tanah hanya maempunyai SATU KEHENDAK, yaitu berbuat JAHAT di mata Allah! Taurat tidak menyempurnakan, justru dengan berusaha melakukan TAURAT, maka manusia TERSADAR bahwa ia hanya seonggok daging berdosa.

    anda juga menuliskan ayat 1Kor. 10:1-11; saya akan ambil intinya yaitu:

    1 Kor 10:5 Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.
    10:6 Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat,
    10:7 dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: “Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.”
    10:8 Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang.

    bukankah justru ayat diatas mendukung Galatia 5:19-21 tentang SIFAT ASLI manusia? dengan begitu ayat yang anda tuliskan justru MENOLAK doktrin Manusia punya KEHENDAK BEBAS, mampu berbuat baik dan jahat.

    Saya heran dan bingung kenapa Bapak Pendeta mengajarkan Doktrin Manusia punya kehendak bebas mampu memilih berbuat Jahat atau baik. bahkan semua ayat yang anda tuliskan justru menolak doktrin itu, namun mengapa anda mengajarkan sesuatu yang bertentangan dengan Alkitab?

    Manusia mempunyai kehendak bebas mampu berbuat jahat dan mampu berbuat baik? Tidak! Manusia TIDAK MAMPU berbuat baik, dan Alkitab dengan tegas sudah menolak DOKTRIN itu pak. he he he

    Jika bapak tetap mengajarkan doktrin bahwa Manusia MEMPUNYAI KEHENDAK BEBAS, yaitu mampu memilih berbuat jahat atau baik, sesunguhnya anda sedang mengajarkan hal berikut ini:

    1. Manusia darah daging MAMPU memilih berkehendak yang baik, dengan PILIHAN HATINYA menuruti Taurat, maka dia akan selamat dan tidak berdosa lalu SORGA sebagai upahnya. Mohon maaf bapak, karena saat itu anda sedang MENYANGKAL ayat dibawah ini

    Efesus 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,

    2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

    2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

    2. Manusia darah daging MAMPU memilih berkehendak yang baik, dengan PILIHAN HATINYA menuruti Taurat sehingga manusia BERKUASA menentukan nasib dengan segala konsekuensi yang diakibatkan. Mohon maaf bapak, karena saat itu anda sedang MENYANGKAL ayat dibawah ini

    Yohanes 16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

    16:9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;

    16:10 akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;

    16:11 akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.

    16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

    16:14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.

    Yoh 16:8 tegas dan gamblang mencatat bahwa TANPA Roh Kudus mustahil manusia “mempimpin dagingnya sendiri” menuju kebaikan. Dengan tercurahnya Roh Kudus menginsafkan manusia akan :

    Dosa = Karena mereka tetap tidak percaya YESUS karena banyak TEOLOG yang mengajarkan “pembinaan daging” sehingga dengan usahanya sendiri manusia mampu menuruti TAURAT dan hidup suci.

    Kesimpulan saya:

    Semakin menyadari bahwa kita manusia adalah sangat berdosa, maka semakin berlimpah-limpah pula kasih karunia-Nya yang mengampuni SELURUH dosa manusia tanpa terkecuali.

    Semakin menyangka dan mengajarkan bahwa darah daging ini mampu berkehendak bebas untuk hidup suci, semakin hilanglah MAKNA dan FUNGSI Korban Kristus bagi hidup kita.

    Dengan mengajarkan kepada UMAT bahwa MANUSIA mempunyai kehendak BEBAS yaitu mampu memilih yang jahat dan yang baik maka sesungguhnya anda sedang mengajarkan kepada UMAT bahwa, manusia TIDAK PERLU PENGAMPUNAN DOSA karena dengan PILIHAN nya sendiri dan usahanya sendiri sudah mampu BERBUAT yang baik dimata Allah.

    Alkitab adalah standar kebenaran Umat Kristen, anda bisa menolak kebenaran Alkitab yang saya sampaikan, namun MUSTAHIL menyangkal apa yang dituliskan oleh Alkitab.

    Saran saya, jangan mengajarkan doktrin tidak Alkitabiah bahwa Manusia mempunyai KEHENDAK BEBAS sebab itu MAMPU berbuat yang jahat dan baik, karena hal itu bertentangan dengan yang diajarkan Alkitab.

    Semoga Roh Kudus menginsafkan manusia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.

    Trims Bapak Pdt. Berty Kelah.

    Balas

    • Trimakasih untuk tanggapannya,
      Saya mau tanya apakah nabi Musa tidak selamat ?
      Dimana ayat mengatakan Yosua dan Kaleb dikutuk oleh Tuhan ?
      Apakah Nabi Yermia, Yesaya, Yehezkiel, Elia, Elisa, Daniel dll tidak selamat ?
      dalam kitab Kejadian ada Henok yang diangkat oleh Tuhan apakah dia tidak selamat ?
      Mereka semua hidup sebelum Tuhan Yesus datang kedalam dunia.
      Maaf ayat2 yg saya berikan sudah sangat jelas.
      kemudian, saat Tuhan Yesus datang kedunia ada yang percaya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan juruselamat dan ada yang tidak percaya dan menolak Dia. Saya bertanya apakah ini bukan karena pilihan ? Ada yg memilih percaya dan ada yg memilih tidak percaya. Bagaimana anda
      menjelaskan kenapa ada yang percaya ada yang tidak percaya ? Apakah Tuhan sudah menentukan sendiri siapa yang percaya kepada Dia dan siapa yang tidak percaya
      kepada Dia, siapa yang akan diselamatkan dan siapa yang akan dihukum ? Atau siapa yang harus masuk neraka dan siapa yang harus masuk sorga ?
      Kalau kita tidak punya pilihan, berarti yg masuk sorga dan yg masuk neraka itu sepenuhnya ditentukan oleh Tuhan. Kalau demikian halnya maka Tuhan itu tidak adil.
      Tetapi apakah benar Tuhan tidak adil ? Saya percaya Tuhan bukan saja adil tapi Dia itu Maha adil.

      Memang untuk hidup dalam Roh tentu saja bukan dengan kekuatan daging kita, karena dengan kekuatan daging kita tidak mungkin kita dapat hidup dalam pimpinan Roh.
      Tetapi Roh Tuhan dikaruniakan kepada orang yang telah memilih percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat.
      Roh Tuhan hanya diberikan kepada mereka yang telah memilih percaya kepada Tuhan Yesus, percaya kepada Firman Nya.
      Perhatikan para murid Tuhan yg percaya kepada Tuhan dalam Kisah 2 mereka dipenuhkan dengan Roh Tuhan sehingga mereka mampu menjadi saksi Tuhan, setia sampai akhir, khusunya para rasul Tuhan. Mereka percaya sepenuhnya akan Firman Tuhan, dan Firman Tuhan memberikan mereka kekuatan untuk hidup sesuai dengan Firman Nya.
      Kisah 1:8, Roma 1:16-17.
      Pada zaman Tuhan Yesus ada begitu banyak orang yang mendengarkan Firman Tuhan, tapi ternyata hanya sedikit yang percaya sungguh-sungguh dan taat kepada Tuhan.
      perhatikan :
      Roma 9:30-33 : Jika demikian apakah yang hendak kita katakan? Ini : Bahwa bangsa2 lain yg tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran karena iman. Tetapi: Bahwa Israel, sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tidaklah sampai kepada hukum itu. Mengapa tidak ?
      Karena Israel mengejarnya bukan karena Iman, tetapi karena perbuatan. Mereka tersandung pada batu sandungan, seperti ada tertulis : sesungguhnya, Aku mele-
      takkan di sion sebuah batu sentuhan dan sebuah batu sandungan, dan siapa yg percaya kepada Nya, tidak akan dipermalukan.

      Bangsa lain [bukan Israel] telah beroleh kebenaran, kebenaran karena iman. Mereka memilih percaya kepada kekuatan Firman dan Roh yang memampukan mereka hidup dalam kebenaran, bukan pada kemampuan mereka secara daging.
      Umat Israel gagal karena mereka berusaha berbuat dengan kekuatan sendiri sehingga gagal.

      Perhatikan lagi :
      Roma 8:5-6 : Sebab mereka yg hidup dalam daging, memikirkan hal2 yg dari daging; mereka yg hidup menurut Roh memikirkan hal2 yg dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

      Disini jelas ada keinginan daging dan ada keinginan Roh, kedua hal ini bertentangan sama sekali, perhatikan kembali Gal.5:16-25.
      Mereka yang ingin daging, pasti mereka memikirkan hal2 daging, demikian juga mereka yang menginginkan Roh pasti memikirkan hal2 Roh.
      sebab itu dikatan dalam Gal. 5 : 24 : Barang siapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawanafsu dan keinginannya.
      Perhatikan : yg telah menyalibkan daging dengan segala hawanafsu dan keinginannya, bukan Tuhan tapi ia [ mereka yg menjadi milik Kristus ]. jadi kita yg memutuskan / memilih mau disalib atau tidak ? setelah kita memutuskan memilih salibkan daging dgn segala hawa nafsu dan keinginannya maka Tuhan akan me-
      mampukan kita dengan kuasa Firman Nya dan kuasa Roh Nya.
      Jadi ada bagian yang harus kita lakukan, dan Tuhan akan melakukan bagian Tuhan, ada kerjasama, ada bagian yg harus kita kerjakan dan ada bagian yg dikerjakan oleh Tuhan. Pil. 2:12-13; Yak. 2:14-26.

      Maaf saya tidak pernah mengatakan manusia mampu berbuat yang jahat dan baik, coba cek yg benar. Saya hanya mengatakan manusia diciptakan oleh Tuhan dengan ada-
      nya keinginan didalamnya, sesuai Yak. 1:14-15. tetapi manusia bisa menyalah gunakan keinginannya, ada keinginan daging ada keinginan Roh itu pilihan.
      Mungkin saya bisa memberikan gambaran dalam 1Tim. 6:7-10 perhatikan mereka yg ingin kaya ……. disini Firman Tuhan jelas sekali.

      Terima kasih, Tuhan memberkati mu.

      Balas

  4. Posted by asmaradanasth on Februari 22, 2013 at 4:14 pm

    Shalom bpk Pdt. Berty Kelah. Thanks untuk tanggapannya yang menarik.

    okelah saya akan menyederhanakan permasalahannya biar tidak bias, bapak menuliskan seperti ini

    @Pdt. Berty Kelah:
    Allah menciptakan manusia atas Peta dan Teladan Allah Kej. 2:26-27 dan memberikan KEHENDAK BEBAS, sebab itu manusia ditempatkan di taman Eden dimana mereka diperhadapkan dengan pilihan, apakah mau taat kepada Allah atau tidak.
    Tetapi sayang sekali, Hawa diperdaya oleh ular [ setan ] karena keinginannya dia jatuh dalam dosa. Hawa memilih lebih percaya kepada setan dari pada Allah dan Adam jatuh dalam dosa karena dia memilih mengikuti ajakan Hawa dari pada taat kepada Allah Kej. 3:1-6, 17; 2Kor. 11:3.

    kemudian atas pertanyaan Asmaradana, bapak mengkaitkan “kehendak bebas manusia adam dan hawa” dengan ayat dibawah ini

    @Pdt. Berty Kelah:
    Yakobus 1:13-15 manusia diciptakan oleh Allah dimana didalamnya ada keinginan / nafsu [terjemahan bode ].

    setiap manusia diberikan kebebasan untuk menggunakan keinginannya / nafsu, tetapi setiap pilihan keinginan ada konsekwensinya.
    Kita bebas memilih apa yg ingin kita lakukan, tetapi tidak untuk konsekwensinya.

    @Asmaradana membahasnya sekarang……

    Ijinkanlah saya mengungkapkan tulisan saya berikut ini. Setelah beberapa kali sesi diskusi diatas, saya sudah “melempar” sinyal bahwa bapak telah SALAH MEMAHAMI inti pokok kisah manusia dan Allah dalam Alkitab, namun bapak belum menangkap sinyal tersebut, maka terpaksa saya akan membuka kesalahan tersebut dengan Gamblang dan Jelas.

    Bapak Pdt. Berty Kelah tetap berpendapat bahwa Manusia diijinkah memilih, dan manusia diberikan kebebasan menggunakan keinginannya / nafsu (Yakobus 1:13-15) tetapi setiap PILIHAN KEINGINAN ada KONSEKWENSINYA.

    Apakah benar demikian Manusia diberi kebebasan MEMILIH jalan hidupnya? Saya tetap akan membahasnya sesuai standar kebenaran Kristen, yaitu Alkitab.

    Manusia diberi kebebasan memlilih jalan hidupnyakah??

    Bapak Pdt. Berty Kelah, sejak Kitab Kejadian sampai Kitab Wahyu Alkitab KONSISTEN mencatat bahwa manusia TIDAK DIBERI KESEMPATAN MEMILIH keinginannya, karena sesungguhnya yang berkuasa MEMILIH adalah ALLAH. Tuhan Allah yang memilih/memanggil/menetapkan manusia menjadi UMAT PILIHANNYA. Ayat berikut ini menjelaskan kepada bapak.

    a. Zaman Adam

    Kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

    Kejadian 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

    Zaman Manusia Pertama (Adam dan Hawa), Allah (ELOHIM) BERKEHENDAK menciptakan manusia sesuai gambar dan rupa-Nya. Dari tidak ada manusia sampai terbentuknya manusia, itu merupakan PANGGILAN KEHIDUPAN untuk manusia. Mandat Allah adalah PANGGILAN Allah terhadap manusia, artinya Allah telah MEMILIHKAN jalan hidup manusia.

    b. Zaman Nuh

    Kejadian 6:7 Berfirmanlah TUHAN: “Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.” 6:8 Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

    Tuhanlah yang BERKEHENDAK memanggil NUH. Memanggil dan mempersiapkan hamba-Nya untuk melaksanakan keputusan-Nya. Rencana Allah untuk manusia saat itu diemban oleh NUH. Artinya Tuhan MEMANGGIL Nuh untuk MENYELAMATKAN Nuh, artinya bukan Nuh yang menetapkan jalan hidupnya sendiri dengan membuat Bahtera Keselamatan, namun Tuhanlah yang MEMILIHKAN jalan hidup menuju keselamatan untuk Nuh,

    c. Zaman Abaraham

    Kejadian 17:1 Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: “Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.

    17:2 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak.”

    17:3 Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya:

    17:4 “Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.

    17:5 Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah KUTETAPKAN menjadi bapa sejumlah besar bangsa.

    Tuhan MENETAPKAN Abraham untuk menjadi bapa bangsa. Dengan demikian Tuhan memanggil Abraham dari dunia yang gelap menuju kepada TERANG-Nya. Bukan Abraham yang memilih jalan hidupnya, namun Tuhanlah yang MEMILIHKAN jalan hidup untuk Abraham. Abraham tidak punya kehendak bebas !

    d. Zaman Musa & Israel

    Kejadian 3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.”

    Kej 3:6 Lagi Ia berfirman: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.

    Kej 3:7 Dan TUHAN berfirman: “Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.

    Kej 3:8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.

    Kej 3:10 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.”

    3:11 Tetapi Musa berkata kepada Allah: “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?”

    3:12 Lalu firman-Nya: “Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.”

    Tuhan Allah menghampiri Musa, dan DIA memanggil Musa menjadi alat-Nya untuk membebaskan umat Israel. Bukan Musa yang menentukan jalan hidupnya sendiri, namun Tuhan yang MEMILIHKAN jalan hidup untuk Musa. Jika tidak ditetapkan oleh Allah menjadi Alat-Nya, mustahil Allah mempersiapkan kehidupan Musa sejak lahir bukan? Tuhan Allah juga MEMANGGIL Israel menjadi umat kesayangan-Nya. Bukan Israel yang memilih jalan hidupnya sendiri namun Tuhanlah yang MEMILIHKAN jalan hidup orang Israel. Musa dan Israel tidak punya kehendak bebas !

    e. Zaman Yesus dan Rasul-rasul

    Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

    3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

    Rencana Keselamatan untuk manusia dimulai dari KEHENDAK Allah kepada manusia. Allah telah memilihkan jalan hidup manusia supaya manusia tidak binasa dan beroleh hidup yang kekal melalui Yesus. Manusia sudah ditetapkan sejak awal untuk mendapatkan keselamatan dan hidup kekal, karena Allah tahu bahwa manusia tidak punya kehendak/pilihan nya sendiri. Untuk menjalankan rencana-Nya, maka diutus-Nya Yesus untuk masuk ke dunia menyelamatkan manusia. Manusia tidak pernah terpikir untuk hidup kekal, karena manusia daging semata-mata hanya ingin memuaskan kebutuhkan dagingnya belaka.

    Tuhan Yesus MEMILIHKAN jalan hidup untuk Rasul-rasul. Bukan Rasul-rasul yang melamar Kerjaan ke Yesus, namun Yesus yang MEMANGGIL dan MEMILIH mereka.

    Yohanes 15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang MEMILIH kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

    Yesuspun semasa hidupnya MENJALANKAN RENCANA BAPA, artinya DIA tidak memiliki kehendak bebas karena Bapa telah MENETAPKAN-NYA untuk menjalankan KODRAT-NYA menyelamatkan manusia.
    Baik manusia, Yesus maupun Rasul-rasul tidak mempunyai kehendak bebas !

    f. Zaman sekarang

    28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

    28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

    dari ayat diatas kita tahu Pdt. Berty Kelah telah DIPANGGIL Allah untuk melayani umat manusia yang akan diselamatkan Allah. Bukankah bapak tidak melamar jadi pendeta, namun bapak TERPANGGIL menjadi Hamba-Nya untuk menjalankan rencana dan amanat agung-Nya? Artinya bapak pendeta DIKEHENDAKI Allah sejak dari dalam kandungan untuk menjadi alat-Nya, hal itu berarti sejak AWAL MULA bapak belum terlahir ke dunia, ALLAH sudah MEMILIHKAN jalan hidup untuk bapak Pendeta Berty Kelah, artinya adalah Bapak adalah TAWANAN ROH Allah yang sudah tidak punya PILIHAN HIDUP (kehendak bebas) selain menjalankan kodrat sang Pencipta, yaitu menjadi Alat-Nya yang Mulia untuk mengabarkan kabar keselamatan bagi manusia lain.

    dari pembahasan diatas, mana mungkin manusia diberi KEHENDAK BEBAS memilih jalan hidup maupun perbuatannya dengan segala konsekuensinya? Adam, Abraham, Musa, Bangsa Israel, Rasul-rasul dan Bapak Pendeta Berty Kelah maupun Asmaradana adalah manusia-manusia yang TERPILIH sejak dari dalam kandungan bahkan sejak dunia belum diciptakan Allah telah merancang JALAN HIDUP hamba-hamba-Nya.

    Efesus 1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

    1:5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,

    1:6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.

    Bagi umat pilihan-Nya panggilan keselamatan ini adalah KASIH KARUNIA yang tiada taranya, karena darah daging ini DIPILIH masuk kepada KESELAMATAN dan pastilah Allah melengkapi umat-Nya dengan segala keperluan untuk menggenapkan PANGGILANNYA kepada umat pilihan-Nya.

    Pohon-pohon di taman Eden di zaman Adam, keturunan-keturunan Abraham, manna, burung puyuh, hukum taurat, Yesus, Roh kudus + segala karunia-Nya, dan Alkitab adalah SARANA dan SENJATA yang dipersiapkan oleh Allah untuk melengkapi rencana-Nya dan diberikan HANYA untuk manusia yang DITETAPKANNYA diselamatkan!

    Apakah Kehendak-Nya, pilihan-Nya, ketetapan-Nya adalah ADIL? Bapak berty Kelah mempertanyakan APakah Allah Adil dan bapak menjawab Allah itu MAha Adil, dan saya mengamininya juga bahwa ALLAH maha adil !

    Jika keselamatan manusia (jalan hidup) telah dirancangkan Allah sejak dunia belum dijadikan, maka berarti CALON PENGHUNI Sorga dan Neraka sudah ditetapkan sejak AWAL MULA JADINYA juga. Bukankah Allah sudah menetapkan PANGGILANNYA untuk umat pilihan-Nya? Berarti Allah juga sudah menetapkan siapa saja yang akan menghuni NERAKA bukan? hehehe …

    Jika manusia mengganggap itu tidak adil, maka Standar Keadilan Allah berbeda dengan standar keadilan manusia. Mana mungkin Tanah Liat memprotes kepada Sang Penjunan mengenai tujuan hidup si Tanah Liat itu? …. Ada benda yang diciptakan untuk maksud yang mulia, ada juga benda yang diciptakan untuk tujuan yang kurang mulia, Rasul Paulus mengajarkan hal itu bukan?

    Jika bapak pendeta masih Keukeh pada Doktrin Manusia mempunyai Kehendak bebas menjalankan keinginannya, kemudian bapak bertanya kepada saya bagaiman dengan orang-orang yang tidak percaya pada zaman Yesus? Saya akan menjawabnya dengan sukacita melalui ayat ini:

    2 Timotius 1:9 Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan PERBUATAN kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri (Iman), yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman

    Silahkan baca dan teliti dengan hati-hati ke-empat Injil, dan mohon deskripsikan siapa saja yang MENENTANG Yesus dengan keras? Siapa yang ingin MEMBUNUH YESUS? Bapak akan mendapatkan data spt dibawah ini:

    Yang TIDAK PERCAYA kepada Yesus adalah:
    – Ahli-ahli Taurat
    – Orang-orang Farisi
    – Imam-imam Bait Suci
    – Banyak orang Israel

    Ahli-ahli Taurat menolak Ajaran Keselamatan dan menolak percaya (ber-IMAN) kepada Yesus karena mereka LEBIH PERCAYA kepada KITAB TAURAT dan segala Ritualnya dengan cara MENJALANKAN Taurat tersebut dengan perbuatannya. Mereka pikir dengan melakukan PERBUATAN mentaati Taurat maka dia akan SELAMAT. Ingatlah bapak pdt. Berty Kelah, semua ayat-ayat Alkitab Perjanjian Baru menuliskan dengan Jelas dan Gamblang bahwa:

    ” yang diperhitungkan KEBENARAN adalah IMAN dan bukan karena perbuatan”

    Iman kepada siapa? Iman kepada Yesus yang telah diutus Bapa-Nya untuk menyelamatkan manusia ! Dengan “hanya” beriman kepada Yesus maka Jaminan Hidup Kekal ada di dalam-Nya ! Inilah Kabar baik itu pak.

    Perbuatan tidak dianggap kebenaran? Tidak! Lihatlah AHli-ahli taurat yang mencobai Yesus sering disindir oleh Yesus saat mereka melakukan Ritual Keagamaannya (Taurat). Bahkan Yesus sendiri TIDAK TAAT Taurat. Silahkan baca kisah Yesus menyembuhkan manusia pada hari Sabat. Bapak Berty Kelah pasti sudah mengetahui bahwa Melanggar Kesucian Hari Sabat pada Zaman Musa hukumnya adalah Mati dirajam batu ! Namun kenyataan-Nya Yesus justru melanggar Taurat bukan? he he he ….

    Dengan hal itu Yesus hanya ingin menunjukan bahwa segala PERBUATAN mentaati Taurat adalah sia-sia dan tidak menuju kepada KESELAMATAN yang sejati! Cukup beriman (percaya) saja pada-Nya bahwa kita manusia ini SUDAH DIPANGGIL dari Gelap (sifat daging manusia) menuju TerangNya (perbuatan roh/keselamatan) yg ajaib !

    1 Petrus 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

    2:10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

    Jika bapak masih kekukeh pada Doktrin Manusia Berkehendak bebas, maka bapak akan tetap bertanya kepada saya : Apakah yang terjadi jika manusia MENOLAK PANGGILAN Allah karena manusia mempunyai kehendak bebas bukan? hehe he

    Jika MENOLAK kasih karunia penyelamatan berarti menolak panggilan hidupnya yang sudah DITETAPKAN oleh Allah sejak dunia belum dijadikan, menolak pangggilan hidupnya artinya menolak KODRAT/TAKDIR nya untuk dijadikan menjadi anak-anak Allah. Jika hal ini bapak anggap sebagai manifestasi dari “kehendak bebas manusia” yang diberikan oleh Allah, maka apakah artinya MENOLAK KESELEMATAN? pastilah bapak akan menjawab : Nerakalah tempatnya ! Karena Yesus pun pernah mengajarkan hal tersebut, bahwa banyak yang dipanggil dalam Perjamuan Kawin, namun SEDIKIT yang dipilih (Merespon) panggilan itu….silahkan cari ayatnya pak, banyak kok contoh penolakan panggilan Allah…. hehehe …..

    Manusia TIDAK DIBERI kehendak bebas oleh ALLAH karena Allah yang MEMILIHKAN jalan hidupnya. Manusia TIDAK BERKUASA menentukan TAKDIR nya karena Kodratnya sudah DIRANCANG Allah sejak dunia belum dijadikan.

    Jika sudah terpanggil dari kegelapan masuk kepada rencana keselamatan Allah, bisakah manusia itu berdosa? Bisa pak, sangat bisa koq karena manusia adalah darah dan daging.

    Bisakah manusia melanggar lagi hukum Taurat yang berbunyi “jangan berzinah” Bisa koq ! Namun HAL PERBUATAN melanggar Taurat tidak diperhitungkan DOSA !

    Sebentar pak, jangan marah dulu ,,, Melanggar Taurat tidak berdosa, karena Hukum yang dipakai untuk MENGADILI Dosa itu (Hukum Taurat) sudah digenapkan dalam Yesus, artinya segala kutuk TAURAT sudah dikalahkan Yesus dengan cara Disalib, Mati, namun bangkit dan naik ke Sorga! Yesus mati di Kayu Salib karena kutuk Taurat. Selama di dunia Tuhan Yesus JUSTRU tidak menjalankan Syariat Taurat yang bertele-tele itu, dan banyak meng-kritik para “Taurat’s Minded” Akhirnya Yesus disalib dengan tuduhan: Melanggar Hukum Taurat !

    Manusia yang disalib adalah terkutuk, dan Yesus sudah menjalankan KODRATNYA dengan disalib, kemudian mati, NAMUN bangkit dan MALAH naik ke Sorga, bukankah itu berarti KUTUK TAURAT (Maut) sudah dipatahkan di dalam YESUS? Dengan Kebangkitan Yesus, kutuk taurat (Maut) sudah lenyap….. Amienn !

    Meski hukum taurat sudah digenapkan oleh Yesus, namun jika BERZINAH maka manusia sesungguhnya tidak melanggar Taurat namun melanggar Norma Kesusilaan dan HUKUM NEGARA yang berlaku! Silahkan berzinah, anda tidak berdosa karena tidak ada hukum Taurat yang mengadili, namun anda akan DIHAKIMI oleh Hukum Norma dan Hukum Negara, karena ber-zinah adalah hal TABU bagi manusia bermoral (apalagi bagi umat pilihan Allah) dan pasti akan mendapatkan SANKSI bukan?

    Namun sebagai umat Pilihan Allah yang ber-moral dan mempunyai PEMBAHARUAN BUDI, maka bersatu dengan Kristus artinya turut menyalibkan dagingnya supaya ikut dalam KEBANGKITANNYA.

    Sesungguhnya tentang keselamatan, manusia yang BERIMAN kepada Yesus sudah dijamin HIDUP KEKAL dan secara jasmani sikap berdosa (tidak bermoral) nya manusia sudah dikendalikan Allah melalui mekanisme Hukum Negara. Bukankah itu artinya pada akhir jaman ini Allah telah BERHASIL menggenapkan rencana-Nya yaitu me-Moralkan manusia dan men-KEKAL kan manusia. Hanya sekarang kita harus memegang Teguh dan menanti Janji Firman Iman kepada Tuhan Yesus yang menyelamatkan Roh kita untuk masuk kepada ke-kekalan, karena kita masih hidup dalam kemah yang pertama ini (darah daging)

    Resume

    Sejak terbentuknya Adam sampai terlahirnya manusia zaman sekarang, Kitab Kehidupan manusia SUDAH tercatat di Sorga, artinya Kodrat Manusia sudah DITETAPKAN oleh Allah, dan manusia tidak mempunyai KUASA untuk menentukan jalan hidupnya (tidak berkehendak bebas lagi), karena satu-satunya jalan hidupnya adalah TAAT pada Panggilan Allah yang sudah dirancangkan sejak dunia belum dijadikan.

    Manusia lahir kedunia TIDAK MEMILIKI kehendak bebas lagi, karena KODRAT nya sudah digariskan oleh Pencipta, yaitu menjadi umat pilihan-Nya

    Manusia menolak pilihan Allah dan memilih menjalankan hidupnya sendiri, artinya manusia menolak TAKDiR/KODRAT sebagai anak-anak Allah. Menolak takdirnya artinya menolak keselamatan, menolak keselamatan artinya MENOLAK SORGA, jika menolak sorga artinya adalah MENERIMA NERAKA.

    Manusia menjalankan hidupnya sendiri artinya, MANUSIA TIDAK MEMILIKI HIDUP LAGI karena PASTI menuju kebinasaan karena menolak keselamatan yang sudah ditetapkan oleh Allah bagi hidupnya sejak dari dunia belum dijadikan.

    Mengajarkan doktrin Manusia memiliki KEHENDAK BEBAS artinya sedang mengajarkan bahwa dengan perbuatannya manusia MAMPU memilih jalan hidupnya sendiri untuk DATANG kepada keselamatan namun sayangnya, justru Alkitab Perjanjian Baru menuliskan sebaliknya, yaitu Perbuatan manusia tidak dianggap KEBENARAN, namun Iman lah yang menyelamatkan.

    Mengajarkan Doktrin “manusia berkehendak bebas” sama saja menyangkali Alkitab karena Alkitab tidak mengajarkan hal tersebut. Alkitab adalah pedoman kebenaran bagi Umat Kristen.

    Doktrin Manusia berkehendak bebas sudah saya kupas berdasarkan Alkitab sebagai standar kebenaran umat Kristen. Bapak boleh menolak ajaran Alkitab ini, namun MUSTAHIL menyangkali kebenaran Alkitab ini.

    Terimakasih, Tuhan Memberkati Pelayanan Bapak …..

    Balas

    • Trima kasih,
      1. Kelihatannya anda belum bisa membedakan arti kata keinginan dan perbuatan, coba pelajari dgn benar dulu dua kata tersebut.
      Kalau anda ingin jadi dokter, apakah otomatis anda sudah jadi dokter ?
      Bukankah anda perlu belajar kuliah difakultas kedokteran dulu, menyelesaikan semua kurikulum, memempuh ujian dan kalau dinyatakan lulus baru jadi
      dokter ? jadi keinginan dan perbuatan itu dua hal yang berbeda.
      2. Anda mengatakan manusia hanya punya satu keinginan, yaitu keinginan jahat.
      Apakah manusia diciptakan oleh Tuhan dengan memiliki keinginan yang jahat ? Perhatikan Kej. 1:26-31 dalam Kej. 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu
      menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakaNnya dia; laki-laki dan perempuan diciptakannya mereka. Jadi apakah Allah juga mempunyai keinginan jahat ?
      Perhatikan pula Kej. 1:31 maka Allah melihat segala yg dijadikanNya itu, sungguh amat baik. ….Apakah pendapat anda tidak bertentangan dgn ayat ini ?
      Perhatikan pula Yak. 1:17 setiap pemberian yg baik dan setiap anugerah yg sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; padaNya
      tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. Apakah disini ada yg mengatakan pemberian yg jahat ?
      Pehatikan pula 1Yoh. 1:15-17 [16] sebab semua yang ada didalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal
      dari Bapa, melainkan dari dunia. Apa ini kurang jelas ?
      3. Anda juga mengatakan bahwa Sejak kitab Kejadian menunjukkan bahwa Tuhan yang memilih, itu benar sekali. Pertanyaan saya di zaman Nuh apakah hanya Nuh
      yang Tuhan pilih untuk diselamatkan ?
      Begitu juga zaman Lot apakah cuma Lot yg dipilih diselamatkan dari api saat Sodom Gomora dibinasakan ? Kenapa istri Lot yg sebenarnya sudah selamat
      akhirnya menjadi tiang garam ?
      Kenapa umat Israel yang dipilih oleh Tuhan sebagian besar binasa dan hanya sebagian kecil yang selamat ?
      Apakah setelah dipilih kemudian dipilih lagi mana yg akan selamat mana yg akan binasa ?
      4. mengenai 2Pet.3:9 Dikatan disitu …………….Ia menghendaki spy jangan ada yg binasa, melainkan spy semua org berbalik dan bertobat.
      jalas ayat ini mengatakan kehendak Tuhan supaya semua orang tidak ada yg binasa [selamat]. Tetapi kenapa ada yg selamat ada yg tidak selamat ?
      5. Anda berkata Alkitab menyatakan manusia tidak diberi kesempatan memilih keinginannya.
      saya mau tanya kepada anda, apakah saat Hawa dan Adam makan buah yg dilarang Tuhan, itu karena Tuhan yang memilih ?
      Saat Kain membunuh adiknya Habel apakah itu karena Tuhan yang memilih ?
      Saat umat Israel dipadang gurun ingin daging karena bosan dengan manna yg Tuhan berikan apakah Tuhan yg memilih ?
      Saat Umat Israel menyembah berhala apakah itu karena Tuhan yang memilih ?
      saat anda ingin makan apa saja apakah Tuhan yang memilih ?
      saat anda ingin membeli baju, apakah Tuhan yang memilih ?
      saat anda ingin membeli mobil atau apa saja apakah Tuhan yang memilih ?
      saat anda ingin bangun atau tidur apakah Tuhan yang memilih ?
      6. Anda mengatakan Allah sudah menetapkan sebelum dunia dijadikan mana penghuni sorga mana penghuni neraka.
      pertanyaan saya 1. Bagaimana anda tahu bahwa anda telah dipilih oleh Tuhan masuk sorga,atau apakah masuk neraka ?
      2. kalau anda tau anda tlh dipilih oleh Tuhan masuk sorga, kalau begitu apakah anda tidak perlu lagi melakukan Firman Tuhan ?
      Anda bebas hidup suka-suka anda, mau lakukan yg baik apa yang jahat sama saja tidak ada pengaruh sama sekali.
      3. kalau anda tau telah dipilih oleh Tuhan masuk neraka, berarti tidak ada gunanya lagi percaya Tuhan, tidak ada gunanya bertobat,
      tidak perlu beribadah dll, karena tidak ada pengaruh lagi sama sekali, karena tetap masuk neraka.
      7. Coba anda teliti lagi dalam Alkitab anda baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, kata jangan itu tetap ada. Contoh :jangan mencuri, berzinah,
      jangan menghambakan diri kpd dosa dll. kalau kita melakukan apa yang dikatakan
      jangan pasti ada sangsinya. Bukankah semuanya ini menyatakan kita harus memilih ?
      Perhatikan apa yang dikatakan Alkitab dalam Wah. 21:8; Wah. 22:15; 2Pet. 3:13-15.
      8. Perhatikan Mat. 25:1-13 ttg 5 anak dara yg bijak dan 5 anak dara yg bodoh.
      Mat. 24:13 yang bertekun sampai akhir akan selamat. Berarti kalau tidak bertekun binasa
      Mat. 7:21-23 hanya mereka yg melakukan kehendak Bapa disorga yg selamat. Mereka pembuat kejahatan tidak selamat.
      1Kor.9:27 tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, spy sesudah memberitakan Injil kpd org lain, jangan aku sendiri ditolak.

      10. Oh ya banyak pertanyaan saya yg anda belum jawab, saya minta ada dukungan ayatnya karena anda selalu mengatakan anda selalu berdasarkan standard Alkitab.
      a. Dimana ayat yg mengatakan Yosua dan Kaleb dikutuk Tuhan ?
      b. Dimana ayat yang mengatakan manusia hanya punya satu kehendak, yaitu kehendak berbuat jahat ?
      c. Dimana ayat yang mengatakan pohon pengetahuan baik dan jahat yg mati bukan Adam dan Hawa ?
      d. Apakah Henokh, Abraham, Yakub, Isak, Yusuf dalam kitab Kejadian selamat apa tidak ?
      e. Apakah Musa, Elia, Elisa Yesaya, Yermia, Yehezkiel, Daniel, Yohanes pembaptis, Yusuf, Maria dan masih banyak lagi yg lain yg hidup
      dizaman torat selamat apa tidak ?

      sekian dulu trima kasih, Tuhan Yesus Kristus memberkati mu.

      Balas

  5. Terimakasih atas tanggapannya yang inspiratif bapak Pdt. Berty Kelah….
    Asmaradana akan menjawab pertanyaan bapak dalam dua bagian di kolom komentar…….

    Bapak Pdt Berty Kelah yang saya kasihi, sekiranya bapak membaca dan memahami penjelasan saya diatas sebenarnya sudah sangat gamblang menegaskan bahwa MEMANG BENAR manusia memiliki KEINGINAN, dan setelah keinginan tsb berkembang menjadi PERBUATAN / TINDAKAN maka akan mengakibatkan sesuatu.

    Saya paham benar apa itu “keinginan” dan apa itu “perbuatan”, sehingga saya secara terang benderang menjelaskan kepada bapak.

    Apakah saya menuliskan bahwa manusia (darah daging) tidak memiliki keinginan? Tidak bukan? Yang saya tuliskan adalah manusia sudah DIPILIHKAN jalan hidupnya sejak dari dalam kandungan dan itulah KODRAT manusia yang DITETAPKAN oleh sang Pencipta karena semata-mata keinginan daging adalah JAHAT dimata Allah !

    Okelah, saya akan membahas lagi dengan sukacita mulai dari Adam dan Hawa supaya semakin jelas dan terang benderang, namun saya sarankan bapak sembari membuka ALKITAB anda sambil bersama-sama meneliti ayat-ayat yang saya tuliskan dan jika KEBENARAN ini menjadi jelas maka semua ayat-ayat yang anda pakai akan BERBALIK mendukung pendapat saya, karena sesungguhnya saya hanya MENERUSKAN yang diajarkan Alkitab dan tidak sedang membuat sebuah Doktrin baru. Back to Simple Idea ajalah pak……

    Anda salah berjalan pada langkah awal, maka selanjutnya langkah anda akan semakin jauh dari tujuan sebenarnya. Anda tidak memahami Kisah Penciptaan manusia, maka anda akan semakin jauh dari makna sebenarnya dari keseluruhan pesan dan ajaran yang ditulis dalam Alkitab.

    1. Kodrat Manusia Zaman Adam

    Kej 1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita MENJADIKAN manusia menurut GAMBAR dan RUPA Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

    Kej 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

    Kej 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

    MENJADIKAN diterjemahkan dari kata Ibrani: השׂע ‘asah (kata kerja),
    GAMBAR diterjemahkan dari kata Ibrani: םלצ tselem (kata benda maskuline),
    RUPA diterjemahkan dari kata Ibrani: תומד d@muwth (kata benda feminim), MERANCANG diterjemahkan dari kata Ibrani: ארב bara’ (kata kerja)

    ayat-ayat diatas menceritakan kisah KEHENDAK Allah menjadikan manusia se-GAMBAR (tselem-noun masculine) dan se-RUPA (d@muwth-noun feminim) , yaitu berjenis laki-laki dan perempuan.

    Setelah Allah BERKEHENDAK menjadikan manusia (Kej 1:26) maka Allah kemudian MENCIPTAKAN/MERANCANG manusia untuk menggenapi kehendak-Nya yaitu untuk berkembangbiak dan beranak cucu supaya memenuhi bumi dan menaklukannya serta diberi mandat untuk berkuasa atas ikan, burung dan binatang merayap di bumi. Itulah mandat/kodrat manusia sudah ditetapkan Allah sejak sebelum dibentuk dari debu tanah.

    kata MENCIPTAKAN diterjemahkan dari kata Ibrani: bara ARTINYA merancang

    Kejadian 1:27 mencatat setelah Allah (ELOHIM) berkehendak menjadikan manusia, lalu Allah merancang manusia. Setelah manusia dirancang, kemudian dalam Kejadian 2:7 Tuhan (YHWH) Allah (ELOHIM) menanggapi firman Allah dengan cara menggenapi kehendak Allah dengan membentuk manusia dari debu dan tanah yang dhembusi NAFAS HIDUP. Ayat dibawah ini kegenapannya.

    Kej 2:7 ketika itulah TUHAN Allah MEMBENTUK manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup

    Sejak debu tanah dihembusi nafas hidup Tuhan Allah, saat itulah manusia menjadi mahkluk yang hidup yang mempunyai karakter TSELEM (kata benda maskuline).

    Ketahuilah bapak pendeta, saat Allah(ELOHIM) berkehendak menjadikan manusia, kemudian MERANCANGNYA (menciptakan-terjemahan LAI) dalam Kejadian 1:27 , sesungguhnya Allah sudah merancang juga DAFTAR keturunan Adam sampai dengan keturunannya ke sepuluh.

    Kej 5:1 Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu DICIPTAKAN (bara/dirancang) oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut RUPA Allah;

    5:2 laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama “Manusia” kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan.

    Silahkan baca Kejadian 5: 3 dst……disitu tertulis SILSILAH 10 Keturunan Adam yang sudah DIRANCANG bersamaan dengan saat Allah (ELOHIM) berkehendak menjadikan manusia. Maka genaplah sudah Firman Allah yang berkehendak menjadikan manusia seGAMBAR dan SERUPA-Nya, yaitu manusia laki-laki dan manusia perempuan.

    Ayat-ayat diatas sangat GAMBLANG dan JELAS, bahwa saat Allah berkehendak menjadikan manusia, maka Allah SUDAH MENETAPKAN JUGA keturunan-keturunan manusia tersebut, padahal saat itu manusia masih dalam proses dirancang (bara). Itulah salah satu bukti literal bahwa Allah sudah merancang dan menetapkan KEHIDUPAN manusia sejak belum dilahirkan ke dunia. Akankah anda membantah lagi FAKTA Alkitab mencatat tentang KODRAT manusia sejak dia belum dilahirkan? he he he …….

    Pdt Berty Kelah kemudian bertanya kepada saya dikarenakan saya “berpendapat” bahwa kehendak/keinginan DEBU dan TANAH (manusia) adalah jahat semata-mata. APakah “pendapat” saya itu Alkitabiah atau tidak? Mari kita bahas lagi pak…..

    Apakah kehendak/keinginan debu tanah (manusia) semata-mata jahat? Padahal Allah berkata bahwa SEMUA yang diciptakan-Nya adalah BAIK dimata-Nya. Ayat ini mohon dibaca sampai habis ya pak…..

    Kej 6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

    Kej 6:7 Berfirmanlah TUHAN: “Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.”

    Kej 6:8 Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

    Ketahuilah pak, saya tidak berpendapat, namun saya hanya meneruskan apa yang diajarkan Alkitab seperti ayat-ayat diatas tersebut. Tuhan MENYESAL menciptakan manusia dan bermaksud menghapuskan semuanya, TETAPI Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan.

    Sesungguhnya apa sih yang dimaksud JAHAT di mata Allah dan apa sih yang dimaksud BAIK dimata Allah? Kenapa bapak tidak membaca ayat-ayat dibawah ini?

    @Apa yang Jahat di mata ALLAH?

    Kej 6:11 Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan PENUH dengan KEKERASAN (chamac = voilent/cruel)

    Kej 6:12 Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak (shachath = bad morality) di bumi.

    Kej 6:13 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: “Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.

    Ayat diatas mohon dibaca ya pak, jangan dilewati satu ayatpun, maka anda akan memahami bahwa MENJALANKAN HIDUP YANG RUSAK DI BUMI adalah sesuatu yang JAHAT dimata Allah, maka Allah bermaksud MENGAKHIRI hidup manusia yang perbuatannya semata-mata JAHAT dimata Allah !

    Mengapa manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi?

    Silahkan ulang lagi dibaca Kejadian 6:7 maka bapak akan mendapatkan FAKTA bahwa Tuhan menyesal MENJADIKAN manusia. Ingat pak, Tuhan Allah menjadikan manusia dari apa sih? Debu Tanah bukan? bukankah itu sudah JELAS dan GAMBLANG bahwa Debu Tanah kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata (kejadian 6:5) dan Alkitab mencatat bahwa Tuhan Allah MENYESAL menjadikan mereka karena keinginan debu tanah HANYA JAHAT di mata Allah semata-mata……..”

    @Apa yang BAIK di mata ALLAH?

    Kej 6:8 Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

    Kej 6:9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar (tsaddiyq=lawfull/rightenouss) dan tidak bercela diantara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul (halak=berjalan) dengan Allah.

    Apa yang dipandang BAIK oleh Allah adalah manusia yang BENAR (tsaddiyq=lawfull). Lawfull alias berbudi alias ber-hukum alias bermoral dan yang bergaul (halak/berjalan dalam jalan) Allah.

    Apakah ” JALAN Allah” yang dimaksud dalam Kitab Kejadian tersebut? Silahkan membaca ulang lagi Kejadian 1:28 itulah “hukum/ketentuan/kodrat” manusia yang dipandang BAIK di mata Allah, yaitu berkembang biak, beranak cucu, dan memenuhi bumi serta berkuasa atas ikan, burung dan binatang merayap di bumi ! Itulah Kodrat awal Manusia yang sudah DIRANCANGKAN Allah sejak manusia dirancang Allah.

    Yang JAHAT di mata Allah pada Zaman Adam – Nuh (10 Keturunan Adam) adalah menjalankan HIDUP yang RUSAK (bad morality) di bumi dan yang BAIK dimata Allah adalah manusia yang bergaul dengan Allah alias menjalankan KODRAT yang sudah dimandatkan kepada manusia.

    Dari kisah diatas, pasti anda tetap berkata, manusia ada yang baik dan manusia ada yang jahat bukan? Kemudian anda menganggap ini sebuah kehendak bebas (keinginan manusia), karena ada Nuh MANUSIA BAIK dan ada Manusia Jahat lain seperti Kain.

    Sesungguhnya “keinginan manusia darah daging” TIDAK BERARTI perwujudan dari kehendak bebas manusia yang anda sebutkan itu pak, karena ayat ini membantahnya:

    Kej 2:7 ketika itulah TUHAN Allah MEMBENTUK manusia itu dari DEBU TANAH dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup

    Roma 3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah

    “manusia mempunyai keinginan” karena manusia DIBENTUK dari DEBU TANAH, maka manusia telah KEHILANGAN kemuliaan Allah, karena debu tanah semata-mata berkeinginan jahat di mata Allah, salah satu bukti literal sudah saya tuliskan di atas, bahkan Alkitab mencatat bahwa Tuhan (YHWH) menyesal telah menjadikan manusia (debu tanah).

    @Pdt. Berty Kelah:
    Allah menciptakan manusia tas Peta dan Teladan Allah Kej. 2:26-27 dan memberikan kehendak bebas, sebab itu manusia ditempatkan di taman Eden dimana mereka diperhadapkan dengan pilihan, apakah mau taat kepada Allah atau tidak. Tetapi sayang sekali, Hawa diperdaya oleh ular [ setan ] karena keinginannya dia jatuh dalam dosa. Hawa memilih lebih percaya kepada setan dari pada Allah dan Adam jatuh dalam dosa karena dia memilih mengikuti ajakan Hawa dari pada taat kepada Allah Kej. 3:1-6, 17; 2Kor. 11:3.

    @Asmaradana membahasnya………

    Apalah “ARTI KEINGINAN DAGING” jika menjalankannya (berbuat) berarti MAUT? Dengan kata lain keinginan daging itu “tidak diakui keberadaannya” oleh Allah bukan? Lihatlah Zaman Adam, ada Kain yang MEMBUNUH Habel, maka dalam silsilah KETURUNAN ADAM nama Kain tidak DICANTUMKAN disitu, padahal jelas bahwa Henokh anak Yared namun juga anak Kain. (Kej 5:1-32) (Kej 4:17-18)

    Maka jelas sekali SEBENARNYA manusia darah daging yang dibentuk Tuhan (YHWH) dari debu tanah TIDAK DIKEHENDAKI ALLAH karena SEMATA-MATA HANYA BERBUAT JAHAT di mata Allah. Standar Kebenaran Zaman Adam sudah saya uraikan diatas pak……..

    Kain adalah salah satu contoh darah daging yang TIDAK DIKEHENDAKI Allah, bukti literal Alkitab sudah menuliskan bahwa NAMA KAIN tidak ada dalam silsilah keturunan Adam. Habel juga tidak tercantum disitu karena MATI. Kain dan Habel sama-sama TIDAK DIANGGAP dan TIDAK TERCANTUM dalam 10 Silsilah Keturunan Adam. Habel Mati begitu juga darah daging bernama KAIN juga “dianggap” MATI. Fakta Jelas dan Tegas dalam Alkitab dan mustahil menyangkalnya bukan?

    Kenapa Nuh darah daging yang “hanya punya keinginan jahat” bisa berbuat sebuah kebaikan di mata Allah? Lihatlah fakta sederhana yang anda lewatkan, bahwa NUH mendapat KASIH KARUNIA dimata Allah dan itu bukan karena PERBUATANNYA!

    Kej 6:8 Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

    Kej 6:9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

    Setelah Nuh mendapat kasih karunia TUHAN maka ayat dibawahnya jelas sekali mencatat kisah NUH setelah mendapat kasih karunia Tuhan tersebut. Maka setelah Nuh mendapat KASIH KARUNIA TUHAN barulah Nuh diberi JALAN KESELAMATAN untuk menyelamatkan dirinya dan keluarganya.

    Nuh mendapat kasih karunia artinya “dianggap ada” oleh Allah, buktinya adalah hanya 8 manusia termasuk Nuh (2 Pet 3:20) diselamatkan bukan? Seluruh manusia selain 8 orang zaman Nuh dianggap mati karena BANJIR GLOBAL yang diturunkan Allah (ELOHIM)

    Ibr 11:7 Karena iman, maka Nuh  —  dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan  —  dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.

    Rasul Paulus mengajarkan bahwa “hanya cukup” beriman kepada ELOHIM maka manusia darah daging yang bernama NUH mendapatkan kodratnya kembali (HIDUP dan DIANGGAP ADA) dimata Allah.

    Apakah anda MAMPU menyangkal Alkitab dengan berkata bahwa bermula dari keinginan NUH, yang dibuahi menjadi PERBUATAN, maka dia mampu mendekat kepada Allah dan Allah BERKENAN kepada Nuh? Bukankah sebaliknya, bahwa Allah duluan yang menyapa manusia dengan MENGANUGRAHKAN Kasih Karunia-Nya, barulah Nuh MAMPU menjalankan KODRAT secara benar di mata Allah? he he he …

    Ayat-ayat diatas jelas dan tegas bahwa sesungguhnya “perbuatan” yang berasal dari sebuah “keinginan” daging yang adalah debu tanah TIDAK DIAKUI sama sekali oleh Allah! Tidak diakui oleh Allah berarti tidak sesuai KEHENDAK ALLAH. Tidak sesuai kehendak Allah berarti HILANG dari mata Allah. Hilang dari mata Allah berarti MATI seperti manusia-manusia sezaman NUH! Maka Rasul Paulus tegas berkata bahwa Iman Nuh menghukum DUNIA!

    Masih keukeuh mengakui bahwa Allah MERESTUI “keinginan darah daging” siapapun manusia itu? Allah tidak “menganggap” bahwa keinginan daging itu ada artinya adalah Allah tidak berkehendak terhadap “keinginan daging” .

    Allah tidak MENGHENDAKI “keinginan daging” karena sejatinya Allah sudah berkehendak MEMILIHKAN JALAN HIDUP manusia, namun mengapa Tuhan Allah SENGAJA membentuk manusia dari debu dan tanah yang karenanya manusia kehilangan KEMULIAAN ALLAH?

    Jika mengikuti pembahasan saya secara cermat, maka pertanyaan ini pasti ada dibenak bapak bukan? Sejatinya hal inilah RAHASIA PENCIPTAAN manusia yang terlewat dari pemahaman anda.

    Proses penciptaan manusia yang sesuai KEHENDAKNYA masih terus dilakukan sampai kegenapannya kedatangan Yesus, saat itulah Yesus sering berkata ” ….Kerajaan Allah sudah dekat !”

    Anda mustahil menyangkal penjelasan diatas, karena dalam pengajaran anda sering sekali saya baca bahwa Kitab PL dan PB harus dipahami secara kesatuan pemahaman bukan? he he he

    2. Kodrat Manusia Akhir Zaman (Paska Yesus naik ke Sorga)

    Sepertinya anda belum memahami Hakekat Penciptaan Manusia pada zaman Yesus, sehingga masih mengakui ada “keinginan/kehendak bebas” daging dalam HIDUP MANUSIA di mata Allah Bapa ya pak?

    Bukankah Tuhan(YHWH) telah menyesal menciptakan manusia dari debu tanah? Maka PROSES PENCIPTAAN manusia DIKOREKSI dengan kedatangan Yesus ke dunia. Jelas sekali bahwa SEMUA DOSA manusia akibat KETIDAK SEMPURNAAN penciptaan zaman Adam yang dibentuk dari DEBU dan TANAH sudah DIPERBAHARUI dengan sebuah Karya Keselamatan yang MIRIP Zaman Nuh, yaitu Karya Keselamatan yang “hanya” berlandaskan Iman kepada Yesus !

    Dengan menghapuskan DOSA sebagai akibat dari “keinginan daging” bukankah berarti ALLAH TIDAK MENGAKUI LAGI keberadaan “keinginan daging tersebut” karena sudah DIHAPUSKAN oleh kedatangan anak-Nya ke dunia untuk menghapuskan dosa seluruh dunia !

    Rm 8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

    Rm 8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

    Rm 8:9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.

    Ayat diatas mencatat jelas bahwa keinginan daging = maut = perseteruan dengan Allah = tidak takluk kepada hukum Allah. Namun Roh Kristus yang dicurahkan kepada manusia setelah 10 hari kenaikan Yesus, menjadikan manusia TIDAK HIDUP DALAM DAGING, artinya TIDAK BERSETERU dengan Allah, itu berarti Allah telah “MENGANGGAP ADA” kepada manusia yang adalah anak-anak Allah, karena atas kehendak Yesuslah ada Roh Kudus / Roh Penghibur itu tercurah kepada manusia

    Semua HUKUM TAURAT diturunkan kepada manusia zaman Musa hanya untuk MENYATAKAN dan MENEGASKAN lagi kepada manusia bahwa ia hanya seonggok daging yang semata-mata berbuat JAHAT saja! Maka Rasul Paulus dalam kitab Ibrani sering mengatakan Hukum yang Pertama dengan segala RITUALNYA TIDAK MEMBAWA manusia kepada kesempurnaan, sampai datangnya HUKUM KEDUA yang membawa manusia kedalam Kesempurnaan Kehendak ALLAH ! Hukum kedua adalah Perjanjian Baru yang dimeteraikan oleh darah-Nya sendiri…..

    1Kor 11:25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”

    Ayat-ayat diatas sering kita dengar saat bapak Pendeta memimpin Perjamuan Suci di gereja bukan? he he he…..

    Lalu apa kegunaan Taurat jika hanya akan digantikan dengan PERJANJIAN BARU ini? Dengan diturunkannya Hukum Taurat (Perjanjian yang Lama) , sejatinya hanya akan menunjukan kepada manusia jika ia hanya seonggok daging lemah tak berdaya dihadapan Hukum Taurat (hal Rohani), sehingga manusia daging terlihat semakin bertambah-tambah saja DOSA sehingga ketika Yesus masuk ke dunia untuk menebus dosa itu, maka disebut berlimpahlah KASIH KARUNIA-NYA kepada manusia…..

    Silahkan mencari diseluruh Alkitab pak, adakah manusia yang sempurna menjalankan 613 Hukum Taurat dengan segala ketetapannya. Kisah perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke Kanaan hanyalah contoh dari kegagalan manusia daging menanggapi Taurat! Percuma saja bangsa Israel saat itu mentaatinya karena sejatinya manusia daging TIDAK BISA TAAT kepada hal Rohani (Hukum Taurat)

    Rm 9:31 Tetapi: bahwa Israel, sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tidaklah sampai kepada hukum itu.

    Rm 9:32 Mengapa tidak? Karena Israel mengejarnya bukan karena iman, tetapi karena perbuatan. Mereka tersandung pada batu sandungan,

    keinginan daging berbeda dengan keinginan roh, dan bukankah Allah TIDAK BERKENAN oleh keinginan daging? Tidak berkenan artinya tidak mau MELIHAT keinginan daging…. Hukum Taurat adalah bersifat rohani, namun manusia darah daging MUSTAHIL bisa menjalani hal rohani, karena yang dianggap KEBENARAN ALLAH (seperti yang tertulis dalam Kitab Kejadian zaman Nuh) adalah Iman.

    Dengan segala perbuatan manusia, Allah tidak berkenan, karena Allah hanya berkenan kepada Iman, yaitu Iman dalam Yesus yang telah menghapus keinginan daging manusia dan segala perbuatannya. Yesus telah menghapus segala dosa darah daging oleh sebab itu Allah hanya MEMANDANG kepada Manusia melalui kematian YESUS, itulah STANDAR KEBENARAN Allah pak ……..

    Rm 10:3 Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.

    Rm 10:4 Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.

    Terimalah fakta ini pak, bahwa Hukum Taurat tidak menyelamatkan Israel, dan justru karena turunnya hukum taurat kepada Israel, mereka tampak semakin jauh dari kebenaran itu sendiri. Hanya melalui Yesuslah standar kebenaran Allah itu bisa dijalani manusia. Setelah kenaikan Yesus ke Sorga STATUS manusia menjadi Anak-anak Allah. Apa itu anak-anak manusia? Apa itu anak-anak Allah? Bapak tahu bedanya kan?

    Yoh 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

    Yoh 1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

    Ayat diatas itu yang menjelaskan kepada anda bahwa anak-anak Allah adalah berasal dari Allah. Status manusia menjadi anak-anak Allah, karena karya keselamatan yang dibawa YESUS. Sejak Yesus diutus Bapa-Nya untuk menyelamatkan seluruh manusia, maka semua “dosa/keinginan daging” sudah TIDAK DIANGGAP oleh Allah Bapa, dengan begitu anak-anak Allah DIANGGAP TIDAK MEMPUNYAI “keinginan daging/dosa” lagi di MATA ALLAH karena PENYEBAB DOSA yaitu Hukum Taurat Musa sudah musnah pak…..itulah fakta sederhana yang sulit dimengerti orang Kristen pak…. he he he…..

    Rm 3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

    Rm 3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.

    Rm 3:26 Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.

    Ef 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera.

    Yesus telah MENGHAPUS DOSA manusia seluruh dunia. Bukankah anda sering berkotbah bahwa dosamu (jemaat) sudah dihapuskan oleh Yesus? Dosa dihapuskan oleh Yesus artinya segala keinginan daging dan segala perbuatannya yang berakibat dosa dan MAUT sudah HILANG dan MUSNAH karena keinginan daging TIDAK DIANGGAP DOSA LAGI oleh Allah Bapa, karena sudah dihapuskan oleh anak-Nya…..sulit kan pak menerima kenyataan ini? Sulit kalau masih kekeuh pada pendirian bahwa manusia MASIH memiliki keinginan daging yang berakibat dosa!

    Mengapa YESUS harus datang? Karena TUHAN ALLAH telah menyesal menjadikan manusia, kita tahu sejak awal manusia TERLANJUR dibentuk dari debu dan tanah bukan? Ingat pak kisah Adam dan Nuh. Karena Tuhan Allah menyesal menjadikan manusia yang adalah debu dan tanah, maka anak-anak manusia zaman ini karena Iman Yesuslah maka statusnya naik menjadi Anak-anak Allah dan sudah tidak berdosa lagi karena penebusan oleh Yesus. Inilah fakta sederhana yang jarang dipahami dengan benar oleh umat Kristen.

    Dengan mengakui saat ini Anda masih BERDOSA, maka anda bukanlah anak-anak Allah, karena dengan begitu anda TIDAK MENGANGGAP penebusan Yesus itu dalam hidupmu alias tidak percaya dan beriman kepada Yesus!

    Karena Allah begitu mengasihi dunia, maka dikaruniakanlah anak-Nya yang tunggal itu untuk menyelamatkan semua manusia. Allah tahu bahwa manusia TERLANJUR dibentuk dari debu tanah, maka debu tanah itu tetap TIDAK DIANGGAP oleh Allah sejak Zaman Adam sampai dengan zaman anda ini.

    Debu tanah/daging dg segala keinginannya tidak dianggap lagi keberadaannya oleh Allah DENGAN CARA mengirimkan anak-Nya yaitu Yesus untuk menghapus dosa/tabiat daging/sifat daging dan segala perbuatannya. Dengan menghapus dosa ARTINYA menghapus keinginan daging dan segala macam akibat yang ditimbulkan dari keinginan tersebut Anda percaya pak? Itulah kabar baik yang saya sampaikan…..namun mungkin sulit anda terima bukan?

    apakah mitos “keinginan daging” mengakibatkan DOSA dan MAUT itu masih ada setelah Penebusan Yesus? TIDAK ADA LAGI ! Saya jawab dengan mantap…. Kenapa tidak ada? Karena mitos “keinginan daging dan segala perbuatannya yang mengakibatkan dosa dan maut” itu sudah DIHAPUSKAN oleh kematian YESUS! Itulah FAKTA sederhana dari Firman Iman, yaitu Iman kepada Yesus sang Juru Selamat Dunia !

    Mengapa anda masih saja mengakui bahwa keinginan daging itu ada? Bukankah keinginan daging itu telah turut disalibkan dengan kematian Yesus? Anda mengajarkan pula bahwa manusia diberikan 2 Jalan, yaitu Sorga dan Neraka? Kenapa anda salah memahami makna Alkitab pak……..

    Apakah ayat ini salah satu penyebab keragukan kepercayaan anda bahwa semua manusia diselamatkan oleh Juru Selamat Dunia yaitu Yesus?

    Mat 24:13 Tetapi orang yang BERTAHAN sampai pada kesudahannya akan selamat.

    Mat 24:14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”

    bertahan = hupomeno = Sabar/Tekun
    kesudahan = telos = tujuan
    selamat = sozo (kata kerja) = diselamatkan

    bacalah terjemahan yg lebih baik dibawah ini:
    Mat 24:13 Tetapi orang yang sabar/tekun sampai tujuan akan diselamatkan.

    Bukankah ayat itu terang benderang menjelaskan bahwa setelah kemah pertama ini (darah daging) berlalu, maka anak-anak Allah akan selamat? Kenapa anda ragu dengan ayat itu ? Sabar terhadap apa? Tekun terhadap apa?

    Sejak manusia diselamatkan oleh Allah, maka anak-anak Allah akan tersiksa jika TIDAK SEGERA TERLEPAS dari kemah pertama yang fana ini. Ayat-ayat dibawah ini identik dengan ayat diatas, menghibur anda untuk tetap bertekun sampai kemah pertama anda dibongkar, dan jangan khawatir, bahwa anda akan diselamatkan. Rasul Paulus mengajarkan seperti di bawah ini….

    Ibr 9:8 Dengan ini Roh Kudus menyatakan, bahwa jalan ke tempat yang kudus itu belum terbuka, selama kemah (skene= kediaman-Nya) yang pertama itu masih ada.

    2Kor 5:1 Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.

    2Kor 5:2 Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini,

    2Kor 5:4 Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup.

    @Pdt. Berty Kelah :

    Anda mengatakan Allah sudah menetapkan sebelum dunia dijadikan mana penghuni sorga mana penghuni neraka. Pertanyaan saya

    1. Bagaimana anda tahu bahwa anda telah dipilih oleh Tuhan masuk sorga,atau apakah masuk neraka ?

    2. kalau anda tau anda tlh dipilih oleh Tuhan masuk sorga, kalau begitu apakah anda tidak perlu lagi melakukan Firman Tuhan ?
    Anda bebas hidup suka-suka anda, mau lakukan yg baik apa yang jahat sama saja tidak ada pengaruh sama sekali.

    3. kalau anda tau telah dipilih oleh Tuhan masuk neraka, berarti tidak ada gunanya lagi percaya Tuhan, tidak ada gunanya bertobat,
    tidak perlu beribadah dll, karena tidak ada pengaruh lagi sama sekali, karena tetap masuk neraka.

    @Asmaradana menjawab dengan sukacita……..

    1. Bagaimana anda tahu bahwa anda telah dipilih oleh Tuhan masuk sorga,atau apakah masuk neraka ?

    Bukankah anda sering mengajarkan bahwa manusia baru = anak-anak Allah adalah mereka yang sudah terlahir dari Air dan Roh? Air MENUNJUK kepada pertobatan/pembasuhan yang artinya percaya kepada Yesus, dan Roh MENUNJUK kepada Roh Kudus yang telah dicurahkan sejak 10 hari kenaikan-Nya ke Sorga?

    Kis 2:17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir  —  demikianlah firman Allah  —  bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas SEMUA MANUSIA; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.

    Frasa “semua manusia” diterjemahkan dari kata Yunani : PAS SARX atau lebih tepatnya SEMUA DAGING (menunjuk kepada manusia darah daging)

    Setelah Roh Kudus dicurahkan kepada semua manusia pada hari Pantaikosta, maka sejak saat itulah manusia darah daging berubah status menjadi anak-anak Allah dan SUDAH TERMETERAI dengan Roh Kudus yang menjamin keselamatan anak-anak Allah. Sejak saat itu HAKEKAT manusia berubah menjadi: daging+jiwa+Roh Kudus (Pakaian Kemuliaan)

    2Kor 1:21 Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi,

    2Kor 1:22 memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.

    2. @Berty Kelah : kalau anda tau anda tlh dipilih oleh Tuhan masuk sorga, kalau begitu apakah anda tidak perlu lagi melakukan Firman Tuhan ?
    Anda bebas hidup suka-suka anda, mau lakukan yg baik apa yang jahat sama saja tidak ada pengaruh sama sekali.

    @asmaradana menjawab dengan sukacita……….
    Siapa bilang kalau bebas? Siapa yang mengatakan bahwa bebas melakukan hidup yang suka-suka? Sejak Tuhan Yesus menghilangkan kutuk Taurat, dan menghapus dosa manusia, maka didalam Yesus hanya ada pengharapan menantikan kegenapan Iman kita, yaitu HIDUP KEKAL. Karena kita masih hidup dalam BELENGGU Kemah Pertama ini, maka kita hanya bisa sabar dan menanti kegenapan janji Tuhan yaitu Pengharapan untuk menerima KEPENUHAN JANJI-Nya, yaitu Kehidupan Kekal di Sorga.

    Kenapa anda ragu-ragu pak? Percaya Yesus saja kok, dan bersabarlah menanti kegenapan janji Iman-Nya bahwa anda akan diselamatkan jika kemah pertama anda sudah berlalu.

    Dalam menanti janji kegenapan-Nya masihkah kita terpikir untuk sedih, susah, dan merasa masih berdosa saja?? Saya tahu anda pasti akan menunjukan lagi kepada saya tentang Hukum Taurat itu bukan? Percayalah Yesus, maka darah daging dan segala keinginannya TIDAK DIANGGAP dosa, karena Yesus sudah menghapuskannya melalui kematian-Nya. Itulah Iman Sejati kepada Yesus.

    Ibr 9:24 Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.

    Ibr 9:25 Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri.

    Ibr 9:26 Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya.

    Ibr 10:1 Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.

    Mungkin ayat diatas sudah ribuan kali bapak baca, namun kenapa tidak memahaminya dan menganggap manusia masih berdosa saja. Bukankah jika menganggap keberadaan manusia MASIH SAJA BERDOSA sejak Yesus naik ke SORGA, hal itu berarti MENYANGKALI IMAN anda kepada Yesus dan semua karya keselamatan-Nya? he he he

    Yesus hanya SATU KALI mempersembahkan diri-Nya dan bukan berkali-kali, ARTINYA adalah sekali saja menyatakan diri-Nya pada zaman Akhir untuk menghapuskan SELURUH dosa manusia oleh korban-Nya yang adalah tubuh-Nya sendiri. Jadi jika menganggap anda masih berdosa saja maka artinya anda menyalibkan YESUS berulang-ulang….

    Ayat diatas mengingatkan juga kepada kita bahwa Hukum Taurat tidak menyempurnakan mereka yang MENGANUTNYA, jadi mengapa MASIH ada saja manusia KRISTEN yang suka memakai Hukum Taurat dan segala ketetapannya dengan HARAPAN hal itu mampu menyempurnakan hidupnya…..Sungguh sebuah pemahaman yang jauh dari kebenaran Firman Iman Yesus. Jika kita memahami makna Kitab Ibrani, maka tentulah kita tidak memakai Hukum yang Lama yang tidak menyempurnakan bukan? he he he ….

    imam besar masuk sekali setahun zaman musa sudah DIGANTIKAN oleh Imam Besar Yesus menurut peraturan Mekisedek, yang hanya masuk SEKALI untuk SELAMANYA, dan semua Hukum yang Pertama SUDAH USANG, karena sudah TERBIT hukum terbaru yang lebih menjanjikan manusia kepada KESEMPURNAAN KESELAMATAN…..ayat dibawah ini mohon dibaca FULL dan jangan setengah-setengah !

    Ibr 10:7 Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku.”

    Ibr 10:8 Di atas Ia berkata: “Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya”  —  meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat  — .

    Ibr 10:9 Dan kemudian kata-Nya: “Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.” Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.

    Ibr 10:10 Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

    Ef 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera

    Jadi bagaimana kita harus bersikap? Seorang manusia dalam perjalanan pulang ke rumah abadinya, bukankah tidak pantas jika bersedih, susah, meratap berkepanjangan? Anda sudah diselamatkan oleh Yesus, maka bersyukurlah, bersukacitalah dan saling meneguhkan sesamamu, rukunlah karena anda sedang dalam PERJALANAN BERBAHAGIA menuju Kesempurnaan Anda pak.

    Jangan mengisi perjalanan bahagia ini dengan saling menakut-nakuti sesama. Bukankah tidak tepat jika mengabarkan KABAR SUKACITA dengan cara Teror dan menyebar ketakutan? Zaman YHWH sudah berlalu, skg zaman Tuhan Yesus dan Roh Kudus, yaitu Roh Penghibur yang menyukacitakan dan memeteraikan manusia untuk menerima JANJI KESEMPURNAAN.

    Apakah anda akan mengisi perjalanan pulang Anda ke rumah Abadi dengan hal-hal yang sia-sia? Bukankah itu tindakan yang tidak bijak karena akan MERUSAK SUASANA Sukacita dalam perjalanan?

    10 Hukum Taurat SUDAH TIDAK BERSENGAT MAUT karena kutuknya sudah dikalahkan oleh Yesus. Jika anak-anak Allah tetap melanggarnya, hal itu tidak diperhitungkan DOSA, namun perbuatan melanggar “hukum taurat” adalah PERBUATAN DUNGU dan TOLOL karena merusak suasana bahagia dalam perjalanan pulang !

    Contohnya, Hukum Taurat berkata: Hormatilah Orang Tuamu ! Kemudian anda melanggarnya? Apakah dosa? Saya menjawab dengan mantap: TIDAK BERDOSA !, namun meski tidak berdosa, jika MELANGGARNYA orang tersebut bodoh dan dungu karena berbuat sia-sia merusak kebahagiaan. Anda tidak menghormati Orang Tua anda, bukankah itu menyiksa diri anda sendiri? Bukankah itu melanggar NORMA MASYARAKAT dan NORMA SOSIAL di lingkungan anda? AKankah anda tetap berbahagia jika DIKUCILKAN lingkungan anda karena hal tersebut? Tidak berbahagia bukan?

    Silahkan anda menyebut semua hukum taurat di zaman Musa, dan melanggarnya, Alkitab tetap berkata TIDAK BERDOSA, namun jika anda NEKAT melanggarnya, bukan hukum Taurat yang akan mengadili anda, namun Hukum Negara dan Hukum Sosial yang akan MENYIKSA anda dalam perjalanan pulang ke rumah abadimu ! Silahkan pilih pak. he he he…..

    Inilah fakta sederhana dari Iman kepada Yesus yang justru tidak dipahami dengan sungguh-sungguh oleh umat Yesus, sehingga mengira mereka masih TETAP BERDOSA dan masih saja menganggap mereka hidup dalam Zaman Taurat Musa. Ingat pak, Yesus adalah Pelanggar Taurat koq….. hehehehe…..

    3. @Pdt. Berty Kelah bertanya: kalau anda tau telah dipilih oleh Tuhan masuk neraka, berarti tidak ada gunanya lagi percaya Tuhan, tidak ada gunanya bertobat,
    tidak perlu beribadah dll, karena tidak ada pengaruh lagi sama sekali, karena tetap masuk neraka.

    @Asmaradana menjawab dengan sukacita……..
    Tunjukan kepada saya berikut bukti-buktinya bahwa ADA MANUSIA yang akan menghuni neraka. Saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini, karena saya CALON PENGHUNI SORGA pak.

    Menyebalkan memang, jika kepercayaan kepada sebuah doktrin yang diwariskan turun temurun kepada orang Kristen, ternyata doktrin tersebut justru meleset jauh dari MAKAN SEJATI yang dituliskan alkitab. Pahamilah Kisah Penciptaan manusia dalam kitab kejadian, maka anda akan menuju kepada sebuah Fakta nan Sederhana namun Dahsyat karena mengandung JANJI KESEMPURNAAN………

    Saat ini sesungguhnya saya sedang MEMBERITAKAN KABAR BAIK kepada anda, semoga anda anda MAMPU menerima Yesus apa adanya dalam hati anda pak…
    Allah Bapa memberkati anda karena Yesus telah menjadi perantara doa anda sehingga DOA anda DILIIHAT dan DIDENGAR oleh Allah. Berbahagialah jika anda menerima Iman ini… Amien !!!

    ……..bersambung bagian kedua menjawab pertanyaan anda………

    Balas

    • Maaf anda tidak menjawab pertanyaan saya.

      Saya bertanya lagi kepada anda :
      1. Menurut anda Alkitab terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia Firman Allah atau hanya sebagian Firman Allah ?
      jawab ya atau tidak
      2. Menurut anda apaka Yesus Kristus adalah Tuhan ?
      jawab ya atau tidak
      3. Menurut anda setelah kematian apakah ada sorga dan neraka atau tidak ?
      jawab ya atau tidak.

      Trimakasih Tuhan Yesus Kristus memberkati mu.

      Balas

  6. Haloo bpk pendeta… thanks atas pertanyaannya, seharusnya saya yg byk bertanya lho tapi justru bapak yng banyak nanya ke saya.. hehee…

    Karena ini bukan tebak-tebakan anak SD saya menolak menjawab tanpa alasan…

    Karena ini diskusi alkitab, maka jawaban harus berdasarkan sebab akibat.

    @pdt.berty kelah:
    Saya bertanya lagi kepada anda :
    1. Menurut anda Alkitab terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia Firman Allah atau hanya sebagian Firman Allah ?
    jawab ya atau tidak

    @asmaradana menjawab…
    Sejak saya memahami bahwa Sang Pencipta menghendaki ciptaanNya mengenal-Nya, maka saya belajar membaca PESAN yang ditulis UTUSANNYA yg berisi SEGALA SESUATU tentang Sang Pencipta dan Rencana-Nya.

    Sejak saya memahami Sang Pencipta menyampaikan pesan tertulis kepada ciptaanNya menggunakan bahasa Ibrani dan Yunani, kemudian DICATAT oleh para utusan-Nya, maka mau tidak mau saya harus belajar kedua bahasa tersebut.

    Alkitab terbitan LAI adlh salah satu dari ratusan ribu terjemahan PESAN PENCIPTA dlm bahasa SELAIN Ibrani dan Yunani. Karena saya memakai Bahasa Indonesia dlm kehidupan sehari-hari, maka lebih mudah bagi saya untuk membaca pesan Sang Pencipta itu.

    Sejak saya tahu bahwa LEBIH MUDAH MEMBACA belum tentu LEBIH MUDAH MEMAHAMI, maka saya membaca lebih dari sekedar Alkitab terbitan LAI, dengan cara MEMBANDINGKAN penggunaan KATA yg dipakai Alkitab dengan teks kitab suci dalam berbagai terjemahan bahasa, karena saya tahu bahwa pesan Sang Pencipta tidak DICATAT dalam bahasa indonesia…

    Alkitab LAI bukan Firman Allah, namun Alkitab LAI MENCATAT Firman Allah dalam terjemahan bahasa Indonesia.

    Kenapa pak pendeta nggak nanya terjemahan lama atau baru? Hehe..

    @pdt. Berty Kelah:
    2. Menurut anda apaka Yesus Kristus adalah Tuhan ?
    jawab ya atau tidak

    @asmaradana menjawab…….
    Iblis dan Setan-setanpun PERCAYA bahwa Yesus adalah Tuhan, apalagi saya yang DISELAMATKAN YESUS dlm Kehendak Bapa, Anak dan Roh Kudus.

    @pdt. Berty Kelah:
    3. Menurut anda setelah kematian apakah ada sorga dan neraka atau tidak ?
    jawab ya atau tidak.

    @asmaradana menjawab……..
    Saya menemukan KONSEP yang jelas tentang Sorga, namun belum menemukan definisi yang jelas ttg Neraka dan siapa yg mengelolanya… mungkin bapak bisa menjelaskan ttg konsep neraka?
    Dari data literal yg tercatat dalam Pesan Sang Pencipta maupun dalam Alkitab saya mempercayai Sorga karena konsep dan pengelolaan yang JELAS

    Pak Pdt.Berty Kelah, saya gantian bertanya kepada bapak….

    1. Apakah iman anda menyelamatkan Anda?

    2.Apakah definisi Hidup dan mati menurut anda?

    3. Apakah definisi dosa menurut anda?

    Tiga pertanyaan ini yang saya tunggu jawabannya, semoga saya mendapatkan pencerahan dari jawaban anda pak..

    Trims…. God Bless u ….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: