TABERNAKEL II

Graphic1

KOLAM PEMBASUHAN

Keluaran 30:17-21

Ayat 17                   Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa, firmannya :

 

Ayat 18          Dan lagi hendaklah kau perbuat sebuah kolam daripada tembaga dan kakinyapun daripada tembaga akan pebasuhan dan tarulah dia diantara kemah perhimpunan dengan mezbah, lalu bubuhlah air dalamnya.

 

Ayat 19          Maka Harun dan anak-anaknya laki-laki hendaklah membasuh kaki tangannya dengan air yang dari kolam itu.

 

Ayat 20            Maka apabila mereka itu masuk kedalam kemah perhimpunan, tak akan jangan dibasuhkannya dirinya dengan air, asal jangan mereka itu mati dibunuh; maka demikianpun apabila mereka itu mengahmpiri mezbah hendak berbuat bakti dan memasang korban bakaran itu bagi Tuhan.

 

Ayat 21          Maka hendaklah mereka itu membasuh kaki tangannya, supaya jangan mereka itu mati dibunuh; maka perkara inilah menjadi suatu hukum yang kekal baginya dan bagi benihnya turun temurun adanya.

 

olam pembasuhan adalah alat yang kedua yang terletak pada     halaman    dan    bertentangan    dengan    pintu

kemah dimuka Mezbah Korban Bakaran.

Pengertian Rohani dari Kolam Pembasuhan adalah Baptisan Air.

Dalam Keluaran 30:17-21 tersebut diatas terdapat hal-hal sebagai berikut :

 

Ayat 17     Perintah Allah pada Musa

Ayat 18     Kolam Pembasuhan diperbuat dari tembaga

Ayat 19     Harun dan anak (Imam Besar dan Imam-imam) harus basuh kaki dan tangan pada Kolam Pembasuhan.

Ayat 20     Sebelum masuk kemah perhimpunan (Kamar Suci dan Kamar Maha Suci) harus membasuh diri supaya jangan mati dibunuh juga sebelum melayani korban bakaran.

Ayat 21     Harus membasuh kaki dengan tangannya supaya jangan ada hukuman.

Gambar Kolam Pembasuhan

7693337

Kolam Pembasuhan terbuat daripada tembaga dan punya kaki daripada tembaga. Letaknya antara Mezbah Korban Bakaran dan Pintu Kemah terbuat daripada kaca orang Israel yang mereka serahkan untuk pembuatan Kolam Pembasuhan Keluaran 38:8 yang berbunyi : “Dan lagi perbuatkanlah kolam tembaga serta dengan kakinya tembaga daripada segala cermin yang dibawa oleh perempuan  beramai-ramai kepada Pintu Kemah”.

Kolam Pembasuhan adalah merupakan alat penghabisan yang ada dihalaman dimana Imam-imam Besar harus menyucikan dirinya membasuh tangannya dan kaki sebelum masuk didalam kemah.

ARTI ROHANI :

Kolam Pembasuhan berbicara tentang Baptisan Air. Oleh karena itu Baptisan Air adalah hal yang sangat penting sebagai penyucian yang terakhir untuk masuk dalam Kamar Suci. Baptisan Air adalah pekerjaan terakhir dari ketebusan atau pendahuluan dari penyempurnaan untuk terima kepenuhan Roh Suci.

Penyucian dalam Kolam Pembasuhan adalah kewajiban bagi Imam-imam Besar agar tidak terbunuh. Keluaran 30:20 yang berbunyi :

“Maka apabila mereka itu masuk kedalam kemah perhimpunan, tak akan jangan dibasuhkannya dirinya dengan air, asal jangan mereka itu mati dibunuh; maka demikianpun apabila mereka itu menghampiri mezbah hendak berbuat bakti dan memasang korban bakaran itu bagi Tuhan”.

Oleh karena itu Baptisan Air merupakan suatu kewajiban yang penting yang harus dilakukan oleh setiap orang yang menerima Kristus sebagai Tuhan dan penebusnya. Yahya Pembabtis menamakan Baptisan Air melarikan diri dari murka Allah Matius 3:7 yang berbunyi : “Tetapi apabila dilihatnya banyak daripada orang parisi dan sadukipun datang minta dibaptiskan, berkatalah ia kepada mereka itu; Hai bangsa ular siapakah mengajar kamu melarikan dirimu daripada murka yang datang kelak?”

Orang yang tidak dibaptiskan dengan air nanti kena murka Allah dan mati untuk selama-lamanya. Kalau umat Israel adalah umat pilihan Allah diharuskan untuk dibabtis apalagi kita orang kafir. Kita merupakan pohon zaitun hutan yang ditempelkan kepada pohon zaitun yang sebenarnya. Rum 11:16-21. Ingat kalau pohon zaitun yang sebenarnya tidak disayang tentu pohon zaitun hutan tidak ada gunanya (orang kafir).

Pohon Zaitun – pohon zaitun yang sebenarnya yaitu umat Israel.

Pohon Zaitun hutan             – orang kafir (kita) yang ditempelkan

Itu sebabnya untuk mengenapi syarat kebenaran Allah  maka Kristus dibaptiskan di Sungai Yarden. Hendaklah diketahui kalau mempelai laki-laki itu dibaptiskan, maka mempelai perempuan tentu akan dibaptis juga. Sebagaimana istri tunduk kepada suami demikian juga sidang jemaat tunduk kepada Tuhan.

Baptisan Air adalah baptisan yang kelihatan dan menerima Tuhan Yesus menjadi pengakuan yang nyata kepada umum bahwa seorang yang telah menerima Tuhan Yesus menjadi Juruselamat kita. Ini kesaksian tentang apa yang terjadi dalam dirinya sehingga umum mengetahui bahwa ia telah menerima Tuhan. Apabila yang menerima Tuhan Yesus Kristus dan mengakui pengorbanannya tanpa dibaptis berarti menutup jalan pada kesempurnaan. Ada kalanya setelah orang menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat dan kemudian mendapat Baptisan Roh dari sorga ini adalah suatu anugerah yang besar tetapi jangan dia meremehkan Baptisan Air karena Baptisan Air perlu dilakukannya sebab itulah kesaksian Kisah Rasul 10:44-48.

Pengertian dari hal Baptisan Air

  1. Lari dari murka Allah Matius 3:7
  2. Jalan keampunan dosa Kisah Para Rasul 2:37-38
  3. Kesudahan segala daging Rum 6:3-4
  4. kesaksian dari hal menerima Tuhan Yesus Kristus secara nyata

Baptisan Air ini dilakukan oleh Hamba-hamba Tuhan dan dilakukan dimana saja dan tidak memilih tempat tapi dimana saja ada air banyak yang dapat dipakai disitu bisa dibaptiskan orang. Adalah Hamba-hamba Tuhan yang sudah dibaptis juga tapi yang layak untuk melakukan baptisan air dapat dilakukan disetiap waktu tidak perlu tunggu pada hari-hari yang istimewa. Setelah oknum itu menyerah dikaki Tuhan diwaktu itu sebagai anak yang telah dilahirkan tidak memilih waktu demikian juga Baptisan Air.

Dalam Baptisan Air penetapan penyucian daripada noda dosa dan ini adalah Kebenaran Allah untuk persediaan memasuki dalam tempat suci melalui Pintu Kemah (Baptisan Roh Suci). Kesudahan kehidupan hawa napsu daging.

Contoh :        Zaman Nuh daging lenyap 1 Petrus 3:18-21 dan Firaun dan tentaranya mati di Laut Kolzom.

 

Ada 4 Macam Baptisan yang dihubungkan dengan Baptisan Yahya.

Dalam Yesaya 40:1-8 Yahya Pembaptis adalah pembuka jalan kedatangan Tuhan Yesus lihat Markus 1:7-8 yang berbunyi :

“Maka ia mengajar orang, katanya: kemudian daripada aku ini akan datang kelak seorang yang lebih berkuasa daripada aku, maka tunduk menguraikan tali kasutnyapun aku tiada berlayak” (ayat 7)

“Adapun aku membaptiskan kamu dengan air tetapi Ia akan membaptiskan kamu dengan Rohulkudus” (ayat 8)

Dalam Yesaya 40:6-8 dinyatakan kesudahhan segala daging, pekabaran Yahya Pembaptis adalah pekabaran pertobatan dan ditutup dengan Baptisan Air. Jadi pekabaran dari Mezbah Korban Bakaran ke Kolam Pembasuhan dalam Markus 1:2-8 Yahya Pembaptis pembuka jalam bagi Tuhan Yesus sebagai pembaptis agung Roh Suci dan api artinya Baptisan Roh perhatikan Kisah Para Rasul 2:37-38 yang berbunyi :

“Setelah didengarnya demikian maka pedihlah hati orang sekalian, lalu berkatalah mereka itu kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain itu: Hai tuan-tuan dan saudara sekalian apakah yang wajib kami perbuat ?” (ayat 37)

“Maka kata Petrus kepada mereka itu ‘hendaklah kamu bertobat dan berbaptis masing-masing kamu dengan nama Yesus Kristus akan jalan keampunan dosamu, lalu kamu akan beroleh anugerah Rohulkudus” (ayat 38)

Kenapa ada 4 Macam Baptisan ?

BAPTISAN YAHYA – baptisan Yahya tidak sempurna karena tidak memakai nama Tuhan Yesus Kristus hanya memakai nama Bapa, Anak, dan Rohulkudus.

Baptisan Air adalah perintah Allah pada manusia sebagai jalan keselamatan Markus 16:15-16 yang berbunyi :

“Lalu bersabdalah Yesus kepada mereka itu: pergilah kamu keseluruh bumi beritakanlah Injil itu kepada sekalian alam”. (ayat 15)

“Barang siapa yang percaya dan yang dibaptiskan ialah akan diselamatkan, tetapi barang siapa yang tiada percaya itu, ialah akan dihukumkan”. (ayat 16)

Dalam ayat ini memakai nama Bapa, Anak dan Rohulkudus dimana dinyatakan barang siapa yang percaya dan dibaptis dia akan selamat. Inilah komando Kristus yang tak bisa diabaikan harus dilakukan oleh setiap orang yang menerima Kristus sebagai Juruselamat akan tetapi dalam Kisah Rasul 2:37-38 murid-murid membaptiskan dengan nama Tuhan Yesus. Didalam Kisah Rasul 8:12 yang berbunyi : “Tetapi tatkala mereka itu percaya akan Pilipus yang memberitakan kabar kesukaan dari hal kerajaan Allah dan nama Yesus Kristus itu, maka mereka itu sekalian, baik laki-laki, baik perempuan, berbaptislah”.

Juga nama Tuhan Yesus dalam Kisah Rasul 10:48 yang berbunyi : ”Maka disuruhnyalah membaptiskan mereka itu dengan nama Yesus Kristus. Kemudian mereka itupun mintalah Petrus tinggal disitu beberapa hari lamanya”

Dan Kisah Rasul 19:6 yang berbunyi : “Apabila Paulus sudah meletakkan tangannya keatas mereka itu maka turunlah Rohulkudus ke atas mereka itu lalu mereka itupun berkatalah dengan berbagai-bagai bahasa sambil bernubuat”.

Sebab itu Baptisan Air dalam nama Bapa, Anak dan Rohulkudus belum sempurna ditambahkan dengan Tuhan Yesus Kristus. Bapa, Anak, dan Rohulkudus tetapi gelar yang penting disini ialah nama Kisah Rasul 4:12 yang berbunyi : ”Maka tiadalah keselamatan didalam barang seorang lainpun; karena dibawah langit tiada lagi nama lain yang dikaruniakan kepada manusia, didalamnya kita selamat”.

Tidak ada nama lain dibawah langit selain dari nama Tuhan Yesus Kristus. Itu sebabnya dalam Kisah Rasul 19:1-6 ada baptisan ulangan, oleh karena itu pada hari Pentakosta orang yang mendengar tatkala murid-murid itu dibaptis dengan Rohulkudus maka mereka bertanya : Apakah yang wajib kami perbuat, maka jawab Petrus dalam Kisah Rasul 2:37-38

Hendaklah diketahui bahwa Umat Israel telah menerima Baptisan Air dari Yahya Pembaptis. Yang  Injil Markus mengatakan seluruh, tapi dalam Injil Yahya bertahap. Oleh karena itu disimpulkan dalam Markus. Tetapi dalam Kisah Rasul 2 kita melihat mereka dibaptis kembali 3000, 2000, dan seterusnya.

Itu sebabnya dalam Kisah Rasul 19 ada baptisan ulangan yang dilakukan oleh Rasul Paulus tatkala dia berjumpa dengan murid-murid Yahya Pembaptis di Epesus. Itulah sebabnya baptisan gereja dilakukan dengan sakramen Dengan Nama Bapa, Anak dan Rohulkudus yaitu Tuhan Yesus Kristus yaitu :

¨      Nama Bapa itulah Tuhan

¨      Nama Anak itulah Yesus          

¨      Nama Rohulkudus itulah Kristus

Dalam Yahya 1:16, 33-34, Lukas 3:2-3 adalah perintah kepada Yahya Pembaptis supaya umat Israel dibaptis dalam air. Oleh karena itu Matius 3:5 dan Markus 1:5 adalah hasil daripada pekerjaan Yahya Pembaptis bahkan dalam Matius 3:13-17 Tuhan Yesus di baptiskan di Sungai Yarden. Hal ini menunjukkan dengar-dengaran. Hal ini dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus sebab Ia melakukan pekerjaan Bapanya. Sungai Yarden artinya kematian. Sebab itu sebelum kita melayani Tuhan maka lebih dahulu hawa napsu daging dimatikan dengan jalan Baptisan Air.

Baptisan Air adalah merupakan pekuburan Rum 6:3-4

Baptisan Air artinya menyelamkan (masuk dan keluar dalam air)

Air merupakan kuburan. Ingatlah apabila ada orang mati maka hanya kaki atau kepala saja yang dikubur dalam tanah. Dalam beberapa waktu ia akan mengganggu kesehatan umum. Di kuburkan berarti ditutup oleh tanah seluruhnya. Begitu juga baptisan di dalam air yang banyak. Di dalam Efesus 4 : 5 yang berbunyi sebagai berikut : “Satu Tuhan, satu Iman, satu Baptisan”.

Hanya satu  model baptisan. Baptisan harus mencontohi Tuhan Yesus Kristus. Baptisan dalam Bahasa Yunani disebut Baptiso artinya :

  1. Mengeluarkan
  2. Memasukkan kedalam
  3. Mencurahkan kedalam
  4. Membasahkan sama sekali

Baptisan bukan penyucian dosa (hanya jalan keampunan dosa) tetapi hanya memohonkan angan-angan yang baik kepada Allah 1 Petrus 3:21 yang berbunyi sebagai berikut :

“Adapun air itu ibaratnya yang sekarang menyelamatkan kamu yaitu baptisan, yang artinya bukannya dari hal menghilangkan kecemaran tubuh, melainkan memohonkan perasaan hati yang baik kepada Allah dari sebab kebanbgkitan Yesus Kristus”.

Baptisan Air harus dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Tidak boleh dengan nama lain Galatia 3:27, Galatia 4:6.

Dalam Matius 28:19 yang berbunyi sebagai berikut : “Sebab itu pergilah kamu, jadikanlah sekalian bangsa itu muridKu, serta membaptiskan dia dengan nama Bapa, Anak, dan Rohulkudus”

Perintah Tuhan Yesus untuk membaptiskan dalam nama Bapa, Anak, dan Rohulkudus. Tetapi para rasul membaptiskan dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Bapa, Anak dan Rohulkudus bukan nama gelaran Bapa, Anak dan Rohulkudus adalah Tuhan Yesus Kristus perhatikan Kisah Para Rasul 2:37-38, l 8:16, 19:5.

Nama Tuhan Yesus dalam Rum 6:3 yang berbunyi sebagai berikut : “Atau tiadakah kamu ketahui bahwa seberapa banyak kita yang dibaptiskan kedalam Tuhan Yesus Kristus itu, telah dibaptiskan kedalam mautnya ?”

 

Galatia 3:27 yang berbunyi sebagai berikut : “Karena seberapa banyak kamu yang dibaptiskan kepada Kristus, sudah bersalut dengan Kristus”.

 

Memperhatikan ayat-ayat ini maka disimpulkan Tuhan Yesus Kristus dalam Matius 28:19. Namanya belum dinyatakan dan siapakah yang menyatakan itu Yahya 16:13 yang berbunyi sebagai berikut : “Akan tetapi apabila Ia sudah datang, yaitu Roh kebenaran maka Iapun akan membawa kamu kepada segala kebenaran; karena tiada Ia berkata-kata dengan kehendakNya sendiri, melainkan barang yang didengarNya itu juga yang dikatakanNya; dan dikabarkanNya kepadamu segala perkara yang akan datang”

Roh  Suci menyatakan segala kebenaran termasuk nama Allah Kisah  Rasul 2:36 sebagai berikut : “Sebab itu handaklah diketahui oleh segala isi rumah Israel dengan yakin bahwa Allah sudah menjadikan Yesus itu Tuhan dan Kristus yaitu Yesus itulah, yang kamu ini salibkan itu”

Nama Allah dinyatakan sebelum Tuhan Yesus Kristus. Allah dalam pembahagiannya Bapa, Anak dan Rohulkudus. Itu sebabnya biasa dikatakan Allah Bapa, Allah Anak, Allah Rohulkudus.

  • Nama Bapa itulah Tuhan Keluaran 6:2
  • Nama Anak itulah Yesus Amsal 30:4
  • Nama Rohulkudus itulah Kristus Kisah Rasul 2:36

Dalam Pilipi 2:9-12, nama diatas segala nama. Yahya 17:6. Nama Allah dikaruniakan kepada Tuhan Yesus Kristus Kisah Para Rasul 4:8-12, Markus 16:16 keselamatan hanya dalam nama ini. Nama ini dinyatakan kepada kita yang menjadi Penganten Tuhan.

Itu sebabnya penganten perempuan harus memakai nama penganten laki-laki, oleh karena itu setiap pengiring Kristus disebutkan orang Kristen (pengikut Kristus). Itu sebabnya orang dalam perjanjian lama tak boleh mengetahui nama itu. Karena nama itu terlalu suci disebutkan berdasarkan Keluaran 20. Jangan menyebut nama Allah dengan sia-sia dalam Kejadian 2:39, Keluaran 3:13-14 dan Yesaya 42:8 nama Allah menjadi Rahasia buat orang pada waktu Perjanjian Lama. Hakim-hakim 13:17-18 kalau kita dibaptis dalam nama Tuhan Yesus Kristus maka tiga oknum Allah jadi saksi kita memperhatikan 1 Yahya 5:6-18 dinyatakan tentang 3 saksi :

 

 

Ada 3 saksi di bumi :

  1. Darah    –    Mezbah Korban Bakaran
  2. Air        –      Kolam Pembasuhan
  3. Roh       –      Roh (Pintu Kemah)

Ada 3 saksi di langit :

  1. Matahari
  2. Bulan
  3. Bintang

 

Ada 3 saksi disorga :

  1. Bapa
  2. Kalam (Anak)
  3. Roh Suci  1 Yahya 5:7

 

Perhatikan pula beberapa hal penting sebagai berikut :

–        Baptisan Air adalah nubuatan yang akan dilakukan oleh Yahya, Yesaya 40:1-8

–        Yahya Pembaptis spesial untuk melalukan Baptisan Air mengganti hukum sunat tetapi untuk umat Israel Baptisan Air disertai sunat itu tidak dosa. Oleh sebab itu mereka  menerima Anugerah dan Kebenaran disertai sunat bukan suatu pelanggaran. Tetapi yang penting yaitu sunat hati.

–    Melaksanakan Baptisan Air tapi hatinya tidak disunat tidak ada arti.

–    Sunat hati yaitu pembaharuan hati dimana Rohulkudus bertempat dalam hati kita 1 Korintus 3:16.

–        Tuhan Yesus  dibaptiskan Matius 3:13-17

        Tuhan Yesus terus kerjakan tentang baptisan Yahya 3:22.

Yahya 4:1-2 dilakukan oleh murid-muridNya.

–     Perintah Tuhan Yesus Matius 28:19, Markus 16:15-16.

–        Baptisan Yahya adalah pembaptisan belum sempurna karena tidak memakai nama Tuhan Yesus Kristus. Oleh karena itu dalam Kisah Para Rasul 19:5 Paulus koreksi baptisan ini dan dia mengulang baptisan dengan memakai nama Tuhan Yesus Kristus.

–    Umat Israel sudah di baptis dalam Laut Kolzom tatkala keluar dalam negeri Mesir, dimana Firaun dan pengikut-pengikutnya itu mati tatkala mengejar Umat Israel              1 Korintus 10:1-2.

–    Firaun bayangan setan, oleh karena itu kalau kita dibaptis setan mati dalam kehidupan kita, itu sebabnya Baptisan Air penting.

–    Dunia dibaptis dengan air bah 1 Petrus 3:19-21.

–    Baptisan Air menentukan keselamatan Markus 16:16 dan baptisan ini adalah jalan kesorga. Oleh karena itu apabila orang tidak dibaptiskan dengan air tertutup jalan untuk ke sorga.

Ada 4 macam Baptisan Air

Seperti telah diterangkan bahwa pembuka jalan pada Perjanjian Baru adalah dengan jalan pertobatan dan pengampunan dosa Matius 3:1-8. Baptisan yang dipakai adalah Dalam Nama Bapa, Anak dan Rohulkudus dan diteguhkan oleh Tuhan Yesus Kristus dalam Matius 28:19 dan Markus 16:16. Baptisan ini berlaku sampai Tuhan Yesus disalibkan. Oleh karena itu dalam Kisah Rasul 19 ada Baptisan ulangan.

Baptisan Yahya menunjuk pada Mezbah Korban Bakaran yang ada hubungannya dengan Kolam Pembasuhan.

  1. BAPTISAN PERTOBATAN (Mezbah Korban Bakaran) 

Darah, air dan Roh 1 Korintus 12:13, Yahya 3:2

Arti Rohani dari Mezbah Korban Bakaran yaitu berbicara tentang lahir baru. Roh Suci yakinkan pada orang-orang terhadap dosanya, dan membaptiskan orang berdosa kepada tubuh Kristus yaitu Roh Tuhan.

–    Tuhan Yesus. ialah Substansi

–    Orang berdosa ialah Subjek, Subjek adalah kenyataan.

 

  1.  BAPTISAN AIR

Kematian daging dan kebangkitan Roh.

–  Air adalah Substansi.

–  Hamba-hamba Tuhan yang membaptiskan orang / manusia jadi Subjek.

  1.   BAPTISAN ROH SUCI

Orang percaya dibaptis untuk terima kuasa dan menjadi saksi.

-Roh suci  Substansi

-Tuhan Yesus –  Pembaptis

-Manusia –  Subjek

 

  1.  BAPTISAN PENDERITAAN

Baptisan sengsara / penderitaan Lukas 12:50.

–   Penderitaan adalah Substansi.

–   Kehendak dan pemberian Allah yang membaptiskan manusia itulah Subjek.

–  Tetapi dapat disimpulkan menjadi 3 baptisan dalam pengertian gereja yaitu Baptisan Air dan Baptisan Roh dan Baptisan Sengsara (api). Baptisan Air dan Roh Yahya 3:5 dan ini dilaksanakan dalam gereja pertama, Baptisan Sengsara Lukas 12:50, Matius 20:22, Yahya 18:11.

BAPTISAN EKSTRA / NON ALKITAB

 

1.      Baptisan anak

Anak-anak tak perlu di baptis, cukup diserahkan. Contoh Tuhan Yesus, Lukas 2:21-24. Alasan yang dibuat oleh mereka yang membaptiskan anak yaitu dalam Yehezkiel 36:25. Air itu tak dilakukan oleh Hamba-hamba Tuhan, hanya boleh oleh Tuhan Yesus sendiri. Ini menunjuk pada air percikan sorga yaitu Roh Suci yang membaptiskan, hal ini ada hubungannya dengan akhir zaman. Air dalam pengertian ini adalah Roh Suci atau Firman bukan air yang sesungguhnya.

Ingat air yang sesungguhnya bukan menyucikan orang,    1 Petrus 3:21. Tetapi Firman dan Roh menguduskan. Rum 15:16. apabila memperhatikan Matius 28:18-20 dan Markus 16:15-18 dikatakan menjadi murid berarti orang yang dibaptis harus yang sudah dewasa, karena ia harus mendengar baru percaya, bertobat dan dibaptiskan dan beroleh karunia-karunia Rohulkudus Kisah Rasul 2:37-38. Dalam Rum 6:3-4 baptisan digambarkan sebagai penguburan bukan percikan dengan air.

Orang yang sudah mati membutuhkan kuburan yang dalam dan tanah yang banyak untuk menutupinya. Kalau kita menguburkan orang mati dengan segenggam tanah mayat itu kelihatan dan akan berbau busuk dan menggangu kesehatan umum. Orang yang tidak dibaptis menurut contoh Tuhan Yesus Kristus akan mengganggu kehidupan Rohani. Sebab itu dalam baptisan, hidup yang lama harus dikuburkan dalam air supaya tak kelihatan dan tak berbau busuk.

2.      Baptisan bagi yang belum tahu apa-apa

          Orang yang masih cinta dosa sia-sia belaka. Sebab itu ajar dahulu Firman kepadanya Matius 28:18-19

 

3.       Baptisan yang di bawah panji

Baptisan dibawah panji tidak memakai air. Menurut pendapat mereka bahwa permandian di bawah panji adalah lebih teguh, lebih kuasa daripada Baptisan Air karena perjanjian di bawah panji adalah suatu sumpah. Tetapi sumpah ini sangat bertentangan dengan kehendak Allah Matius 5:34-35. Menolak air sebagai air baptisan adalah menolak saksi yang telah ditentukan 1 Yahya 5:8. Air sudah ditunjuk sebagai saksi kebenaran yang sama nilainya dengan Roh dan darah. Manusia tidak punya hak untuk mengganti air itu dengan apapun juga. Apabila ada orang yang menggantikan kesaksian ini dia diancam dengan Matius 15:8-19, Wahyu 22:18-19  dan Amsal 30:6.

4.      Baptisan tanpa nama Allah

Baptisan tanpa nama Allah tidak berguna, tidak sah. Karena nama Tuhan sudah diberi supaya orang selamat Kisah Rasul 2:38, Kisah Rasul 4:12.

ARTI  ROHANI  KOLAM  PEMBASUHAN

Kolam Pembasuhan yang dibuat dari kaca-kaca tembaga kepunyaan perempuan orang-orang Israel Keluaran 30:8.

Kaca-kaca ini harus dihancurkan, dilumerkan (dicairkan) karena kaca ini menunjuk pada hawa nafsu dan daging. Dengan kaca tembaga ini perempuan-perempuan Israel menghiasi dagingnya, mencintai, mengagumi dirinya sendiri.

Kaca itu menambahkan  hawa nafsu dan kecongkakan apalagi ia cantik. Sebab itu Tuhan minta kaca !  Itu diserahkan pada Tuhan untuk dihancurkan.

Baptisan air berarti menghancurkan sama sekali hawa nafsu daging dan menguburkan semua perkara yang lama Rum 6:3-4 yang berbunyi sebagai berikut :

“Atau tiadakah kamu ketahui bahwa seberapa banyak kita yang dibaptiskan kedalam kristus Yesus itu telah dibaptiskan kedalam mautnya?  (Ayat 3)

“Demikianlah kita di kuburkan sertanya oleh baptisan itu kedalam maut, supaya sebagaimana Kristus telah dibangkitkan Dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, sedemikian itu juga kita ini pun dapat berjalan didalam suatu hidup yang baru”  (Ayat 4) 

Dan  2 Korintus 5:17 berbunyi : “Sebab itulah jikalau barang seorang hidup didalam Kristus maka ialah kejadian yang baru ; perkara – perkara yang lama itu sudah lenyap, bahkan, yang baru sudah terbit “.

Perempuan : orang  Israel adalah bayangan gereja penganten yang akan disempurnakan oleh karena itu untuk menjadi sempurna gereja penganten harus serahkan segala keinginan dagingnya dan harus hawa nafsu kepada Tuhan untuk dihancurkan apabila hawanafsu bekerja maka timbullah kejahatan  Galatia 5:19-21.

KACA dan TEMBAGA, ini  harus dibedakan dengan kaca dalam Yakub 1:23-26.

Kaca ini menunjuk pada Firman Allah dan tak habis dihilangkan seperti kaca-kaca tembaga orang Israel.

 

Kaca Firman Allah perlu untuk kita berkaca kaca setiap hari agar semua kekurangan-kekurangan rohani dapat terlihat dan dibetulkan, 2 Tesalonika 3:16-17.

 

Dalam Wahyu 4:6 Wahyu 15:2 adalah berbicara tentang laut kaca. Laut kaca menunjuk Firman Allah oleh karena itu Tuhan yang berdiri tegak atas  Firman Allah dan mencapai kemenangan. Laut kaca ini berada di arasy. Ada penafsir mengatakan laut kaca ini adalah berbicara Baptisan laut kaca.

Disorga tidak ada lagi Baptisan karena telah di sempurnakan di dunia baru diangkat 1 Tesalonika 5:23-24 yang berbunyi sebagai berikut :

“Maka Allah sendiri, yang pohon sejahtera itu ,menguduskan kiranya kamu dengan sempurnanya ,dan segenap Roh dan nyawa dan tubuh kamu terpelihara dengan tiada bercacat celah pada masa kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus”. (ayat 23 )

“Maka Allah yang memanggil kamu itu setia,dan Ialah juga akan menyempurnakan itu”. (ayat 24 )

 

Pelajaran yang mengatakan bahwa orang saleh harus melalui lagi Baptisan laut kaca di sorga, itu menghina Firman dan Roh .

 

Dalam 1 Raja–raja 7:23 kolam Sulaiman atau kolam tuangan terbuat dari pada kaca menurut petunjuk Tuhan ukurannya / luasnya 10 x 5 x 30 atau 1500 hasta

1 hasta = 1 tahun berarti kolam basuhan itu hanya berlaku 1500 tahun yaitu selama Torat Musa berlaku sesudah 1500 tahun kolam tuangan Israel di ganti dengan Baptisan Air. jadi pembasuhan diganti dengan Baptisan Air. Baptisan air itu mulai saman Gereja atau Roh suci dan berakhirnya keangkatan Gereja Tuhan. Baptisan air adalah perpisahan antara perjanjian lama dan perjanjian baru dalam 1 Raja-raja 7:24  berbunyi : “Maka di bawah tepinya adalah kuntum-kuntum bunga berkeliling sepuluh pucuk dalam sehasta akan karangan keliling kolam itu, yaitu dua susun kuntim bunga ,yang setuangan dengan Dia”.

 

Kolam ini punya bunga–bunga artinya sehabis terima Baptisan air kita harus berbunga–bunga dan berbuah buah itulah lahir baru yang sesungguhnya. 1 Raja-raja 7:25 yang berbunyi :

“Maka tertanggunglah ia itu oleh lembu dua belas ekor, tiga ekor lembu kepalanya arah keutara, dan tiga ekor lembu kepalanya arah ke barat , dan tiga ekor lembu kepalanya ke selatan ,dan tiga ekor lembu kepalany arah ke timur ,dan kolam itupun tertanggunglah atasnya ,dan buntut segala lembu itu arah kedalam”.

Kolam ini terletak di atas pundak 12 ekor lembu artinya kolam Baptisan air dipundakkan di atas pundak 12 Rasul Gereja Hujan Awal yang pekabarannya bersifat lembu artinya tidak suka melawan. Gereja hujan awal mementingkan kabar pertobatan baru kesempurnaan. Seperti lembu yang dijadikan alat korban diatas mezbah maka ke 12 Rasul Gereja Hujan Awal telah menjadi korban seperti lembu. Tidak ada satu Rasulpun yang tidak mati sahid. Ada penulis mengatakan bahwa Rasul Yahya mati terhormat di Yerusalem tapi sebelumnya Rasul Yahya sebagai Rasul yang telah akhir mati sahid di Epesus di muka rumah berhala arthiemis dewa orang Epesus pada tahun 100 sesudah Kristus. Dia mengalami mati sahid karena menyerang pelajaran–pelajaran berhala atau pelajaran sesat.

12 lembu menghadapap keempat penjuru yaitu 3 ke timur, 3 keselatan, 3 ke utara, 3 ke barat, yang menunjuk pada 12 Rasul Gereja Hujan Awal adalah membawa perkabaran Baptisan untuk keempat penjuru bumi Matius 28:19 yang berbunyi sbb; sebab itu pergilah kamu , jadikanlah sekalian bangsa itu murid-Ku serta membaptiskan dia dengan nama Bapa dan Anak dan Rohulkudus

 

1 Raja–raja 7:26 kolam pembasuhan bentuknya seperti bunga bakung berarti kalau kita telah menerima baptisan kehidupan kita harus suci seperti bunga bakung Syirul Asjar Solaiman 2:1–2 berbunyi :

“Bahwa Akulah bunga mawar dari saron dan bunga bakung dari lembah”.(ayat 1)

“Seperti bunga bakung di antara duri-duri demikianlah adinda diantara segala anak dara”. (ayat 2).

 

Dalam 1 Raja–raja 7:26 kolam berisi 2000 bat ini menunjuk bahwa Baptisan air berlaku 2000 tahun yakni dari zaman Tuhan Yesus sampai kedatangannya nanti 2 Tawarikh 4:5 yang berbunyi :

“Maka tebal kolam itu sepelempar lebarnya, dan buatan tepinya seperti tepi piala, bagaikan bunga berkembang dan muatnya tiga ribu bat”

 

Kolam ini bisa memuat 3000 bat. Ada perbedaan 1000 bat perhatikan bahwa kolam ini tidak di isi air penuh hanya 2/3 saja, menunjuk pada 2000 tahun dari zaman Tuhan  Yesus sampai kedatangannya kedua kali ditambah dengan 1000 tahun Masa Damai dimana Tuhan Yesus Kristus menjadi Raja diatas segala Raja. Selama 1000 tahun kerajaan Masa Damai ini tidak adalagi baptisan .

Dalam 1 Raja–raja 7:27 selain kolam tuangan dibuat Sulaiman pula 10 kolam pembasuhan yang kecil ditempatkan diatas 10 pelapik dan tembaga. Angka 10 adalah angka pehukuman. Dengan melalui Baptisan air semua penghukuman lenyap. Tatkala umat Israel melalui laut kolsum mereka itu selamat tetapi Firaun dan tentaranya tenggelam atau mati .

Ukuran pelapik ialah 4x 4 x 3 hasta

4 = 4 penjuru alam

3 = 3 oknum Allah .

Berarti kabar baptisan di kabarkan ke mana-mana ke empat penjuru alam dengan mamakai nama 3 oknum Allah dan setiap mereka yang menyeruh namanya akan beroleh selamat .

 

1 Raja–raja 7:29 Diatas tirai itu ada ukiran lembu, singa, dan kerubium artinya setiap anak–anak Tuhan yang sudah dibaptis jadilah seperti lembu seperti singa dalam perkabaran yang di sertai dengan kemuliaan dari Tuhan .

 

1 Raja–raja 7:30 Pelapik mempunyai empat roda tembaga dan 4 penutup tembaga. Penutup tembaga itu menunjuk pada kabar baptisan dan roda itu menunjuk pada pekabaran baptisan yang berjalan keempat penjuru dan sampai Gereja Tuhan di sempurnakan. Dalam 1 Raja–raja 7:37–38 diatas penutup terukir kerubium singa dan pohon korma.

 

Kerubium       –       adalah kuasa Ilahi yang ada dalam baptisan

Singa                   –      adalah kuasa kristus sebagai Raja

Pohon kurma     adalah kuasa kemenangan yang terdapat dalam baptisan air yang membawa damai, sebab Kristus adalah Raja damai yang penuh Kuasa Ilahi. Setiap kolam berisi 40 bat.       Angka 40 = angka penghabisan daging.

PEMBAHAGIANNYA :

Kolam tuangan yang berisi 2000 bat dipakai untuk imam sedangkan kolam pembasuhan dari 40 bat di pakai untuk cuci korban 2 Tawarikh 4:6. berbunyi : Maka diperbuatnya tempat pemabasuhan sepuluh buah, ditaruhnya akan lima buah pada sebelah kanan dan lima buah sebelah kiri akan membasuh dalamnya, maka segala yang terpakai pada korban bakaran itu diceluplah orang didalamnya, tetapi kolam itu bagi imam akan membasuh dirinya dalamnya”.

Dalam 1 Raja–raja 7:39 10 kolam itu dipergunakan untuk mencuci korban. 5 disebalah kiri dan 5 disebelah kanan.

Angka 5 =  menunjuk pada luka Kristus atau korban Kristus.

Angka 5 = angka penebusan berarti Tuhan mati supaya kita di tebus.

Sehabis kolam pem basuhan  terdapat Pintu Kemah yang memungkinkan kita masuk dalam Ruang Suci.

 

 PINTU  KEMAH

KELUARAN 26:36–37

 Gambar Pintu Kemah

gambar pintu kemah

Arti rohani dari pintu kemah adalah Baptisan Roh dan Kepenuhan Roh suci.

 Pintu kemah adalah pintu kedua dari Tarbenakel yang memberi jalan masuk pada ruangan suci. Pintu kemah sama dengan  pintu gerbang. Perbedaannya adalah pintu gerbang mempunyai 4 tiang dari kayu penaga berkepala perak dan berkaki tembaga sedangkan pintu kemah mempunyai lima tiang dari pada kayu penaga yang di salut dengan emas dan kakinya terbuat dari pada tembaga. Lebar pintu kemah adalah sepuluh hasta sehingga merupakan pintu persegi.

5 tiang = tinggi dengan papan jenang yakni 10 hasta Keluaran 26:16 yang berbunyi : “Adapun panjang sebatang jenang itu hendaklah sepuluh hasta dan tengah dua hasta lebarnya tiap- tiap jenang”.

5 tiang ini punya kepala yang di salut dengan emas. Tali emas daripada emas dan pengikat dari pada emas.

Jarak pintu gerbang ke pintu kemah adalah 50 hasta dan angka 50 adalah angka pentakosta yang menunjuk kepada kepenuhan Roh suci. Pintu kemah terdapat tabir yang berwarna : ungu, biru laut, kermisi (merah) dan putih. Tabir digantung pada 5 tiang dari kayu tenaga yang disalut dengan emas. Dan 5 kaki daripada tiang ini diperbuat daripada tembaga, pengait daripada emas.

Warna pintu gerbang = warna pintu kemah = warna tirai, warna kain pintu kemah warna efod atau pakaian Imam Besar.

Keempat warna ini adalah kehidupan Tuhan Yesus dalam keadaan manusia dalam 4 faktor :

  1. Ungu    –  kemuliaan Yesus selaku Raja Injil Matius .
  2. Biru laut  –  kuasa kebangkitan selaku  hamba injil Markus
  3. Merah  –  sengsara Yesus selaku Anak manusia Injil Lukas
  4. Putih     –  kebenaran Yesus selaku Anak Allah Injil Yahya .

Dalam Tabernakel ada 3 pintu masuk :

  1. Pintu Gerbang menunjuk pada Anak atau Tuhan Yesus
  2. Pintu Kemah menunjuk pada Roh Suci
  3. Pintu Tirai menunjuk pada Bapa .

Pintu ada 2 pihak apabila didalam aman tapi apabila diluar tidak aman 1 Petrus 3:20, Keluaran 2:7, 12–13, Matius 25:10–13.

Ketiga pintu mempunyai warna yang sama kehidupan percaya Tuhan Yesus memberi masuk dalam 3 langka kehidupan orang keristen.Ketiga pintu ini adalah berbicara juga tiga macam perkabaran :

  1. Pintu Gerbang, Mezbah Korban Bakaran,  Kolam Pembasuhan, menunjuk kepada Tuhan Yesus membuka jalan bertobat dan Baptisan Air.
  1. Pintu Kemah–tempat suci dengan Meja Roti Pertunjukan, Kaki Dian, dan Mezbah Dupa menunjuk pada Tuhan Yesus membuka jalan kepada perhubungan dengan Firman Allah, Perjamuan Suci, (Karunia-karunia Roh) Doa dan Penyembahan.
  1. Pintu Tirai tempat Maha Suci dengan Peti Perjanjian. Tuhan Yesus membuka jalan kepada tahta Allah (kesempurnaan) melalui Tirai yaitu tubuh Tuhan Yesus.

 

–  Diluar Pintu Gerbang daerah padang pasir berarti terhilang di dalam Pintu Gerbang daerah Torat Allah berarti selamat

–  Diluar Pintu Kemah daerah Torat masih kena panas dan hujan tidak punya perhentian yang sebenarnya masih ada penghukuman. Didalam pintu kemah adalah daerah kemurahan dalam perlindungan Ilahi tidak luput dari pada hujan dan panas atau luput dari pada penghukuman. Rum 8:1–2.

–  Diluar Tirai daging belum tersalib/belum disempurnakan meskipun dalam perlindungannya apa bila tidak berhati-hati bisa menjadi 5 perempuan yang bodoh. Didalam Tirai daging sudah tersalib menjadi penganten Tuhan Efesus 5:25–33.

Penyaliban daging dengan sempurna akan sampai pada Gereja penganten.  Yakub kenal dengan 3 pintu Kejadian 28:10–18 :

  1. Batu itulah Tuhan Yesus Efesus 2:20 menunjuk pada Pintu Gerbang.
  2. Minyak – Roh suci menunjuk pada Pintu Kemah.
  3. Langit yang terbelah – yaitu Allah Bapa menunjuk pada Pintu Tirai.

Yakub letakkan kepalanya diatas batu untuk jadi bantal berarti pikiran, kehendak, kemauan diatas batu (Tuhan Yesus) maka ia melihat tahta Allah.

Demikian juga bagi Gereja Tuhan harus mencontohi seperti Yakub ini. Ada 5 tiang dari pada kayu tenaga disalut dengan emas (Pintu Kemah).

Kayu penaga – daging – kemanusiaan.

Emas – sifat Ilahi atau Roh suci .

Tiang itu adalah oknum pribadi yang penting adalah pembaptis agung Roh suci Matius 3:11 dan Kissah Rasul 2:33.

Di gambarkan 5 tiang dalam pintu kemah ini . ke 5 tiang ini sama tinggi.

–          Tiang I      Menunjuk pada Injil Matius

–          Tiang II     Menunjuk pada Injil Markus

–          Tiang III    Menunjuk pada Injil Lukas

–          Tiang V     Menunjuk pada Kisah Rasul .

Ada penaksir yang menafsirkan kelima tiang tersebut dengan mengambil Galatia 2:9 yaitu :

–          Tiang 1             Petrus

–          Tiang 2             Yakub

–          Tiang 3             Yahya

–          Tiang 4             Paulus

–          Tiang 5             Barnabas.

Hal ini nampak pada pelajaran tabernakel Van gessel, itu adalah pendapatnya tapi yang sebenarnya adalah ke 5 tiang itu ialah Matius, Markus, Lukas, Yahya dan Kissah Rasul. Manusia bukan jadi pintu ingatlah Yahya 14:6  yang berbunyi :

“Maka kata Yesus kepadanya, Aku inilah Jalan dan kebenaran dan Hidup seorangpun tiada sampai kepada Bapa kecuali dengan Aku”. 

 

Dan perhatikan pelajaran tentang 3 pintu hendaklah perhatikan Tuhan tidak boleh di samakan dengan manusia atau seorang Nabi besar sekalipun. Karena dia adalah Allah adanya. Meskipun Nabi Musa adalah Nabi yang terbesar pada pemandangan umat Israel akan tetapi Yahya pembaptis lebih besar dari padanya. Perhatikan Matius 11:9–11. Tetapi meskipun demikian Yahya pembaptis berkata kepada Tuhan ,mengangkat tali kasutnyapun aku tiada berlayak  Matius 3:11–12. Oleh karena itu jangan samakan Tuhan dengan Nabi karena Dia adalah Allah adanya.

5 tiang berdiri atas 5 kaki tembaga.

Tembaga berbicara penghukuman

Angka 5 adalah angka sengsara.

Dalam Yahya 3:14, Bilangan 21:8-9 dikatakan ular tembaga dinaikan diatas kayu berbicara anak manusia dinaikan di atas kayu salib untuk tanggung dosa kita 2 Korintus 5:21 yang berbunyi : “Maka Ia, yang tiada mengenal dosa, telah di jadikannya dosa ganti kita supaya kita ini akan menjadi kebenaran Allah di dalam Dia”.  Dimana Tuhan menggenapi Torat dan kitab segala Nabi dan membuka lembaran baru dengan anugrah dan kebenaran.

Kenapa Kisah Rasul termasuk pada tiang yang kelima ? karena Kissah segala Rasul ini adalah praktek dari keempat Injil itu. Oleh karena itu Pintu kemah adalah berbicara tentang Baptisan Roh dan kepenuhan Roh karena berlaku pada Zaman Rohulkudus. Dimana perjanjian itu di nyatakan Lukas 24:4, Yahya 16. Kisah Rasul 1:8. Karenapun Rasul-Rasul ini melanjutkan pekerjaan Tuhan Yesus Kristus karena Tuhan Yesus Kristus naik ke sorga menjadi pembaptis agung Roh suci. Dan pada hari Pentakosta Roh suci itu turun untuk memimpin Gereja Tuhan. Roh Suci adalah pribadi Tuhan Yesus yang tiada kelihatan. Yahya 14:18 yang berbunyi : “Tiadalah Aku akan meniggalkan  kamu piatu ,Aku datang kepadamu kelak”.

 Pintu Kemah berbicara Gereja Hujan Awal, Pintu Tirai berbicara Gereja hujan Akhir berlaku 2000 tahun lamanya yang disebutkan Zaman Kemurahan.

Jadi Zaman Gereja yaitu mulainya hari Pentakosta sampai kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Orang yang penuh Roh Suci belum sempurna tapi kalau Roh Suci pimpin Dia terus akan disempurnakan. Hal ini akan nampak pada 3 alat yang terdapat dalam ruangan suci memiliki hal yang dalam              1 Korintus 2:10. Sebab itu anak-anak Tuhan yang penuh Roh suci dan karunia-karunia mengetahui perkara Allah yang dalam karena karunia itu mengajar dia 1 Yahya  2:27. Tetapi harus di perhatikan Galatia 3:3 yang dimulai dengan Roh dan diakhiri dengan daging.

Hal ini terjadi pada sidang jemaat Galatia dan tidak  mustahil bagi Gereja Akhir Zaman yang aneh yaitu ada orang-orang yang tidak bisa membedakan mana buah Roh dan mana buah-buah daging. Gambaran ini nampak pada sidang jemaat Efesus dalam Wahyu 2:1–7. Apa sebab karena tidak mendalam dalam Firman Tuhan ada pelajaran yang mengatakan bahwa kalau telah mempelajari Tabernakel seluruhnya itu sudah penuh dengan  Roh.

Pelajaran yang demikian merupakan orang yang melompat dari bumbungan tabernakel dan masuk kamar suci. Ini menunjuk pada kesombongan dan ada pula masuk menggali pasir dan masuk dalam kamar suci ini menunjuk pada kedagingan. Perbuatan ini merusak Tabernakel, dan orang yang merusak Tabernakel akan di rusak oleh Allah. Tuhan menjadikan pintu kemah untuk kita masuk dalam kamar suci. Tuhan menunggu penyerahan lalu dia dibaptis dengan Roh karena Dialah Pembaptis Agung Roh Suci. Ini menunjuk pada Pintu Kemah seperti telah diterangkan bahwa  Pintu Kemah dalam arti rohaninya adalah Baptisan Roh dan Kepenuhan Roh. Berarti Yahya 3:5 telah digenapkan. Baptisan Roh dan Kepenuhan Roh disebut kanak-kanak rohani telah lahir baru daripada air dan Roh, tanda Baptisan Roh ialah berkata salah satu bahasa asing tatkala dia dibaptis dengan Rohulkudus.

Umpamanya tatkala dia dibaptis kedengarannya bahasa India dan apabila dia bergumul tetap bahasa India itu disebut Kepenuhan Rohulkudus. Tetapi apabila bahasa India itu berubah menjadi bahasa Italia atau menjadi salah satu bahasa yang lain disebut Karunia Lidah.

Seperti telah diterangkan baptisan Roh dan Kepenuhan Roh adalah kanak-kanak rohani menunjuk pada perempuan yang menyusui Matius 24:19 tetapi apabila ia telah beroleh Karunia Lidah itu menuju pada pendewasaan rohani yang akan termasuk orang yang terpilih Matius 24:22. Oleh karena itu Baptisan Roh dan Kepenuhan Roh menjadikan kita anak-anak Allah atau menjadi milik Kristus terlepas dari hukum maut dan dosa Rum 8:1-2, 9,14. Hendaklah diketahui bahwa kanak-kanak rohani diancam dengan kata “ Wai ” (celaka) Matius 24:19.

Apabila memperhatikan Syirul Asyar Solaiman 8:8-9 belum bertunangan karena masih kanak-kanak. Orang akan bertanya kalau sudah lahir baru dengan Roh tentu selamat yang berdasarkan Firman Allah asalkan dia berdiri atas Firman Allah. Yang dimaksud celaka bagi dia ialah berbicara tentang keangkatan Gereja Tuhan kalau masih kanak-kanak rohani tentu akan tertinggal tetapi kalau ia mati sekarang akan selamat. Kalau dia mati sudah beroleh Karunia-karunia Roh itulah calon penganten tetapi kalau Gereja Tuhan terangkat mereka yang kanak-kanak rohani akan tertinggal. Rahasia ini akan diungkapkan pada pelajaran kemudian.

 

      PELITA EMAS

                                                                                        KELUARAN 25:31-40, KELUARAN 37:17-34

Pengertian rohani daripada Pelita Emas ialah jadi terang oleh pekerjaan  daripada Karunia-karunia Rohkudus.

Disinilah termasuk kehidupan bersaksi :

  1. Kebaktian di gereja
  2. Bersaksi
  3. Memberi persembahan
  4. Kerja buat Tuhan

Inilah yang disebutkan berbakti dalam arti yang sebenarnya.

Lukisan Pelita Emas dalam Keluaran 25:31-40 sebagai berikut:

pelita emas

Ayat 31    Pelita Emas diperbuat daripada emas tulen tempaan batangnya dan melekat cabang-cabangnya, kelopaknya, kuntumnya, bunganya yang semua diperbuat daripada emas tulen

Ayat 32    Kaki Pelita terdiri dari 1 batang dan 6 cabang, 3 pada sisi satu dan 3 pada sisi yang lain.

Ayat 33    Tiap cabang (ada 6 cabang) ada 3 kelopak, kuntum dan bunga. Jadi 3 susun berarti 6 x 3 susun = 18 susun. 1 susun terdiri daripada 3 bahagian yaitu :

–    Kelopak

–    Kuntum

–    Bunga

3 susun = 3 x 3 bahagian = 9 bahagian. Ada 18 susun berarti 18 x 3 = 54 bahagian.

Ayat 34    Batangnya terdiri dari 4 susun, tiap susun ada 3 bahagian.

4 susun = 4 x 3 bahagian = 12 bahagian. Jumlah keseluruhannya 54 + 12 = 66 bahagian, semua bahagian ini seperti bahagian bunga badam kelihatan.

Ayat 35    Cabang-cabangnya tumbuh, keluar daripada kuntumnya.

Ayat 36    Semua bahagian Pelita Emas adadan diperbuat daripada emas dan tempaan dan tulen.

Ayat 37    Pada Kaki Pelita ditaruh 7 buah Pelita untuk memberi terang

Ayat 38    Sepitnya dan pemadamnya daripada emas tulen

Ayat 39    Kaki Pelita diperbuat daripada emas tulen. 1 talenta = 43,65 kg.

Ayat 40    Harus diperbuat menurut penglihatan Musa dalam Kerajaan Sorga.

Penerangan Rohani :

Pelita Emas adalah alat penerang dalam ruang suci. Dunia punya alat penerang modern yaitu listrik dan sebagainya. Tetapi Kerajaan Sorga hanya satu yaitu Pelita Emas. Pelita Emas yang disinarkan Karunia-karunia Roh dan Buah-buah Roh pada Gereja Tuhan. Jika Pelita Emas tidak bersinar maka ruangan suci tinggal gelap, sebab itu gereja yang tidak punya Karunia-karunia Roh adalah gereja gelap. Berarti pemberitaannya gelap dan penyembahannya gelap (meraba-raba). Bila pelita bersinar atau menyala maka akan tampak alat-alat sebagai berikut:

  1. Meja Roti Pertunjukan – yaitu Perhubungan dengan Tuhan / Firman dan Perjamuan Suci.
  2. Mezbah Dupa – Kehidupan sembahyang yang teguh.
  3. Pintu Kemah dengan 5 tiang – Pemandangan yang heran atas Baptisan Roh dan Kepenuhan Roh.
  4. Tirai – Rahasia Tubuh Kristus yang dirobek / kemuliaan Allah nampak.
  5. Papan Jenang – Tali cinta persaudaraan.
  6. Kain Penutup Tabernakel – Perlindungan Allah.
  7. Pasir dibawah kaki – Kemenangan atas dunia / kehidupan iman yang kuat.

Jikalau Pelita Emas tidak bersinar maka segala perkara tersebut diatas tidak kelihatan. Jika Roh suci tidak bersinar dalam gereja oleh Karunia-karunia dan Buah-buahnya maka dalam gereja tidak ada :

  1. Perhubungan dengan Sabda Allah (seperti anak yang terhilang)
  2. Tidak ada kehidupan sembahyang yang teguh
  3. Tidak ada pemandangan heran atas Baptisan Roh dan Kepenuhan Roh.
  4. Tidak ada kemuliaan Allah / tidak nampak kemuliaan Allah / Rahasia tubuh Kristus yang dirobek
  5. Tidak ada cinta persaudaraan 1 Yahya 1:5-7.
  6. Tidak ada kehidupan Iman yang kuat
  7. Tidak ada kemenangan atas dunia (dunia yang menang)

Pelita Emas adalah menunjukkan pada Tuhan Yesus sebagai terang dunia Yahya 8:12 yang berbunyi sebagai berikut : “Maka bertuturlah Yesus pula kepada mereka itu sambil berkata : Aku inilah terang dunia. Siapa yang mengikut Aku, tiada akan berjalan didalam gelap melainkan akan beroleh terang hidup itu”.

Gereja sebagai penganten perempuan juga sebagai terang dunia Matius 5:14, Wahyu 1:20, Pilipi 2:15-18. Inilah pohon terang yang sebenarnya. Apabila pada tiap-tiap hari Natal orang Kristen membuat satu pohon terang yang dihiasi sebegitu rupa sehingga menarik perhatian itu sebenarnya menggambarkan kehidupan Kristen yang merupakan sebagai pohon terang.

Pohon itu menggambarkan Tuhan Yesus dan carang-carangnya adalah Gereja Tuhan Yahya 15:5-8 hubungkan dengan Kitab Yoel 2:21-32 yang digambarkan bahwa umat Israel itu sebagai pokok anggur dan pokok ara. Dalam Wahyu 4:5 ada 7 Pelita yang bersinar dengan tahta Allah adalah berbicara tentang 7 Roh Allah. Dalam Wahyu 5:6 bahwa ketujuh Roh Allah ini sudah disuruhkan keseluruh bumi – 7 angka adalah sempurna.

Dalam Yesaya 11:2, Yesaya 4:4 ada 7 susunan Roh yaitu :

  1. Roh Hikmat
  2. Roh Akal
  3. Roh Bicara
  4. Roh Kuat
  5. Roh Pengetahuan Takut Akan Tuhan Amsal 1:7
  6. Roh Hukum
  7. Roh Penemuan (Marifat)

Perhatikan sidang jemaat tidak bisa jadi Pelita kalau tidak penuh dengan Roh suci, perhatikan Yahya 9:5, Yahya 12:46 Tuhan Yesus penuh dengan Roh suci dan kepenuhan Allah ada dalam Dia Kolose 2:9. setelah Tuhan Yesus masuk sorga tibalah zaman 2000 tahun yang disebutkan zaman Anugerah atau Zaman Rohulkudus / Zaman Gereja. Oleh karena itu Gereja harus jadi Pelita yang memancarkan sinar dan Kuasa Roh Allah dalam dunia yang gelap ini. Yahya 20:21-22 sebagaimana Bapa telah menyuruhkan AKU, AKU pun menyuruhkan kamu jadi terang.

 

Pelita Emas : ini ditempa dari 1 talenta emas. 1 talenta emas 43,65 kg, 1 gram emas sudah punya harga yang nilainya tinggi apalagi 1 talenta, harga 1 Pelita sangat tinggi. Oleh karena itu harga satu sidang jemaat yang penuh Roh suci dihadapan Allah dalam zaman 2000 tahun sangat tinggi nilainya. Ini juga gambaran dari tiap Anak-anak Tuhan yang penuh dengan Roh Suci yang jadi Pelita sangat mahal harganya dihadapan Allah. Harga anak Tuhan yang ditebus oleh darah Tuhan dan penuh dengan Roh Suci yang jadi Pelita sangat mahal harganya dihadapan Allah. Harga anak Tuhan yang ditebus oleh darah Tuhan dan penuh dengan Roh Suci lebih mahal daripada isi dunia ini Matius 16:26 yang berbunyi sebagai berikut : “Apakah untungnya kepada seorang jikalau ia beroleh segenap dunia ini, tetapi jiwanya binasa ? atau apakah yang patut diberi orang akan menebus jiwanya ? ”

Jadi harga atau nilai seorang anak Tuhan yang penuh Roh Suci terlalu mahal, 1 Talenta = 43,65 kg atau 436550  gram. Jadi dapat dihitung harga daripada Pelita Emas yang dibuat dari emas tulen seberat 1 talenta tersebut.

Sebab itu Anak-anak Tuhan dilarang dilarang bergaul dengan anak-anak dunia. Sebab nilai daripada anak Tuhan itu adalah tebusan darah Tuhan Yesus Kristus. Akhir zaman ini banyak Anak-anak Tuhan yang tidak menghargakan harga tebusan darah yang hidup.

Itu sebabnya mereka jatuh dan tidak menjadi Pelita lagi. Esaf jatuh dan kehilangan hak kesulungan akibat dari kacang merah sepiring demikian juga anak-anak Tuhan menyerahkan hak kesulungan atau warisan sorgawi karena mengikuti kehendak dagingnya akhirnya kehilangan hak kesulungan / hak keselamatan Ibrani 12:16-17. 1 talenta emas inisebelum menjadi Pelita harus ditempa, digembleng lalu dibentuk menjadi Pelita.

Lihat Tuhan Yesus lebih dahulu dihantam atau digembleng menderita sengsara sangat hebat mulai di Bukit Zaitun sampai di Joljuta sebelum dia menurunkan RohNya untuk menyinari Gereja. Tuhan memimpin Gereja Tuhan. Demikian juga Anak-anak Tuhan perlu ditempa dengan ujian, godaan, pencobaan, sindiran, olokan supaya  mengeluarkan sinar dalam dunia  ini menjadi terang Kristus.

Karena Gereja Tuhan mempunyai kasad Kristus 1 Korintus 2:16 yang berbunyi : “Karena siapakah yang mengetahui kasad Tuhan yang sehingga dapat mengajar Tuhan ? Tetapi kita menaruh kasad Kristus”.

Oleh karena itu Rasul Paulus turutlah teladanku seperti aku menurut teladan Kristus, 1 Korintus 11:1 yang berbunyi : “Hendaklah kamu menurut teladanku, seperti akupun sudah menurut teladan Kristus”.

Oleh karena setiap anak-anak Tuhan yang menerima sengsara karena Nama Kristus Roh kemuliaan ada diatas mereka 1 Petrus 4:14, 1 Petrus 2:16. supaya kita menjadi terang Kristus yang sebenarnya. Setiap anak Tuhan yang sudah dipenuhi oleh Rohulkudus dan menjadi Pelita haruslah menyadari diri bahwa Roh yang ada padanya itu bukan Roh penakut tapi Roh kuasa yang memerintahkan diri 2 Timotius 1:7. Sinar kegirangan timbul dari kehidupan yang berkemenangan yang dapat bertahan dalam sengsara karena Roh sucilah yang menguatkan dia lihat Ibrani 11 dan              2 Korintus 6:10 adalah pahlawan iman yang telah dipimpin oleh Roh suci meskipun diperhadapkan dengan segala pencobaan tetapi mereka tetap bertahan dan beroleh kemenangan. Pahlawan inilah yang disebutkan terang dunia.

 

Contoh : Yusak dan Kaleb adalah pahlawan iman yang keluar dari negeri Mesir tembus ke Kanaan, mereka itu taat dan setia sampai akhir walaupun mengalami banyak pencobaan di padang belantara.

 

ARTI ROHANI DARIPADA PELITA EMAS

 

Ayat 31-32   

Kaki Pelita diperbuat daripada emas tulen. Emas adalah sifat ilahi atau Roh suci. Emas dari sorga yang lebih mahal daripada yang ada didunia ini. Sebab itu carilah emas sorga dimana tidak akan dimakan oleh gegat dan karat. Adapun carang, kelopak, kuntum dan bunga keluar daripada batang.

Batang menunjuk pada Tuhan Yesus dan cabang-cabangnya anak-anak Tuhan perhatikan juga Zakaria 4:1-4. Dimana dikatakan bahwa tempatnya itu adalah menunjuk pada Tuhan Yesus Kristus sebab itu kita harus berhubungan dengan tempat atau pusat minyak yaitu Tuhan Yesus Kristus baru kita boleh berbuat apa-apa buat Tuhan Zakaria 4:6.

Ayat 33-34

Pada tiap-tiap cabang ada 3 susun bunga badam; 3 cabang pada sisi kiri = 3 x 3 susun = 9 susun. Ini adalah berbicara tentang 9 Karunia Rohsuci 1 Korintus 12:8-10 yakni :

  1. Karunia Hikmat
  2. Karunia Marifat
  3. Karunia Iman
  4. Karunia kesembuhan
  5. Karunia Mujizat
  6. Karunia Nubuat
  7. Karunia membedakan segala Roh
  8. Berjenis-jenis Karunia Lidah
  9. Pengetahuan Mengartikan Makna Lidah

Dan juga ada hubungan dengan karunia jawatan 1 Korintus 12:26-30 yang diperas dalam Epesus 4:10-12. 3 cabang pada sisi kanan 3 x 3 susun = 9 susun hubungkan dengan Galatia 5 :22-23 dan 1 Korintus 13 tentang Kasih. Jadi 6 batang = 18 susun dan 1 susun adalah 3 bahagian yakni kelopak, kuntum dan bunga. Jadi 6 cabang adalah 18 x 3 bahagian = 54 bahagian. Pada batang sendiri ada 4 susun.

Jadi 4 x 3 = 12 batang.

Jumlah seluruhnya adalah 54 + 12 = 66 bahagian. Ini menunjuk pada isi Alkitab yaitu 39 buku Perjanjian Lama dan 27 buku Perjanjian Baru. Ini sama dengan 66 Pasal dalam Kitab Yesaya. Oleh karena itu sidang jemaat disamping penuh Roh suci dan karunia-karunia yang rohani harus juga penuh dengan Firman. Karena karunia-karunia itu ditentukan oleh Firman atau ukurannya adalah Firman. Sebab apabila oleh Tuhan yang penuh dengan Roh Suci dan penuh dengan Firman setan tidak mudah berdendang. Itu sebabnya dalam Matius 4:1-8 Tuhan Yesus Kristus menang atas godaan setan apa sebab ? karena Tuhan Yesus Kristus penuh Firman dan Dia juga adalah Firman Yahya 1:1

Batang mempunyai 4 susun bunga badam. 4 berbicara tentang 4 penjuru alam. Jadi Tuhan Yesus Kristus tidak ada bandingannya dalam karunia-karunia yang rohani (Karunia Roh, Jawatan Tuhan, dan Buah-buah Roh). Dan karunia-karunia ini yang bersumber dari Dia, Yahya 3:34.

Oleh sebab itu apabila kita menjadi tempat kediaman Roh menjadikan kita Tabernakel Allah yang hidup maka Karunia-karunia Roh akan kita miliki, kita akan jadi terang. Dan kita akan jadi saksi Tuhan yang hidup dan dapat kita melakukan Tri Komando Kristus Matius 28:19, Markus 16:15-16, Kisah Rasul 1:8. semua bahagian daripada Pelita Emas seperti bunga badam rupanya. Pohon badam berbungan dan berbuah lebih dahulu daripada daunnya tumbuh. Bunga-bunga yang berwarna merah muda lalu menjadi putih.

Putih      –      warna kesucian

Merah     –    warna sengsara

Mula-mula Gereja Tuhan berjalan dalam kesucian karena penebusan darah Kristus (jalan mendaki gunung kesucian). Yang penuh dengan sengsara buat daging tetapi akhirnya kesucian itu mencapai puncaknya dan Gereja Tuhan mencapai kesempurnaan ikutilah Pelajaran Syirul Asyar Solaiman, pohon badam lebih cepat berbuah daripada pohon lain pada permulaan tahun (bulan Jaunuari). Dalam buah badam ada air yang sedap rasanya yang mengandung gula. Dalam Yermia 1:11-12. Nabi Yeremia melihat tongkat kayu badam ini ialah yang mengajar Nabi Yeremia supaya berjaga-jaga atau bangun terhadap Firman Allah. Pohon badam adalah lambang daripada berjaga-jaga atau bangun, Tuhan mau supaya gerejaNya selalu bangun dan berjaga. Jangan tidur Rohani Epesus 5:14 dimana masa akan datang kelak, kegelapan akan menimpa dan menudungi bumi ini, dan Gereja Tuhan tidak dapat bekerja lagi Yahya 9:4 selagi hari siang hendaklah kita bekerja.

Dalam Bilangan 17:8 tongkat Harun bertunas dan berbuah-buah dan berbuah badam, itu sebabnya gereja yang penuh Roh Suci supaya bertunas dan berbuah-buah Rohani.

 

DINAMIKA KUASA SABDA ALLAH

 

  1. Bagaikan Pedang Bermata Dua, Ibrani 4:12
  2. Bagaikan Lampu atau Pelita, Mazmur 119:105
  3. Bagaikan Api Yermia, 23:29a
  4. Bagaikan Godam Yermia, 23:29b
  5. Bagaikan Benih, Lukas 8:11, 1 Petrus 1:23
  6. Bagaikan Pedang Roh, Epesus 6:17
  7. Bagaikan Obat, Mazmur 107:20, Amsal 4:20-26
  8. Bagaikan Pembasuh, Epesus 5:26-27
  9. Bagaikan Kaca / Cermin, Yakub 1:26-27
  10. Bagaikan Susu, 1 Petrus 2:2
  11. Bagaikan Sungai, Mazmur 1:1-3
  12. Bagaikan Air Sejuk, Amsal 25:22

Ayat 35   

Cabangnya tumbuh daripada kuntumnya. Ini menunjuk dari lambung Tuhan Yesus keluarlah Gereja Tuhan dari Adam keluar Hawa Kejadian 2:21-23, dari Penganten laki-laki keluar Penganten perempuan Yahya 19:34, Epesus 5:31-32, Yesaya 62:5, Yesaya 54:5

Ayat 36   

Semua bagian pelita itu diperbuat daripada emas. 1 talenta emas tulen,   1 talenta dipukul menjadi pelita yang komplit. Emas adalah berbicara Tuhan Yesus Kristus yang jadi terang dunia yang tahan sengsara sampai mati di salib. Kalau mau jadi terang dunia maka harus tahan olokan, sindiran, celaan, sengsara dan aniaya. Ingat lilin setelah dibakar sumbunya baru bisa menyala dan menjadi terang menyinari sekeliling. Sifatnya lilin jika menyala makin lama makin turun makin habis. Kalau kita menjadi saksi Kristus contoilah lilin itu karena makin kita dipakai Tuhan makin merendah dikaki Tuhan dan rela hancur karena Kristus.

Ayat 37   

Pada kaki Pelita harus ditaruh 7 pelita untuk memberi terang Wahyu 1:20. 7 Kaki Dian adalah berbicara 7 sidang jemaat yang penuh Roh suci. 7 adalah angka sempurna.

Kalau Kristus jadi terang dunia maka sidang Tuhan serta Hamba-hamba Tuhan juga harus menjadi terang.

Ayat 38   

Sepit minyaknya dan pemadam daripada emas. Sepit untuk menyucikan, sepitnya atau gunting untuk menyucikan supaya lebih terang. Kalau sumbu itu berarang maka sepit ini adalah alat untuk memotong sumbu. Sebab kalau tidak dipotong, maka tidak baik nyalanya. Tapi untuk menolongnya perlu memakai alat pemadam. Ini adalah berbicara apabila dosa masuk dalam sidang sehingga Roh suci tidak bekerja dengan manis perlu dibersihkan, perlu ada templakan tapi harus didasarkan atas kasih. Dan caranya pembersihan tidak boleh dengan hawa napsu tetapi harus dengan petunjuk Roh, itu sebabnya sepit dan pemadamnya dari emas. Sepit  merupakan Sabda Allah ditengah-tengah sidang Wahyu 1:13.

Sabda Allah yang lemah dimulai dengan keras, menegur dosa akibatnya sidang tambah terang. Sebab kalau dalam sidang itu mereka berbuat dosa tidak ditegur akhirnya pelita padam artinya karunia-karunia Roh berhenti. Lihatlah teguran pada 6 sidang dalam Wahyu 2 dan Wahyu 3. Hanya 1 sidang yang pelitanya menyala sempurna ialah Sidang Filadelfia.

 

Proses Memadamkan Roh

  1. Mencobai Roh, Kisah Rasul 5:9 Ananias dan Sapira yang menyebelahkan harta bendanya untuk dipersembahkan pada para Rasul adalah mencobai Tuhan, mereka mendustai Tuhan dalam hal korban. Mereka telah berjanji, mereka mau memberikan seluruh harta yang mereka jual tapi mereka mendustai atau melanggar janji mereka itu akibatnya kedua suami istri itu mati.

Gereja pertama yang dibangun oleh 12 Rasul Hujan Awal yang dipimpin oleh Rohulkudus mengakibatkan kesembuhan dan mujizat. Jadi apabila orang mencobai Roh akibatnya seperti Ananias dan Sapira. Apalagi Gereja Hujan Akhir proses yang lebih besar lagi akan terjadi lebih hebat. Hal ini akan terjadi memasuki Kegerakan Besar.

  1. Mendukacitakan Roh, Epesus 4:25-30 ialah berbicara tentang anak-anak Tuhan yang sudah ditebus oleh darah Tuhan, masih suka marah, mencuri dan lain-lain. Ini adalah mendukacitakan Roh Allah. itu sebabnya Roh Allah berdukacita dan karunia Allah tidak berjalan lagi. Perbuatan ini sama dengan sumbu dari pelita yang hendak padam.
  1. Menghujat Roh, Matius 12:31-32. Pada tingkat ini lampu merah bagi dia karena disini dinyatakan melawan Bapa dan Anak ada ampun, tetapi melawan Rohulkudus tidak ada ampunan. Segala dosa bisa diampuni tapi menghujat Roh tidak ada ampun, tapi meskipun demikian masih ada kemurahan jika Allah tidak berkehendak.
  1. Menghalangi Roh, Kisah Rasul 7:51. Pada tingkat ini Roh suci tidak diberikan kesempatan bekerja lagi sehingga orang yang  mengajar ini dicari jalan untuk dibunuh seperti Stepanus.

Hal-hal yang padamkan Roh suci :

  1. Markus 14:21 – hal yang memadamkan Roh suci karena soal makan minum atau soalh perut, karena soal perut dia sudah abaikan kebaktian
  2. Lukas 8:16 – meletakkan dibawah katil, ini menunjuk pada pernikahan, orang yang baru menikah sering kali lupa Tuhan karena memikirkan perkara-perkara daging. Ingat akan jemputan pada Pesta Perjamuan Lukas 14:20.
  3. Matius 5:15 – jangan ditaruh dibawah takaran beras atau dibawah tempat tidur melainkan ditaruhnya diatas kaki pelita artinya utamakan Tuhan terlebih dahulu Matius 6:33. Kolose 3:1-2, oleh karena itu didalam melayani pekerjaan Tuhan atau menjadi terang pikirkanlah dahulu bagaimana menangkan jiwa dan menyukakan hati Tuhan. Sebab kalau melayani Tuhan hanya pikirkan perkara-perkara dunia tidak akan berhasil.

Pakai Sepit emas artinya Sabda Allah yang diurapi karena Sabda Allah adalah : pembersih dan penyuci Yahya 15:1-8 (ayat 3) disucikan oleh Firman Allah. Hasil-hasilnya ia berbuah-buah, (ayat 2a) berbuah lebih, (ayat 2b) berbuah lebih, (ayat 5) berbuah banyak, (ayat 6) cinta Firman Allah dan Bapa dipermuliakan, (ayat 7) kehidupan sembahyang yang berbuah, (ayat 8) Bapa dipermuliakan.

Ayat 40   

Pelita Emas harus dibuat menurut teladan yang dilihat oleh Musa dalam sorga. Artinya penganten perempuan atau Gereja Tuhan harus mempunyai tingkatan kerohanian yang sama dengan penganten laki-laki. Tuhan Yesus adalah teladan yang sempurna dalam soal ini, begitu juga Gereja Penganten menjadi teladan Kristus yang sempurna di dunia ini.

Pelita Emas terdiri dari satu batang yang terupam dengan 6 tangkai. Tangkai keluar dari batang tersebut, 3 disebelah kiri dan 3 disebelah kanan. Dalam Yahya 15:5 Pokok Anggur adalah berbicara Tuhan Yesus Kristus yaitu batang, dan carang-carangnya adalah sidang Tuhan  yang harus tinggal tetap dalam Tuhan. Angka 6 adalah angka manusia, angka 1 sama dengan Tuhan atau angka keesaan sehingga digabung menjadi 7. Menunjuk kepada manusia dengan Allah merupakan angka sempurna. Tangkai Pelita masing-masing terdiri dari 3 stel Kembang Amandel atau Badam yaitu kelopak, kuntum dan bunga. Kembang Amandel atau Badam menunjuk pada sifat suka berbuah dari sidang jemaat Allah. Jadi sidang jemaat atau Gereja Tuhan bukan saja bisa bersinar sebagai Pelita melainkan juga perlu berbuah-buah dan berkembang. Jumlah semua kelopak, kuntum dan bunga dari Pelita Emas sama dengan 66. Alkitab adalah berisi 66 buku dari Kejadian sampai dengan Wahyu.

Sidang jemaat harus penuh dengan Rohulkudus dan harus penuh Firman yang lengkap. Sidang jemaat atau Gereja Tuhan yang tidak penuh dengan Firman mustahil bisa jadi Pelita atau saksi. Penuh Roh suci tanpa Firman bisa dipelonco Iblis, penuh Firman tanpa Roh suci menjadi Parisi dan Ahli Torat. Matius 15:8-14, dan Matius 23. Matius 23 ini tubuh tanpa Roh, dalam Yahya 16:13 Roh suci memimpin kita dalam kebenaran dan Firman Allah dari kebenaran datang kepada kebenaran Yahya 17:17b – sebab itu jangan mengambil sebahagian saja dari Firman Allah tetapi seluruhnya harus dipelajari dan dimengerti.

Pelita Emas ini dipelihara baik-baik oleh Imam-imam dan Imam-imam Besar agar selalu dapat memancarkan sinarnya yang heran, Imamat 24:1-4 dan selalu diperiksa sumbu dan pelitanya jangan sampai tidak menyala. Pelita ini harus diisi dengan Minyak Zait yang dibawa oleh umat Israel sendiri. Begitu pula sidang jemaat harus dipelihara baik-baik oleh Hamba Tuhan atau Malaekat Sidang  supaya tetap bersinar.

Minyak ini dibawa orang Israel artinya anak-anak Tuhan datang ke gereja dengan membawa minyak sorga artinya penuh dengan karunia-karunia Roh. Anak-anak Tuhan biasanya datang kegereja untuk mencari Roh suci lalu keluar tetapi kalau dia kembali harus penuh Roh suci juga, sebab itu ingat yang memberi Roh bukan gereja atau pendeta tetapi Tuhan Yesus yang memberinya untuk anak-anak Tuhan atau Hamba-hamba Tuhan.

Tatkala Tuhan meninggalkan dunia ini kembali kesisi BapaNya Tuhan telah berjanji dalam Lukas 24:49 Dia akan mencurahkan RohNya dalam sedikit hari lagi, dan apabila Roh sudah turun setiap pribadi yang menerima Roh itu akan beroleh kuasa atau menjadi saksi Kisah Rasul 1:8. Tepat sesudah 10 hari Tuhan naik ke sorga jatuh pada hari Pentakosta maka Rohulkudus turun diatas Yerusalem tempat berdoa 120 orang Kisah Rasul 2:1-4 janjiNya ditepati dan mulailah zaman Rohulkudus oleh sebab itu kalau anak-anak Tuhan datang kegereja dengan hati yang sudah penuh Roh / karunia-karunia maka Pelita dalam gereja akan menyala dan bersinar dengan Firman.

Pelita diisi dengan Minyak Zait Tuhan Yesus Kristus sebagai buah zait telah diperas di Joljuta sehingga mengalir darah dan sebagai gantinya memberi Rohulkudus pada kita supaya kita menjadi rumah Allah. Getzemani banyak pohon zait yang telah tua, pohon zait itu ditanam untuk dibuat minyak zait dalam 2 bahagian :

  1. Untuk dipakai dalam Kaabah (Minyak yang utama)
  2. Untuk kepentingan umum, untuk alat penerang yang bukan utama.

Untuk mendapatkan minyak zait, pertama-tama diambil untuk menjadi buah, kemudian ditumbuk dan dihancurkan dan diremas baru dimasak, baru mengeluarkan minyak zait. Begitulah pengalaman Tuhan Yesus mulai dari Bukit Zaitun ke Bukit Joljuta.

Pelita Emas perlu sekali dibersihkan dan yang berhak membersihkan adalah Imam-imam, sumbu pelita perlu digunting dengan gunting emas dan dibersihkan karena kalau tidak dibersihkan lama-lama jadi keras akhirnya tidak menyala lagi. Sebab itu dibuat sepit atau gunting dari emas yang lunak.

Hati kita seperti sumbu pelita yang perlu dibersihkan dan digunting dengan Firman Allah yang lunak tetapi penuh kuasa, sering juga harus ditempelak Titus 1:13. Emas Lunak artinya Firman Allah yang menegur dengan lemah lembut 1 Timotius 5:1-3 jangan pakai sepit daripada besi artinya Firman yang penuh dengan hawa napsu. Apabila sidang ditegur / diperbaiki haruslah memakai gunting emas atau sepit emas. Karena itulah peraturannya Firman yang penuh urapan Rohulkudus perhatikan bagaimana Tuhan Yesus melalui dengan 7 surat kirimannya kepada 7 sidang dalam Wahyu Pasal 2 dan 3 dan memakai sepit emas disamping sepit emas ada pemadam emas, gunanya untuk memadamkan pelitanya yang menyala. Sebab kalau pelita menyala harus dibersihkan tetapi di padam lebih dahulu, tetapi pemadamnya itu hanya apabila nampak sumbunya sudah penuh arang, hampir akan mati dimana nyala pelita tidak bersinar terang lagi.

Ini menunjuk bahwa sidang jemaat api Roh kudus tidak bekerja aktif lagi karena didalam sidang terjadi pelanggaran-pelanggaran yang mengakibatkan kesalahan dosa, akhirnya kalau tidak dibersihkan maka gereja itu akan menjadi gelap.

Rohulkudus dapat dipadamkan dengan jalan Epesus 4:25-30, Matius 12:31-32  perhatikan :

  1. Pelita lebih dahulu dipadamkan jika hendak dipukul karena dia harus dibungkus Bilangan 4:9-10. Hal ini terjadi kalau perintah Tuhan, demikian juga sekali kelak pelita rohani yaitu Gereja Penganten akan dipadam didunia ini dan dipikul keluar dari dunia ini dan dunia ini akan tengelam dalam Zaman Anti Krist selama 3 ½  tahun tetapi Gereja Tuhan akan dipikul oleh sayap burung nazar, diterbangkan ke awan-awan (padang belantara) dalam arti rohani Wahyu 12:6, 14, 1 Tesalonika 4:14-17.
  1. Raja Belsyasar dari Kerajaan Babil telah mengadakan pesta perjamuan besar, tetapi ia telah mempergunakan alat-alat dari kaabah Allah yang disimpan dalam gudang perbendaharaan di Babilonia. Antaranya Pelita Emas, Allah tidak suka perbuatan Raja Belsyasar. Sebab itu teguran datang kepada Raja Belsyasar dibawah sinar Pelita, Daniel 5:25-30 huruf-huruf itu ditulis ditembok dalam bahasa asing yang tidak ada satu orang Babil yang sanggup mengartikannya kecuali Nabi Daniel. Karena Nabi Daniel adalah lantikan Tuhan, begitu juga karunia lidah atau kata-kata asing dalam Baptisan Roh tidak dapat diartikan atau seorang Hamba Tuhan sekalipun yang dilantik Tuhan serta mengerti pekerjaan Roh dapat mengartikan Karunia Lidah itu. Teguran Allah kepada Belsyasar dalam bahasa asing ialah karena Belsyasar menghujat Roh suci. Pelita Emas dalam bahasa asing ialah salah satu pelita untuk menerangi, dan kata-kata asing untuk menegur juga menguatkan iman.

Jangan kita mempergunakan Roh suci untuk keperluan makan minum dalam pesta yang besar melainkan minta Roh suci terangi kehidupan dalam hal makan Perjamuan Suci atau sedikit Firman Allah supaya rahasia-rahasia yang tersembunyi diungkapkan 1 Yahya 2:27, Yermia 33:3 seperti telah diterangkan bahwa pelita emas itu adalah berbicara tentang pekerjaan Roh terutama berbicara tentang karunia Roh, 1 Korintus 12:1, 4-6 hal ini akan dijelaskan dalam Pelajaran Rohulkudus karena karunia-karunia ini sangat penting sekali diketahui dan dialami langsung bagi Gereja Tuhan terutama memasuki proses kesempurnaan Gereja Tuhan.

Gereja Tuhan yang tidak mengetahui rahasia ini tidak akan disempurnakan dengan mengetahui pekerjaan Roh suci (Pelita Emas). Maka jalannya Ibadat dan pelayanan tidak akan salah karena karunia-karunia Roh ini mengajar langsung pada 1 Yahya 2:27.

MEJA ROTI PERTUNJUKAN

 

KELUARAN 25:23–30, 37:10–16

Meja Roti Pertunjukan dalam arti rohani adalah berbicara tentang   perhubungan   atau  persekutuan  dengan Allah

oleh Sabda atau Firman Allah dalam Perjamuan Suci.

Meja Roti Pertunjukkan didalam Keluaran 25:23-30 disebutkan sebagai berikut :

Ayat 23         Meja daripada kayu penaga berukuran panjang 2 hasta, lebar 1 hasta, tinggi 1 ½ hasta

Ayat 24-25     Disalut dengan emas tulen, ada 2 karangan emas sekelilingnya. Ada sebuah birai setapak tangan lebarnya diantara kedua karangan itu.

Ayat 26         Ada 4 gelang emas pada 4 penjurunya yaitu pada keempat kakinya

Ayat 27-28     Ada 2 kayu pengusung daripada kayu penaga disalut dengan emas, kayu pengusung itu dimasukkan kedalam gelang itu dengan birai supaya meja itu dapat diusung

Ayat 29         Ada pinggannya atau piring untuk roti, bokornya (kemenyan), cepernya semua daripada emas.

Ayat 30                   Diatas meja diletakkan roti pertunjukan.

DIDALAM IMAMAT 24:5-9 DISEBUTKAN TENTANG ROTI PERTUNJUKKAN SEBAGAI BERIKUT :

Ayat 5   Roti diperbuat daripada tepung halus, banyaknya dua belas ketul, setiap roti dari dua perpuluhan tepung (2 1/10 takaran) dari tepung jadi.

12 roti = 12 x 2 1/10 = 24 1/10 takaran gandum.

Ayat 6   Roti itu diletakkan diatas meja dengan 2 timbunan masing-masing daripada 6 ketul.

Ayat 7   Diatas timbunan roti ditaruh kemenyan yang suci sebagai bahan persembahan bakaran bagi Tuhan (kemenyan dalam bokor lengkap dengan ceper dan penutup).

Ayat 8   Tiap-tiap hari Sabat roti itu diganti dengan yang baru, ini harus menjadi perjanjian yang kekal selama-lamanya.

Ayat 9   Roti ini hanya boleh dimakan oleh Imam-imam saja, harus dimakan dalam Kamar Suci. Ini adalah kesucian dari segala kesucian dan menjadi suatu hukum yang kekal.

GAMBAR MEJA ROTI PERTUNJUKAN

meja roti pertunjukan

Nama–nama yang diberikan pada Meja Roti Pertunjukan adalah :

 

  1. Meja Kayu Penaga / Kayu Sitim, Keluaran 25:23; Keluaran 37:10. Kayu Penaga berbicara tentang manusia, meja ini disediakan untuk manusia bukan bagi Roh.
  1. Meja, Keluaran 39:36-40; Keluaran 4:22

Meja berbicara tentang hati manusia Amsal 3:3, Amsal 7:3, Yahya 28:8, 2 Korintus 3:3. Meja atau tempat untuk meletakkan sesuatu yang patut tidak boleh dilakukan sesuatu yang kotor diatasnya karena kalau demikian bukan lagi bernama meja. Diatas meja / hati kita diletakkan Sabda Allah.

  1. Meja Suci, Imamat 24:6.

Meja ini harus selalu menjadi bersih tidak boleh dinajiskan, meja hati kita tidak boleh dikotori dengan hal-hal yang najis, hati kita harus bersih dan suci bukan dipenuhi dengan cemburuan dengki dan sebagainya.

Hati yang suci Epesus 5:26, Yahya 15:3. Dalam Amsal 4:23 peliharakanlah hatimu terlebih daripada segala sesuatu. Hati mudah melekat dosa seperti kaki mudah melekat debu. Dalam Matius 5:8 orang yang suci hatinya akan memandang kemuliaan Allah sebab itu peliharakanlah hatimu, tolakkan segala kenajisan supaya engkau memandang kemuliaan Allah

  1. 4.    Meja daripada emas, 1 Raja-raja 7:48

Emas berbicara tentang Roh suci atau sifat Ilahi. Meja dari emas artinya meja yang bersifat ilahi, meja kepada Allah Rohulkudus dan untuk Rohulkudus diserahkan kepadanya tempat kediaman Rohulkudus 1 Korintus 3:16

ARTI ROHANI :

Dalam Keluaran 25:23 Meja Kayu Penaga / Sitim yang disalut daripada emas adalah berbicara tentang Meja (hati manusia) yang disalut emas (dipenuhi Roh Suci)

¨       Meja     =    hati manusia

¨       Emas    =   Roh suci

Meja hati manusia lihat Amsal 3:3 yang berbunyi : “Janganlah kiranya sifat kemurahan itu meninggalakan dikau, melainkan kalungkanlah dia pada lehermu dan suratkanlah dia pada pada loh hatimu”. Dalam Amsal 7:3 hendaklah hukum Allah dilukiskan pada meja hati kita juga, Ibrani 8:10, Yeremia 31:33, dimana hukum itu harus disuratkan dalam loh hati manusia. Didalam Yesaya 28:8 berbicara meja yang penuh dengan muntah dan tahi, sehingga tiada tempat yang suci. Berbicara tentang hati kita yang penuh kenajisan karena dibawah oleh hawa napsu sehingga hati kita ditempati oleh roh Iblis bukan lagi tempat kediaman Allah Matius 13:1-23.

Hati manusia diumpamakan sebagai tempat dimana benih Firman Allah ditaburkan. Oleh karena itu Gereja Tuhan harus menerima taburan Firman Allah yang benar supaya akan bertumbuh dan berbuah lebat. Semakin suci meja hati kita (Gereja Tuhan) semakin nyata Sabda Allah dalam hati kita, semakin kita juga disucikan Epesus 5:25-27, Yahya 15:3. Firman Allah dapat membaharui hati kita supaya hati kita dikuasai atau dipenuhi dengan Rohulkudus. Sebab itu sekali lagi meja hati kita harus penuh dengan Roh suci, karena Roh suci menyucikan itu sebabnya dikatakan Roh Suci atau Rohulkudus.

Tinggi daripada Meja Roti Pertunjukan 1 ½ hasta. Setengah dari Mezbah Korban Bakaran dan Peti Perjanjian 1 ½  adalah  angka perantara. Tuhan Yesus menjadi korban sembelihan dan sudah memberi darahNya untuk grafirat atau dipercikkan pergi ke grafirat tujuh kali dipercikkan.

Grafirat         = pengampunan

Tuhan Yesus disembelih = Mezbah Korban Bakaran.

Kalau darah itu tidak dibawa sampai ke Peti Perjanjian tidak ada ampun perhatikan darah Habel menuntut pembalasan.

Jadi Tuhan Yesus adalah perantara antara Allah dengan manusia dan sekarang menjadi Juru syafaat. Tuhan Yesus menjadi perantara sebagai Sabda Allah  atau Firman yang menjadi daging, Yahya 1:14 dan Perjamuan Suci 1 Korintus 11:23-24 dan Yahya 6:48-54. Sebab itu Firman Allah dan Perjamuan Suci penting karena itu berhubungan satu dengan yang lain. Gereja Pertama sesudah Firman Allah mereka melakukan Perjamuan Suci hal ini berlaku pada masa penyempurnaan. Ukuran meja ialah 1 x 2 hasta.

                                            Gambar

1. Dua Loh Batu

10-commandments-tablets copy

2. Meja Roti Pertunjukan

meja roti pertunjukan

3. Hati Manusia

anatomi_hati

–          2 loh batu terdiri dari 2 meja sebelah kiri dan kanan

–          Meja roti terdiri dari 2 bahagian

–          Meja hati juga seolah-olah 2 bahagian, seolah-olah 2 pompa

Yang diisap dan pompa darah untuk peredaran. Diatas meja ini Sabda Tuhan harus diukir seperti diatas 2 loh batu dan disusun seperti diatas meja roti dan disimpan seperti di meja hati.

Meja Roti mempunyai dua karangan emas :      

  1. Karangan I – menunjuk pada 12 Rasul Hujan Awal
  2. Karangan II – menunjuk pada 12 Rasul Hujan Akhir

Karangan I dan II adalah Rasul Hujan Awal dan Rasul Hujan Akhir, lihat rahasia Wahyu 4:4 berbicara tentang 24 Rasul / Ketua. Karangan tersebut jadi mahkota daripada meja itu artinya 12 Rasul Hujan Awal dan Rasul Hujan Akhir adalah menjadi mahkota. Mahkota Injil adalah berbicara tentang Rohulkudus. Jadi 24 Rasul ini menjadi mahkotanya Gereja artinya 12 Rasul Hujan Awal adalah pembentuk dan memimpin Gereja Hujan Awal pemberi dasar pada pekabaran pekabaran Penganten yang berakhir pada 2 Korintus 11:2 yakni ditunangkan dengan Kristus. Sedangkan 12 Rasul Hujan Akhir akan memimpin Gereja Tuhan (Gereja Penganten) sampai dinikahkan dengan Tuhan Yesus Kristus dengan Kabar Penganten Wahyu 12:1-2, Galatia 1:11-12.

Yang dimaksud dengan Kabar Penganten ialah pelajaran yang diberikan oleh Tuhan bukan tafsiran akal manusia. Hal ini akan ditemui pada pelajaran 9 Karunia Rohulkudus dan Jawatan Tuhan. Dalam Amsal 4:9, Yesaya 28:5, 1 Korintus 9:25,      2 Timotius 4:8, 1 Petrus 5:4 adalah berbicara mahkota dengan cahaya terang Rohulkudus.

Adapun jarak antara 2 karangan adalah setapak tangan jua adanya adalah berbicara tentang hujan akhir segera dan pasti terjadi sebagaimana Gereja Hujan Awal terjadi.

Hujan awal terjadi pada tahun I pada zaman Rohulkudus dan berakhir tatkala RasulKu Yahya mati di Epesus pada tahun 100 sesudah masehi. Sedangkan Hujan Akhir itu pada penghabisan zaman Roh yang berlaku pada setengah Sabat yang pertama, dan berakhir pada waktu Gereja Tuhan diangkat ke awan-awan Wahyu 12:6-14, 1 Tesalonika 4:16-17, Matius 24:27-31.

Dua karangan ini gambaran dari dua perkawinan. Karangan Pertama adalah berbicara tentang pernikahan antara Kristus dan sidangNya. Karangan Kedua adalah berbicara tentang perkawinan suami istri Epesus

5:23.

Perkawinan antara Adam dan Hawa adalah bayangan perkawinan, Adam I mati, Adam II Hidup. Adapun pernikahan itu penting adanya karena itu rencana Allah. Itu sebabnya pernikahan itu direstui dan dikuduskan oleh Tuhan. Oleh karena itu pernikahan harus dihormati dan dihargakan, perlu ada keharmonisan dan kerja sama. Itu sebabnya dikatakan barang yang dijodohkan Allah jangan diceraikan oleh manusia Matius 19:3-10.

Perzinahan dalam rumah tangga adalah merupakan kebencian Tuhan yang mengakibatkan perceraian karena rumah tangga itu adalah kudus dan suci. Oleh karena itu perbuatan zinah itu adalah dosa besar yang menjadi kebencian Tuhan. Demikian juga bagi Gereja Tuhan yang mengadakan perzinahan rohani menjadi kebencian Tuhan yang mengakibatkan perceraian antara Tuhan dengan gerejaNya.

Itu sebabnya Tuhan menegur ahli Torat dan ahli Parisi dalam Matius 15:8-14 dan Matius 23 karena mereka mengawinkan Perjanjian Lama dan hukum Toratnya dan Pelajaran Kitab Talmut atau Kebenaran Alkitab dikawinkan dengan pelajaran berhala perhatikan 1 Korintus 6:9-10 dan 2 Korintus 6:14-15. Gereja yang membawakan pekabaran diluar Firman Allah sangat dibenci Tuhan karena menyesatkan banyak orang.         2 Timotius 4:1-5. Terutama akhir zaman ini gereja Tuhan harus berhati-hati apalagi dengan banyaknya organisasi gereja sekarang ini anak-anak Tuhan harus membuka mata Rohani yang sebesar-besarnya serta menilai apakah pekabaran itu berdasarkan Firman Allah atau tidak. Karena dalam Matius 15:13-14 dikatakan barang yang tidak ditanam oleh BapaKu akan dicabut, biarkanlah mereka itu pemimpin buta akan memimpin orang buta dan semuanya masuk kedalam lubang.

Perhatikan sekali lagi apabila seorang hamba Tuhan membawakan Kabar Penganten rumah tangganya harus baik dan menjadi contoh. Karena kalau rumah tangganya itu tidak baik jangan dia membawakan Kabar Penganten. Perhatikan Pelajaran kedudukan tentang wanita ditinjau dari sudut Alkitab.

Ayat 26 – 28

Ada 4 gelang yang melekat pada 4 sudut daripada Meja Roti Pertunjukan dimana dimasukkan kayu pengusung supaya meja itu dapat diusung. Maksud rohaninya adalah supaya kabar Sabda Allah dan Perjamuan Suci harus dibawa keempat penjuru alam. Sebagai komando Tuhan Yesus Matius 28:19 dan Markus 16:15-16. Ada 2 kayu pengusung yang disalut emas (Kayu Penaga)

–          Kayu Penaga ialah berbicara tentang kemanusiaan

–          Emas adalah Roh suci atau sifat Ilahi. Hamba-hamba Tuhan yang bersifat Ilahi yang penuh dengan Roh akan membawa kabar Sabda Allah dan Perjamuan Suci keseluruh dunia.

Itu sebabnya Tuhan bersabda pada murid-muridNya supaya mereka menunggu perjanjian itu Lukas 24:49, Kisah Rasul 1:8. seorang Hamba Tuhan yang dipenuhi dengan Roh dan akan berapi-api melayani pekerjaan Tuhan. Lihatlah pekerjaan Rasul Hujan Awal. Rasul Petrus sebelum dia dipenuhi Roh suci dia diliputi dengan ketakutan, oleh karena itu tatkala Tuhan Yesus diadili oleh Imam-imam Besar datanglah dayang-dayang kepada Rasul Petrus engkau juga salah satu pengikutNya, Petrus menyangkal tetapi sesudah hari Pentakosta tiba dimana para rasul dan murid-murid telah dipenuhi oleh Roh suci, ketakutanpun hilanglah mereka masuk penjara, keluar penjara, diolok, dinista, dianiaya, tidak ada tempat yang tetap sering kali lapar, dahaga, hanyut dilaut dan sebagainya. Sampai mereka mati sahid, karena mereka tidak mundur. Perhatikan kesaksian Rasul Paulus dalam 2 Korintus 11:16 dan seterusnya. Karena Roh suci menghilangkan ketakutan tetapi memberi kuasa bersaksi 2 Timotius 1:7 apalagi untuk akhir zaman ini pengalaman Rasul Hujan Awal akan dialami kembali oleh para rasul hujan akhir atau seluruh Gereja Penganten. Dan ini akan lebih hebat lagi, tapi jangan kamu takut karena sehelai rambutpun tidak akan jatuh kalau tidak dikehendaki Tuhan, bahkan Tuhan berkata takutlah pada Dia yang berkuasa membunuh jiwa, sebab dikatakan biar tubuhmu binasa tetapi jiwamu selamat (Matius 10:28).

Ayat 29

Pinggan, bokor, ceper semuanya dibuat daripada emas, semuanya dipakai untuk melayani Meja Roti Pertunjukan yang artinya segala sesuatu yang mau dipakai oleh Tuhan harus bersifat Ilahi, tidak boleh hidup dalam hawa nafsu daging, tetapi dalam Roh. Karena hawa nafsu daging tidak akan membawa berkat. Ingat akibat daripada hawa nafsu daging berbuah-buah sedap seperti dalam Galatia 5:19-21 tetapi apabila kita melayani Tuhan dengan Roh akhirnya akan mengeluarkan buah-buah Roh Galatia 5:22-23 dan 1 Korintus 13:1-13.

Ayat 30

Diatas meja harus diletakkan roti pertunjukan. Meja Roti menunjuk pada hati orang Kristen perhatikan Yermia 17:1. sebab itu diatas kaki orang Kristen harus ada Sabda Allah yang dipertunjukkan pada Tuhan dan Sabda Tuhan itu harus terukir dalam loh batin menjadi surat yang terbuka yang dapat dibaca oleh orang sekalian 2 Korintus 3:3-4 disini dinyatakan Firman yang didapat harus disimpan dalam hati dan dipraktekkan dalam hidup sehari-hari supaya dunia melihat keadaanmu yang berjalan menurut Firman Allah dan disinilah mereka itu dicekam memuliakan Allah.

Syirul Asyar Solaiman 4:1, 2 Petrus 1:4, Mazmur 119:11, kalau engkau penuh dengan Firman tetapi tidak menjadi terang itu merupakan hujatan Tuhan.

ROTI PERTUNJUKAN

 

Roti Pertunjukkan menunjuk pada Sabda Allah dan Perjamuan Suci. Diatas meja selalu disediakan 12 roti dalam 2 susunan kembar (1 susun 6 ketul roti). Rahasia daripada 12 roti ini adalah menunjuk pada Pelajaran 12 Rasul. Roti ini diperbuat daripada gandum yang dihancurkan sehingga halus lalu dipanggang jadi roti yang gepeng (roti ini tidak beragi). Contoh: Apam fatir tidak beragi. Begitu juga Firman Allah tidak ada campuran karena Firman itulah kebenaran Yahya 17:17. Tuhan Yesus adala gandum Ilahi, sesudah mengalami penumbukan / pemerasan mulai dari taman Getsemani sampai dibakar diatas Bukit Joljuta untuk jadi makanan bagi segenap dunia Yesaya 53:10 untuk perwujudan dari Yahya 6:48-56.

Bilamana roti dimakan ia hancur dalam tubuh dan berhubungan dengan bahagian-bahagian tubuh. Sebab itu Perjamuan Suci adalah persekutuan yang heran antara Kristus sebagai roti kehidupan atau sebagai roti Perjamuan Suci dan kita yang memakannya 1 Korintus 10:16-17. Roti adalah merupakan tubuh Kristus yang apabila kita makan akan bersekutu dengan tubuh kita demikian juga apabila kita minum anggur dimana darah kita bersekutu dengan darah Yesus Kristus. Itu sebabnya ditekankan Tuhan dalam Yahya 6:53-56 betapa herannya Perjamuan Suci. Oleh karena itu Perjamuan Suci sangat penting dalam Gereja Tuhan karena ada persekutuan Tuhan dengan gerejaNya.

Perkataan Tuhan Yesus dalam Yahya 6:53-56 mengakibatkan banyak murid-muridNya itu undur Yahya 6:66, tidak berjalan lagi dengan Dia. Karena mereka tidak mengerti rahasia dari perkataan Tuhan ini nanti sesudahnya Tuhan mati disalib dan bangkit pada hari yang ketiga barulah mereka mengerti.

Pada Gereja Hujan Awal, Perjamuan Suci ini menjadi isyarat yang sangat penting, sehingga setiap kali mereka mengadakan ibadah ditutup dengan Perjamuan Suci, Kisah Rasul 2:42-47. Tetapi kemudian setelah berjalan beberapa lama Rasul Paulus berbuat seminggu sekali Kisah Rasul 20:7. Oleh karena itu Perjamuan Suci itu karena sangat penting artinya dengan Ilham Roh kepada Rasul Paulus maka diadakan suatu peraturan khusus dalam melaksanakan Perjamuan Suci itu memberi  manfaat yang sebesar-besarnya dan memberikan kekuatan Rohani bagi gereja yang makan dan minum Perjamuan Suci,     1 Korintus 11:17-34.

 

Oleh karena itu setiap Hamba-hamba Tuhan dan Anak-anak Tuhan dalam hal makan Perjamuan Suci itu harus periksa diri apakah dia berlayak atau tidak.

Banyak Anak-anak Tuhan yang tidak mengerti Rahasia Perjamuan Suci itu sehingga mereka berpendapat bahwa itu merupakan suatu peraturan gereja / organisasi sehingga dalam makan Perjamuan Suci mereka tidak ada ketakutan bahkan tidak ada perubahan dalam hidupnya, yang menyebabkan hati Tuhan sedih. Didalam Kisah Segala Rasul nampak betapa herannya ibadat itu disertai dengan Perjamuan Suci (Kisah Rasul 2:43).

Tuhan Yesus adalah roti kehidupan, Dia telah dihancurkan dan kemudian dijemur (dipanggang) oleh matahari di Joljuta. Tuhan Yesus mulai mendaki Gunung Joljuta dan menghembuskan nafasNya yang terakhir diatas puncak Joljuta pada jam 3 petang. Tuhan Yesus adalah Kalam atau Firman Allah yang telah jadi daging Yahya 1:14.

Dia dikaruniakan oleh Bapa di sorga kepada kita atau Gereja Tuhan supaya barang siapa yang percaya dan seterusnya (Yahya 3:16) Dia telah dipersiapkan untuk menjadi Domba yang disembelih karena mengangkat dosa dunia (Yahya 1:29, Wahyu 13:8) dan Yesaya 53 dengan korbannya Kristus dikemuncak Joljuta berarti dosa kita dihapuskan dan bilurNya menyembuhkan kita (1 Petrus 2:24)

Tuhan Yesus sebagai makanan :

  1. Sebagai Perjamuan Suci untuk mengadakan persekutuan yang heran dengan kita 1 Korintus 11:24-26, Yahya 4:48-55
  2. Sebagai Firman yang mesti dipelajari untuk kita Matius 4:4, Yahya 4:23. kita melihat disini persekutuan yang dalam sekali. Oleh karena itu apabila kita mengadakan ibadat kepadaNya kita berpesta dengan Tuhan dalam 2 bahagian :
    1. Pesta Firman
    2. Pesta Perjamuan Suci

Keterangan

Perhatikan 2 loh batu yang berisi 10 hukum Torat Keluaran 20:1-17

  1. 2 loh batu Pertama telah dihancurkan oleh Musa Keluaran 32:19, sedangkan
  2. 2 loh batu kedua (pengganti yang pertama) disimpan oleh Tuhan dalam Peti Perjanjian Ibrani 9:4-5,   Keluaran 34:1, 28, 2 Tawarikh 34:4
  • Bahagian I tentang 2 loh batu yang Pertama adalah berbicara tentang Tuhan Yesus yang tubuhNya telah dihancurkan menunjuk pada Perjamuan Suci, karena dihancurkan seperti Roti Yahya 6:48-51. Sebai makanan bagi Tubuh.
  • Bahagian II menunjuk Batu yang kedua adalah menunjuk pada Tuhan Yesus dalam bentuk Firman Allah yang harus disimpan baik-baik adalah makanan bagi jiwa Matius 4:4 dan Yahya 14:24. Oleh karena itu perlu adanya pelajaran Alkitab. Perhatikan bahwa pendidikan Firman Allah itu penting supaya dapat mengetahui kehendak Allah (Kisah Rasul 17:10-11, Rum 10:12-17).

ARTI PERSEKUTUAN

Persektuan Tuhan Yesus dan 12 muridNya adalah suatu persekutuan yang heran yang pada akhirnya Tuhan Yesus sama dengan mereka, Yahya  duduk dipangkuan Tuhan Yesus artinya Gereja Tuhan yang kelak menjadi kekasihNya Tuhan satu kali kelak akan menjadi seperti Tuhan dan duduk besertaNya. Epesus 2:6, mempelai laki-laki akan bersama-sama dengan  mempelai perempuan seperti suami dan istri maka istri itu tunduk pada suaminya, demikian juga gereja Tuhan harus tunduk kepada Tuhan (Epesus 5:22-33). Dalam Matius 25:40, 45 ditegaskan oleh Tuhan apa yang kamu berbuat bagi orang lain karena mereka itu milikKu itu berarti kamu telah berbuat karena Aku dan kalau kamu berbuat sebaliknya daripada itu tapi sebaliknya kamu tidak berbuat itu berarti kamu sudah melakukan itu juga kepadaKu. Karena orang yang hina sekalipun namanya dia milik Tuhan dan sudah menjadi penganten dihadapan Tuhan sama adanya. Oleh karena itu Tuhan Yesus menganggap Rasul-rasul seperti Dia.

Oleh karena Rasul-rasul menganggap bahwa mereka itu adalah alatnya Tuhan dan satu kali kelak akan menjadi seperti Dia karena mereka menurut teladan Kristus, 1 Korintus 11:2. Dalam Matius 24:19-20 dimana diceritakan tentang perbuatan mujizat dari Tuhan Yesus Kristus perihal memberi makanan pada 5000 orang dengan 5 ketul roti. Adapun roti ini adalah roti jelai. Roti adalah berbicara tentang Firman Allah, 5 adalah angka ketebusan, Jelai adalah Firman Pertobatan. Jadi 5 roti ini adalah  berbicara tentang Firman yang menunjukkan Tuhan Yesus yang dihancurkan untuk membawa penebusan pada setiap orang yang menerima Dia (Roti) sebagai jalan pertobatan karena Dialah adalah Jalan, Yahya 14:6 yang berbunyi sebagai berikut : “Maka kata Yesus kepadanya Aku inilah Jalan dan Kebenaran dan Hidup, seorangpun tiada sampai kepada Bapa kecuali dengan Aku”.

Sisa 12 bakul adalah berbicara tentang 12 Rasul Hujan Awal yang penuh persekutuan dengan Tuhan Yesus, atau penuh dengan Sabda Allah. Itu sebabnya pemberian makanan 5000 orang ini adalah berbicara tentang rahasia daripada pekerjaan 12 Rasul Hujan Awal yang membawa Kabar Pertobatan ini akan dijumpai pada Pelajaran Rohulkudus mengenai Rasul-rasul Hujan Awal dan Rasul Hujan akhir.

Hubungkan ini dengan pemberian makanan daripada 5000 orang dengan 5 roti dan 2 ekor ikan sisanya 12 bakul, dan pemberian makan pada 4000 orang 7 ketul roti dan sedikit ikan-ikan kecil yang sisanya 7 bakul.

7 adalah angka sempurna, artinya pemberitaan sempurna atau Kabar Sempurna atau Kabar Penganten.

Kita tidak melihat 5 ketul roti diatas Meja Roti Pertunjukan akan tetapi 12 roti diatas meja berarti Sabda Allah sudah diberi kepada murid-muridNya 12 roti berbicara tentang 12 Rasul yang penuh dengan Firman sesudah hari Pentakosta Kisah Rasul 2:1-13 sebelum Tuhan Yesus disalib 12 RasulNya bersama-sama dengan Tuhan Yesus tetapi setelah Tuhan Yesus disalib dan naik ke sorga dan mencurahkan Rohulkudus kepada mereka pada hari Pentakosta maka Tuhan Yesus ada di dalam mereka. Dalam bentuk Roh Suci karena Roh Suci adalah pribadi Tuhan Yesus yang tidak kelihatan Yahya 14:17-18.

Dalam Imamat 24 dikatakan bahwa 12 roti tersebut harus dibaharui atau diganti pada setiap hari Sabat kalau tidak maka roti itu akan menjadi keras atau menjadi busuk. Roti lebih tahan daripada manna yang diberikan Tuhan kepada Umat Israel sebagai makanan pada setiap hari dan manna ini tidak bisa tahan untuk esok harinya karena sudah mau busuk (Keluaran 16). Manna ini dipungut waktu fajar menyingsing apabila matahari sudah terbit manna sudah menjadi cair dan mereka yang malas tidak akan dapat pada fajar merekah dan tidak makan.

Inilah Rahasia untuk bersekutu dengan AKU untuk dapat berkat-berkat Rohani setiap orang harus bangun pada setiap fajar menyingsing (jam 4 pagi) supaya mareka beroleh berkat-berkat Rohani (Manna dari sorga) dan apabila ia bangun tatkala matahari sudah terbit ia tidak beroleh berkat Rohani. Untuk pribadi seseorang sebaiknya berdoa tengah malam tapi jangan menggangu keamanan disekitarnya, harus berdoa berbisik-bisik karena pada waktu itu karunia sedang turun seperti manna sedang turun. Jadi Roti Pertunjukan ini tahan selama 6 hari dan pada hari Sabat diganti. Jadi roti memberi sehat atau perhentian bagi orang yang makan. Roti adalah Tuhan dan Tuhan adalah perhentian Matius 11:28 yang berbunyi sebagai berikut : “Marilah kepadaKu, Hai kamu sekalian yang berlelah dan yang menanggung berat. Aku ini akan memberi sentosa kepadamu”

Perhatikan pembagian zaman yang berjumlah 7000 tahun :

  1. 2000 tahun Zaman Bapa
  2. 2000 tahun Zaman Anak
  3. 2000 tahun Zaman Rohulkudus
  4. 1000 tahun Masa Damai

Dalam 2 Petrus 3:8 yang berbunyi sebagai berikut : “Tetapi perkara yang satu ini jangan kamu lupakan hai segala kekasihku bahwa satu hari kepada Tuhan sama seperti seribu tahun, dan seribu tahun sama seperti satu hari”

1000 tahun bagi manusia sama dengan 1 hari bagi Tuhan, Mazmur 90:4 yang berbunyi sebagai berikut : “Karena pada pemandanganmu seribu tahun seperti hari kelemarin jua, yang telah lalu, dan seperti satu waktu jaga pada malam adanya”

Oleh karena itu ada Minggu Ketebusan 7000 tahun dimana telah diterangkan diatas bahwa Roti Pertunjukan ini hanya 6 hari dia tahan dan pada hari Sabat dia diganti.  Ini menunjuk pada sesudah 1000 tahun yaitu pada 1000 tahun Masa Damai akan ada makanan yang baru yang akan diberikan. Oleh karena itu pada 1000 tahun Masa Damai masih ada Pekabaran Wahyu 1:6 yang berbunyi sebagai berikut : “Dan yang  menjadikan kita suatu kerajaan dan Imam-imam bagi hadirat BapaNya yaitu Allah, baginyalah kemualiaan dan kuasa selama-lamanya. Amin”.

Dikatakan orang yang menang atau Gereja Tuhan akan menjadikan kita suatu kerajaan dan Imam-imam, berarti Gereja Tuhan akan memerintah dengan Kristus yang dibagi dalam 2 kelompok : memerintah dan jadi Imam-imam.

Dalam Matius 26:19 dikatakan selamatlah bagi orang yang makan roti karena satu kali kelak akan mengalami lebih heran lagi dalam kerajaan BapaNya dalam 1000 tahun Masa Damai. Orang Israel pada hari yang ke-6 diperintahkan memungut manna 2 kali ganda karena pada hari yang ke-7 mereka itu berhenti tidak memungut manna karena mereka diwajibkan untuk berbakti kepada Tuhan pada hari Sabat. Sekali lagi Sabat artinya perhentian. Sekarang bertanyalah pada dirimu apabila engkau berbakti pada hari Sabat apakah ada perhentian ? adakah engkau sakit berbakti pada hari Sabat akan kembali dengan sembuh. Apabila terjadi demikian maka engkau merasakan perhentian tetapi apabila engkau berbakti pada hari Sabat dan penyakit tidak sembuh, damai tidak ada itu bukannya suatu perhentian atau Sabat baginya. Bukannya perhentian secara badani tetapi secara rohani juga karena itulah yang penting. Rahasia daripada pemungutan manna 2 kali ganda pada hari yang ke-6 adalah berbicara tentang tahun yang ke-6000 Gereja Tuhan harus mengumpulkan Firman sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu Gereja Tuhan akhir zaman ini (Hamba-hamba Tuhan) harus belajar banyak-banyak Firman Allah, membaca dan sebagainya dan satu perkara yang perlu dikejar ialah Wahyu Pengajaran.

Yang dimaksud 2 kali ganda ialah :

  1. Alkitab (66 buku) yang disebutkan Wahyu Firman.
  2. Alkitab diungkapkan Rahasianya yang disebutkan Wahyu Pengajaran.

Jangan sampai orang salah mengerti karena ini bukan penambahan Alkitab baru atau penggantian baru, tetapi isi Alkitab yang lama itu tanpa penambahan, tetapi isinya yang tidak diketahui oleh kita, akan diajar oleh Tuhan melalui jalan Wahyu Pengajaran 1 Yahya 2:27, Galatia 1:11-12, Yermia 33:3. Dalam bahasa Theologia disebutkan tafsiran Alkitab, ini yang dimaksudkan Wahyu Pengajaran tafsiran Matius 15:8-14 (Pelajaran Akal-akal manusia) kalau tidak berisi Roh, tapi Wahyu Pengajaran lihatlah Yeremia 33:3, Epesus 3:3-4, Galatia 1:11-12, 1 Yahya 2:27. Wahyu Pengajaran adalah pengajaran yang paten atau tidak berubah-ubah. Inilah yang disebut Pelajaran Rasuli. Apabila berubah-ubah itu bukan Pengajaran Rasuli tetapi ada seringkali dari Roh Tuhan dan ada pula dari akal-akal manusia. Yang didalam penilaian Tuhan adalah merupakan perzinahan Rohani dan lebih kasar lagi adalah Pelajaran Gadara.

 

Contoh tentang Pelajaran Gadara

Mereka menafsir bahwa 3 orang Majus menyembah Tuhan Yesus Kristus adalah Musa, Henoch dan Elia dan tafsiran itu benar karena mereka itu bersandar pada Roh. Tetapi kemudian dalam Pelajaran Tabernakel dalam 4 zat yang hidup Wahyu 4:6 yang berbunyi sebagai berikut : “Dan dihadapan arasy itu seolah-olah laut kaca, seperti hablur rupanya dan ditengah arasy itu ada empat zat yang hidup, penuh dengan mata dihadapan dan dibelakang”.

Mereka mengatakan bahwa 4 zat yang hidup itu adalah Henoch, Musa dan Elia dan Tuhan Yesus. Demikian juga pada 4 tiang pada Pintu Tirai bahwa 4 tiang itu adalah Henoch, Musa dan Elia dan Tuhan Yesus. Disini mereka menyamakan Tuhan Yesus dan nabi-nabi, sedangkan Matius 11:11 bahwa nabi-nabi yang mereka sejajarkan dengan Tuhan Yesus dalam pelajaran ini Yahya Pembaptis lebih besar, daripada nabi-nabi lainnya. Tetapi dalam Matius 3:10-13 Yahya Pembaptis berkata mengangkat tali kasutnyapun aku tidak berlayak. Yahya Pembaptis sadari diri bahwa Tuhan Yesus Kristus yang dihadapannya jauh lebih besar dan mulia daripadanya, oleh karena itu dia merasa diri tidak berlayak tetapi dengan kerendahan inilah dia diberikan kepercayaan yang paling besar yang menjadi idam-idaman bagi Anak-anak Tuhan ialah membaptiskan Tuhan Yesus (inilah contoh Pelajaran Gadara).

12 Roti menunjuk pada :

  1. 12 Rasul Hujan Awal
  2. 12 Rasul Hujan Akhir

Sedangkan 12 Rasul Hujan Akhir bukan lagi pemberi dasar tetapi membawa kabar penyempurnaan  / Kabar Penganten yang menunjuk pada Wahyu 12:1-2. 12 Rasul Hujan Awal dan Hujan Akhir itulah yang disebut 24 Ketua-ketua dalam Wahyu4:4 yang berbunyi sebagai berikut : “Dan keliling arasy itu ada dua puluh empat tahta dan diatas segala tahta itu ada duduk dua puluh empat ketua-ketua, yang berpakaian putih dan diatas kepalanya bermahkota emas”.

Tugas Rasuli Akhir Zaman lihat Pelajaran Roh suci. Dalam Epesus 4:7-14 bahwa kelima jawatan ini tidak pernah putus mulai dari Gereja Hujan Awal sampai pada Gereja Hujan Akhir adalah Rasul-rasul yang inti dan yang lain itu bukan inti.

 

Contoh :       Marthen Luther adalah Rasul pada zaman pertengahan karena dialah seorang  Hamba Tuhan yang pertahankan kebenaran dalam Alkitab dan yang menentang pelajaran yang diluar Alkitab dan menyerahkan nyawanya karena kebenaran. Meskipun ia dikucil dari gereja tapi dia tidak pernah takut oleh karena itu dalam sejarah gereja dia disebut Pahlawan Injil. Sama dengan Perjanjian Lama ada Nabi-nabi Besar, ada Nabi-nabi Kecil demikian juga pada zaman gereja ada Rasul Inti ada yang bukan inti tapi semuanya beroleh pahala menurut kadar pemberian Tuhan.

Dalam Imamat 24:7 yang berbunyi sebagai berikut : “Maka diatas dua-dua timbunan itu hendaklah kau bubuh kemenyan yang suci akan bahagian persembahan roti itu, ia itu suatu persembahan bakaran bagi Tuhan”.

Diatas timbunan roti itu ada kemenyan yang suci sebagai korban persembahan bagi Tuhan artinya kemenyan menunjuk pada kehidupan sembahyang. Sembahyang yang naik terdorong oleh pengetahuan Alkitab yang harus murni adanya didorong oleh pemberitaan yang benar karena sesudahnya Firman dipelajari, didengar, diterima maka melalui doa dan sembahyang dapat dirasakan persekutuan dengan Tuhan. Hal ini diterangkan dalam Pelajaran Mezbah Dupa. Dalam Pelajaran Penganten dapat dibedakan manakah pemberitaan Firman yang benar dan mana yang tidak benar. Itu terbukti  apabila masuk dalam doa dan penyembahan pemberitaan Firman yang benar dan ibadat itu teratur menurut Pelajaran Tabernakel pasti Karunia-karunia Rohulkudus bekerja dalam perhimpunan itu. Dan akan nampak 1 Korintus 14:26-33  tetapi ingat jangan sembahyang untuk senangkan diri tapi bagi Tuhan saja.

Ayat 9

Roti Pertunjukan hanya boleh dimakan oleh Imam-imam saja, yaitu  Hamba-hamba Tuhan / Anak-anak Tuhan yang sudah diurapi oleh Roh dan suka  bekerja buat Tuhan saja boleh mendapat hubungan yang manis dengan Sabda Allah. Ini harus dimakan dalam ruangan suci artinya harus makan Sabda Allah dalam suasana kesucian, jauh daripada hawa napsu dunia. Ini adalah kesucian segala kesucian dan jadi hukum yang kekal. Itu sebabnya dalam Alkatib 4:17 yang berbunyi sebagai berikut : “Ingat-ingatlah olehmu akan kakimu apabila engkau masuk kedalam bait ullah, karena sedia akan menurut itu baik daripada segala korban, yang dipersembahkan oleh orang bodoh, karena sesungguhnya dibuatnya jahat dengan tiada diketahuinya sendiri”.

 

Diingatkan apabila masuk dalam perhimpunan perlu memeriksa diri dan harus membereskan segala sesuatu dihadapan Tuhan. Apabila orang tidak memperhatikan ini seringkali dia tidak dapat berkat rohani, selesai berbakti atau apabila karunia-karunia bekerja dalam sidang sehingga Nubuatan dan Penglihatan muncul dalam sidang itu dia akan menerima teguran dari Roh. Atau sebaliknya karena kesalahan dari Hamba Tuhan / Anak Tuhan dapat saja karunia-karunia tidak berjalan.

Pengertian Rohani dari Meja Pertunjukan adalah hubungan dengan Tuhan atau Sabda Allah dan Perjamuan Suci. Oleh karena itu dalam melaksanakan Perjamuan Suci harus berdasarkan Pelajaran Tabernakel maka orang yang menerima Yesus tapi belum menerima Baptisan Air dan Roh tidak akan beroleh berkat. Bahkan dalam Pekabaran Penganten orang yang belum lahir baru daripada air dan Roh dilarang makan Perjamuan Suci. Dalam Pelajaran Pertobatan lain pula halnya. Memperhatikan 2 Korintus 6:14-18 ditegaskan beberapa persoalan yang menghalangi perhubungan antara Sabda Allah dengan Gereja Tuhan disebabkan :

  1.  Orang yang tidak beriman, adanya persekutuan dengan gelap dan pergaulan yang kotor.
  2. Adanya berhala termasuk berhala modern yakni pekerjaan, rambut, pakaian dan sebagainya sedangkan Gereja Tuhan (kita) adalah Rumah Allah.
  3. Adanya Sifat kekafiran.
  4. Adanya barang-barang yang najis seperti darah dan sebagainya.

Yang dimaksudkan darah disini ialah darah yang ditampung dari binatang yang disembelih yang dijadikan  makanan oleh karena itu darah harus dicurahkan kebumi. Darah yang tertinggal yang sesudah darah binatang itu tercurah kebumi itu bukan merupakan larangan lagi.

KARANGAN EMAS

 

Pada Meja Roti Pertunjukan kita melihat dua karangan emas :

  1. Dipinggir mengelilingi meja
  2. Dipinggir mengelilingi birai yang setapak lebarnya.

Karangan emas ini merupakan mahkota dalam Yesaya 28:5 yang berbunyi sebagai berikut : “Maka pada hari itu juga Tuhan serwa sekalian alam akan mahkota yang mulia dan karangan bunga yang indah-indah bagi segala umatnya”.

Tuhan jadi mahkota mulia dan karangan indah-indah bagi Anak-anakNya / Gereja Tuhan. Arti mahkota dalam karangan adalah menunjukkan mahkota yang dalam Alkitab berarti kesucian. Itu sebabnya betapapun besarnya karunia yang diberikan oleh Tuhan kepadanya, tapi tanpa kesucian tidak ada gunanya. Kesucian adalah memegang peranan penting dalam hidup pelayanan, yang mengakibatkan pekerjaannya dan pelayanannya akan berkembang meskipun ditengah-tengah aniaya.

Ingat  Rasul Paulus karena dia hidup dalam kesucian dan telah mengikuti teladan Kristus, 1 Korintus 11:1 yang berbunyi sebagai berikut : “Hendaklah kamu menurut teladanku, seperti akupun menurut teladan Kristus”.

 

Maka misionnya berhasil kedunia belahan barat. Sebab itu dalam Rum 15:16-21 mulai dari Yerusalem sampai ke Ilirikum dia telah rata membawa kabar kesukaan yang disertai dengan tanda mujizat yang besar yang disertai dengan kuasa Rohulkudus. Ini disebabkan karena kehidupan Rasul Paulus yang suci dan menurut teladan Kristus.

Rasul Paulus telah bertekad sesudahnya ia dipanggil oleh Tuhan ia tetap membujang, meskipun dia bujang tapi dia hidup suci menurut teladan gurunya yaitu Yesus Kristus itu sebabnya ia menulis dalam 1 Korintus 11:1 bahwa dia menuruti teladan Kristus. Ada penafsir yang mengatakan bahwa ia bertunangan dengan Febe. Hal itu tidak dapat disahkan karena 1 Korintus 11:1 dan 1 Korintus 7:8 menurut teladan Kristus bukan berarti tidak boleh kawin hanya karena Rasul Paulus dalam 1 Korintus 7:8 dia tetap membujang. Rasul Paulus sama dengan Nabi Yeremia yang tidak kawin sampai akhir hidupnya. Sebab itu Rasul Paulus menganjurkan kalau tidak tahan biarlah dia kawin (1 Korintus 7:9)

Dalam Imamat 8:9 yang berbunyi sebagai berikut : “Maka dikenakannyalah kulah itu pada kepalanya dan diikatkannya pada kulah itu jamang daripada emas, yaitu mahkota kesucian, seperti firman Tuhan yang kepada Musa”.

Imam Besar mempunyai Mahkota Kesucian (Tuhan Yesus mempunyai Mahkota Kesucian). Sebab itu Pemimpin Gereja harus mempunyai Mahkota Kesucian. Dalam Imamat 21:10 yang berbunyi sebagai berikut : “Maka adapun yang Imam Besar diantara segala saudaranya yang telah disiram kepalanya dengan minyak bau-bauan dan yang telah dilantik akan berpakaikan pakaian yang suci itu, ia itu tidak boleh menguraikan rambutnya atau mengoyak-ngoyak pakaiannya”.

Imam Besar yang pakai mahkota yang diurapi dengan minyak urapan tidak dibolehkan :

  1. Menjamah orang mati
  2. Menikah dengan seorang perempuan najis
  3. Menikah dengan janda
  4. Menikah dengan orang yang diusir
  5. Hanya boleh menikah dengan gadis

Syarat ini harus dipatuhi oleh Imam Besar, banyak Pemimpin-pemimpin Gereja atau Pemimpin Besar tidak mengindahkan peraturan ini. Ingat seorang Hamba Tuhan waspada dalam hal menikah apalagi kalau dia dilantik dengan Tuhan. Contoh : yakni Yusuf di Mesir yang meskipun dia digoda oleh istrinya Potifar dia tidak tergoda karena dia adalah seorang yang beriman. Apabila ia tidak mengindahkan dirinya sebagai seorang Hamba Tuhan tentu rencana Allah dalam hidupnya akan gagal. Sebab kalau digangu oleh istri Potifar dia akan terima tiang gantungan. Hubungan pertunangan antara Yusuf dan Maryam dimana Yusuf tahu persis pergaulannya dengan Maryam tidak ada apa-apa dan tatkala ia mengetahui Maryam telah mengandung ia mau melarikan diri tapi Rohulkudus datang pada Yusuf dan menegur pada Yusuf bahwa kandungan daripada Maryam itu adalah datangnya dari Rohulkudus. Oleh karena itu Rasul Paulus menulis dalam 1 Korintus 7:1 menjawab segala pertanyaan dalam suratku itu maka baiklah laki-laki jangan menyentuh perempuan. Imam Besar adalah menunjuk pada Tuhan Yesus Kristus. Kalau Tuhan Yesus Kristus menerima Mahkota Kesucian dia akan menikah dengan anak gadis yaitu Gereja Tuhan yang sempurna 1 Tesalonika 5:22-23, 2 Korintus 11:2 Tuhan Yesus tak akan menjamah orang yang mati Rohaninya lihat Sidang Sardis dalam Wahyu 3:1 Tuhan Yesus tidak akan menikah dengan gereja yang janda atau sudah janda Rohaninya. Artinya Gereja yang didalamnya Tuhan Yesus dianggapnya mati (Roh Suci tidak ada lagi). Tuhan tidak akan menikah dengan perempuan najis artinya tidak akan kawin dengan Gereja yang sudah berzinah Rohani (berzinah dengan dunia), berzinah pelajaran, berzinah dengan agama lain. Tuhan Yesus tak akan menikah dengan orang yang telah diusir artinya Gereja yang dimulai dengan Roh diakhiri dengan duniawi (daging) Matius 7:20-23, Galatia 3:3 sebab itu Gereja Tuhan atau Hamba-hamba Tuhan harus waspada. Kita melihat bahwa mahkota yang sudah diurapi minyak berhubungan langsung dengan kesucian kehidupan dan kesucian nikah. Dalam Syirul Asyar Solaiman adalah bayangan Tuhan Yesus dan pengantenNya. Yaitu antara Solaiman dan Sulamit. Dalam Syirul Asyar Solaiman 3:11 mahkota diberi pada hari pernikahan dan Wahyu 12:1-2. Hubungkan dengan Kegerakan Besar dalam meterai 4 dan 5 dalam Wahyu 6:7-11.

Dalam Wahyu 12:1 dimana dikatakan bersalut dengan matahari, bulan dan bintang yang bermahkota 12 bintang yang berarti disalut dengan Tritunggal Allah.

Matahari      –               Allah Bapa

Bulan             –               Allah Anak

Bintang         –               Allah Roh suci

Mahkota menunjuk pada permaisuri oleh karena itu mahkota dalam Wahyu 12:1-2 ini adalah permaisurinya Tuhan atau Gereja Penganten. Jadi Meja Roti Pertunjukan ada 2 karangan emas menunjuk pada persekutuan erat antara Tuhan Yesus dan penganten (pada hari pernikahan). Roti ini hanya dimakan oleh Imam-imam saja karena itulah peraturan dan tak boleh dimakan oleh sembarang orang. Pada 4 penjuru pada Meja Pertunjukan ini dipasang pada 4 gelang dan dimasukkan kayu pengusung disebelah kiri dan kanan meja dan meja roti ini dipikul melalui padang pasir menuju pada Kanaan sorgawi.

Kabar mengenai persekutuan roti ini akan dipikul atau dikobarkan kemana-mana melalui padang pasir kehidupan yaitu padang belantara dunia menuju ke Kanaan sorgawi. Dan kabar ini harus dibawa oleh Hamba-hamba Tuhan / Anak-anak Tuhan yang penuh dengan Roh suci, Kisah Rasul 1:8. Hamba Tuhan yang tidak dalam urapan Roh Suci jangan membawa kabar ini.

Pengertian Meja Roti Pertunjukan secara rohani telah diungkapkan supaya diperhatikan sebaik-baiknya karena disini letaknya rahasia persekutuan dengan Tuhan karena segala karunia-karunia yang rohani itu bersumber pada Firman dan Pekerjaan Roh itu berdasarkan Firman. Bahwa Roh yang ada pada kita dan Roh yang ada dalam Alkitab tidak bertentangan, karena kita adalah rumah Allah dan Roh Allah diam didalam kita dan Roh ini adalah pribadi Tuhan Yesus yang tidak kelihatan dan Yesus adalah Firman.

 MEZBAH DUPA

 

KELUARAN 30:1-10

 

Didalam Keluaran 30:1-10 disebutkan tentang Mezbah Dupa sebagai berikut :

Ayat 1      Diperbuat daripada kayu penaga.

Ayat 2      Panjang dan lebar satu hasta, tinggi dua hasta.

Ada empat buah tanduk pada tiap-tiap sudut atas.

Ayat 3      Mezbah Dupa disalut dengan emas tulen, tanduk disalut dengan emas , kelilingnya ada sebuah karangan emas.

Ayat 4      Ada empat gelang, luas tempat kayu pengusung supaya Mezbah Dupa itu dapat diusung.

Ayat 5      kayu pengusung daripada kayu penaga disalut dengan emas.

Ayat 6      ditaruh dalam ruangan suci dihadapan tirai, dihadapan peti perjanjian (dimuka).

Ayat 7-8   Diatas mezbah itu dibakar rempah yang harum baunya oleh Imam Besar Harun yaitu pada tiap-tiap pagi apabila diisinya pelita dengan minyak. Kalau Harun pasang pelita pada petang hari maka rempah-rempahnya itu harus dibakarnya juga. Pagi dan petang dupa itu harus dibakar menjadi suatu bau yang harum dihadapan Tuhan dan harus tetap dihadapan Tuhan.

Ayat 9      Diatas Mezbah Dupa dilarang membakar :

  1. Dupa yang lain
  2. Korban Bakaran
  3. Korban Makanan
  4. Korban Minuman

Ayat 10    Setahun sekali Harun mengadakan grafirat atau perdamaian dengan darah korban digosok pada tanduk-tanduknya.

Inilah segala kesucian bagi Tuhan

Arti daripada Mezbah Dupa adalah berbicara tentang rahasia doa dan penyembahan yang teguh.

Gambar Mezbah Dupa

mezbah dupa

PENERANGAN ROHANI

Mezbah Dupa dalam bahasa latin = ALTARE, dalam bahasa Ibrani = MEDZBEACH.

–          Alta artinya tinggi

–          Ara artinya tempat api menyala

–          Medzbeach yaitu suatu tempat sembelihan

–          Mezbah Dupa yakni tempat yang tinggi dimana dupa dibakar dalah tempat pertemuan antara Allah dan Israel

Mezbah Dupa artinya sembahyang kepada Allah yaitu sembahyang yang teguh karena dipimpin oleh Roh Tuhan bukan sembahyang yang teguh karena tidak ada kuasa dan persekutuan dengan Tuhan. Kalau dalam Baptisan Air menunjuk pada pintu kemah adalah membawa kita pada anak Allah dan Mezbah Dupa menuju ke tirai membawa pada kita menjadi Penganten. Jadi Mezbah Dupa adalah sembahyang atau doa orang suci yang kepada Allah lihat Mazmur 141:2, Wahyu 2:8 dan Lukas 1:10 yang berbunyi : “Maka segenap perhimpunan kaum itu ada sembahyang diluar pada ketika membakar kemenyan itu”.

 

Keluaran 30:1-10 tentang rahasia Rohani Mezbah Dupa.

Ayat 1

Meja tempat membakar dupa daripada kayu penaga. Kayu penaga adalah berbicara tentang daging atau kemanusiaan, membakar dupa sama dengan menyembah. Meja atau Mezbah Dupa adalah berbicara tentang hati. Hati manusia diciptakan oleh Allah untuk menyembah pada Allah dan ada pula kepada berhala dalam Rum 1:18-25 orang kafir menyembah berhala gantinya menyembah  Allah, meskipun mereka itu mengerti atau mengetahui hukum Allah. Rum 1:32 yang berbunyi sebagai berikut : “Meskipun mereka itu mengetahui hukum Allah bahwa orang yang melakukan demikian padan dengan mati tetapi bukannya mereka itu melakukan demikian saja melainkan memperkenankan pula orang-orang yang memperbuat sedemikian itu”.

Disamping mereka itu menjadi orang Kristen tetapi cara-cara berhala tetap dipegangnya. Di Indonesia hal itu nampak jelas berdasarkan pada 1 Korintus 9 dimana mereka memenangkan orang kafir datang kepada Kristus. Dengan tidak memberantas sifat-sifat kafir sebagai hidup kekristenan dikawinkan dengan kepercayaan berhala. Hal ini ditemui pada pelajaran kitab Wahyu. Ini yang disebut perzinahan Rohani yang menjadi kebencian Tuhan 2 Korintus 6:16–17, dalam Mazmur 14:1 bahwa ada orang-orang yang tak percaya adanya Allah. Dalam Alkitab Tuhan mengatakan pada mereka yang berbuat itu adalah gila. Orang-orang yang lebih suka berhala atau menyembah diri sendiri orang–orang ini disebut orang Atheis. Dan orang-orang Atheis ini ialah orang-orang yang tidak percaya kepada Allah tetapi mereka percaya pada alam dan inilah orang-orang komunis. Kalau mereka percaya pada Allah itu merupakan siasat politik mereka sebenarnya dinegara-negara komunis yang sekarang ini terutama di Eropa timur mereka beragama corak Ortodok. Akan tetapi dalam Kegerakan Besar nanti keadaan ini akan berubah karena Pekabaran Penganten akan bergerak diseluruh muka bumi termasuk pada negara-negara Tirai Besi. Ini akan diterangkan dalam Daniel 9:27, Wahyu 6:7–11. Apa sebab? Perhatikan 2 Petrus 3:9.

Penyembahan diri sendiri perhatikan Keluaran 32:1–6 dimana Umat Israel berkata Nabi Musa naik ke gunung Sinai untuk menerima  torat dan lain-lain dari Tuhan. Harun dan umat yang tertinggal, karena menunggu Musa terlalu lama, mereka telah membuat patung emas yang berbentuk sapi. Sapi adalah sebagai pemujaan diri sendiri hubungkan ini dengan 1 Raja-Raja 12 Yerobeam telah membuat berhala di Baitel. Dan Matius 4:10 harus menyembah Allah saja. Dalam Habakuk 2:20 seluruh bumi harus sembah Allah saja. Dalam Mazmur 150:6 hendaklah semua yang hidup dan bernafas memuji Tuhan. Jadi disini berarti hati manusia diciptakan Allah bukan menyembah manusia, malaikat bukan menyembah benda atau berhala Kisah  Rasul 10:25-26, Wahyu 19:10.

 

Ayat  2.

Panjang dan lebar Mesbah dupa ini ada satu hasta jadi empat persegi = 4 penjuru bumi oleh sebab itu dalam hal menyembah bukan untuk seseorang tetapi untuk seluruh dunia, Maleakhi 1:11 jadi dalam hal menyembah Tuhan ada untuk seluruh muka bumi supaya dunia boleh melihat kebesaran Tuhan sebagai dupa yang harum bauh 1 Timatius 2:2–4 Semua orang diatas dunia boleh merasakan kesedapannya daripada sembahyang karena sembahyang itu adalah persekutuan dengan Allah secara langsung. Karena dia berbicara dan mengeluh kepada Tuhan secara bebas. Tetapi hal ini sering kali tidak menjadi pengalaman orang kristen karena caranya mereka itu mendekati Tuhan tidak menurut petunjuk Alkitab. Sehingga rasa kesedapan dalam sembahyang tidak dirasakan, untuk mengerti rahasia ini selidiklah 1 Korintus 14. Dalam hal sembahyang jangan untuk diri sendiri saja tapi sebaliknya sembahyang juga untuk semua orang. Pada mezbah itu ada 4 tanduk. Tanduk berbicara tentang kuasa kebangkitan. Yesaya 40:31 yang berbunyi : “Tetapi orang yang berharap pada Tuhan kelak membaharui kuatnya dan terbang naik dengan sayap seperti burung nasar, bahwa mereka itu berlari-lari dan tiada tahu penat, mereka itu berjalan-jalan dan tiada tahu lemah”.

Dalam ayat ini diterangkan bahwa persekutuan dengan Tuhan membaharui kuatnya dan terbang naik dengan sayap seperti orang yang berjalan tidak kenal lelah. Sebab itu sembahyang pada Allah di tetapkan oleh Alkitab. 2 atau 3 kaki saja sehari. Perhatikan Daud dan Daniel Mazmur 55:18.

 

Ayat  3.

Mezbah Dupa disalut dengan Emas artinya kemanusian Tuhan Yesus Kristus diliputi kemuliaan Ilahi, tanduk Mezbah disalut dengan emas adalah berbicara tentang kuasa Allah kuasa Roh suci. Dalam sembahyang, berdoa dan menyembah adalah pahit bagi daging tetapi mandatangkan kuasa kebangkitan bagi kehidupan rohani. Apalagi disertai dengan puasa. Dalam hal mengusir setan atau penyakit perhatikan Matius 17:21 yang berbunyi : “Tetapi sejenis ini dengan suatupun tiada dapat keluar selain dengan doa dan puasa sahaja”. Sebab itu apabila berdoa kepada orang sakit terutama bagi mereka yang dirasuk setan dan penyakit-penyakit berbahaya perlu ada pergumulan doa atau puasa lebih dahulu karena tanpa doa dan puasa akan gagal. Lihat 9 Rasul tidak berhasil menangkis setan yang telah merasuk anak laki-laki yang gila babi. Matius 17:14-21, Markus 9:14-29, Lukas 9:37–42.

Kelilingnya ada karangan Emas. Artinya perhubungan yang suci lagi indah dengan Kristus. Dalam doa dan penyembahan dan persekutuan yang heran dengan Tuhan Yesus. Itulah Mahkota kemuliaan dalam penyembahan. Doa dan penyembahan yang berhasil apabila 1 Korintus 14:26–33 nampak apabila itu tidak nampak berarti doa dan penyembahan kita gagal. Dalam buku Syirul Asyar Solaiman 5.

Solaiman berdiri dikisi-kisi kesedapan berdoa dan menyembah apabila kita bersekutu dengan Tuhan dimana ada :

  1. Mazmur
  2. Penglihatan
  3. Pengajaran
  4. Karunia lidah
  5. Mengartikan makna lidah

Gereja Tuhan harus mengalami apa yang dibayangkan dalam kitab Syirul Asyar Solaiman yakni hubugan kasih antara Solaiman dan Sulamit. Dalam Lukas 9:28–29 dalam penyembahan sifat Ilahi Tuhan Yesus bersinar keluar menembusi tubuh kemanusiaan Dalam penyembahan kita juga mendapat bahagian dalam sifat ilahinya karena Dia adalah kekasih jiwa kita.

 

Ayat 4.

Ada 4 gelang tempat kayu pengusung yang terletak di sudut-sudut Mezbah, supaya Mezbah itu dapat diusung. Artinya doa dan penyembahan ada satu perkara yang dinamis (bergerak) dan kabar penyembahan harus dibawa kemana-mana tempat keempat penjuru Alam artinya Rahasia persekutuan dengan Tuhan harus disaksikan kemana saja karena itu bukan milik pribadi tetapi dikaruniakan Tuhan. Supaya disaksikan kepada orang lain agar supaya orang lain mengetahui Rahasia Penyembahan itu. Ada sebagian Hamba-hamba Tuhan yang sudah mengetahui Rahasia Penyembahan ini, akan tetapi Penyembahan ini dijadikan mata pencaharian atau merupakan penyembahan diri sendiri sehingga orang banyak datang kepadanya untuk bertanyakan segala sesuatu, mereka berdasarkan pada kepribadian jawatan Nabi pada perjanjian lama sedangkan Perjanjian Baru hal itu tidak demikian. Itu sebabnya dalam Perjanjian Baru  Tuhan memanggil 12 Rasul dan 70 murid-murid lainnya untuk menjadi saksi bagi Tuhan. Bahkan komando Kristus dalam Matius 28:19–20 jadikanlah segala bangsa itu muridKu (murid Tuhan) dan apabila telah menjadi murid  harus menjadi saksi dan apabila menjadi saksi perhatikan Lukas 24:49, Kisah Rasul 1:8, Markus 16:16–18 ditekankan dalam Kisah Rasul 1:8 bahwa setiap Anak-Anak Tuhan (murid) harus dipenuhi oleh Roh. Bersaksi adalah membuka rahasia persekutuan dengan Tuhan termasuk rahasia penyembahan, itu sebabnya Mezbah Dupa diusung.

 

Ayat  5.

Kayu pengusung dari pada kayu penaga yang bersalut Emas.

Kayu penaga berbicara daging (Kemanusiaan).

Emas penaga berbicara sifat Ilahi atau Rohani

Kabar Penyembahan harus dibawa kemana-mana keseluruh dunia oleh Hamba-Hamba Tuhan (kayu penaga) yang bersifat Ilahi yang penuh dengan Roh Suci.

Bukan dibawa dengan akal–akal manusia tapi dalam pimpinan Roh Kudus (Zakaria 4:6 dan Kisah Rasul 20:22-27) pengalaman Rasul Paulus dalam persekutuan dengan Tuhan diberitakan juga pada orang lain. Itu sebabnya jemaat Korintus diberikan rahasia penyembahan ini. Sidang Jemaat Korintus  dibangun oleh Rasul Paulus pada perjalanan kedua Kisah Rasul 18:1-17 Rasul Paulus pernah tinggal satu tahun enam bulan di Korintus dan Sidang Jemaat Korintus adalah satu sidang yang subur rohani dimana Karunia-karunia Roh itu muncul ditengah- tengah sidang.

 

Ayat  6.

Medzbah Dupa di letakkan dalam ruangan suci dekat Tirai dihadapan peti perjanjian. Medzbah Dupa adalah berbicara tentang doa dan penyembahan. Ruangan Suci berbicara Zaman Rohulkudus ( 2000 tahun ) atau disebut Zaman Gereja.

Dalam zaman Gereja ini Gereja Tuhan harus pentingkan penyembahan, artinya sembahyang menjadi yang terutama bagi Gereja Tuhan sebab sembahyang itu adalah nafas bagi Gereja Tuhan. Karena dalam sembahyang (penyembahan) ada bersemayam Karunia-karunia Roh. Ini akan diterangkan dalam pelajaran Rohulkudus dalam pembahagian 9 karunia Roh. Apa sebabnya sembahyang itu harus menjadi nomor satu bagi Gereja Tuhan? Perhatikan Wahyu 11:1. Bahwa derajat kerohanian Anak-anak Tuhan diukur dengan penyembahannya.

Bagi gereja Tuhan yang mematuhi kehendak Allah ini apabila Gereja Tuhan akan diangkat mereka ini akan masuk dalam bilangan (Wahyu 11:2). Orang Kristen tak suka berdoa dan menyembah akan tinggal diluar / halaman mereka itu tidak diukur dan apabila masa Antikris tiba mereka tidak akan terangkat dan mereka akan dipijak-pijak Antikris selama 3 ½ tahun lamanya. Hal ini diterangkan dalam Wahyu 6:7. Jadi Mezbah Dupa terletak dihadapan Tirai dekat Peti Perjanjian, artinya apabila Gereja Tuhan berdoa dan menyembah maka tirai daging robek dan mereka memandang kemuliaan Allah karena telah menembusi Peti Perjanjian itu. Ini berbicara pengantin Tuhan. Sebab itu betapa pentingnya penyembahan ini karena dengan penyembahan ini Gereja Tuhan akan mengalami persekutuan dengan Tuhan lihat Pelajaran Syirul Asyar Solaiman.

Dalam Wahyu 8:1–5 diam ½ jam di sorga ini menunjukan pengheningan cipta untuk pahlawan Kristus yang gugur mulai pada Zaman Habel sampai pada hari keangkatan Gereja Tuhan yang dimaksud dengan pahlawan Kristus adalah orang yang mempertahankan kebenaran Firman Tuhan serta menyaksikan nama Tuhan, mereka rela mati daripada menyangkal Kristus.

 

Contoh :

Dalam Gereja pertama ialah Stepanus. Dalam Kisah Rasul 7:54-60. Sebab itu mustahil kita masuk penganten Tuhan tanpa menyembah.

Penyembahan sepenuhnya menimbulkan dua perkara :

1. Wahyu 8:4 – pada Gereja Tuhan penuh hikmat.

2. Wahyu 8:5 – pada pihak lain kekacauan.

Pada waktu berdoa dan menyembah Tuhan doa itu didengar oleh Tuhan dan kalau itu berkenan, doa itu akan dikabulkan oleh Tuhan.

Yang dimaksudkan dengan doa ini ialah :

¨       Doa orang suci yang disampaikan kehadirat Allah kemudian ditampung, terutama karena keluhan mereka akibat daripada sengsara mengikut Tuhan. Doa ini menjadi peringatan yang tadinya mereka berdoa ya Tuhan ampunkanlah dosa mereka itu karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Dalam Wahyu 8:5. pada pihak lain kekacauan, karena doa-doa orang suci  kembali menjadi murka Allah waktu memasuki zaman Antikrist, perhatikan Wahyu 8.

¨       Wahyu 8:1-5 Sembahyang dan menyembah.

¨       Keluaran 30:6 Mezbah Dupa didepan Peti Perjanjian.

¨       Ibrani 9:3-4 tempat dupa tempat Peti Perjanjian.

Kesemuanya ini menunjuk pada perhubungan Rapat dengan Penganten Tuhan karena penyembahan yang benar Gereja Tuhan akan bersekutu dengan Tuhan sehingga dapat dirasakan kehadiran Tuhan.

Ayat 7 – 8

Diatas mezbah dibakar dupa rempah-rempah yang bau harum baunya oleh Harun yaitu pada tiap-tiap pagi apabila diisinya pelita. Ini adalah berbicara bahwa tiap pagi harus dinaikkan penyembahan dari Gereja Tuhan kepada Tuhan sebagai suatu dupa yang berbau harum dan sediakan kehidupan. Gereja Tuhan untuk diisi oleh Imam Besar kita (Tuhan Yesus) dengan minyak dari sorga untuk jadi pelita (terang) dalam dunia yang gelap ini.

Dupa harus dibakar pada petang bersama dengan dinyalakan pelita artinya : berdoa dan menyembah harus terang dan benar dan ini akan merupakan bau harum dihadapan Tuhan. Dalam Yahya 4:23-24 menyembah dalam Roh dan kebenaran.

Penyembahan yang tidak menurut ini adalah penyembahan yang tidak menurut Firman Tuhan. Pagi dan petang dupa itu harus dibakar menjadi suatu bau yang harum dihadapan Tuhan dan harus tetap dihadirat Tuhan. Menunjuk pada Gereja Tuhan pada pagi dan petang harus berdoa yang menjadi kesukaan setiap hari. Dalam Mazmur 141:2 dupa yang berbau harum    1 Tesalonika 5:17-18 tetap dihadapan Tuhan. Epesus 6:18 senantiasa dalam doa dan menyembah. Sekali lagi bahwa doa dan penyembahan itu adalah nafas bagi gereja.

Oleh karena itu orang yang tidak suka hidup berdoa kelihatan hidup tapi mati rohani. Tuhan Yesus telah memberikan contoh pada kita dimana setiap saat bila ada kesempatan, dia harus berdoa kepada Bapa dari sorga. Bahkan, seringkali Tuhan berdoa sepenjang malam. Ada Hamba-hamba Tuhan yang anti doa semalam suntuk. Karena dia tidak mengerti Firman Allah. Berdoa semalam suntuk perlu bagi Gereja Tuhan akan tetapi ditempat yang jauh dari keramaian (berasing) supaya tidak menganggu keamanan daerah sekitarnya.

Ayat 9

1. Dupa yang lain menunjuk pada hawa napsu dan keduniawian.

2. Korban Bakaran

3. Korban Makanan

4. Korban Minuman

Nomor 2, 3 dan 4 ini adalah peraturan Torat. Doa dan penyembahan jangan dicampur dengan hawa napsu daging dan keduniawian. Dan tidak terikat dengan peraturan Torat. Apabila penyembahan itu dicampur dengan hawa napsu daging dan terikat pada peraturan Torat, maka doa dan penyembahan yang demikian tidak berkenan kepada Tuhan (sembahyang yang emosi).

Ingat bahwa Roh itu bebas yaitu bebas dengan peraturan         2 Korintus 3:17.

Ayat 10

Setahun sekali Harun mengadakan grafirat atau perdamaian dengan darah korban yang digosok pada tanduk-tanduknya. Darah menujuk pada sengsara Kristus untuk mengadakan penyucian, sebab itu penyembahan yang dianggap sah oleh Allah ialah penyembahan yang berhubungan dengan sengsara Tuhan Yesus Kristus. Dalam penyembahan masih ada darah Kristus yang menyucikan kehidupan kita. Sebab itu darah yang dibawa dari Mezbah Korban Bakaran yang dibawa oleh Imam Besar pada hari grafirat maka darah yang sisa yang dipakai pada Kamar Maha Suci apabila Imam Besar yang keluar dari Kamar Maha Suci darah itu digosokkannya pada keempat tanduk Mezbah Dupa.

Kesucian ialah kebenaran yang diuji berdasarkan Firman Allah.

Penyembahan yang melebihi kesucian adalah pura-pura (palsu). Artinya orang yang banyak berdoa dan menyembah Tuhan tetapi hidupnya tidak suci, itu adalah penyembahan yang pura-pura untuk menutup ketidaksuciaanya. Nyata penyembahan dan kesucian harus berjalan sama barulah penyembahan itu sampai pada klimaksnya. Penyembahan yang disertai kesucian maka segala karunia yang diberikan kepadanya akan berjalan lancar.

Penyembahan yang melebihi daripada kesucian mengakibatkan karunia-karunia yang ada padanya akan diragukan orang bahkan dapat saja menjadi palsu. Darah pada tanduk adalah untuk menyucikan kita dari tiap-tiap kesalahan yang dinyatakan dalam penyembahan kalau kita mengakui itu. Pengampunan itu berlaku selama Tuhan masih berkemurahan.

Hal-hal yang menyebabkan kesalahan itu tidak diampuni ialah menghujat Roh suci.

 

Halangan-halangan buat kesucian :

  1. Batu dibikin menjadi roti – hawa napsu daging.
  2. Menyembah setan karena keinginan dunia (mata).
  3. Loncat dari kabah (kesombongan atau tinggi hati)

Hubungkan ini dengan 1 Yahya 2:16-17.

Lakukanlah kehendak Allah salibkanlah kehendak hawa napsu daging (3 perkara diatas) dalam penyembahan. Inilah kesucian atas segala kesucian bagi Tuhan. Penyembahan dan berdoa adalah suatu perkara yang sangat penting dalam kehidupan rohani kita (lihat kehidupan doa Tuhan Yesus).

EMPAT TANDUK PADA MEZBAH DUPA

Dalam Keluaran 30:10 dan Imamat 16:1-11, bahwa setahun sekali tanduk ini harus digosokkan dengan darah kelepasan. Darah domba yang disembelih dan dikorbankan (Mezbah) yang dibawa masuk oleh Imam Besar sama-sama dengan pendupaan di Kamar Maha Suci.

Dan sesudah memercikkan 7 kali diatas Mezbah dimuka Peti Perjanjian kemudian dia keluar lagi dan meletakkan atau mengosok 4 tanduk di Mezbah Dupa dengan darah yang sisa itu, ini disebutkan hari grafirat besar. Imam Besar ini masuk kedalam Kamar Maha Suci yang memohonkan bagi dirinya, bagi keluarganya, bagi umat Israel. Pendupaan ini dibawa masuk, menunjuk pada sembahyang Tuhan Yesus Ibrani 7:25.

Darah Domba – Darah Domba Allah (Wahyu 5:6). Dua perkara ini jalan sama-sama demikian Tuhan Yesus sebagai Imam Besar telah masuk kehadapan Allah Bapa disorga dengan sembahyang dan darahNya Ibrani 9:24, Wahyu 5:6 dan Ibrani 7:25.

Sembahyang daripada Tuhan menudungi tahta Allah seperti asap pendupaan menudungi Peti Perjanjian. Perhatikan waktu Tuhan Yesus  bersama tiga Rasul penuh kemuliaan, dimana kemuliaan Allah nampak Matius 17:1-12.

Tanduk yang digosok dengan darah itu dimaksudkan bahwa anak Tuhan yang berdosa yang tidak disengaja masih dapat diampuni kalau dia berada ditempat yang suci 1 Yahya 2:1-2.

Doa dan Penyembahan Keluaran 30:34-38

 

Ayat 34   

a.  Bahan-bahan untuk dupa tak ada takarannya dan juga tak diberi harga.

b.  Harum baunya

c.  Bahan-bahannya terdiri dari : Mur, Lawang dan Rasamala ditambah dengan kemenyan yang suci

Ayat 35   

a. Harus diperbuat setuju dengan perbuatan tukang rempah (apoteker)

b. Dicampur dengan sendawa

Ayat 36

a. Rempah-rempah ini harus ditumbuk halus

b. Menjadi dupa yang harum baunya

c. Dupa itu harus ditaruh didepan Peti Asyahat dan menjadi kesucian segala kesucian

Ayat 37

Dupa ini jangan ditiru karena ialah kesucian bagi Tuhan.

Ayat 38   

Siapa yang membuat dupa ini untuk dipakai sendiri akan ditumpas dari segala bangsanya.

Penerangan Rohani :

 

Ayat 34

  1. Bahan-bahan untuk dupa tak ada takarannya dan juga tidak diberi harga.

Artinya : penyembahan tak terbatas dan tak ada ukuran harus dilakukan terus menerus   didunia dan akhirat Ulangan 18:1.

Kolose 4:2 – disini dinyatakan bahwa penyembahan itu tak terbatas dan bukan berarti kita berdoa dilakukan terus akan tetapi telah ditetapkan dalam Alkitab dalam sehari 2 sampai 3 kali berdoa.

Tetapi tidak ditentukan berapa lama berdoa.

  1. Rempah-rempah itu harum baunya.

Artinya : penyembahan kita harus merupakan suatu bau yang harum bagi Tuhan. Apabila mempelajari Kitab Syirul Asyar Solaiman 1:1-4 disini dapat diketahui rahasianya penyembahan itu (Mazmur 141:2 doaku seperti bakaran dupa).

  1. Bahan-bahannya terdiri dari :

1. Mur –   Getah mur diambil dari pohon mur. Pohon mur dipotong-potong batangnya sehingga kulitnya hancur dan    dari bilur-bilurnya keluarlah getah yang harum baunya (seperti penyadapan pohon karet)

Artinya : Tuhan Yesus dihancurkan, dan dari luka-lukanya keluar darah yang harum baunya. Jadi mur membayangkan sengsara Tuhan Yesus Kristus dan sengsara Tuhan Yesus Kristus jadi dasar penyembahan kita.

 

Pentingnya Getah Mur :

  • Getah Mur itu mahal Kejadian 37:25 adalah alat untuk diperdagangkan karena getah ini adalah rempah-rempah kecantikan.
  • Getah-getah Mur dipakai untuk menyembah Matius 2:11. Waktu 3 orang majus datang mendapatkan bayi Tuhan Yesus Kristus mereka membawa hadiah yakni getah mur.Getah Mur dipakai untuk kesegaran dan pelulutan Ester 2:12. Ester dilulut dengan getah mur sehingga bertambah cantik sehingga menjadi permaisuri Ahasweros.
  • Getah mur dipakai untuk pemujaan dari penganten laki-laki untuk penganten perempuan dan sebaliknya (antara Raja Sulaiman dan Sulamit), Syirul Asyar Solaiman 1:13, 3:6, 4:12-14, 5:1, 13.

2.   Lawang

Lawang dibuat dari keong atau siput. Keong ditumbuk, dibakar sehingga mengeluarkan bau yang harum, demikian juga Yesus Kristus dihancurkan diata kayu salib, dihanguskan oleh api murka Allah menjadi suatu bau yang harum dihadapan Allah Epesus 5:1-2.

Dalam Rum 12:1-2 – kita juga harus menyerahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup suci yang memperkenankan Allah, karena itulah ibadat yang patut.

3.            Rasamala :

Suatu tanaman yang getahnya putih tetapi pahit rasanya, dan harum baunya dan berguna untuk obat. Ini manunjukkan bahwa menyembah dan berdoa itu pahit bagi daging, harum bagi jiwa, sehat bagi Roh.

Rempah itu dicampur dengan kemenyan yang suci (putih). Kemenyan putih adalah kemenyan yang mahal harganya dan paling baik.

Kemenyan ini banyak terdapat ditanah Arab. Ini menunjuk pada kemanisan daripada Salib Kristus dalam penyembahan. Oleh karena itu dalam kita banyak menyembah maka kita lebih hari lebih menghargakan Salib Kristus karena dalam penyembahan inilah terungkap banyak-banyak rahasia Firman bagi Gerejanya asalkan dengan sungguh-sungguh menyembah dalam Roh dan kebenaran.

Ayat 35

a. Harus dibuat dupa setuju dengan perbuatan tukang rempah-rempah atau apoteker  1 Petrus 2:21-23. Sebab kita harus mempersembahkan tubuh, jiwa dan Roh (Mur, Lawang, Rasamala) kita pada Allah, setuju dengan contoh yang telah Tuhan Yesus berikan.

b.  Rempah – rempah itu dicampur dengan sendawa Mazmur 9:49-50.

Tiap-tiap orang akan digarami dengan garam.

Tiap-tiap orang akan diurapi dengan kuasa Roh Suci. Oleh sebab itu dalam sembahyang kita perlu Roh Suci. Rum 8:26-27

Garam itu bukan Roh Suci, garam ni hanya kemanisan saja.

Ayat 36

  1. Rempah–rempah pendupaan harus bersih dan ditumbuk sampai halus.

Artinya : dalam hal kita berdoa dan menyembah Tuhan harus dengan hati yang hancur Yesaya 57:15, Mazmur 57:19. kehancuran hati tidak bisa dibuat-buat melainkan didatangkan oleh gerakan Roh Suci. Oleh karena itu Epesus 6:13 dikatakan hendaklah kamu  berdoa dalam Roh. Rempah pendupaan harus juga menurut pekerjaan apoteker sembahyang (doa dan menyembah) harus dengan ilham dan urapan Roh jangan hafal saja.

Rempah – rempah itu harus ditumbuk halus yakni :

1.      Mur        –        Tubuh

2.     Lawang     –    Jiwa

3.     Rasamala   –   Roh

Segenap tubuh, jiwa dan Roh harus dihancurkan sampai menjadi persembahan yang harum baunya dihadapan Allah.

Dalam Epesus  5:2  Tuhan Yesus sudah menyerahkan dirinya sebagai suatu persembahan yang harum baunya pada Allah.

Sebab itu kita harusmengikuti teladan Kristus (1 Korintus 11:1).

Lihat bagaimana Tuhan Yesus ditaman Getsemani dimana Tuhan Yesus berdoa kepada BapaNya disorga dimana peluhnya menjadi seperti darah menitik kebumi Lukas 22:44-46. Jangan sampai seperti Rasulnya yang berdoa tertidur Lukas 22:45-46. orang yang berdoa tertidur mudah kena pencobaan.

  1. Dupa itu ditaruh dihadapan Asyahadat menjadi kesucian segala kesucian bagi kita.

Artinya : kita harus memeliharakan suatu kehidupan doa yang tetap (konstan). Mazmur 42:4, Lukas 18:1-7, Matius 26:41, 1 Petrus 4:7.

Ayat 37

Dupa ini jangan ditiru karena inilah kesucian diatas segala kesucian bagi Tuhan.

Artinya : Doa dan menyembah tidak boleh ditiru, dihafal, akan tetapi selalu dalam bimbingan Rohulkudus. Ada orang yang berdoa meniru orang lain dan ini berarti dia berdoa dalam 2 Korintus 3:17 dimana ada Roh Tuhan disitu ada kebebasan, berarti setiap pribadi Kristus dia bebas berdoa, tanpa diikat oleh salah satu peraturan tradisi atau dokmatika. Karena kalau toh dia tidak bisa berdoa dengan sepatutnya maka Roh Suci yang ada padanya akan menolong dia berdoa Rum 8:26-27 yang berbunyi sebagai   berikut :

“Demikian juga Roh itupun menolong pada kelemahan kita. Karena tiada kita tahu akan barang yang hendak kita pohonkan dengan sepatutnya; melainkan Roh itu sendiri memohonkan karena kita dengan keluh kesah, yang tiada terkatakan” (ayat 26)

“Dan Tuhan, yang menyelidik hati manusia mengetahui apa maksud Roh itu. Sebab itu Roh memohonkan karena segala orang suci, menurut kehendak Allah” (ayat 27)

 

Ayat 38

Orang yang meniru membuat untuk dirinya sendiri akan ditumpas dari antara bangsanya. Artinya orang yang meniru berdoa dan menyembah atau berdoa dan menyembah untuk diri sendiri atau kehormatan dirinya sendiri akan ditumpas atau akan mati rohaninya. Tujuan sembahyang harus murni bukan suatu spekulasi Yakub 4:2-3. Doa dengan akal-akal manusia dan hawa napsu tidak akan didengar Tuhan melainkan menjadi suatu catatan bagi kehidupan pribadinya dihadapan Tuhan. Perhatikan 5 perkara tersebut dibawah ini :

  1. Perkara : yang suci tak boleh ditiru karena ada orang yang bikin dirinya seperti lebih suci daripada Roh Suci. Artinya : orang yang merasa dirinya suci dan benar pada penilaiannya sendiri dan menilai orang lain tidak benar. Dia lupa Firman Tuhan dalam Yesaya 64:6 pendiriannya yaitu tidak mau dipersalahkan.
  2. Berdoa lebih lama dan lebih panjang dari orang lain karena dirasanya doa yang panjang itu dikabulkan oleh Tuhan.
  3. Terjadi Roh pertandingan yaitu Roh dari dunia dibawa masuk kedalam sorga, inilah yang dimaksudkan Roh emosi. Roh-roh yang seperti ini harus diawasi, karena kelihatannya seperti dari Tuhan tapi sebenarnya tidak. Ini nampak dalam karunia Roh dalam penyembahan 1 Korintus 14:26-33.
  4. Lebih suci dari orang lain dan merasa lebih benar. Ini terdapat pada orang Kristen yang munafik yang dinilai Tuhan dalam Matius 23:27.
  5. Lebih banyak membaca Firman Tuhan daripada orang lain. Artinya menjadi parisi modern. Tetapi bukan berarti setiap orang Kristen hartus melalaikan membaca Alkitab. Alkitab itu perlu dibaca karena didalamnya bersumber Kasih Allah yang besar.

Rempah-rempah pendupaan mesti dibawa terus menerus pagi dan petang yang tiada putus-putusnya. Ini menunjuk pada doa dan penyembahan tak boleh putus. Dalam Alkitab orang saleh berdoa 2 sampai 3 kali sehari. Banyak kali doa dan penyembahan kita merupakan rempah-rempah pendupaan artinya : Sembahyang kita kadang-kadang tak berhubungan dengan salib karena sembahyang penuh dengan kepentingan dan kemuliaan diri sendiri (tak ada penyerahan). Kendatipun dalam penyembahan itu harus menjadi kepentingan bagi segala orang saleh yang kudus dan am 1 Petrus 4:7-11. diatas korban Mezbah Dupa jangan dikorbankan lain-lain korban seperti makanan dan minuman diatas Mezbah Dupa. Korban makanan dan minuman harus terdapat diatas Mezbah Korban Bakaran (MKB). Doa dan penyembahan jangan dicampur dengan hawa napsu daging tapi adalah suatu hal yang tidak dipaksa bukan suatu tugas yang berat tetapi suatu persembahan sukarela penuh dengan kesedapan dan kepuasan. Karena doa dan penyembahan itu adalah suatu persekutuan manis dengan Tuhan.

 

PENYUCIAN MEZBAH DUPA Keluaran 30:13-16

 

Bila Mezbah Dupa setahun sekali dibersihkan / disucikan maka tiap orang Israel yang umurnya 20 tahun ke atas harus membawa korban tatangan ½  syikal sebagai uang tebusan jiwanya. Orang-orang yang membawa ½  syikal adalah orang-orang terhitung boleh menyembah. Takaran ½ syikal tepat tidak boleh lebih tidak boleh kurang. Korban tatangan ini tidak ada perbedaan antara orang kaya dan miskin Keluaran 30:15. Begitu pula kehidupan kita kaya miskin dihadapan Tuhan tak lebih dan tak kurang dari ½ syikal suatu harga yang kecil yang kita rasakan dihadapan Allah tatkala kita menyembah Dia (1/2  syikal adalah penyerahan diri). ½ syikal untuk pekerjaan dalam Tabernakel Keluaran 30:16. Dan ini menunjuk bahwa kehidupan yang diserahkan itu harus seluruhnya untuk Kerajaan Sorga. Seorang yang telah membayar ½ syikal dan sembah sujud kepada Allah bebas dari aniaya Keluaran 30:12, Wahyu 11:1-2 terangkan Matius 17:24-27.

2 dirham = ½ syikal

4 dirham = 1 syikal. Itu menunjuk harga tebusan Kristus dan Petrus.

Diatas Mezbah Dupa itu dibakar dan asap daripada dupa ini naik menembusi tirai. Apabila membuka dupa maka kedengaran bunyi diakibatkan pembakaran dupa. Ini menunjukkan apabila orang menyembah dalam Roh kedengaran suara yang berkomat-kamit seperti Hannah (1 Semuel1:13), 1 Korintus 14:2 dan 28 dia berbicara rahasia dengan Allah dengan kata-kata asing yang kedengarannya tidak ribut tapi penuh penyerahan dan kata-kata asingnya itu bagaikan asap dupa yang menembusi tirai masuk dalam Kamar Maha Suci. Ini berbicara bahwa doa dan penyembahannya itu (kata-kata asing) adalah berbicara rahasia dengan Allah.

Karena dengan kata-kata asing ini akan menembusi Kerajaan Sorga dan disitulah muncullah Karunia-karunia Roh dalam penyembahan. 1Korintus 14:26-33. Itu sebabnya dalam penyembahan muncul Karunia Nubuatan harus didahului dengan kata-kata asing. Demikian juga dengan Penglihatan. Apabila muncul Penglihatan tanpa kata-kata asing ini yang disebut Penglihatan Emosi, begitu juga Nubuat kalau tanpa kata-kata asing labih dahulu itu disebut Nubuat Emosi. Itu sebabnya kalau membakar dupa harus memakai api. Begitu juga menyembah tanpa api Rohulkudus tak ada gunanya. Apabila ada orang muncul dengan kata-kata asing yang keras itu harus diterjemahkan, tetapi kalau tidak ada orang yang tahu menterjemahkannya biarlah dia berdiam diri berkata-kata rahasia dengan Allah 1 Korintus 14.

 

Karunia Lidah itu penting sekali karena mempunyai tujuan :

  1. Berbicara rahasia dengan Allah dan mengkuatkan imannya sendiri
  2. Apabila diartikan sama nilainya dengan nubuatan dan dapat mengkuatkan iman Sidang Jemaat.

Hal ini penting apabila mata nubuatan tidak muncul dalam penyembahan Sidang Jemaat. Dan apabila karunia-karunia itu muncul dalam penyembahan tanpa kata-kata asing lebih dahulu adalah emosi. Tetapi juga harus waspada. Karena ada kata-kata asing tiruan yang dikerjakan oleh Iblis. Karena Iblis adalah seorang kerubium atau malaekat yang hikmatnya lebih dari Daniel yang mengetahui bahasa  malaekat dan pula dia disebut penghulu dunia. Itu sebabnya dia tahu bahasa dunia. Sebab itu Anak-anak Tuhan yang tidak waspada dapat ditipu oleh bahasa malaekat dan bahkan dunia. Itu sebabnya Roh Suci memberikan kepada kita Karunia Membedakan Segala Roh sehingga kita dapat mengetahui mana dari Tuhan dan mana dari Iblis, mana dari manusia (emosi). Hal ini kita dapat ketahui apabila kita mengetahui banyak Firman dan mengetahui Pekerjaan Roh. Itu sebabnya ditekankan orang yang penuh Roh dan karunia harus juga penuh Firman perhatikan Matius 4:1-11. Dimana Tuhan Yesus menang dalam pertarungannya dengan Iblis karena Kristus penuh Roh dan mempunyai banyak Firman dan Dia juga adalah Firman Yahya 1:1.

Gereja Tuhan yang penuh Firman dan Roh sukar diplonco oleh Iblis karena dia tahu persis bagaimana caranya Iblis bekerja. Pekerjaan Roh itu bersumber dari Firman oleh sebab itu setiap karunia yang tidak berdasarkan Firman itu adalah palsu. Pengertian Roh ini dari Mezbah Dupa telah dijelaskan. Sebab itu berhati-hatilah dalam doa dan penyembahan. Setiap kali menyembah kepada Tuhan harus penuh penyerahan dan hati yang hancur. Karena orang yang menyembah dengan hati yang hancur dan penuh penyerahan maka Tuhan akan turun dan muncul karunia Roh yang berjalan dengan manis.

 T I R A I

 

Keluaran 26:31-35 dan Keluaran 36:35-36

 

Adapun arti rohani daripada tirai :

–  Tubuh Tuhan Yesus yang dirobek Ibrani 10:25

–  Tubuh kita

Pintu Tirai ini terdiri dari 4 tiang dan ada 2 kelambu atau gorden   yang  membagi  Tabernakel  dalam  2   bahagian

yakni Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci. Gorden ini dibuat dari benang bisus : warna putih, warna biru, warna merah, warna ungu.

Tiangnya diperbuat daripada kayu penaga yang disalut dengan emas dan kakinya perak

Didalam Keluaran 26:31-35 disebutkan tentang Tirai sebagai berikut :

 

Ayat 31      

Tirai dibuat daripada kain bisus yang di pintal warnanya putih, biru laut, ungu, dan kirmizi. Pada tirai ini ada tenunan (ukiran / kerubium).

 

Ayat 32      

Digantungkan dengan 2 pengait emas pada 4 batang tiang. Disalut emas dan kakinya perak

 

Ayat 33      

Tirai digantung pada pengait tirai yang merupakan batas Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci, Peti Perjanjian ditaruh dibelakang tirai.

 

Ayat 34      

Tutupan grafirat harus diletakkan pada Peti Perjanjian diluar tirai di taruh Mezbah Dupa dan Mezbah Korban Bakaran dan pelita  bertentangan satu dengan yang lain. Meja pada sebelah utara dan Pelita Emas disebelah selatan dan Mezbah Dupa ditengah didekat tirai. Ketiga alat ini terletak dalam Ruang Suci yang arti rohaninya telah dijelaskan. Gambarkanlah tabernakel ini berdasarkan Ibrani 9:3 yang berbunyi sebagai berikut : “Dan dibalik tirai yang kedua itulah kemah yang Dinamakan mahakudus

Gambar Tirai

pintu tirai

Tirai yang pertama genap waktu Tuhan Yesus Kristus naik ke sorga dan Roh Suci turun, sedang Tirai kedua genap waktu Tuhan Yesus disalib perhatikan Ibrani 9:2, 6. Tabernakel tersedia dimana Imam-imam masuk keluar berulang-ulang dalam bahagian kemah yang pertama untuk menyempurnakan ibadat. Jadi batas pelayanan imam-imam hanya batas pada Tabernakel yang pertama. Ibrani 9:7.

Ayat ini berbicara tentang Tabernakel yang kedua dimana Imam Besar saja yang masuk setahun sekali, dengan membawa korban yang dipersembahkan karena dirinya, karena keluarganya, dan kesalahan kaum. Imamat 16:2, 14-15, Ibrani 9:8. Jalan ketempat Maha Suci terbuka. Dibelakang tirai itu ada apa-apa yang tersembunyi. Inilah Rahasia yang dicari Gereja Tuhan.

 

 

PENERANGAN ROHANI :

 

  1. Arti Rohani daripada Tirai adalah tubuh Tuhan Yesus yang dirobek Ibrani 10:20 yang berbunyi sebagai berikut : “Dengan jalan yang baru dan hidup, yang dibukakannya bagi kita menerusi tirai yaitu tubuhnya”.

Tirai mempunyai 4 warna yakni putih, merah, biru dan ungu. Ini menunjuk pada sifat daripada Tuhan Yesus waktu berada dibumi. Dalam Ibrani 9:2-3 Rasul Paulus menyebutkan Tirai I dan II dalam Ibrani 9:6-7, disebut tentang Tabernakel I dan II.

Jangan keliru pengertian dari Tirai yang I adalah Pintu kemah dan Tabernakel I adalah Ruangan Suci.

Tirai II  (pintu tirai) sedangkan Tabernakel II yaitu Ruangan Maha Suci. Dalam Ibrani 9:8 Rohulkudus menyatakan bahwa jalan ketempat Maha Suci belum terbuka (bahasa Belanda bukan umum). Tabernakel I (Ruangan Suci) masih dipertahankan atau dilayani. Ruangan suci atau seluruh Tabernakel Musa takkan dilayani / dipertahankan setelah ruangan Maha Suci telah terbuka untuk umum.

Selama jalan ini belum terbuka untuk umum, dan selama ruangan Suci masih  dipertahankan maka jalan masuk ke ruangan Maha Suci hanya boleh dilalui (dimasuki) setahun sekali oleh Imam Besar. Imamat 16:2. Dan harus tunduk karena dialah yang membawakan korban persembahan untuk jalan keampunan dosa bagi dirinya, keluarganya dan bagi kaum. Ruangan Maha Suci adalah sorga dalam arti Rohani.

Dan jalan keruangan Maha Suci adalah jalan ke sorga. Betapa pentingnya pembukaan jalan ini, sebab itu perhatikanlah sebaik-baiknya. Bila jalan ini tidak terbuka maka seorangpun tak bisa dan berharap akan masuk dalam Kerajaan  Sorga. Untuk membuka jalan ini maka Tuhan Yesus telah memberikan diriNya dihancurkan. Karena tubuh Kristus merupakan tirai dan tirai ini perlu dirobek supaya kemuliaan Allah nampak Matius 27:50-51.

Kalau tubuh Kristus dihancurkan tirai Bait Allah terbelah dua / dirobek maka jalan masuk ke Kamar Maha Suci terbuka Ibrani 10:20. Perhatikanlah Yahya 1:14, 18 dimana dinyatakan bahwa Kalam atau Tuhan Yesus tersembunyi kemuliaan Bapa didalamnya.

Oleh karena itu didalam Yahya 14:6-7 dinyatakannya bahwa Dia dalam Bapa dan Bapa didalam Dia. Perhatikan Yahya 10:30, Ibrani 9:11-12. Rasul Paulus berbicara tentang Tabernakel yang belum sempurna. Apakah artinya itu ?

Dalam Tabernakel yang lebih sempurna Tuhan Yesus adalah Imam Besar. Darah yang dibawa bukan lagi darah binatang tapi darahNya sendiri untuk membawa grafirat yang kekal diadakan sekali untuk  selama-lamanya. Artinya : tidak ada korban lain selain Kristus menjadi korban untuk penggenapan hukum Torat. Dengan menyudahkannya diatas kayu salib Rum 10:4 yang berbunyi : “Karena Kristus itulah penyudah Torat, menjadi kebenaran bagi tiap-tiap orang yang percaya”. Itu sebabnya gereja harus berdiri atas Anugerah dan Kebenaran yang didatangkan oleh Tuhan sendiri Yahya 1:17 perhatikan Tabernakel Rohani (Tabernakel sempurna).

–  Ruangan Maha Suci itulah sorga.

–  Peti Perjanjian adalah berbicara tahta Allah

–  Tirai  adalah berbicara tubuh Kristus yang dihancurkan, sebab itu Gereja Tuhan harus salibkan tubuhnya dalam doa dan puasa.

 

Ruangan Suci adalah berbicara tentang kehidupan Rohani yang berkemenangan, karena orang yang hidup dalam Roh Kristus tidak ada hukuman. Rum 8:1-2, tapi bukan berarti boleh berbuat dosa.

–          Mezbah Dupa ialah kehidupan sembahyang yang teguh

–          Pelita Emas ialah melayani Tuhan yang disertai dengan kuasa Rohulkudus

–          Meja Roti Pertunjukan ialah mendalam dalam Alkitab atau penuh Firman dan Perjamuan Suci.

–          Pintu Kemah ialah Baptisan Roh dan Kepenuuhan Roh (lahir baru daripada Air dan Roh).

–          Halaman ialah syarat-syarat untuk masuk dalam kehidupan Rohani.

–          Kolam Pembasuhan ialah Baptisan Air

–          Mezbah Korban Bakaran ialah berbicata tentang pertobatan

–          Pintu Gerbang ialah percaya atau terima Tuhan Yesus Kristus .

Dalam Tabernakel Rohani tersebut diatas ini maka Tuhan Yesus menjadi Imam Besar. Dialah yang mengakui percaya, pertobatan, Baptisan Air kita Tuhan Yesus. Juga yang memenuhi kita dengan Rohulkudus kemudian membawa kita mendalami SabdaNya dan Perjamuan Suci dan diajaknya kita kerja untuk Kerajaan Sorga sebagai suatu pelita ditengah-tengah dunia ini.

Dan dituntutnya dari kita suatu kehidupan sembahyang yang teguh (Mezbah Dupa). Akhirnya Tuhan Yesus mengangkat kita dengan hidup-hidup pada waktu yang telah ditentukan.

Tuhan Yesus sebagai Imam Besar telah membuka jalan ke sorga melalui tubuhNya dan jalan ke sorga terbuka untuk umum (Israel dan kafir). Buktinya dalam Matius 27:50-51 Tirai Kaabah robek dari atas kebawa oleh kuasa Allah sehingga kamar Maha suci nampak kerobekan tirai suatu kejadian hebat dan sangat penting sehingga harus dibubuh didalam suatu testament yang baru atas perjanjian baru Ibrani 9:14–18 testament adalah Perjanjian Lama suatu perjanjian dengan tulisan suatu wasiat, suatu akte yang disegel (resmi). Testament lama untuk Tabernakel Musa. Testament / wasiat harus di sahkan oleh kematian orang yang membuat testament itu Ibrani 9:16–17. Testament lama atau torat disahkan oleh kematian domba (binatang) dan testament baru (Perjanjian Baru atau Injil ) disahkan oleh kematian Tuhan Yesus sebagai domba yang disembelih Yahya 1:29.

Semenjak Tuhan Yesus mati maka Tabernakel Musa tak berlaku lagi maka berlakulah tabernakel yang lebih sempurna lagi (Tabernakel Rohani ). Untuk masuk kesurga harus melalui alat–alat dalam Tabernakel, ini dari itu tidak ada (perhatikan Pelajaran 7 Tingkat Iman). Waspada sekarang ini ada pelajaran yang mau mengembalikan kepada Tabernakel Musa. Rahasia daripada Pelajaran Tabernakel yang sesungguhnya apabila mengerti  akan rahasia rohaninya maka setiap pribadi orang–orang percaya dapat memandang Tuhan. Inilah yang dimaksudkan Matius 18:20 dan 1 Korintus 14:26–33.

Tirai juga menunjuk pada kita ( tubuh kita ) sebagaimana Tubuh Kristus bagaikan tirai yang dirobek Demikian juga tubuh kita merupakan suatu tirai yang menceraikan dari Tahta Allah. Daging kita adalah merupakan suatu penghalang besar didalam kesucian. Dan Firman Allah mengatakan bahwa orang yang suci hatinya akan memandang Allah.

Daging kita tidak suka pada sabda Allah kalau daging kita  ingin bebas. Sedangkan sabda Allah mengarahkan kita  kepada kesucian dan kebenaran. Daging kita tidak mau dirobek. Daging kita tidak suka  kepada  kerajaan surga. Tirai daging kita harus dirobek Rum 8:23. Walaupun Allah membuat kita menurut peta dan teladannya. (gambar kerubium emas) yang ada pada tirai.

Orang yang rindu kerajaan surga harus merobek daging baru bisa masuk kerajaan surga. Dalam 1 Korintus 15:50–52 – daging dan darah tidak bisa mewarisi kerajaan surga yaitu tubuh kita secara jasmani. Kalau mau masuk kerajaan surga maka tubuh yang merupakan tirai ini harus dirobek oleh kematian diubah menjadi tubuh yang baru. Tirai tubuh perlu dirobek dengan menyalibkan melalui doa dan puasa. Tuhan Yesus disalibkan untuk robek daging. Begitu juga Gereja  Penganten ( Galatia 5:24 ). Ingat orang yang sudah mati tak ada keinginan  lagi. Oleh karena itu Rasul Paulus mengatakan setiap hari aku dimatikan bahkan dalam Galatia 2:19–20 bahwa Kristus berada dalam dia. Ini sama dengan Yahya pembaptis yang mengatakan biarlah aku yang berkurang dan Ia yang bertambah–tambah  (Yahya 3:30).

Tirai Tabernakel membagi dua ruangan suci dengan ruangan Maha Suci.

– Ruangan Suci berbicara tentang zaman kemurahan yang meliputi 2000 tahun atau zaman gereja.

– Ruangan Maha Suci berbicara zaman kerajaan 1000 tahun Masa Damai memasuki hujan akhir (Kegerakan Besar). Ini merupakan penembusan Tirai dalam arti umum.

Tirai mempunyai dua pihak  muka dan belakang yaitu  :

a. Gereja Tuhan akan berjuang mati- matian dan akan mengalami aniaya, pencobaan, peperangan, sengsara dan sebagainya. Wahyu 6:7–11

Oleh karena itu dikatakan dalam Matius 24:22 karena orang yang terpilih maka disingkatkan masa itu. Kalau tidak tak seorangpun yang selamat.

Itu sebabnya orang–orang harus diyakinkan dengan Pelajaran Penganten supaya ia dapat bertahan pada hari itu. Hal ini akan diterangkan dalam Rahasia Kegerakan Besar.

b. Pihak belakang (dalam) berarti aman berbicara tentang  keangkatan gereja Tuhan dari dunia terlepas dari aniaya, peperangan dan sebagainya. Yang akan bersekutu dengan Tuhan diawan–awan (1 Tesalonika 4:13–17, Wahyu 12:6, 14Matius 24:29–31).

Keangkatan Gereja Sempurna (Gereja Penganten) tak akan terjadi dan tak mungkin terjadi sebelum hujan Akhir dicurahkan. Perhatikan pelajaran Daniel 9:27 tentang Rahasia satu sabat yang terakhir. Baca kupasan buku Wahyu 6:7–11 sebelum hujan akhir dicurahkan gereja tak mungkin diangkat karena keangkatan Gereja Sempurna dilakukan oleh Roh Suci pada hujan akhir Wahyu 12:14 yaitu  dipakaikan sayap burung Nasar (Roh suci ).

Gunanya Roh Suci Hujan Akhir yaitu :

1. Gereja penganten disempurnakan Yakub 5:7

2. Gereja penganten diangkat Wahyu 12:6, 14

Perubahan dan perobekan tirai menunjuk pada sekejap mata (Gereja Tuhan) diangkat tiba–tiba (1 Korintus 15:52), tetapi bagi gereja penganten hal itu sudah diketahuinya.karena melalui kegerakan besar. oleh karena itu gereja penganten telah siap siaga.

Tuhan Yesus diangkat karena Dia penuh Roh Suci yang tak terhingga (Yahya 3:34)

 

Dalam Tabernakel ada 3 pintu  yaitu  :

1. Pintu Gerbang :     Masuk dapat Mezbah Korban Bakaran dan kolam pembasuhan artinya Tuhan Yesus buka jalan pada Tobat dan Baptisan Air.

2. Pintu Kemah   :           Pelita Emas, Meja Roti Pertunjukan, Mezbah Dupa artinya Tuhan Yesus membuka jalan kepada perhubugan dengan Firman Allah, Perjamuan Suci, karunia–karunia Roh dan Jawatan Tuhan serta doa dan penyembahan (bersinar)

Ruangan suci itu terang karena adanya Pelita Emas yang menyala begitu juga Gereja Tuhan yang pelitanya menyala menjadi terang dunia.

3. Pintu Tirai       :    Tuhan Yesus buka jalan kepada tahta Allah atau kesempurnaan.

Diluar Pintu Gerbang, daerah padang pasir terhilang. Didalam Pintu Gerbang, daerah Torat Allah berarti akan selamat, sebab orang yang menjalankan hukum yang sebenarnya dia akan selamat.

Diluar Pintu Kemah, daerah Torat masih kena panas dan hujan. Karena tidak ditudung artinya belum mempunyai perhentian yang sebenarnya. Gereja yang mengandung. (Perempuan yang menyusui).

Didalam Pintu Kemah, adalah daerah kemurahan, dalam perlindungan Illahi / luput dari penghukuman. (Perempuan yang menyusui)

Diluar Tirai, daging belum tersalib atau terobek. Didalam tirai, daging sudah tersalib (Perempuan dewasa), Gereja yang terpilih  dan Gereja inilah yang akan diangkat ke awang-awangan.

Pengalaman Yakub dalam Kejadian 28 yang dihubungkan dengan  3 Pintu Taberbakel.

  1. Batu menunjuk Tuhan Yesus yang berbicara tentang Pintu Gerbang, Epesus 2:20.
  2. Minyak menunjuk Roh Suci yang berbicara tentang Pintu Kemah
  3. Langit terbuka menunjuk Allah Bapa ini berbicara tentang Tirai

Pintu Tirai itu terdiri dari 4 tiang dan kaki-kakinya diperbuat dari perak

4 tiang ini adalah berbicara tentang 4 Injil sepenuh yaitu Matius, Markus, Lukas, Yahya hubungkan ini dengan 4 zat yang hidup dalam Wahyu 4:6 yang juga berbicara tentang 4 Injil. 4 Injil disini menggambarkan tentang sifat dari Tuhan Yesus :

  1. Singa              : adalah Raja binatang / Raja Injil Matius. Injil Matius menyaksikan Tuhan  Yesus sebagai Raja
  2. Lembu             : binatang yang menanggung kuk diumpamakan sebagai Hamba / Injil Markus. Injil Markus berbicara tentang Tuhan Yesus sebagai Hamba yang setia melayani
  3. Anak Manusia   : yang mengalami sengsara (menjadi tabib suka melayani orang, Injil Lukas). Injil ini menceritakan Yesus sebagai anak manusia yang suka menolong (tubuh rohani dan jasmani)
  4. Burung Nasar   : kekuatan terbangnya melebihi segala burung menunjuk Injil Yahya. Ini berbicara tentang dalam Yahya 1:1 yaitu Kalam yang penuh dengan kesucian.

Warna Tirai, Pintu Kemah, Pintu Gerbang, Efod, Selimut Tabernakel menunjuk pada sifat–sifat Ilahi daripada Tuhan Yesus sewaktu ia berada didunia.

 

Kolose 2:9 berbunyi :          “Karena didalam Dialah terhimpun segala kelimpahan wujud Allah berlembaga”.

 

Dua Kerubium yang berada pada Tirai adalah berbicara tentang Tuhan Yesus mempunyai sifat kesucian dan keilahian. Dalam Lukas 9:28-31 Rasul Paulus, Yakub, Yahya, melihat sifat Ilahinya dikiri kanan Musa dan Elia, oleh karena itu dalam Yahya 1:14, Rasul Yahya menyaksikan bahwa Kalam itu menjadi daging tinggal diantara manusia yang ia sendiri sudah memandang kemuliaannya, seperti kemuliaan Anak yang tunggal daripada Bapa penuh dengan Anugerah dan Kemuliaan. Ingat Nabi Musa tatkala ia bersekutu dengan Tuhan nampak kemuliaan pada mukanya sehingga umat Israel tidak dapat memandang mukanya.

Empat zat mempunyai 6 sayap, 2 penutup badannya dan 4 buah buat terbang perhatikan Yesaya 6:1-2, dan Yehezkiel 1:5-11. Hubungkan dengan Wahyu 4.

Waktu Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa mereka diusir keluar dari Taman Eden. Kerubium berdiri dipintu masuk kepintu Alhayat dengan pedang bernyala-nyala, supaya Adam tak boleh masuk ke dalamnya Kajadian 3:22-24. Tapi sekarang Tuhan Yesus lahir dan Dia sendiri dimakan pedang  melintasi Tirai karena Ia berkehendak supaya manusia kembali masuk ke Eden yang sebenarnya (1000 tahun masa damai). Surat Ibrani dalam letak Tabernakel kena pada Tirai, karena menceritakan tentang robeknya Tirai dalam Ibrani 4:1-3 berbicara tentang pengertian pada hari Sabat (ketujuh) adalah menunjuk pada 1000 tahun masa damai bukan hari Sabat (Ruangan Maha Suci). Untuk memasuki Ruangan Maha Suci harus melalui Tirai (penyalipan atas daging) sebab itu untuk memasuki 1000 tahun Masa Damai Gereja Penganten akan diubahkan.

 

Apa arti Sabat ?

Sabat artinya perhentian. Sabat hari yang dimaksud seminggu sekali adalah perhentian dimana umat Israel tidak boleh bekerja tapi beribadat penuh pada Tuhan.

Ada Anak-anak Tuhan tidak memperhatikan hari Sabat ini, mereka bekerja untuk kepentingan daging, artinya mereka lupa Khalik. Itu sebabnya ada orang Kristen bulanan, orang Kristen setengah tahun, orang Kristen tutup tahun, orang kawin dan sebagainya. Itu sebabnya orang Kristen dikritik pedas, dan harus mengakui kekurangannya. Apa sebab ?

Karena daging ini tidak suka Kerajaan Sorga 1 Korintus 15:50 yang berbunyi sebagai berikut : “Tetapi inilah yang kukatakan hai saudara-saudaraku, bahwa daging dan darah tiada dapat mewarisi kerajaan Allah; dan keadaan yang akan binasa tiada mewarisi keadaan yang tiada akan binasa”.

Daging suka pada alam bebas karena itu apabila daging dikikis dia akan berontak meskipun dia anak-anak Tuhan (dari abu kembali pada abu).

4 tiang berdiri diatas kaki perak berarti orang-orang yang berdiri atas kelepasan / ketebusan. 4 tiang ini juga dibayangkan 4 zat yang hidup yang berdiri keliling tahta Allah dalam Yahya 1:14. Kalau itu adalah Sabda, maka Sabda menjadi daging serta kemuliaan sorga kelihatan. Ini kesaksian dari Rasul Yahya sekali lagi bahwa daging adalah penghalang utama bagi  kesucian. Itu sebabnya Gereja Tuhan yang tidak merobek dagingnya dia tidak dapat memandang kemuliaan Allah.

 

Ada dua jalan masuk Kerajaan Sorga :

  1. Daging harus dimatikan
  2. Tubuh dirobek dalam sekejap nanti akan menjadi Penganten Tuhan.

Ada penafsir Alkitab mengatakan bahwa 4 tiang pada Tirai adalah : Henoch, Musa, Elia dan Tuhan Yesus. Mereka sejajarkan Tuhan dengan para nabi, sedangkan Yahya Pembaptis lebih besar dari Nabi-nabi sebelumnya tapi ia berkata mengangkat tali kasutnyapun aku tidak berlayak Matius 3:11, Matius 11:11. Betapapun sucinya manusia dan jawatannya yang diterima dari Tuhan dan ia adlah wakil Tuhan tetapi manusia tidak boleh menyamakan Tuhan seperti manusia atau nabi-nabi.

– Sekali lagi perhatikan Pelajaran Tirai guna kepentingan Rohanimu.

PETI PERJANJIAN

Keluaran 25:10-12, Keluaran 37:7-9

 

 Peti Perjanjian adalah alat Pertama dari Tabernakel menurut Allah, arti Rohaninya adalah berbicara :

1.  Tahta Allah

2.  Kesempurnaan

Didalam 25:10-22, Keluaran 37:7-9 disebutkan tentang Peti Perjanjian sebagai berikut :

Ayat 10         Peti dibuat daripada kayu penaga dengan ukuran panjang 2 ½  hasta, lebar 2 ½ hasta, tinggi 2 ½ hasta

Ayat 11         Disalut dengan emas luar dan dalam dan pada tepi ada karangan emas

Ayat 12         Ada tuangan 4 bentuk gelang 2 sebelah depan

2 sebelah belakang   dikenakan pada 4 penjurunya

Ayat 13-14     a. Di buat kayu pengusung daripada kayu penaga yang disalut dengan emas

b. Kayu pengusung dimasukkan kedalam gelang supaya Peti Perjanjian dapat diusung orang

Ayat 15         Kayu pengusung dalam gelang peti tersebut tidak boleh dicabut

Ayat 16         Di dalam peti dibubuh Asyahadat

Ayat 17         Tutupan grafirat daripada emas murni dengan ukuran 2 ½ hasta panjang 1 ½ hasta lebar.

Ayat 18         Dibuat dua kerubium daripada emas tempawan 2 kerubium berhubungan dengan ke-2 ujung grafirat

Ayat 19-20    a.       Kedua kerubium berhubungan erat dengan ujung tutupan grafirat

b.  Kedua kerubium mengembangkan sayap keatas dan menudungi tutupan grafirat muka berhadap-hadapan, mata     memandang pada tutupan grafirat itu

Ayat 21         Tutupan grafirat dibubuh kemudian daripada peti sudah dibubuh asyahadat

Ayat 22         Tuhan akan turun pada umat Israel dan atas tutupan grafirat ditengah-tengah ke-2 kerubium

Gambar Peti Perjanjian

peti perjanjian dan alat alat

PENGERTIAN ROHANI

 Peti Perjanjian lebih dahulu dibuat oleh Musa setuju dengan perintah Allah dan merupakan alat yang terpenting dalam Tabernakel artinya : Tuhan Yesus mulai dari diriNya baru terjadi yang lain. Tuhan yang lebih utama. Hukum yang terbesar Markus 12:30, 1 Korintus 10:31.

Peti Perjanjian terbagi atas dua bahagian besar:

1. Bagian bawah yaitu Peti

2. Bagian atas yaitu Tutupan Grafirat

 1. Bagian Bawah (Peti) dibuat daripada kayu penaga, pohon ini adalah pohon yang berduri-duri dan warnanya hitam.

–  Kayu    –     daging / kemanusiaan

–  Hitam   –    dosa

Jadi kemanusian yang diliputi dengan warna dosa / noda-noda dosa.

Peti dibungkus dengan emas (luar dan dalam) sehingga kayu tak kelihatan artinya : kehidupan Gereja Tuhan akhir zaman ini tak berdiri lagi atas kemanusiaannya artinya daging tak bersuara lagi, telah dibungkus dengan sifat Ilahi dalam Wahyu 12:1-2. ini adalah berbicara tentang Gereja Penganten. Sifat daging dari Gereja Penganten – perempuan tetapi pada saat disempurnakan tak lagi kelihatan dagingnya, melainkan ada memakai pakaian matahari, berdiri diatas bulan, dan bermahkotakan dua belas bintang. Artinya : Gereja Penganten diliputi / disalut oleh tiga oknum Allah

a. Bapa

b. Anak

c . Rohulkudus.

Inilah tujuan Pelajaran Tabernakel, supaya gereja diliputi sifat-sifat Ilahi. Dalam Matius 5:17 Tabernakel ini akan dipenuhi (ada dalam Torat) karena Tabernakel ini merupakan bayang-bayang, sedang wujudnya adalah Yesus Kristus Kolose 2:17.

Gereja akan dipimpin oleh Tuhan sampai disempurnakan. Sejak gereja masih berdiri belum pernah gereja itu sudah sempurna. Tapi kesempurnaan itu datang oleh Firman Allah baru disebut Gereja Penganten.

-. Diatas ada karangan bunga seperti mahkota, mahkota adalah tempat pertemuan antara tutupan Grafirat dan Peti. Mahkota adalah kasih yang setia.

Gereja yang suci kepada pengantennya – Yesus, oleh karena itu kasih yang datang dari penganten perempuan. Tutupan grafirat dibuat dari emas murni tak ada kayunya. Di atas ada dua kerubium yang saling berhadapan. Ujung sayap bertemu dan menyembah memandang peti.

2.Tutupan grafirat antara lain :

1. Tutupannya

2. Kerubium kanan

3. Kerubium kiri.

Ketiga hal tersebut diatas menunjuk pada Allah sepenuh. Yang tak ada kemanusiaan (emas tulen) Allah Bapa, Anak dan Rohulkudus.

Tiga oknum Allah sepenuh, namanya Tuhan Yesus Kristus. Dalam Yahya 17:6 nama Allah pada Tuhan Yesus. Tutupan grafirat artinya: Tuhan sepenuh menaungi gereja yang sempurna. Allah 3 oknum dalam Putranya akan membayangi gereja akhir zaman.

Dalam Peti ada 2 loh batu tapi 2 loh batu itu tak lagi bersuara dan menunjuk kesalahan-kesalahan manusia (karena gereja sudah sempurna). Hukuman akan berubah menjadi cinta Allah dan cinta sesama manusia

Suaranya tak lagi menderu tapi berbunyi cinta atau kasih. Hidup dalam daging, jiwa berteriak dan kasihan kehidupan Roh sangat disengsarakan oleh kehidupan yang lama. Oleh karena itu kuburkan kehidupan yang lama datang pada Yesus terima kehidupan yang baru. 2 Korintus 5:17. Itu sebabnya apabila jiwa kita tertindih oleh karena dosa atau kehidupan lama tapi apabila kita dibaharui oleh Kristus kita akan sukacita dalam Kristus meskipun melalui banyak-banyak pencobaan, sengsara dan aniaya.

Orang yang hidup dalam daging adalah orang yang ikut hawa napsu dan buah-buah hawa napsu adalah Galatia 5:19-21.

  1. Zinah                                 :    Artinya punyai istri kemudian berzina dengan   istri / suami orang lain
  2. Kecemaran                      :    Artinya melakukan perkara-perkara yang najis
  3. Percabulan                      :    Artinya mengikuti jalan-jalan orang jahat yang     hampir sama dengan perzinahan.
  4. Menyembah berhala   :    Artinya mencinta / menyembah hal lain selain pada Tuhan
  5. Hobatan                           :    Artinya guna-guna, ikat pinggang dan lain-lain
  6. Persetruan                      :    Artinya suka bermusuhan dengan orang lain / saudara-saudara yang lain
  7. Perkelahian                     :    Artinya suka memukul orang lain
  8. Cemburuan                     :    Artinya sifat dengki dalam hal kepunyaan dan  dalam pekerjaan orang lain Cemburuan ini bisamengakibatkan pembunuhan
  9. Kemarahan                      :   Artinya suka menyimpan marah (menaruh dendam)
  10. Perlawanan                     :    Artinya suka bertengkar dengan orang lain
  11. Perceraian                       :   Artinya tak suka bersekutu dengan saudara-saudara lain
  12. Bidat                                  :   Artinya pengajar palsu dan banyak orang suka pada kebenaran palsu daripada berdiri atas kebenaran Allah
  13. Dengki                              :   Artinya  mempunyai hati yang pahit pada saudara yang lain dan ini bisa merusakkan sidang
  14. Mabuk                              :   Artinya suka minum-minuman keras
  15. Berlazat-lazat                :   Artinya senang pada pelesir dunia saja seperti sirkus, nonton bioskop, bertunangan dan lain-lain.

Adapun orang-orang yang melakukan ini tidak akan masuk kerajaan sorga tetapi Gereja Penganten harus mengeluarkan buah-buah Roh. Galatia 5:22-23, yakni kasih, suka cita, perdamaian, panjang hati, kemurahan, kebaikan kesetiawan dalam pekerjaan Rohulkudus dalam karunia-karunia yang rohani di dalam peti perjanjian itu berisi bokor manna, Tongkat Harun, 2 loh batu Keluaran 20:1–17.

Perbandingan tentang 10 hukum.

10 hukum itu terbagi dalam 2 bahagian yakni

1. Allah –   hukum yang pertama sampai ke empat itulah di simpulkan Kasih kepada Allah.

2. Manusia  –  hukum ke 5 sampai ke 10  di simpulkan kasih kepada sesama manusia.

Hal ini telah di terangkan sedikit dalam Meja Roti Pertunjukan. Hukum yang pertama Allah satu saja yaitu Allah Bapa, Hukum II, III jangan ada berhala jangan mempermainkan nama Allah ini Hukum Anak.

Hukum IV itu Allah Roh Suci. Ini adalah pembagian dari Tri Tunggal Allah Kasih daripada Allah berarti Kasih Tri Tunggal karena mereka satu adanya. Ini yang disebut Kasih AGAPE. Dalam Perjanjian Lama yang di sebut Zaman Torat. Sabat itu menjadi meterai Keluaran 31:15–17 jadi Sabat ini ada perjanjian kekal buat Umat Israel oleh karena itu siapa yang mengikuti Torat yang sebenarnya dia akan selamat menurut Hukum Torat. Dalam Perjanjian Baru Roh Suci menjadi meterai Efesus 1:13, 2 Korintus 1:22 oleh karena itu dalam Rum 8:9 dikatakan siapa yang tidak punya Roh Kristus dia bukan milik Kristus. Bahkan orang yang tidak punya suka membuat perceraian ( Yahuda 19 ).

Dalam Markus 2:27–28 yang berbunyi sebagai berikut :

“Dan lagi katanya kepada mereka itu : hari sabat itu di adakan karena manusia , bukan nya manusia di adakan karena hari sabat”. Ayat 27

“Sebab itu Anak manusiapun adalah Tuhan atas hari sabat juga”. Ayat 28

Anak manusia adalah Tuhan atas hari Sabat bandingkan dengan Rum 14:17 yang berbunyi sebagai berikut : “Karna kerajaan Allah itu bukannya hal makan minum, melainkan hal kebenaran dan sejahtera dan kesukaan dalam Rohulkudus”.

Gereja Penganten adalah Gereja Kesaksian dan mengalami Sabat yang sebenarnya. Gereja Penganten merupakan taman Eden dalam Kejadian 2 dan 3. Berbicara tentang Sabat / tetapi sesudah manusia jatuh kedalam dosa, pekerjaan sudah tidak sempurna lagi karena rusaknya ciptaan Allah tubuh, jiwa dan Roh. Akibat daripada dosa sehingga manusia di keluarkan dari taman Eden. Allah mulai bekerja kembali dan Sabat batal. Sabat itu muncul kembali tatkala umat Israel keluar dari tanah Mesir menuju ke Tanah Kanaan .

Adam dan Hawa tidak ada Sabat lagi. Itu yang disebutkan sabat batal. Perhatikan Kejadian / peristiwa Habel dan Kain anaknya. Sekarang Allah tak pentingkan hari, tetapi Allah pentingkan perhentian dalam hati Yeremia 31:31–34 dan Ibrani 8:8–10.

Dalam Matius 11:8 yang dimaksud ini ialah perhentian yang Rohani adalah perhentian dalam hati. Dalam Keluaran 16:22–33. Sabat dirayakan oleh umat Israel dalam perjalanan di Padang Pasir kalau perjalanan Umat Israel dalam arti Rohani dengan sendirinya Sabat punya arti pula. Kolose 2:16–17. Perhatikan Umat Israel dari Negeri Mesir dipandang dari Pelajaran Tabernakel. Tubuh kita adalah Tabernakel Rohani 1 Korintus 3:16 yang berbunyi sebagai berikut : “Tiadakah kamu ketahui bahwa kamu Rumah Allah, dan Roh Allah diam di dalam kamu.?”

Dalam Matius 19:16–20 pertama-tama Tuhan Yesus suruh orang muda untuk membuat loh batu yang kedua dan itu telah di turutinya tetapi apabila Tuhan menunjukan loh batu yang pertama yaitu hukum I sampai IV dia meninggalkan Tuhan.

Dia mementingkan Kasih Philia daripada Kasih Agape. Loh batu yang pertama menunjuk pada Tuhan Yesus Kristus. Dan Tuhan Yesus sudah genapkan Hukum Torat Matius 5:17, Rum 10:4 .

Rasul Paulus dalam Rum 7:1–6 menggambarkan perhubungan antara laki-laki dan perempuan ( suami dan istri ).

Dimana dikatakan kalau laki-laki telah mati maka terlepaslah dari hukum. Demikian juga pengertian tentang Hukum Torat. Disini diadakan pemisahan yang nyata antara Torat dari masa dan anugrah dan kebenaran yang dibawa oleh Tuhan Yesus. Dan kalau dikawinkan di sebut persinahan rohani (Torat dan Anugrah dicampur disebut persinahan rohani sebab Torat sudah digenapkan). Kehidupan manusia (Gereja Tuhan) diumpamakan sebagai perempuan .

Inti kasih dalam pandangan / pembagian 10 hukum .

1. Hukum I – IV adalah kasih Agape.

2. Hukum yang ke V adalah kasih Storge ( hubungan darah ) .

3. Hukum yang ke VI – IX adalah kasih Philia ( semua manusia ) .

4. Hukum yang ke X adalah kasih Eros atau hawa nafsu.

Tetapi dalam Perjanjian Baru hukum I – IV tetap kasih agape: arti kasihilah kepada Tuhanmu dengan segenap jiwamu , karena itulah hukum yang terbesar. Dan hukum V – IX adalah kasih Philia di mana kasih Storge dan Eros tidak ada tempat lagi. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri Matius 22:34–40, Markus 12:28–31, Lukas 10:25–28.

BOKOR YANG BERISI MANNA ( Bokor daripada Emas ).

Ibrani 9:4 Manna adalah Sabda yang menjelma menjadi daging .Tuhan Yesus adalah manna yang turun dari Sorga Yahya 6:49–58. Manna yang diturunkan dipadang belantara yang menjadi makanan Umat Israel setiap hari tidak bisa disimpan dalam Bokor tanah liat karena akan busuk. Itu sebabnya dipungut untuk sehari saja. Kecuali menjelang hari sabat di pungut dua kali ganda. Manna yang sisa yang dapat dipungut akan menjadi cair apabila terbit matahari. Itu sebabnya Umat Israel di suruh memungutnya tatkala fajar menyinsing Keluaran 16.

Bokor menunjuk kepada kehidupan manusia yang ada daging

Memakan Firman Allah / Menyimpan Firman Allah dengan keadaan manusia maka Firman tak bisa tahan lama. Oleh karena itu dikatakan Firman Allah tanpa Roh mati adanya. Sama dengan Tubuh tanpa roh . Yakobus 2:26 yang berbunyi sebagai berikut : “Karena sebaigai mana tubuh dengan tiada roh itu mati, demikian juga iman dengan tiada perbuatan itu mati“.

Tapi kalau disimpan dalam bokor Emas tidak akan busuk karena dia bertahan lama .

Itu sebabnya Firman Allah harus disimpan dalam hati yang bersifat Ilahi (Roh Suci), sehingga tak busuk, kehidupan yang mempunyai sifat Ilahi merupakan Tirai daging sudah robek. Ini adalah suatu kehidupan yang berlayak simpan Firman Allah (termeterai ).

Arti daripada Bokor yang berisi manna yaitu Firman yang menjadi daging. Firman yang menjadi satu dengan kita atau Gereja Penganten. Kalau Firman yang menjadi daging dan tinggal diantara manusia nampak kemuliaan (Yahya 1:14). Apalagi kalau Firman sudah menjadi satu dengan manusia dalam pernikahan,gereja akan mengalami kemuliaan yang luar biasa (Wahyu 12:1-2).

Bokor emas ialah berbicara manusia yang sempurna yang diliputi sifat ilahi (Roh Suci). Manna itulah Tuhan Yesus. Bokor emas yang berisi manna menunjuk pada persekutuan yang heran (pernikahan) dengan oknum Yesus Kristus. Itu sebabnya Bokor emas yang berisi manna ini di simpan dalam Peti Perjanjian. Artinya : di simpan dalam hati anak Tuhan menjadi surat yang terbuka 2 Korintus 3:3–4.

Sebab itu kita adalah Tabernakel Allah yang hidup dimana Roh Allah diam didalamnya (1 Korintus 3:16). 2 loh batu telah diterangkan diatas menunjuk pada Allah Bapa / kasih. Tongkat Harun berbicara tentang Roh Suci. Hal ini telah di terangkan dalam pelajaran Pelita Emas.

 

PERBANDINGAN :

a.  Tongkat Harun dalam peti perjanjian dalam Kamar Maha suci sama dengan Pelita Emas dalam Kamar suci dan Pintu Kemah.

b. 2 Loh batu sama dengan Mesba Dupa dan Kolam Pembasuhan.

c.  Bokor manna sama dengan Meja roti pertunjukan dan Mesba Korban Bakaran.

 

KETERANGAN :

  • Tongkat Harun berbunga bunga Pelita Emas “ berbunga-bunga dan berbuah badam
  • Pintu kemah itu adalah  meterai Roh Suci
  • 2 loh batu adalah kasih Allah dan kasih manusia / Allah dan manusia
  • Mezba Dupa Allah dan manusia bertemu ada kematian daging dan kebangkitan dalam Tuhan.
  • Kolam pembasuhan adalah kematian daging dan kebangkitan dalam Tuhan Rum 6 :3-6.
  • Bokor murka Allah adalah firman yang menjadi daging tubuh Kristus (korban Kristus)
  • Meja roti pertunjukan : Kristus yang menjelma menjadi daging dalam bentuk Firman yang menjadi makanan Gereja Tuhan dalam Matius 4:4 dan Ulangan 8:3.
  • Mezba Korban Bakaran adalah Kristus menjadi korban

 

PERBANDINGAN YANG KE DUA.

Dalam Perjanjian Lama ada kitab yang berbicara tentang pertunangan ialah kitab Rut, Ester dan Syirul Asyar Sulaiman yang kemudian diwujudkan dengan Perjanjian Baru yaitu pernikahan antara Tuhan Yesus dan Gerejanya. Ini perlu mempelajari dengan cermat buku tersebut. Apabilah ketiga buku ini dimasukkan kedalam Tabernakel maka terjadilah ketiga susunan sebagai berikut :

I.

1. Rut berbicara tentang Halaman.

2. Ester berbicara tentang Ruangan Suci.

3. Syirul asyar Solaiman berbicara tentang Ruangan Maha Suci.

II.

1. Rut –  Meja roti pertunjukan

2. Ester –  Pelita Emas

3. Syirul Asyar Solaiman  –  Mezba Dupa

III.

1. Rut   –    Bokor manna

2. Ester    –    Tongkat Harun

3. Syirul Asyar Solaiman   –     2 loh batu cinta atau kasih

 PAPAN JENANG

 

KELUARAN 26:15-25, 36:20-30

papan papan jenang

Arti Rohani adalah persatuan hubungan Anak-anak Tuhan yang ditebus oleh darah Tuhan dan Tuhan Yesus Kristus.

Kolose 1:20 yang berbunyi demikian :  “Dan oleh sebab Dia segala sesuatu diperdamaikan oleh Allah dengan Dirinya, (setelah diperbuatnya perdamaian dengan darahnya dikayu salib itu), maka oleh sebab Dia juga diperdamaikannya baik segala yang dibumi baik segala yang dilangit”.

Didalam Keluaran 26:15-25 Papan Jenang disebutkan sebagai berikut :

Ayat 15–16 

Papan jenang diperbuat daripada kayu pebaga disalut dengan Emas dengan ukuran panjang 10 hasta lebar 1 ½ semuanya sama ukuran.

Ayat 17   

Pada tiap–tiap papan jenang ada dua pegangan dimana pegangan itu dimasukan kedalam lubang seperti anak tangga.

Ayat 18   

Ada 20 batang papan jenang disebelah selatan

Ayat 19   

Ada 40 kaki perak dibawah 20 batang papan jenang 2buah kaki papan jenang yang lain dan 2 pegangan.

Ayat 20   

Ada 20 batang papan jenang pada sebelah Utara.

 

Ayat 21   

Ada 40 kaki perak (2 bagian kaki pada tiap-tiap papan jenang).

Ayat 22   

Ada 6 batang jenang pada sebelah Barat

Ayat 23   

Ada dua batang papan jenang penguat pada sudut-sudut perjuru kemah sembayang yang dibelakang.

Ayat 24   

Untuk menghubungkan pagar kiri kanan dan belakang

Ayat 25    

Jumlah dari papan jenang dengan kaki perak 16 kaki banyaknya 2 kaki pada tiap tiap jenang–lukiskan

Kemah sembahyang atau Tabernakel terdiri dari papan–papan jenang yang diperbuat daripada kayu Sittim atau kayu penaga. Panjang tiap–tiap papan 11/2 hasta dan tiap–tiap hasta mempunyai pegangan dan berdiri berbaris jumlah semua papan jenang ada 48 keping 20 sebelah Selatan dan 20 sebelah Utara 6 sebelah Barat ditambah 2 jenang disudut atau kuatkan ke dua penjuru kemah sembahyang. Papan–papan jenang dipersatukan oleh palang dari luar dan tiap–tiap papan itu disalut dengan emas.

Arti Rohani :

Papan jenang adalah bayangan anak Tuhan yang telah mendapat kelepasan oleh darah Tuhan Yesus Kristus, dari segala organisasi Gereja dalam masa 2000 tahun Zaman Rohulkudus.

Penyalutan Emas menunjuk kepada kepenuhan Roh Kudus. Papan yang berdiri berhubungan satu dengan yang lain. Papan jenang ini ada yang membatasi ruangan Maha Suci ada pula yang membatasi Ruang Suci / Tabernakel I dan II. Artinya Allah telah tinggal dalam Anak–anak Tuhan yang telah penuh Rohkudus 1 Korintus 3:16; 6:19 papan jenang berbaris–baris merupakan suatu luas didalam Allah bersemayam di tengah–tengah Matius 18:20. Jadi Allah ditengah–tengah dan didalam Anak–anaknya.

Ukuran panjang kemah sembahyang terdiri dari 20 jenang jadi 20 x 1 ½ hasta = 30 hasta.Lebar 6 jenang 2 jenang sudut = 6 x 1 ½ hasta + 2 x 1 ½ hasta = 10 hasta, tinggi 10 hasta jadi isinya = 30 x 10 x 10 = 3000 hasta – 1 hasta = 1 tahun nubuatan. Jadi 3000 hasta = 3000 hasta = 3000 tahun nubuatan terhitung dari zaman Tuhan Yesus sampai akhir 1000 tahun.

 

KAKI PERAK

Perak adalah lambang ketebusan Keluaran 30:11–16, 38:25–28 zaman dahulu Israel harus bawa korban binatang (darah ketebusan) dan perak ½ sikal. Perak ini dipergunakan pada kaki dan papan jerang. Tabernakel tak terdiri diatas pasir tapi diatas perak yaitu harga ketebusan.

Begitu juga gereja Tuhan harus berdiri diatas harga ketebusan yaitu darah ketebusaan dari Tuhan Yesus Kristus.

1 Petrus 1:18-19 Kalau ditambah dengan empat kaki perak daripada Tirai berarti 150 kali. Tiap jenang mempunyai 2 Kaki Perak, jadi 48 jenang. Kalau ditambah dengan 4 kaki daripada tirai = 100 jenang, tiap kaki = 1 talenta Perak, Keluaran 38:27.

Satu talenta = 3000 syikal atau 6000 x ½ syikal. Jadi 100 kaki dari 100 talenta = 100 x 6000 x ½ = 600.000 x ½ syikal = jumlah umat Israel membawa korban.

½ syikal adalah 603.550. Keluaran 38:26, Bilangan 1:46, perak yang dipersembahkan adalah 603.550 x ½ syikal dan sisanya 3.550 x ½ syikal. Dan sisanya ini dipakai untuk pengait–pengait perak, kepala–kepala perak dan tiang serta tali–tali perak.

Jenang sudut adalah jenang kembar, jenang sudut ini adalah menguatkan sudut daripada Tabernakel Keluaran 26:23–24 dan jenang ini adalah kembar yaitu 2 menjadi 1 dan jenang sudut ini dipersatukan oleh cincin kalau jenang–jenang ini adalah bayangan Anak–anak Tuhan maka jenang kembar itu membayangkan dua anak Tuhan menjadi satu atau persatuan dalam anak Tuhan. Alkatib 4:9–11. Dua lebih baik daripada satu Matius 18:19 suami istri yang bersatu dalam pekerjaan Tuhan adalah merupakan jenang sudut yang kuat. Dan mereka dipersatukan dengan cincin nikah seperti jenang sudut–sudut itu Lukas 24:13–14. Tuhan Yesus mengirim Rasul–rasul dan murid–murid itu berangkat berdua seperti jenang sudut yang dipersatukan itu.

Dalam Wahyu 1:3–12  Nabi Musa dan Elia bekerja berdua seperti jenang kembar dan bernubuat 3 ½ tahun. Kayu pemegang pada jenang–jenang Keluaran 26:7; 36:2 – ini untuk menguatkan jenang–jenang itu dari dalam agar jenang–jenang itu dapat  berdiri dengan tegak. Dan pemegang ini merupakan Anak–anak Tuhan yang berpegang satu dengan yang lain, untuk menguatkan dalam doa dan sembahyang. Rasul Petrus harus kuatkan saudara-saudaranya. Lukas 22:32. Dalam Kisah Rasul 14:22, Rasul Paulus menguatkan jiwa dari murid-murid supaya mereka tinggal dalam percaya. Pemisahan Ruang Suci dan Ruang Maha Suci terjadi oleh Tirai. Tirai terbagi 2 yakni : ruang suci 2000 hasta dan Ruang Maha Suci  1000 hasta.

 

PEMBUKTIAN.

Dalam Keluran 26:33 digantung tepat pada pengait dari bahagian Tabernakel, pengait-pengait mempersatukan dua bagian besar dari kain tutupan Tabernakel yang masing-masing dibuat dari 5 bahagian dari 4 hasta. Tiap-tiap bagian daripada kain tutupan  itu lebarnya 5x 4 = 20 hasta. Kain penutup pertama menutupi kain Tabernakel melalui dari  Kemah sampai ke Tirai adalah 2/3 bahagian Tabernakel adalah merupakan Ruang Suci.

 

Kain penutup kedua yang juga 20 hasta lebar menutupi sisa Tabernakel ialah 10 hasta. Oleh sebab lebar 20 hasta kain tutupannya dan harus di tutupi 10 hasta maka sisa 10 hasta tergantung kebawah dan tutupan papan jenang kebelakang yang tinggi 10 hasta.

Selimut Tabernakel terdiri dari dua selimut yang berukuran 2 (2×28) oleh sebab tutupan Tabernakel masing-masing punya ukuran lebar 28 hasta maka apabila ia ditaruh di Tabernakel. Maka ia akan menutupi 10 hasta dibagian atas dan 9 hasta dibagian kiri dan kanan.

KAYU  PALANG, Keluaran 26:26-30, 36:31-34

Kayu palang dipasang sebelah luar dan cara memasangnya seperti terlihat pada Gambar.

 images

Didalam Keluaran 26:26-30, kayu palang disebutkan sebagai berikut :

Ayat 26-27  Palang diperbuat dari pada kayu  penaga, tiap pihak 5 batang

Ayat 28       Palang yang di tengah hendaklah menemui segala jenang daripada ujung datang pada ujung

Ayat 29       Salutkan jenang itu dengan emas dan segala gelang palang disalut dengan emas (serba emas)

Ayat 30     Dirikan Kemah Sembahyang setuju dengan teladan diatas bukit.

Arti rohani :

Palang ditengah melonjor ditengah di ujung dinding jenang yang satu kepada ujung jenang yang lain. Empat palang lain yang dipasang bersilangaan merupakan Salib Tuhan. Keempat palang ini merupakan Salib Tuhan maka palang ditengah menunjuk pada Tuhan Yesus yang disalibkan itu. Palang-palang yang terdiri dari lima potong kayu itu mempersatukan semua papan jenang bagian luar. Artinya : Tuhan Yesus disalibkan untuk mempersatukan segala orang Kristen yang telah jadi papan jenang Rohani.

Ada 4 jurusan yakni :

  • 5 kayu palang disebelah Selatan
  • 5 kayu palang disebelah Barat
  • 5 kayu palang disebelah Utara
  • 5 Tiang pintu kemah disebelah Timur atau bagian muka.

Angka 5 menunjuk pada luka Tuhan Yesus menunjukkan juga angka penebusan. Juga perdamaian antara Allah dengan manusia oleh pekerjaan salib Kristus jadi salib keliling untuk 4 penjuru alam dan mempersatukan seluruh papan jenang Rohani dan Tabernakel yang di kuatkan dengan lima tiang berbicara tentang materai Rohulkudus oleh 4 Injil dan Kisah Rasul dan Tuhan Yesus sebagai Pembaptis Agung Roh Suci.

Seluruh persatuan dalam Tabernakel, terletak dalam lima palang Persatuan ini terletak pada hari Pentakosta dan Rohulkudus ini hanya dicurahkan Allah atas dasar Darah perdamaian dari Tuhan Yesus Kristus. Roh Suci itu turun akibat pengorbanan Tuhan Yesus Kristus. Sebab itu jangan cari persatuan organisasi atau lain-lain usaha mereka dari manusia yang tidak kekal. Tuhan Yesus berdoa untuk persatuan, Yahya 17:21-23, Ibrani 7:25, Rum 8:34.

Selain daripada itu Rohulkudus janjikan pada akhir zaman ini ada persatuan bagi papan Jenang Rohani waktu Hujan Akhir turun (organisme) 1 Korintus 12:12-30 dimana akan terjadi banjir besar menimpah seluruh tembok-tembok organisasi (bak = tempat itik disimpan). Kegerakan besar  Yakub 5:7 yang berbunyi : “Sebab itu hai saudara-saudaraku, bersabarlah kamu sehingga sampai kepada Hari kedatangan Tuhan. Tengoklah, orang dusun menanti hasil yang berharga keluar daripada bumi dengan sabar, sehingga ditimpa hujan pada musim bah dan pada musim kemarau”.

Palang dan Jenang jadi satu, Artinya : Anak Tuhan harus jadi satu dengan Tuhan dan SabdaNya.

Roh kerukunan perlu untuk menarik Tuhan tinggal dalam tubuh. Epesus 5:30, 4:11, 1 Korintus 3:16, 6:19, 2 Korintus 6:16. Tuhan Yesus suka dalam anak Tuhan yang ada persatuan dan tak ada dendam.

 

Papan-papan jenang ada dua bagian

 

1. Untuk ruangan Suci  menunjuk pada anak Tuhan yang Suci yang sudah lahir baru dari pada air dan Roh Yahya 3:5

2. Untuk ruangan maha suci menunjuk pada Gereja Tuhan yang sudah amat Suci inilah yang disebut Gereja dewasa Rohani (Gereja Penganten) yang kelak tidak akan bercacat cela lagi yaitu Tubuh Jiwa dan Roh 1 Tesalonika 5:23. Hal ini akan terjadi pada Kegerakan Besar didalam suratan Pilemon 1:1-3 kena pada papan jenang dan palang-palang dalam Tabernakel disini Rasul Paulus ada menaruh Roh persatuan sehingga dia selalu mengirimkan salam dan hormat tanda persekutuan. Onisimus Hamba Pilemon yang diusir keluar karena bersalah  lalu lari pada Rasul Paulus di Roma dan disana dia beroleh perubahan hidupnya.

Perhatikan suratan Pilemon itu setelah Onisimus bertobat dengan sesusungguhnya Rasul Paulus mengirimkan dia kepada Pilemon. Sebelum  bertobat  tak  dikembalikan karena   tak cocok selalu mengadakan percekcokan didalam  Rasul Paulus dalam mendidik dia Rasul Paulus memakai karunia Hikmat. Demikian juga dia menyurat pada Pilemon dengan Karunia Hikmat pula. Disinilah kemahiran Rasul Paulus dalam pimpinan Roh. Rasul Paulus adalah seorang yang mahir dalam pekerjaan Roh dan tak ada seorang Rasul yang sebanding dengan dia. Itu sebabnya dia diizinkan Tuhan untuk menulis 14 suratan.

Injil Lukas sebenarnya adalah Injil Rasul Paulus begitu juga dengan Kisah Segala Rasul. Ingat Lukas selalu mendampingi Rasul Paulus. Itu sebabnya dikatakannya adalah tabib yang dikasihinya. Oleh karena itu Karunia Hikmat penting sekali. Ini akan diterangkan jelas dalam Pekerjaan Roh tentang 9 Karunia Roh.  Hikmat dipakai untuk pembangunan Kabah / Rumah Allah. Didalam Perjanjian Lama Tabernakel dan Kabah Sulaiman dibangun atas Hikmat Allah. dalam Perjanjian Baru – Tubuh Penganten akan dibangun dengan Hikmat.

Hikmat Allah adalah Firman dan Firman itulah Kristus.         1 Korintus 1:24 atau Perkataan Hikmat. Struktur susunan Rohani daripada Penganten adalah hasil daripada pekerjaan dari karunia ini (Karunia Hikmat dan Karunia Perkataan Marifat).

MARIFAT

Karunia Perkataan Marifat dengan pengetahuan Sabda Allah dibawa urapan Rohulkudus mengetahui cara bagaimana Rumah Allah / Gereja Penganten dari Perjanjian Baru dilaksanakan.

Karunia Hikmat adalah penyusun dari rencana agung dari Allah untuk Gereja Penganten. Sedang Karunia Marifat pelaksana rencana Allah yang tersembunyi (yang diungkapkan oleh Rohulkudus / kerja sama).

Gereja Penganten memiliki sedikit Karunia Hikmat tetapi mempunyai kelebihan dalam Karunia Marifat karena dia harus menjelaskan Firman Allah untuk memberi makan kepada Sidang Jemaat atau pada murid-muridNya yang cocok sama sekali. Dalam pembangunan Tabernakel maka Bezaliel dan Aholiab dibawa kepercayaan membangun dibawah pengawasan Musa. Didalam membangun Tabernakel Rohani Tuhan melantik Hamba-hambaNya berdasarkan dalam Epesus 4:11-12 yang dilengkapi dengan 9 Karunia Roh suci.

 

Pembagian dari 9 Karunia Roh suci dibagi dalam 3 kelompok:

  1. WAHYU :

Kehidupan tubuh Penganten yang terdiri dari 3 Karunia yaitu :

1. Karunia Hikmat – peredaran darah

2. Karunia Marifat – pembagian makanan

3. Karunia Membedakan Segala Roh – percernaan makanan

  1. KUASA :

Pergerakan tubuh penganten :

1. Karunia Iman – menunjuk pada tangan

2. Karunia Kesembuhan – menunjuk pada kaki

3. Karunia Mujizat – menunjuk pada kaki

  1. PENYEMBAHAN :

Pernapasan tubuh penganten :

1. Karunia Lidah

2. Karunia Nubuat

3. Karunia Mengartikan Makna Lidah

Ketiga kelompok ini harus ditempatkan dengan teliti dalam Tabernakel. Harus teliti dalam peletakan dalam pelaksanaan  Ibadat.

Dengan 9 Karunia Roh suci ini maka Gereja Tuhan akan dibawa mendalam dalam rahasia Firman Allah menuju kepada kesempurnaan.

Kristus adalah Kepala Gereja, Kolose 1:18 yang berbunyi : “Dan Ialah yang menjadi kepala tubuh yaitu sidang jemaat Ialah yang menjadi awal dan menjadi sulung dari antara orang mati supaya didalam segala sesuatu Ialah yang terutama”.

Dialah yang membawa Anugerah dan Kebenaran untuk Sidang Jemaat Yahya 1:17. Sidang Jemaat adalah Tubuh Kristus          1 Korintus 12:12, 17-27.

Tubuh Kristus adalah papan jenang Rohani yang beroleh kelepasan oleh pekerjaan salib Kristus ialah tiap-tiap orang yang dipanggil dan dipilih sebagai orang yang hidup dari keempat penjuru alam yang berlindung disegala gereja tetapi mempunyai kemauan yang baik dalam mengetahui rahasia Firman. Orang-orang yang tidak bergantung pada organisasi tetapi kepada kehendak Allah. Pada akhir zaman apabila Gereja Tuhan masuk dalam kesempurnaan melalui Kegerakan Besar mereka itu akan keluar dari organisasi gereja dan bersatu dengan Gereja Penganten. Hal ini akan ditemukan dalam Matius 24, Markus 13, Lukas 21, Wahyu 6, Daniel 9:27.

Bersambung…….

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: