LAMBANG PENYERAHAN DIRI

Graphic1

LAMBANG PENYERAHAN DIRI

Tuhan Yesus memberi kita 2 lambang penyerahan diri yg besar. Keduanya terbuat dari kayu. Yang satu adalah  Salib dan lainnya adalah Kuk. Salib dan Kuk melambangkan 2 aspek penyerahan diri yg berbeda. Salib merupakan alat kematian; kuk merupakan alat untuk bekerja keras. Salib merupakan lambang pengorbanan; Kuk merupakan lambang pelayanan. Salib mengingatkan kita pada darah; Kuk mengingatkan kita pada keringat. Penyerahan diri Kristen itu berarti siap memikul Salib dan siap Memikul Kuk. Jadi siap mati bagi Kristus dan siap memeras keringat / bekerja keras bagi Kristus. Luk. 9:23 ; Mat. 11 : 29. Tuhan Yesus tidak hanya mengajak kita datang kepadaNya, tetapi juga menyuruh kita untuk memikul KukNya sehingga kita bisa belajar kepadaNya. Mat. 11:28-29.

Kedua tindakan ini, datang kepadaNya dan memikul Kuk Nya, menggambarkan 2 tingkat penyerahan diri yg berbeda yg harus diambil oleh setiap org percaya. Penyerahan diri berlawanan sekali dengan sifat dasar kita. Inti dari dosa adalah pemberontakan. Alkitab berkata kita sekalian sesat seperti Domba, masing masing kita mengambil jalannya sendiri. Yes. 53:6. Pada dasarnya kita pemberontak dan mementingkan diri sendiri. Berikut ini adalah suatu hal yg paradoks yg mempunyai arti yg mendalam yg terdapat didalam Injil. Kepada orang orang yg hidup tertekan, kita akan berharap Yesus berkata, ikutlah Aku dan Aku akan menolong melepaskan beban mu. Tetapi secara mengherankan Ia berkata, pikullah kuk yg Kupasang …… dan jiwa mu akan mendapat ketenangan. Kepada mereka yg telah penat oleh perjuangan hidup, Ia menawarkan lambang kerja keras yg paling berat didunia ini. Mengapa hal ini bisa berhasil ? Karena damai sejahtera dan ketenangan yg sesungguhnya merupakan hasil dari penyerahan diri. TERPANGGIL UNTUK MEMIKUL SALIB : Setelah pengepungan kota Roma pada th. 1849 Jendral Garibaldi, pahlawan Itali yg masyur membuat pernyataan yg terkenal : “ Para prajurid, semua usaha kita melawan kekuatan kekuatan yg lebih kuat tidak membuahkan hasil. Saya tidak mempunyai apa apa untuk ditawarkan kepada kalian, kecuali, kelaparan kehausan, kesusahan dan kematian; tetapi saya mengajak semua orng yg mencintai tanah air mereka untuk bergabung dengan saya. Pada masa perang dunia II ketika Sir Winston Churchiil menjadi perdana mentri Inggeris, ia memberitahu bangsanya bahwa yg dapat ditawarkan olehnya hanyalah “ darah, keringat dan air mata.” Tuhan Yesus memanggil orang orang seperti itu, dengan kejujuran. Dia tidak hanya memberikan janji janji tetapi juga dengan jujur Dia mengatakan resiko menjadi muridNya. Luk.9:23; Yoh.16:33;Yoh.16:20; Yoh.16:1-3; Mat.10:38-39. Salib melambangkan satu hal, kematian, penderitaan dan kesakitan yg menyertainya. Pada masa Romawi penjahat yg terhukum membawa sendiri salibnya ketempat eksekusinya. Kemudian salib itu dipakai untuk alat hukuman mati. Salib melambangkan kematian dengan jalan yg sangat menyakitkan. Pemakaian kata salib oleh Yesus dalam ayat itu berarti bahwa jika kita ingin menjadi muridNya, kita harus mengikut Dia dengan kesetiaan yg demikian mutlak sehingga kita siap mati untuk Dia jika perlu. Berserah kepada Kristus berarti bahwa kita harus : menyangkal diri, menyerahkan diri dan menyatakan diri.Mat. 10:32-39 Sangkal diri berarti kita mati bagi diri kita/keakuan dan mulai hidup bagi Kristus. Gal.5:24-26; Rom.6:3-14; Mark.14:36. Presiden Sukarno pernah berkata, saya menncitai tanah air saya,saya mencitai wanita, tetapi terutama sekali aku mencintai diriku sendiri. Kita pada umumnya mencitai diri sendiri. Sangkallah diri mu dan katakan ya pada Tuhan. Penyangkalan diri saja tidak cukup kita juga harus menyerahkan diri. Kita harus rela kehilangan nyawa karena Dia dan Injil. Ketika Yesus disalibkan maka para pelaksana hukuman matiNya menancapkan paku pada kaki dan tanganNya. Tetapi yg membuat Dia tertancap pada salib, bukanlah paku2 itu , melainkan penyerahan diriNya. Bill Borden yg kaya raya di Chicago mempunyai moto : Katakan tidak pada keakuan dan ya kepada Yesus Kristus  setiap waktu. Tidak semua bisa terus diberi tempat utama. Apakah atau siapakah yg menduduki tempat utama dalam hidup anda? Profesi, keluarga, hobi, materi ataukah Allah. Apakah yg sedia kita pertaruhkan untuk Tuhan? Kiss. 15:26 > Paulus dan Barnabas adalah orang2 yg mempertaruhkan nyawanya bagi Tuhan, kata mempertaruhkan merupakan istilah judi. Itu berarti mengadu untung dan mengadu nasib. Anda bersedia mempertaruhkan apa bagi Tuhan. Kwalitas anda sebagai seorang murid diukur oleh apa yg sedia anda pertaruhkan untuk Tuhan, bukan pengetahuan anda tentang Tuhan, pemberian2 anda atau kehadiran dalam ibadah tau pernyataan2 anda. Murid sejati mempertaruhkan seluruh hidupnya bagi Kristus. NYATAKANLAH DIRI ANDA : Anda tidak hanya harus menyangkal diri dan menyerahkan diri, tetapi juga harus menyatakan diri. Mark.8:38. Mengikut Yesus sering merupakan hal yg tidak populer untuk dilakukan. Jika seorang malu mengaku bahwa ia orang Kristen, jika ia malu menyatakan dipihak mana ia berada, ia tidak boleh berharap akan meperoleh kehormatan ketika kerajaan itu datang. Kita harus berani menyatakan iman kita secara terbuka dimuka umum. Penyaliban merupakan tidakan pehukuman dimuka umum. Orang tidak disalib ditengah kegelapan malam. Kita tidak boleh jadi murid yg sembunyi2. Yoh. 9:22 > orang tua dari org buta yg disembuhkan takut dikucilkan, karena mereka lebih suka kehormatan manusia dari pada kehormatan Allah. Yoh.12:42-43. Setelah penyaliban Yesus , Yusuf dari Arimatea, yg tlh menjadi murid Yesus, dgn sembunyi2 menemui Pilatus dan meminta mayat Yesus spy ia dapat menguburkan Dia dgn layak. Yusuf percaya kepada yesus tp krn takut kepada org Yahudi, ia tidak mengakui Yesus secara terang terangan. Tetapi ketika ia melihat Yesus mati untuk dia  iatidak dapat diam lebih lama lagi. Yusuf secara terbuka mengidentifikasikan diri bersama Yesus. Yoh. 19:38. Kemudian kita diberi tau Nikodemus membeli minyak mahal yg banyak untuk membalur tubuh Yesus sebelum dikuburkan. Yoh. 19:38. Apakah Nikodemus diselamatkan ? Memang benar pernah Nikodemus membela Tuhan Yesus Yoh. 7:51 . berbeda dengan perem Samaria dalam Yoh. 4  dia langsung menceritakan tentang Yesus dan banyak orang Samaria datang kepada Yesus. Selama perang kemerdekaan Amerika serikat seorang pemuda datang kepada George Washington dan berkata, Jendral saya ingin bapak mengetahui bahwa saya percaya kepada bapak dan prinsip bapak. Saya mendukung bapak sepenuhnya. Kemudian Jendral dengan ramah mengucapkan terima kasih kepadanya dan bertanya, anda tergabung dalam resimen apa? Siapa komandan anda? Seragam apa yang anda pakai? Oh kata pemuda itu, saya bukan seorang prajurid, saya hanya seorang sipil. Jendral menjawab, anak muda, jika anda percaya kepada saya dan prinsip saya, jadilah seorang prajurid. Pakailah seragam. Ambil senjata dan bertempur. Tuhan Yesus memberikan tantangan yang sama kepada kita. Ia memerlukan prajurid, bukan simpatisan. Karena inilah jenis penyerahan diri yg membawa kita kepada hidup yg berharga dan memuaskan   Oleh Paul W. Powell

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: